Share

Cilok dan Hari Sial

last update Petsa ng paglalathala: 2026-05-24 15:31:57

"Sora, kita ke kantin yuk. Gue laper banget. Gue pengen makan cilok" ucap Zara sambil mengusap perutnya yang mulai keroncongan.

Sora menggelengkan kepalanya

melihat tingkah Zara yang kekanak-kanakan.

"Ya udah, ayo. Gue juga pengen makan cilok" Sora menggandeng tangan Zara keluar dari kelas.

Sesampainya di kantin, Zara memesan cilok kesukaannya. "Bi, beli cilok dong."

"Yah, cilok nya sudah habis nih" ujar Bibi Idam yang menjual di kantin sekolah Cendekia.

"Kok bisa habis Bi. Biasanya masih banyak cilok nya" ucap Zara kecewa.

"Tadi ada yang beli semua ciloknya."

"Siapa Bi?" tanya Zara penasaran. Dia kepo siapa yang bisa-bisanya membeli semua cilok kesukaannya.

"Itu loh, empat cowok yang Bibi dengar di panggil Prince Charming" jawab Bibi Idam.

"Apa?! Mereka lagi?!" Zara ternganga tidak percaya bahwa Prince Charming itu lagi yang membeli semua ciloknya.

"Kesambet apa mereka, sampai beli semua cilok" gerutu Zara kesal.

"Napa Zara?" tanya Sora yang menghampiri Zara karena belum selesai membeli cilok.

"Lo belum selesai lagi beli cilok nya?"

"Bagaimana mau beli, kalau semua cilok udah habis di borong sama keempat iblis itu" jawab Zara.

"Maksud lo Prince Charming?"

"Sora, gimana dong. Gue laper banget" ucap Zara memelas.

"Beli yang lain aja deh Zara."

"Nggak mau. Gue maunya cilok" cicit Zara.

"Lo mau berurusan sama cowok-cowok itu lagi?"

"Ya nggak mau. Tapi gimana lagi, gue harus makan cilok, baru gue kenyang" jawab Zara.

Sora menghela napas. Dia harus banyak-banyak bersabar dengan Zara.

"Gue harus cari para iblis itu." Zara keluar dari kantin dan pergi mencari para Prince Charming.

"Zara!" panggil Sora tapi tidak digubris oleh Zara.

"Hufftt... Zara, Zara. Kalau begini lo nggak bakal lepas dari mereka."

*****

"Dah kebeli semua ciloknya?" tanya Alex.

"Yap. Nggak ada yang tersisa satupun" jawab Arzan.

"Cewek itu pasti cari kita bentar lagi" ucap Axelle.

"Kayaknya sih iya. Tuh dia datang" ucap Arion sambil melirik ke arah pintu.

Brak!

"Kalian bisa nggak balikin cilok kesukaan gue!" teriak Zara.

"Gimana dong? Masalahnya semua cilok ini milik kita, kami dah beli nih cilok" ucap Arzan santai.

"Tapi gue laper banget. Gue cuman pengen cilok" batin Zara.

"Udah ah, gue malas ladenin kalian. Makan tuh cilok sampai kenyang" ucap Zara yang membalikkan badannya untuk pergi.

"Lo mau nih cilok?" tanya Alex.

Zara kembali membalikkan badannya menghadap keempat cowok tersebut.

"Kalo lo mau nih cilok. Turutin perintah kita."

Zara menggelengkan kepalanya cepat. "Gue nggak mau jadi babu kalian lagi."

"Ya elah turutin perintah kita doang, masa nggak bisa" ujar Arion.

"Kenapa bukan lo aja yang turutin perintahnya mereka. Kalau gue sih ogah" balas Zara.

"Heh! Bukan gue tapi lo" ucap Arion.

"Gue nggak bakal mau turutin perintah kalian lagi." Zara langsung keluar dari ruangan para cowok-cowok tersebut.

"Hari ini gue bakal buat Zara jadi pelayan di rumah gue" ucap Alex.

"Yang bener lo" sahut Arzan yang masih tidak percaya.

"Biar dia tahu, neraka itu seperti apa dalam sehari" ucap Alex menyeringai.

