共有

Bab 62

作者: Liazta
last update 公開日: 2026-01-01 23:11:02

Wajah Tonny berubah pucat—bukan sekadar terkejut, melainkan panik. Ia baru menyadari satu hal yang tak bisa lagi disangkal. Alicia tidak ada di antara para tamu undangan yang datang. Pertanyaan Thomas terus bergema di kepalanya seperti palu yang memukul tanpa henti.

Di mana Alicia?

Kalimat sederhana itu menelanjangi fakta yang selama ini ia kubur rapi. Ia bahkan tidak pernah benar-benar mengingat ulang tahun anak kandungnya sendiri.

Alicia. Nama itu terasa asing di lidahnya. Seingat Tonny, seti
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター
コメント (1)
goodnovel comment avatar
Lasiah Lasiah
Sinta liciknya perempuan ular
すべてのコメントを表示

最新チャプター

  • Dokter, Jangan Gitu Dong   BAB 460

    "Bagaimana kehidupanmu sekarang?" tanya Alicia sambil menatap dalam-dalam paras Charlotte yang tampak berbeda dari yang ia ingat.Charlotte menyunggingkan senyum tipis—sebuah ukiran bibir yang dipaksakan demi membungkus rapi kepahitan hidupnya yang kian hancur. "Hidupku sekarang... sudah sangat baik."Padahal, jauh sebelum melangkah ke ballroom ini, Charlotte dipenuhi keraguan besar. Ia sama sekali tak yakin Rayan akan mengizinkannya masuk. Namun, demi mempertahankan sisa harga dirinya di hadapan keluarga yang pernah ia khianati, Charlotte tetap bersiap mati-matian. Perhiasan imitasi berkilau yang melekat di leher dan jemarinya sengaja ia beli, semata-mata agar mereka percaya bahwa kehidupannya baik-baik saja dan tak perlu mengasihaninya.Alicia memandang detail perhiasan itu, lalu menganggukkan kepalanya pelan. Sebagai wanita, ia mengerti betul apa yang sedang berusaha disembunyikan Charlotte."Alicia... maafkan aku," lirih Charlotte lagi, matanya mulai memerah."Hmm... bukankah tadi

  • Dokter, Jangan Gitu Dong   BAB 459

    Charlotte berdiri di depan pintu utama ballroom dengan kepala menunduk dalam-dalam. Setiap kali ada tamu penting yang melintas, ia makin merapatkan tubuhnya, tak berani menatap wajah siapa pun. Rasa malu yang teramat sangat menyergap hatinya. Bagaimana jika ada pengunjung klub malam tempatnya bekerja dulu yang mengenalinya di sini? Di tengah orang-orang terpandang ini, ia merasa begitu kecil dan asing.Gadis itu menunggu dengan gelisah. Jantungnya berdegup tak karuan antara harapan kecil dan ketakutan akan diusir. Namun, kalaupun harus diusir... ia sudah siap pasrah.Klek.Pintu kayu berukir megah itu mendadak terbuka lebar. Pria bertubuh tegap yang tadi membawa kadonya berjalan melangkah ke arahnya."Nona Charlotte, Anda diperbolehkan untuk masuk," ujar petugas itu sopan.DEG!Dada Charlotte berdesir hebat. Ia tak menyangka pintunya benar-benar dibukakan. Dengan mata yang mulai berkaca-kaca, ia menatap petugas itu. "T-terima kasih..."Tanpa membuang waktu satu detik pun, Charlotte me

  • Dokter, Jangan Gitu Dong   Bab 458

    Penjaga keamanan bertubuh tegap itu melangkah cepat menerobos riuhnya para tamu di dalam ballroom mewah. Ia berjalan lurus menuju pelaminan, mendekati Rayan, lalu membisikkan pesan serta menyerahkan kotak kado dari Charlotte.Rayan terdiam sejenak. Tangannya yang menggenggam kotak kado itu terasa begitu berat. Pandangannya bergulir perlahan menatap pintu besar di ujung ballroom yang tertutup rapat. Seketika, dadanya dihantam rasa sesak yang berdenyut nyeri.Bagaimanapun juga... Charlotte adalah adiknya. Di dalam tubuh gadis itu mengalir darah yang sama dari ayah mereka, Tonny. Rayan kembali teringat saat pertama kali melihat Charlotte yang kebingungan di klub malam dulu—seorang gadis muda yang rapuh dan hanya menjadi korban dari keegoisan orang tua mereka."Sayang... aku permisi menemui Mami dan Alicia sebentar, ya?" bisik Rayan lembut pada Rebecca.Rebecca menatap wajah suaminya yang mendadak serius, lalu mengangguk paham sambil tersenyum lembut. "Iya, Mas. Pergilah."Rayan turun dar

