Share

Trending Topic

last update publish date: 2026-06-16 21:28:39

Di dalam mobil, suasana di antara Arion dan Zara terasa canggung dan hening. Mereka asyik dengan pikiran masing-masing.

Zara melihat ke arah luar, hari sudah mulai gelap. Pikiran nya masih terbayang dengan kejadian di kelas tadi.

Ia masih bisa merasakan sensasi bibir Arion yang begitu lembut dan hangat.

Sama halnya dengan Zara. Arion juga masih memikirkan kejadian tadi. Ciuman pertamanya diberikannya pada gadis yang padahal bukan siapa-siapanya.

Tak terasa mobil Arion sudah sampai di gerbang
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Don't Touch Me, Prince!   Love (END)

    Tinggal menghitung hari menjelang tahun baru. Zara dan keluarga liburan di tepi pantai, yang batal beberapa hari yang lalu. Sora dan Prince Charming juga ikut bersama mereka. Kali ini, mama Zara yang mengundang mereka. “Nggak apa-apa Mama Helen. Kami bisa ikut merayakan tahun baru bareng kalian kok. Lagipula keluarga kami semuanya sibuk” ucap Arion. “Iya mama Helen. Mama papa selalu tugas di tahun baru” ucap Alex. “Keluarga ku pergi keluar negeri. Tapi aku ingin merayakan tahun baru di Indonesia aja” ucap Axelle. “Kami ikut mama Helen aja. Mama papa juga izinin, karena mereka juga pergi bersama dengan keluarga Axelle” ucap Arzan. Begitulah yang mereka katakan, saat Helen menghubungi mereka berempat. Dan disinilah mereka berada sekarang. Di pantai, dengan cuaca yang sangat cerah. Zara yang mengenakan celana pendek dan kaos mini berjalan-jalan menikmati pasir putih di pantai, di temani oleh Sora. Dan para Prince Charming berselancar di laut. Tidak usah di pertanyakan baga

  • Don't Touch Me, Prince!   Teman Masa Kecil

    Dari jendela kamar, Zara memandang ke arah luar. Hari ini hujan turun. Dan rencana mereka liburan ke pantai juga batal.“Kenapa juga hari ini hujan. Jadi batal dong, kita bermain di pantai” ucap Sora di seberang sana.Zara dan Sora sedang melakukan panggilan video call. “Mau gimana lagi. Mungkin besok kita baru ke pantai atau beberapa hari kemudian.”“Iya sih. Tapi tetap aja batal hari ini.”Zara merebahkan dirinya di atas kasur. “Kita bisa ke pantai lain hari.”“Ya udah deh. Gue udah di panggil mama gue nih. Gue matiin ya.”Zara mengangguk. Dan panggilan video call mereka pun berakhir.Zara menghabiskan waktu nya membaca komik di dalam kamar.Saat sore hari, hujan baru berhenti turun. Zara keluar dari kamarnya untuk pergi ke minimarket yang tidak jauh dari rumahnya.Di perjalanan menuju minimarket, dia bertemu dengan Axelle. Ekspresi Axelle juga sedikit terlihat kaget.“Lo kenapa bisa ada disini?” tanya Zara.“Gue ada urusan” ucap Axelle sambil melihat ke arah lain.“Urusan apa? Dan

  • Don't Touch Me, Prince!   Tidak Menyerah

    Setelah selesai makan Zara dan Sora duduk di pinggir kolam renang sambil menggerakkan kaki mereka di dalam air. “Untung gue ikut liburan kesini. Kalau nggak gabur juga gue selama liburan.”“Tapi bagus juga sih. Biar gue ada teman.”Tiba-tiba para Prince Charming muncul. “Lo ada disini Zara” ucap Arion.“Kenapa? Cariin gue?”“Ya nggak kenapa-kenapa sih” jawab Arion.“Arzan, lo mau berenang nggak?” tanya Arion pada Arzan.Seketika Arzan membuka baju nya dan menampilkan otot-otot di tubuhnya. Arion langsung bersiul saat melihat tubuh Arion. “Agresif bener lo malam ini.”“Diam lo. Kata lo mau berenang” sahut Arzan.“Okay.” Giliran Arion yang melepas pakaiannya. Otot di tubuh Arion juga tak kalah sama dengan Arzan. Ekspresi wajah Zara sedikit terkejut sekaligus kebingungan. “Ngapain mereka berenang malam-malam begini?” ucap Zara dalam hati.Byur!Arzan dan Arion langsung menyebur ke dalam kolam. Zara dan Sora terkena cipratan air karena masih duduk di pinggir kolam.“Pakaian gue jadi bas