*****

"Lo dah dapat ciloknya?" tanya Sora.

"Nggak" jawab Zara lesu.

Zara kembali ke kantin tempat Sora masih berada.

"Ya udah pesan yang lain aja deh. Cilok bisa kapan-kapan kita pesan" ucap Sora sembari mengelus pundak Zara.

Zara mengangguk pelan. "Bakso aja."

Sora pun beranjak dari kursinya untuk memesan bakso.

"Lo cepat amat balik nya Sora. Udah beli baksonya?" Zara heran kenapa Sora kembali begitu cepat.

"Itu..." Sora menghentikan ucapannya. Dia gugup, ingin berbicara dengan Zara, tapi sepertinya masih ragu-ragu.

Kening Zara mengerut "Kenapa Sora?"

"Itu... Baksonya juga udah habis" jawab Sora pelan.

"What?! Kali ini siapa yang borong?!" Zara frustasi, masa bakso juga ikutan habis. Hanya mau makan pun sesusah ini.

"Keempat cowok itu lagi."

Zara ingin pingsan di tempat. Lagi-lagi iblis tampan itu lagi.

"Zara, lo pesan yang lain aja ya."

"Martabak telur."

"Itu juga dah habis."

"Nasgor."

"Habis."

"Batagor."

"Habis."

Zara ingin sekali berteriak. Semua makanan kesukaan nya stok nya habis. Yang benar ajalah.

"Sora, apa yang ada aja pesan deh. Gue dah pasrah."

"Mie goreng, lo mau?" tawar Sora.

"Iya deh."

Sora pun kembali memesan mie goreng.

"Mereka punya dendam apa sama gue. Nggak punya kerjaan banget, makanan kantin semua di borong. Dasar anak orang kaya" gerutu Zara.

*****

Setelah makan, Zara dan Sora kembali ke kelas mereka.

Zara melihat kedua cowok gila itu lagi, Arzan dan Arion.

"Gimana? Kenyang makannya?" sindir Arion.

"Sialan kalian!" umpat Zara.

Arzan dan Arion tertawa terbahak-bahak. Rencana mereka berhasil, membuat Zara kesal.

"Makanya kalau di bilang, turutin perintah kita. Apa susahnya sih? ucap Arzan.

Zara tidak menanggapi perkataan Arzan. Dia lebih baik duduk diam sambil membaca buku, karena kalau tidak emosinya bisa meledak.

"Zara, lo dipanggil ke ruang OSIS" ucap Dian, sekretaris kelas.

Zara beranjak dari kursinya. "Pasti ketos gila itu lagi yang manggil gue" gumamnya.

Zara dengan malas nya berjalan ke arah ruang OSIS. Dia membuka pintu, dan melihat Alex yang sedang duduk di sofa.

"Ngapain lo manggil gue?" ketus Zara.

Alex melempar sebuah kunci pada Zara. Zara pun menangkap kunci tersebut.

"Kunci apa ini?"

"Kunci rumah gue" jawab Alex.

"Hah?! Ngapain lo ngasih kunci rumah lo sama gue?"

"Pulang sekolah lo pergi ke rumah gue."

"Untuk?"

"Bersihkan rumah gue."

Zara membulatkan matanya "Apa?!" kagetnya.

"Gue bukan pelayan rumah lo. Buat apa gue bersihin rumah lo" ucap Zara tajam.

"Percuma juga lo lawan gue. Karena hari ini rumah lo ada ditangan gue" ujar Alex dengan smirk.

"Jangan bercanda. Nggak mungkin rumah gue ada sama lo."

"Sertifikat sama kunci rumah ada di tangan gue. Kalau lo nggak turuti perintah gue, siap-siap aja rumah lo nggak bakal balik lagi."

"Kok bisa?! Lo jangan bohongin gue."

"Kalau nggak percaya, nggak apa. Yang penting pergi ke rumah gue pulang sekolah. Alamat nya sudah gue kirim sama lo di chat" ucap Alex.

Zara membuka handphone nya dan melihat chat dari Alex yang mengirim alamat rumah.

"Lo sekarang keluar dari ruangan gue" usir Alex.

"Dasar ketos songong." Zara berbalik dan keluar dari ruangan OSIS.

