LOGIN"Sora, kita ke kantin yuk. Gue laper banget. Gue pengen makan cilok" ucap Zara sambil mengusap perutnya yang mulai keroncongan.
Sora menggelengkan kepalanya melihat tingkah Zara yang kekanak-kanakan. "Ya udah, ayo. Gue juga pengen makan cilok" Sora menggandeng tangan Zara keluar dari kelas. Sesampainya di kantin, Zara memesan cilok kesukaannya. "Bi, beli cilok dong." "Yah, cilok nya sudah habis nih" ujar Bibi Idam yang menjual di kantin sekolah Cendekia. "Kok bisa habis Bi. Biasanya masih banyak cilok nya" ucap Zara kecewa. "Tadi ada yang beli semua ciloknya." "Siapa Bi?" tanya Zara penasaran. Dia kepo siapa yang bisa-bisanya membeli semua cilok kesukaannya. "Itu loh, empat cowok yang Bibi dengar di panggil Prince Charming" jawab Bibi Idam. "Apa?! Mereka lagi?!" Zara ternganga tidak percaya bahwa Prince Charming itu lagi yang membeli semua ciloknya. "Kesambet apa mereka, sampai beli semua cilok" gerutu Zara kesal. "Napa Zara?" tanya Sora yang menghampiri Zara karena belum selesai membeli cilok. "Lo belum selesai lagi beli cilok nya?" "Bagaimana mau beli, kalau semua cilok udah habis di borong sama keempat iblis itu" jawab Zara. "Maksud lo Prince Charming?" "Sora, gimana dong. Gue laper banget" ucap Zara memelas. "Beli yang lain aja deh Zara." "Nggak mau. Gue maunya cilok" cicit Zara. "Lo mau berurusan sama cowok-cowok itu lagi?" "Ya nggak mau. Tapi gimana lagi, gue harus makan cilok, baru gue kenyang" jawab Zara. Sora menghela napas. Dia harus banyak-banyak bersabar dengan Zara. "Gue harus cari para iblis itu." Zara keluar dari kantin dan pergi mencari para Prince Charming. "Zara!" panggil Sora tapi tidak digubris oleh Zara. "Hufftt... Zara, Zara. Kalau begini lo nggak bakal lepas dari mereka." ***** "Dah kebeli semua ciloknya?" tanya Alex. "Yap. Nggak ada yang tersisa satupun" jawab Arzan. "Cewek itu pasti cari kita bentar lagi" ucap Axelle. "Kayaknya sih iya. Tuh dia datang" ucap Arion sambil melirik ke arah pintu. Brak! "Kalian bisa nggak balikin cilok kesukaan gue!" teriak Zara. "Gimana dong? Masalahnya semua cilok ini milik kita, kami dah beli nih cilok" ucap Arzan santai. "Tapi gue laper banget. Gue cuman pengen cilok" batin Zara. "Udah ah, gue malas ladenin kalian. Makan tuh cilok sampai kenyang" ucap Zara yang membalikkan badannya untuk pergi. "Lo mau nih cilok?" tanya Alex. Zara kembali membalikkan badannya menghadap keempat cowok tersebut. "Kalo lo mau nih cilok. Turutin perintah kita." Zara menggelengkan kepalanya cepat. "Gue nggak mau jadi babu kalian lagi." "Ya elah turutin perintah kita doang, masa nggak bisa" ujar Arion. "Kenapa bukan lo aja yang turutin perintahnya mereka. Kalau gue sih ogah" balas Zara. "Heh! Bukan gue tapi lo" ucap Arion. "Gue nggak bakal mau turutin perintah kalian lagi." Zara langsung keluar dari ruangan para cowok-cowok tersebut. "Hari ini gue bakal buat Zara jadi pelayan di rumah gue" ucap Alex. "Yang bener lo" sahut Arzan yang masih tidak percaya. "Biar dia tahu, neraka itu seperti apa dalam sehari" ucap Alex menyeringai. ***** "Lo dah dapat ciloknya?" tanya Sora. "Nggak" jawab Zara lesu. Zara