  • Don't Touch Me, Prince!   Next

    “Zara… Bangun!” teriak Sora di dekat telinga Zara. Zara langsung bangun dari tidurnya seketika. “Gue kaget astaga!” sahutnya sembari mengelus dadanya, dia hampir jantungan mendengar teriakan Sora. “Ini udah jam berapa astaga. Kita telat!” ucap Sora. “Hah? Apa? Kenapa?” Zara masih setengah sadar. Dia masih mengantuk. Sora mengguncang tubuh Zara. “Lo nggak ingat kita pergi ke vila nenek lo hari ini. Mama papa lo udah nunggu lo dari tadi. Lo masih aja belum bangun.” “Gue masih ngantuk loh. Lagipula kita nggak ada acara penting kok. Cuman liburan aja.” “Jalanan macet. Lo mau kita sampai di sana kemalaman. Buruan lo siap-siap” ucap Sora sambil mendorong tubuh Zara untuk bangun dari tempat tidur. “Iya, gue mau mandi dulu.” “Cepetan. Gue keluar dulu, sama mama papa lo.” Sora pun keluar dari kamar Zara. “Zara udah bangun Sora?” tanya Helen. “Dia lagi siap-siap Tante.” “Anak ini. Kok bisa dia lupa kalau hari ini kita pergi liburan.” “Pa, apa masih macet jalanan kah? Kala

  • Don't Touch Me, Prince!   We Love Zara

    Ting tong! Seseorang membunyikan bel rumah Zara. Zara yang mendengar bunyi bel itu langsung keluar dari kamar. "Mungkin paket yang datang." Ceklek! Zara melihat seorang pria. "Halo, dengan Nona Zara?" tanya pria tersebut. "Iya. Saya sendiri. Ada apa ya?" Pria tersebut memberikan sebuah kotak pada Zara. "Ini ada titipan buat Nona Zara." "Titipan? Dari siapa?" "Saya tidak bisa memberitahu kan nya Nona. Kalau begitu saya permisi." Pria tersebut pamit pergi dari rumah Zara. "Ini kotak dari siapa?" Zara menelusuri setiap inci kotak tersebut, mana tahu dia menemukan sebuah petunjuk. "Tidak ada nama pengirimnya." Zara mengunci pintu rumahnya kembali, dan masuk ke dalam kamarnya. Kotak tersebut di letakkan nya di atas kasurnya. "Ini kotak dari siapa sih?" Zara menatap kotak berwarna pink tersebut. Dia masih berpikir, siapa nama pengirim kotak ini. Daripada penasaran, Zara membuka kotak tersebut. Dia sedikit tercengang bahwa isi kotak tersebut adalah sebuah dress warna

  • Don't Touch Me, Prince!   Nembak or Lamaran

    Setelah acara balapan-balapan itu, Zara jadi terjebak pada malam itu juga.Well, kok dia merasa dijadikan bahan taruhan ya. Tapikan, dia juga yang kesusahan begini.Seperti malam ini. Dia terjebak dalam acara pernyataan cinta Axelle, atau yang disebut acara tembak-tembakan. Masalahnya, orangtua Zara juga berada disini. Orangtua Axelle juga ada disini. Bukan itu saja, orangtua Alex, Arzan, dan Arion juga berada disini.Ini acara nembak, atau lamaran sih. Pake bawa orangtua segala lagi. Inilah, yang membuat Zara kesusahan pada malam ini.Zara menggunakan dress putih, sama dengan warna kemeja Axelle. "Ini lo mau nembak, atau lamaran sih?!" kesal Zara.Axelle tersenyum. "Kalau lo anggap ini sebagai lamaran, no problem."Sedangkan ketiga cowok itu yang sedang memandangi Axelle dan Zara, sangat kesal bercampur marah. Apalagi Alex, dia benar-benar marah saat ini.Apalagi, karena Axelle pake acara undang orangtua segala lagi."Kok jadi Axelle yang bareng Zara, Alex?" tanya Sinta.Alex tidak

  • Don't Touch Me, Prince!   Hukuman Arzan dan Zara

    Dengan wajah malas, Zara duduk tenang di tempatnya. Tiba-tiba mood nya buruk hari ini.Kejadian di rumah Alex masih membuat di kesal setengah mati. "Hufftt..." membaringkan kepalanya di atas meja.Sora menggoyangkan pundak Zara. "Ra, Zara. Lo kenapa sih?""Lagi malas" jawabnya singkat."Jangan mala

  • Don't Touch Me, Prince!   Tuan Muda Alex

    Seorang gadis memandangi rumah besar yang ada di depan matanya dengan ekspresi yang mengatakan "wow." Gadis itu adalah Zara Aurora dan rumah yang ada di depannya adalah rumah Alex Gajendra."Gila, gede bener rumah si ketos songong" gumamnya.Seseorang wanita paruh baya keluar dari rumah tersebut. "

  • Don't Touch Me, Prince!   Cilok dan Hari Sial

    "Sora, kita ke kantin yuk. Gue laper banget. Gue pengen makan cilok" ucap Zara sambil mengusap perutnya yang mulai keroncongan.Sora menggelengkan kepalanya melihat tingkah Zara yang kekanak-kanakan. "Ya udah, ayo. Gue juga pengen makan cilok" Sora menggandeng tangan Zara keluar dari kelas.Sesam

  • Don't Touch Me, Prince!   Hari-Hari Bersama Mereka

    "Mama... Zara pulang..." Zara yang baru sampai dirumahnya setelah pulang dari sekolah melepas sepatunya di depan pintu masuk. Ini sudah menjadi kebiasaan Zara setiap pulang sekolah.Kehidupan Zara terbilang lumayan. Mamanya seorang guru sekolah dasar, dan papanya seorang polisi. Yang bisa di bilan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status