"Kenapa gue selalu sial sih, sejak bertemu mereka" gumam Zara sambil mendesah pasrah.

Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App

Pinakabagong kabanata

  • Don't Touch Me, Prince!   Cilok dan Hari Sial

    "Sora, kita ke kantin yuk. Gue laper banget. Gue pengen makan cilok" ucap Zara sambil mengusap perutnya yang mulai keroncongan.Sora menggelengkan kepalanya melihat tingkah Zara yang kekanak-kanakan. "Ya udah, ayo. Gue juga pengen makan cilok" Sora menggandeng tangan Zara keluar dari kelas.Sesampainya di kantin, Zara memesan cilok kesukaannya. "Bi, beli cilok dong.""Yah, cilok nya sudah habis nih" ujar Bibi Idam yang menjual di kantin sekolah Cendekia."Kok bisa habis Bi. Biasanya masih banyak cilok nya" ucap Zara kecewa."Tadi ada yang beli semua ciloknya.""Siapa Bi?" tanya Zara penasaran. Dia kepo siapa yang bisa-bisanya membeli semua cilok kesukaannya."Itu loh, empat cowok yang Bibi dengar di panggil Prince Charming" jawab Bibi Idam."Apa?! Mereka lagi?!" Zara ternganga tidak percaya bahwa Prince Charming itu lagi yang membeli semua ciloknya."Kesambet apa mereka, sampai beli semua cilok" gerutu Zara kesal."Napa Zara?" tanya Sora yang menghampiri Zara karena belum selesai me

  • Don't Touch Me, Prince!   Hari-Hari Bersama Mereka

    "Mama... Zara pulang..." Zara yang baru sampai dirumahnya setelah pulang dari sekolah melepas sepatunya di depan pintu masuk. Ini sudah menjadi kebiasaan Zara setiap pulang sekolah.Kehidupan Zara terbilang lumayan. Mamanya seorang guru sekolah dasar, dan papanya seorang polisi. Yang bisa di bilang hidupnya nggak terbilang miskin kali ya."Kenapa baru pulang Zara. Kamu telat 15 menit loh" ucap mamanya, Helen."Aduh Ma. 15 menit doang Mama perhitungan banget sama waktu" balas Zara sambil mengerucutkan bibirnya."Iya Mama minta maaf. Mama sih selalu khawatir. Padahal kamu sudah gede" ucap Helen."Iya. Zara tahu. Zara masuk dulu ke kamar ya Ma. Mau ganti baju dulu." Zara pun ke kamarnya. Kamarnya yang bernuansa warna pink dan biru muda, warna kesukaan seorang Zara Aurora.Dia mengganti baju sekolahnya dengan baju santai nya di rumah."Zara, tadi ada teman mu yang nelpon rumah" ucap Helen dari luar kamar Zara.Zara yang mendengar ucapan mamanya, keluar dari kamarnya. "Siapa Ma? Perasaa

  • Don't Touch Me, Prince!   Zara, Alex and Axelle

    Zara yang sedang membersihkan ruangan OSIS, tiba-tiba di kagetkan oleh kedatangan ketua OSIS. Siapa lagi kalau bukan Alex."Yang bersih nyapu nya" tegur Alex."Bodoh amat. Yang nyapu kan gue, jadi terserah gue dong." Zara menjulurkan lidahnya mengejek Alex.Alex tidak menanggapi Zara. Dia duduk di meja ketua OSIS.Kedua manik hitamnya terus memperhatikan Zara. Seulas senyum tipis terbit di bibirnya. "Mau-mau aja di jadikan babu" gumamnya.Dengan serius, Zara mengerjakan pekerjaan nya. Dia tidak mengeluh karena di suruh oleh Alex yang jelas-jelas ini bukanlah pekerjaan nya. Tapi beginilah, dia sekarang jadi babu nya Alex hanya gara-gara sepele."Lo udah bersihkan lemari nya?" tanya Alex."Hmm, udah." Zara tidak menoleh pada Alex, tapi dia menanggapi perkataan Alex.Alex tidak melepaskan pandangannya dari Zara. "Kalau dilihat-lihat, cewek ini cantik juga" batinnya."Udah bersih ruangan lo." Ucapan Zara membuyarkan lamunan Alex."Cepat sekali lo selesainya.""Cepat darimana nya. Lo aja y