kembali ke kantin tempat Sora masih berada. "Ya udah pesan yang lain aja deh. Cilok bisa kapan-kapan kita pesan" ucap Sora sembari mengelus pundak Zara. Zara mengangguk pelan. "Bakso aja." Sora pun beranjak dari kursinya untuk memesan bakso. "Lo cepat amat balik nya Sora. Udah beli baksonya?" Zara heran kenapa Sora kembali begitu cepat. "Itu..." Sora menghentikan ucapannya. Dia gugup, ingin berbicara dengan Zara, tapi sepertinya masih ragu-ragu. Kening Zara mengerut "Kenapa Sora?" "Itu... Baksonya juga udah habis" jawab Sora pelan. "What?! Kali ini siapa yang borong?!" Zara frustasi, masa bakso juga ikutan habis. Hanya mau makan pun sesusah ini. "Keempat cowok itu lagi." Zara ingin pingsan di tempat. Lagi-lagi iblis tampan itu lagi. "Zara, lo pesan yang lain aja ya." "Martabak telur." "Itu juga dah habis." "Nasgor." "Habis." "Batagor." "Habis." Zara ingin sekali berteriak. Semua makanan kesukaan nya stok nya habis. Yang benar ajalah. "Sora, apa yang ada aja pesan deh. Gue dah pasrah." "Mie goreng, lo mau?" tawar Sora. "Iya deh." Sora pun kembali memesan mie goreng. "Mereka punya dendam apa sama gue. Nggak punya kerjaan banget, makanan kantin semua di borong. Dasar anak orang kaya" gerutu Zara. ***** Setelah makan, Zara dan Sora kembali ke kelas mereka. Zara melihat kedua cowok gila itu lagi, Arzan dan Arion. "Gimana? Kenyang makannya?" sindir Arion. "Sialan kalian!" umpat Zara. Arzan dan Arion tertawa terbahak-bahak. Rencana mereka berhasil, membuat Zara kesal. "Makanya kalau di bilang, turutin perintah kita. Apa susahnya sih? ucap Arzan. Zara tidak menanggapi perkataan Arzan. Dia lebih baik duduk diam sambil membaca buku, karena kalau tidak emosinya bisa meledak. "Zara, lo dipanggil ke ruang OSIS" ucap Dian, sekretaris kelas. Zara beranjak dari kursinya. "Pasti ketos gila itu lagi yang manggil gue" gumamnya. Zara dengan malas nya berjalan ke arah ruang OSIS. Dia membuka pintu, dan melihat Alex yang sedang duduk di sofa. "Ngapain lo manggil gue?" ketus Zara. Alex melempar sebuah kunci pada Zara. Zara pun menangkap kunci tersebut. "Kunci apa ini?" "Kunci rumah gue" jawab Alex. "Hah?! Ngapain lo ngasih kunci rumah lo sama gue?" "Pulang sekolah lo pergi ke rumah gue." "Untuk?" "Bersihkan rumah gue." Zara membulatkan matanya "Apa?!" kagetnya. "Gue bukan pelayan rumah lo. Buat apa gue bersihin rumah lo" ucap Zara tajam. "Percuma juga lo lawan gue. Karena hari ini rumah lo ada ditangan gue" ujar Alex dengan smirk. "Jangan bercanda. Nggak mungkin rumah gue ada sama lo." "Sertifikat sama kunci rumah ada di tangan gue. Kalau lo nggak turuti perintah gue, siap-siap aja rumah lo nggak bakal balik lagi." "Kok bisa?! Lo jangan bohongin gue." "Kalau nggak percaya, nggak apa. Yang penting pergi ke rumah gue pulang sekolah. Alamat nya sudah gue kirim sama lo di chat" ucap Alex. Zara membuka handphone nya dan melihat chat dari Alex yang mengirim alamat rumah. "Lo sekarang keluar dari ruangan gue" usir Alex. "Dasar ketos songong." Zara berbalik dan keluar dari ruangan OSIS. "Kenapa gue selalu sial sih, sejak bertemu mereka" gumam Zara sambil mendesah