  • Dokter, Jangan Gitu Dong   Bab 457

    Rebecca menatap Rayan dengan mata berkaca-kaca. Perjuangan gila, rusuh, dan bikin sesak napas selama tiga hari terakhir akhirnya bermuara indah di titik ini.Rayan memutar tubuhnya, meraih jemari Rebecca untuk disalami, lalu mendaratkan sebuah kecupan hangat nan dalam di dahi istrinya di hadapan ribuan pasang mata.Jujur saja, meskipun hanya kecupan di kening, namun jantungnya sudah berdebar dengan kencang. "Terima kasih sudah tidak pingsan, Istriku," bisik Rayan terkekeh halus di telinga Rebecca, membuat pipi sang pengantin wanita seketika memerah sempurna.Rebecca tersenyum tipis di sela-sela matanya yang mulai basah. "Terima kasih sudah memilihku, Rayan."Di tengah riuh rendah ucapan selamat dari para tamu undangan, Rayan menggenggam tangan Rebecca erat-erat. Di barisan keluarga, Sofia masih terus menyeka air matanya, sesekali tertawa kecil saat melihat putranya yang biasanya kaku dan dingin, kini tampak begitu lembut memperlakukan istrinya. Sebuah hari baru, sebuah lembaran baru,

  • Dokter, Jangan Gitu Dong   BAB 456

    Pukul delapan pagi tepat. Gedung pernikahan yang megah itu sudah dipenuhi hiruk-pikuk manusia. Sirine pengawalan polisi meraung-raung di luar, menandakan kedatangan rombongan pejabat tinggi negara dan jajaran perwira TNI.Di ruang tunggu pengantin pria, Rayan berdiri di depan cermin besar. Matanya merah, bayangan hitam di bawah matanya tercetak cukup jelas. Namun, setelan jas hitam buatan perancang kenamaan Italia yang melekat di tubuh tegapnya membuat pria itu tetap tampak gagah dan dominan secara intimidatif.Klek.Thomas masuk dengan napas terengah-engah, dasinya bahkan belum terikat rapi. "Rayan! Kotak mahar emas 2.026 gram sudah dipegang tim pengaman. Pihak KUA sudah duduk di meja akad. Kamu... kamu beneran kuat, kan? Muka kamu pucat sekali!"Rayan menelan salivanya yang terasa kering, merapikan kerah jasnya dengan jemari yang sedikit gemetar bukan karena gugup, tapi karena efek kelelahan fisik usai maraton administrasi dan uji fisik kemarin."Cepat makan dulu roti ini, biar kamu

  • Dokter, Jangan Gitu Dong   Bab 455

    Pukul tiga pagi di hari H pernikahan, dan atmosfer di kedua kediaman tidak ada bedanya dengan barak militer yang baru saja dihantam serangan udara.Jangan bayangkan suasana haru nan syahdu menyelimuti calon pengantin. Yang ada hanyalah mata merah dengan lingkaran hitam pekat, napas terengah-engah, dan saraf yang nyaris putus! Selama dua hari dua malam terakhir, baik keluarga Soedirja maupun keluarga Thomas hanya sempat memejamkan mata paling banyak dua hingga tiga jam. Tidur pun tidak tenang, karena setiap lima menit sekali ponsel mereka terus melolong menyuarakan panggilan darurat dari ribuan vendor.Di kediaman Soedirja, aroma kopi hitam pekat menyengat bercampur dengan baunya minyak kayu putih.Hartono yang merupakan seorang pensiunan Jenderal militer, kini terkulai lemas di atas sofa dengan kain kompres menempel di jidatnya. Jempol tangannya kram total gara-gara menyetujui ribuan balasan pesan tamu. Di sebelahnya, Danu dan Arya tergeletak terlentang di atas karpet tanpa alas, masi

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status