分享

85. Anna Datang

作者: Angsa Kecil
last update publish date: 2026-07-22 22:54:17
Ruang presidential suite.

Arga masih terbaring dengan selang respirator menempel di mulut serta kabel indikator melingkari dada.

Nadia menatap kesal, dia memasang wajah sedih hanya untuk memperdalam aktingnya. ‘Sebenarnya kalau Arga mati ada untungnya juga, aku jadi terbebas dari ancaman itu. Bukankah yang mereka inginkan Arga hancur? Hm, bagaimana kalau besok aku buat dia mati saja. Habis itu aku pergi ke luar negeri menikmati kebebasan dan mencari laki-laki baru. Yang penting, status asliku
Angsa Kecil

Deg-degan 🫰🫰🫰🫰

| 3
在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節

最新章節

  • Dokter, Jangan Menyentuhku Lagi   88. Jaga Dia Nadia

    “Aku tidak percaya pada kalian?” bentak Hary dengan wajah garang. Mata Anna justru fokus pada jari-jari Arga yang terus bergerak pelan, tapi di saat yang sama dia juga menahan gelisah, takut ketahuan dan urusannya jadi panjang kalau dengan ayahnya Arga. David melangkah maju, memotong jalur Hary. “Om, tolong keluar dan biarkan Arga tenang. Jangan ganggu dia lagi. Aku heran kenapa di saat Arga tidak sadarkan diri saja Om masih sangat keras.” Edward merentangkan tangan menahan ayahnya, tapi Hary membelalak melotot padanya. “Kalau kalian menyembunyikan sesuatu dariku, tidak akan aku ampuni!” Lalu, Hary mendorong dua laki-laki itu Edward dan David mengatupkan mata mereka, menahan geram. Hary tinggal selangkah lagi di belakang Anna. Tangannya sudah terulur, bersiap menarik bahu wanita berpakaian suster itu. Namun mendadak, dada Arga naik turun dan indikator mesin jantung berbunyi nyaring. “Arga!” teriak David dengan mata nanar. Anna panik luar biasa, jantungnya berita cepat dan hamp

  • Dokter, Jangan Menyentuhku Lagi   87. Sadar

    Anna menahan tangis yang mendesak di tenggorokan. Dia duduk lemas di kursi samping bed, tangannya pelan merengkuh telapak tangan Arga yang tak berdaya. Hening. Anna sedang menguatkan hati untuk bisa memilah rasa dan mengeluarkan rasanya yang terpendam.Lalu, wanita itu menarik nafas dalam-dalam. “Aku memang belum memaafkanmu, aku memang masih membencimu, tapi bukan berarti aku ingin kamu seperti ini.”Gelombang campuran rasa menghantam dada Anna, hingga bergetar. Penyesalan, marah, dan rasa iba beradu hebat di dalam batinnya. Dia membenci Arga, tapi melihat pria yang dulu begitu mendominasi kini terbaring tak berdaya dengan ancaman kematian membuat hatinya tercekik. Mengapa Arga harus sampai seperti ini mempertahankan mereka? Mengapa harus sampai mengorbankan nyawa hanya untuk membuktikan penyesalannya?David mundur beberapa langkah, memberi ruang penuh untuk Anna. Dia bersama Edward memilih berdiri berjaga di dekat pintu. Keduanya tak keluar agar tidak memicu kecurigaan penjaga di

  • Dokter, Jangan Menyentuhku Lagi   86. Ketahuan

    ‘Perawat itu. Kenapa gerak-geriknya mencurigakan? Dan kenapa posturnya mirip sekali dengan Anna?’ batin Nadia penasaran. Rasanya jadi tak tenang.‘Aku nggak boleh panik,’ batin Anna mencoba menenangkan diri. Langkah Nadia terdengar makin mendekat, mengikis jarak setapak demi setapak. Anna berdiri kaku di tempatnya. Dia mengatur napas perlahan, menyiapkan mental untuk skenario terburuk. Jika Nadia benar-benar menarik bahunya dan membuka penyamarannya sekarang, dia harus siap melawan dan mencari celah apa pun agar tetap bisa menerobos masuk ke ruang Arga.Jarak mereka kini tinggal satu meter. Tangan Nadia terulur, hampir menyentuh pundak Anna.“Kamu–”Tiba-tiba sebuah tangan kekar bergerak cepat dari samping, menyambar map laporan medis dari jemari Anna.“Sudah kutunggu dari tadi, kenapa baru datang?” potong Edward, tampak biasa sajamAnna menahan napas, dadanya mendadak terasa sedikit lega saat mengenali suara itu. Tapi yang dia tak paham, kenapa Edward tiba-tiba menolongnya? Apa dia