pasrah.Tinggal menghitung hari menjelang tahun baru. Zara dan keluarga liburan di tepi pantai, yang batal beberapa hari yang lalu. Sora dan Prince Charming juga ikut bersama mereka. Kali ini, mama Zara yang mengundang mereka. “Nggak apa-apa Mama Helen. Kami bisa ikut merayakan tahun baru bareng kalian kok. Lagipula keluarga kami semuanya sibuk” ucap Arion. “Iya mama Helen. Mama papa selalu tugas di tahun baru” ucap Alex. “Keluarga ku pergi keluar negeri. Tapi aku ingin merayakan tahun baru di Indonesia aja” ucap Axelle. “Kami ikut mama Helen aja. Mama papa juga izinin, karena mereka juga pergi bersama dengan keluarga Axelle” ucap Arzan. Begitulah yang mereka katakan, saat Helen menghubungi mereka berempat. Dan disinilah mereka berada sekarang. Di pantai, dengan cuaca yang sangat cerah. Zara yang mengenakan celana pendek dan kaos mini berjalan-jalan menikmati pasir putih di pantai, di temani oleh Sora. Dan para Prince Charming berselancar di laut. Tidak usah di pertanyakan baga
Dari jendela kamar, Zara memandang ke arah luar. Hari ini hujan turun. Dan rencana mereka liburan ke pantai juga batal.“Kenapa juga hari ini hujan. Jadi batal dong, kita bermain di pantai” ucap Sora di seberang sana.Zara dan Sora sedang melakukan panggilan video call. “Mau gimana lagi. Mungkin besok kita baru ke pantai atau beberapa hari kemudian.”“Iya sih. Tapi tetap aja batal hari ini.”Zara merebahkan dirinya di atas kasur. “Kita bisa ke pantai lain hari.”“Ya udah deh. Gue udah di panggil mama gue nih. Gue matiin ya.”Zara mengangguk. Dan panggilan video call mereka pun berakhir.Zara menghabiskan waktu nya membaca komik di dalam kamar.Saat sore hari, hujan baru berhenti turun. Zara keluar dari kamarnya untuk pergi ke minimarket yang tidak jauh dari rumahnya.Di perjalanan menuju minimarket, dia bertemu dengan Axelle. Ekspresi Axelle juga sedikit terlihat kaget.“Lo kenapa bisa ada disini?” tanya Zara.“Gue ada urusan” ucap Axelle sambil melihat ke arah lain.“Urusan apa? Dan
Setelah selesai makan Zara dan Sora duduk di pinggir kolam renang sambil menggerakkan kaki mereka di dalam air. “Untung gue ikut liburan kesini. Kalau nggak gabur juga gue selama liburan.”“Tapi bagus juga sih. Biar gue ada teman.”Tiba-tiba para Prince Charming muncul. “Lo ada disini Zara” ucap Arion.“Kenapa? Cariin gue?”“Ya nggak kenapa-kenapa sih” jawab Arion.“Arzan, lo mau berenang nggak?” tanya Arion pada Arzan.Seketika Arzan membuka baju nya dan menampilkan otot-otot di tubuhnya. Arion langsung bersiul saat melihat tubuh Arion. “Agresif bener lo malam ini.”“Diam lo. Kata lo mau berenang” sahut Arzan.“Okay.” Giliran Arion yang melepas pakaiannya. Otot di tubuh Arion juga tak kalah sama dengan Arzan. Ekspresi wajah Zara sedikit terkejut sekaligus kebingungan. “Ngapain mereka berenang malam-malam begini?” ucap Zara dalam hati.Byur!Arzan dan Arion langsung menyebur ke dalam kolam. Zara dan Sora terkena cipratan air karena masih duduk di pinggir kolam.“Pakaian gue jadi bas