  • Don't Touch Me, Prince!   Jadi Babu Iblis Tampan 2

    "Zara, beliin gue minum!" titah Arion pada Zara.Zara yang sedang asyik menulis di buku, harus menghentikan aktivitasnya. Dia pergi ke arah Arion."Mana uang beli minumannya?" Zara menyodorkan tangannya, meminta uang pada Arion."Pake uang lo lah. Masa pake uang gue" jawab Arion ketus."Tapi lo kan yang minta beli minum" balas Zara sambil menahan amarahnya."Lo kan babu gue. Jadi lo harus turutin permintaan gue" ucap Arion dengan smirk.Zara mengepalkan tangannya kesal dengan ucapan Arion mengenai dirinya."Cepetan beli minum, gue haus nih.""Iya, iya." Zara menghentak kakinya, lalu pergi menuju ke kantin."Sekalian juga beliin sama gue makanan!" teriak Arzan.Zara menoleh ke belakang karena mendengar teriakan Arzan.Dia melihat Arion dan Arzan asyik bermain game di handphone mereka.Tapi jangan salah di sekitar Arion dan Arzan sudah berkumpul para ciwi-ciwi yang naksir pada mereka.Zara pun melanjutkan langkahnya menuju ke kantin.Apa Zara pernah bilang kalau dia dan kedua Prince Cha

  • Don't Touch Me, Prince!   Jadi Baby Iblis Tampan

    Zara Aurora adalah gadis yang menyandang status sebagai siswa kelas 10 di SMA Cendekia.Tapi sekarang, kehidupan sekolah yang diidam-idamkan nya pupus sudah, setelah mencari masalah dengan Prince Charming.Tap... Tap... Tap...Seorang gadis terus berlari di lorong sekolah. Dia seperti sedang menghindari sesuatu."Zara...!" panggil Sora. "Lo kenapa lari-lari sih.""Sora, please... Bantuin gue untuk jauh dari mereka" mohon Zara sambil mengatupkan kedua tangannya."Lo dikejar Prince Charming lagi" ujar Sora."Gue capek, lari-lari terus dari mereka" ucap Zara."Lo sih, cari masalah dengan mereka. Sekarang dah kena akibatnya kan" ucap Sora."Argh! Mau gimana lagi Ra. Gue gak sengaja cari masalah dengan mereka. Bagaimana sekarang gue?" Zara mengacak-acak rambutnya frustasi."Lebih baik lo minta maaf sama mereka" saran Sora."Jangan gila deh. Yang ada melayang nyawa gue" ujar Zara."Please, tolongin gue Sora..." Zara mengatup kedua tangannya memohon pada Sora.Zara membelalakkan matanya kage

  • Don't Touch Me, Prince!   Prince Charming

    Tap... Tap... Tap...Seorang gadis terus berlari di lorong sekolah. Dia seperti sedang menghindari sesuatu."Zara...!" panggil Sora. "Lo kenapa lari-lari sih.""Sora, please... Bantuin gue untuk jauh dari mereka" mohon Zara sambil mengatupkan kedua tangannya."Lo dikejar Prince Charming lagi" ujar Sora."Gue capek, lari-lari terus dari mereka" ucap Zara."Lo sih, cari masalah dengan mereka. Sekarang dah kena akibatnya kan" ucap Sora.*Flashback on*Dua bulan setelah masa MPLS...Zara pergi ke sekolah dengan hati yang begitu kesal. Mood nya buruk sekali setelah dari rumah.Bagaimana tidak emosi, diperjalanan dia dilempar sampah oleh orang tanpa sengaja.Yang bener aja lah, Zara yang kena imbasnya. Inilah akibatnya kalau buang sampah sembarangan.Zara terus mengutuk orang yang tanpa sengaja melempar sampah padanya."Orang gila, gak bisa lihat orang. Emang dia buta ya" umpat Zara kesal.Zara melihat sebuah kaleng botol, dan dengan emosi dia menendang kaleng botol tersebut, dan...Bugh!"

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status