Share

Bab 498

Author: Liazta
last update publish date: 2026-09-15 23:41:47

"Aku dulu juga pernah berada di posisi yang sangat sulit. Memulai dari awal memang tidak mudah, tetapi bukan berarti tidak bisa."

Tatapan Charlotte melembut.

"Terima kasih, Alicia."

Alicia tersenyum.

"Dan satu lagi."

"Apa?"

"Jangan terlalu memikirkan apa yang orang lain katakan tentang masa lalumu."

Charlotte terdiam.

Alicia melanjutkan dengan suara lembut.

"Orang mungkin akan mengingat kesalahanmu lebih lama daripada yang kamu inginkan. Tapi kamu tidak harus menghabiskan hidupmu untuk membukti
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dokter, Jangan Gitu Dong   500

    Malam makin larut, menembus angka satu dini hari. Devan melangkah perlahan di lorong yang sunyi. Demi bisa tidur di samping istrinya tanpa memicu 'bencana', Devan terpaksa menggunakan cara yang sangat tidak biasa. Pria berbadan tegap itu memanjat balkon luar kamar dengan gerakan sepelan mungkin, memanfaatkan celah jendela kaca yang sengaja ia ganjal tadi sore.Srett...Dengan napas tertahan, Devan berhasil menyusup masuk ke dalam kamar. Kondisi kamar remang-remang. Dalam hatinya, Devan berdoa penuh harap agar Alicia sudah terlelap dalam tidurnya yang nyenyak.Namun, harapan manis Devan mendadak hancur berkeping-keping.Di atas ranjang, Alicia rupanya belum tidur! Pantulan cahaya terang dari layar ponsel menyinari wajah cantiknya. Dari tempatnya berdiri, Devan dapat mendengar sayup-sayup suara dari ponsel istrinya—Alicia sedang asyik menonton acara komedi di tengah malam.Mampus! batin Devan panik setengah mati.Jantungnya berdebar kencang melebihi saat menghadapi musuh di dunia bisnis

  • Dokter, Jangan Gitu Dong   Bab 499

    Empat bulan berlalu sejak riuhnya pesta pernikahan yang megah itu. Namun, kehangatan yang dulunya memenuhi kamar utama Devan dan Alicia kini menguap tanpa bekas, berganti dengan atmosfer dingin nan penuh tekanan.Sikap Alicia yang dulunya amat manja, menggemaskan, dan selalu menempel pada Devan, mendadak berubah drastis seratus delapan puluh derajat!Pagi itu, Devan melangkah masuk ke dalam kamar membawa segelas susu hangat dan sepiring buah segar. Pria itu menyunggingkan senyum paling manis, berusaha mencairkan suasana seperti biasa."Sayang, minum susunya dulu..." bisik Devan lembut seraya mendekat.Namun, baru saja Devan mengambil dua langkah mendekati ranjang, Alicia yang sedang duduk bersandar langsung menoleh tajam. Matanya memancarkan amarah yang luar biasa pekat, seolah-olah pria di hadapannya adalah musuh terbesarnya di dunia!"Bisa keluar tidak?!" sentak Alicia dengan suara melengking. "Aku malas melihat mukamu! Bikin mual dan emosi saja!"Langkah Devan terhenti seketika di

  • Dokter, Jangan Gitu Dong   Bab 498

    "Aku dulu juga pernah berada di posisi yang sangat sulit. Memulai dari awal memang tidak mudah, tetapi bukan berarti tidak bisa."Tatapan Charlotte melembut."Terima kasih, Alicia."Alicia tersenyum."Dan satu lagi.""Apa?""Jangan terlalu memikirkan apa yang orang lain katakan tentang masa lalumu."Charlotte terdiam.Alicia melanjutkan dengan suara lembut."Orang mungkin akan mengingat kesalahanmu lebih lama daripada yang kamu inginkan. Tapi kamu tidak harus menghabiskan hidupmu untuk membuktikan bahwa mereka salah."Charlotte menunduk."Aku akan mengingatnya."Rayan yang duduk tidak jauh dari mereka ikut berbicara."Yang penting, kamu sendiri tahu ingin menjadi seperti apa."Charlotte mengangkat wajah.Rayan menatapnya dengan tenang."Kalau kamu ingin berubah, berubah karena dirimu sendiri. Bukan karena ingin mendapatkan pengakuan dari orang lain."Charlotte menggigit bibirnya."Terima kasih, Kak Rayan."Rayan hanya mengangguk.Tidak ada lagi jarak seperti dahulu.Tidak ada lagi keb