  • Dokter, Jangan Menyentuhku Lagi   85. Anna Datang

    Ruang presidential suite. Arga masih terbaring dengan selang respirator menempel di mulut serta kabel indikator melingkari dada. Nadia menatap kesal, dia memasang wajah sedih hanya untuk memperdalam aktingnya. ‘Sebenarnya kalau Arga mati ada untungnya juga, aku jadi terbebas dari ancaman itu. Bukankah yang mereka inginkan Arga hancur? Hm, bagaimana kalau besok aku buat dia mati saja. Habis itu aku pergi ke luar negeri menikmati kebebasan dan mencari laki-laki baru. Yang penting, status asliku tidak terbongkar,’ batinnya. David duduk di kursi samping bed, enggan beranjak sejak kemarin, kecuali untuk urusan tertentu saja. Dia menolak keluar karena tidak ingin membiarkan Hary menguasai Arga. Hary berdiri di ujung bed, dengan raut wajah keras. “Keluarlah, David. Ini area keluarga kami. Kamu tidak punya hak berada di sini sepanjang malam. Kamu itu cuma asisten, dan tidak usah sok dominan.” David menatap Hary tanpa berkedip. “Kalau bukan karena fakta Om adalah ayah kandung Arga, tapi ay

  • Dokter, Jangan Menyentuhku Lagi   84. Mau Ikut

    Yuna menarik napas panjang, lalu mengembuskannya perlahan untuk menetralkan detak jantungnya. Lalu, dua tangannya terangkat di depan dada. “Akhirnya ketemu. Aku berhasil menemukan tempat Arga dirawat.” Disusul senyum lebar.“Yeyyyy!! Tante Keren!” Disambut sorak si kembar.Anna sontak berdiri. Matanya membelalak lebar. Dia meredam getaran dadanya. Jantungnya berdegup kencang hingga tangannya gemetar hebat. “Benarkah? Lalu ... bagaimana kondisinya sekarang?” Matanya berkaca-kaca, lalu menghembuskan nafas lirih.Kayla memajukan tubuhnya dan berniat melompat turun dari bed. Tapi ringisan kecil langsung lolos dari bibirnya karena pergelangan kakinya belum sepenuhnya pulih. “Tante, Papa masih hidup, kan?”Kaisar memegang bahu Kayla, menahannya agar tidak nekat beranjak. “Pasti masih hidup. Belum bayar utang penderitaan kita, mana bisa dia meninggal begitu saja.” Lalu, Kaisar memalingkan wajah ke arah Yuna. “Tante, bisakah aku melihatnya langsung?”Yuna mendekat sambil menyapu keringat di

  • Dokter, Jangan Menyentuhku Lagi   83. Air Mata Si Kembar

    “Mama ingin Arga kembali ke pelukan kita tapi bukan begini juga caranya, Pa. Papa mau bunuh anak sendiri?!” teriak Marta dengan linangan air mata. Hary hanya duduk terdiam menunduk dengan dua tangan bertautan di depan. Jantungnya berpacu cepat sudah tak terkendali. Operasi yang berlangsung selama enam jam itu akhirnya selesai dan bisa dikatakan berhasil. Tim bedah berhasil mengeluarkan dua pecahan kaca tebal yang merobek area punggung hingga menembus rongga perut Arga. Pria itu kini dipindahkan ke ruang perawatan intensif dengan berbagai selang dan kabel yang terhubung pada tubuhnya. Di luar kaca pembatas ruang ICU, Hary dan Marta berdiri kaku. Wajah Marta pucat pasi, dua tangannya bergetar hebat saat menatap tubuh putranya yang terbaring tak berdaya di balik kaca. Lututnya lemas, tubuhnya hampir merosot ke lantai. Nadia menahan dua bahu Marta dari belakang. “Tenang, Tante ... Tante harus kuat,” bisiknya meremas pelan bahu Marta. Hary hanya berdiri mematung di samping mereka, d

  • Dokter, Jangan Menyentuhku Lagi   5. Anak Haram

    “Bu Anna, lain kali ajari anak Anda untuk bertindak benar. Jangan cari masalah. Anak saya jadi kena mental karena trofinya hancur. Selamat mencari sekolah baru.” Anna menatap tajam. “Mereka bukan anak haram. Dan merekalah pemenang yang sebenarnya. Hanya kalah dengan uang Anda! Lain kali, ajari ana

  • Dokter, Jangan Menyentuhku Lagi   4. Korban Kecelakaan

    Pagi harinya, Arga baru kembali ke rumah dengan penampilan kusut, seperti tidak tidur semalaman. Dia melangkah cepat ke kamarnya, tapi saat memegang handle pintu, dia menahan sebentar. Saat ini dadanya sedang tak karuan dan banyak hal yang ingin dikatakan pada Anna. Masuk kamar, dan sangat yaki

  • Dokter, Jangan Menyentuhku Lagi   3. Ciuman Paksa

    Anna yang wajahnya sudah lelah terpaku heran menatap suaminya.“Apa maksudmu?” Arga tak menjawab. Pria itu justru melangkah lebar mendekatinya, lalu tanpa peringatan menarik pergelangan tangan Anna dan mendorong tubuh wanita itu hingga terjatuh ke atas ranjang.“Arga!” Anna terbelalak kaget.Berus

  • Dokter, Jangan Menyentuhku Lagi   2. Karena Dua Miliar

    “Arga, ayo kita urus perceraian.” Sontak mata Arga menegang dan pelan kepalanya terangkat, menatap manik mata Anna. “Cerai?” Dahi Arga berkerut dengan senyum miring tipis. Anna mengangguk lambat. “Ya, kita bercerai saja.” Wajahnya tampak begitu datar, tidak ada gurat kesedihan atau ragu. Arga

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status