  • Dokter, Jangan Gitu Dong   Bab 497

    Charlotte menurut.Kevin pun mengambil tempat tidak jauh darinya.Begitu semua orang berkumpul, suasana makan malam yang awalnya sedikit canggung perlahan berubah menjadi riuh.Thomas bahkan sejak awal terlihat amat posesif terhadap Sofia.Ia memperhatikan setiap hidangan yang hendak disentuh istrinya."Sayang, udang ini jangan dulu."Sofia mengerutkan kening."Kenapa?""Kolesterolnya tinggi.""Aku cuma mau satu.""Jangan."Thomas menjawab tanpa ragu.Sofia menatap suaminya dengan tatapan tidak percaya."Thomas, aku sedang hamil, bukan sedang sakit.""Aku tahu.""Lalu kenapa semua makanan dilarang?"Thomas menunjuk mangkuk di depannya."Sup ikan ini boleh."Sofia mendengus kecil."Kamu benar-benar semakin posesif sejak tahu aku hamil."Thomas tersenyum santai."Kalau bukan sekarang aku posesif, kapan lagi?"Alicia yang mendengar percakapan itu langsung tertawa."Papi Thomas memang sudah berubah menjadi satpam pribadi Mami.""Satpam pribadi?" Thomas mengangkat alis."Lebih tepatnya pen

  • Dokter, Jangan Gitu Dong   Bab 496

    Kevin tertawa kecil mendengar ucapan Alicia yang terdengar begitu dewasa."Pantas saja Devan sangat menyukaimu. Kamu memang memiliki otak yang cerdas dan hati yang begitu lapang."Kevin menggelengkan kepala sambil tersenyum."Padahal, kalau aku menjadi kamu, aku mungkin tidak akan pernah memaafkan Charlotte. Bagaimanapun, dia pernah mengambil posisimu."Alicia terkekeh."Ya, kalau dipikir-pikir memang benar. Kalau mengingat kembali egonya saat itu, rasanya memang menyebalkan."Ia mengangkat bahu santai."Hanya saja, pada akhirnya kami hanyalah para pemain yang sudah diberi peran masing-masing oleh Tony. Kebetulan aku mendapatkan peran sebagai protagonis yang hidupnya begitu memprihatinkan, sedangkan Charlotte mendapatkan peran sebagai antagonis."Setelah mengatakan itu, Alicia justru tertawa.Tawa ringan itu membuat suasana ruangan semakin hangat.Kehadiran Thomas sebagai sosok ayah pengganti dalam hidupnya perlahan mampu menyapu kesedihan yang selama ini melekat pada masa lalu. Semen

  • Dokter, Jangan Gitu Dong   Bab 495

    Pembahasan mengenai Charlotte akhirnya selesai.Atmosfer yang sejak tadi tegang perlahan mencair. Tidak ada lagi sorot mata penuh kekhawatiran ataupun percakapan mengenai luka lama.Kevin kemudian mengalihkan pandangannya kepada Sofia.Senyum jahil perlahan muncul di wajahnya."Oh, ngomong-ngomong..."Ia sengaja menggantung kalimatnya."Aku dengar kabar bahagia kalau Tante Sofia sedang mengandung?"Wajah Sofia seketika merona.Ia tertawa kecil sambil menutupi bibirnya. Meskipun terlihat sedikit canggung, binar kebahagiaan di matanya sama sekali tidak bisa disembunyikan.Kevin langsung tersenyum lebar."Aku akan jadi kakak," kata Alicia dengan tersenyum lebar."Aku juga akan jadi Abang. Dan aku mau adik laki-laki. Agar ada yang bantu aku ngurus bisnis. Sekarang aku sudah punya 3 adik perempuan." Rayan berkata dengan penuh semangat. "Aku juga pengen adik laki-laki." Alicia langsung menyetujui keinginan Rayan."Ternyata hanya Arabella yang minta adik perempuan." Sofia tersenyum memandan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status