“Zara… Bangun!” teriak Sora di dekat telinga Zara. Zara langsung bangun dari tidurnya seketika. “Gue kaget astaga!” sahutnya sembari mengelus dadanya, dia hampir jantungan mendengar teriakan Sora. “Ini udah jam berapa astaga. Kita telat!” ucap Sora. “Hah? Apa? Kenapa?” Zara masih setengah sadar. Dia masih mengantuk. Sora mengguncang tubuh Zara. “Lo nggak ingat kita pergi ke vila nenek lo hari ini. Mama papa lo udah nunggu lo dari tadi. Lo masih aja belum bangun.” “Gue masih ngantuk loh. Lagipula kita nggak ada acara penting kok. Cuman liburan aja.” “Jalanan macet. Lo mau kita sampai di sana kemalaman. Buruan lo siap-siap” ucap Sora sambil mendorong tubuh Zara untuk bangun dari tempat tidur. “Iya, gue mau mandi dulu.” “Cepetan. Gue keluar dulu, sama mama papa lo.” Sora pun keluar dari kamar Zara. “Zara udah bangun Sora?” tanya Helen. “Dia lagi siap-siap Tante.” “Anak ini. Kok bisa dia lupa kalau hari ini kita pergi liburan.” “Pa, apa masih macet jalanan kah? Kala
Ting tong! Seseorang membunyikan bel rumah Zara. Zara yang mendengar bunyi bel itu langsung keluar dari kamar. "Mungkin paket yang datang." Ceklek! Zara melihat seorang pria. "Halo, dengan Nona Zara?" tanya pria tersebut. "Iya. Saya sendiri. Ada apa ya?" Pria tersebut memberikan sebuah kotak pada Zara. "Ini ada titipan buat Nona Zara." "Titipan? Dari siapa?" "Saya tidak bisa memberitahu kan nya Nona. Kalau begitu saya permisi." Pria tersebut pamit pergi dari rumah Zara. "Ini kotak dari siapa?" Zara menelusuri setiap inci kotak tersebut, mana tahu dia menemukan sebuah petunjuk. "Tidak ada nama pengirimnya." Zara mengunci pintu rumahnya kembali, dan masuk ke dalam kamarnya. Kotak tersebut di letakkan nya di atas kasurnya. "Ini kotak dari siapa sih?" Zara menatap kotak berwarna pink tersebut. Dia masih berpikir, siapa nama pengirim kotak ini. Daripada penasaran, Zara membuka kotak tersebut. Dia sedikit tercengang bahwa isi kotak tersebut adalah sebuah dress warna
Setelah acara balapan-balapan itu, Zara jadi terjebak pada malam itu juga.Well, kok dia merasa dijadikan bahan taruhan ya. Tapikan, dia juga yang kesusahan begini.Seperti malam ini. Dia terjebak dalam acara pernyataan cinta Axelle, atau yang disebut acara tembak-tembakan. Masalahnya, orangtua Zara juga berada disini. Orangtua Axelle juga ada disini. Bukan itu saja, orangtua Alex, Arzan, dan Arion juga berada disini.Ini acara nembak, atau lamaran sih. Pake bawa orangtua segala lagi. Inilah, yang membuat Zara kesusahan pada malam ini.Zara menggunakan dress putih, sama dengan warna kemeja Axelle. "Ini lo mau nembak, atau lamaran sih?!" kesal Zara.Axelle tersenyum. "Kalau lo anggap ini sebagai lamaran, no problem."Sedangkan ketiga cowok itu yang sedang memandangi Axelle dan Zara, sangat kesal bercampur marah. Apalagi Alex, dia benar-benar marah saat ini.Apalagi, karena Axelle pake acara undang orangtua segala lagi."Kok jadi Axelle yang bareng Zara, Alex?" tanya Sinta.Alex tidak
Dengan wajah malas, Zara duduk tenang di tempatnya. Tiba-tiba mood nya buruk hari ini.Kejadian di rumah Alex masih membuat di kesal setengah mati. "Hufftt..." membaringkan kepalanya di atas meja.Sora menggoyangkan pundak Zara. "Ra, Zara. Lo kenapa sih?""Lagi malas" jawabnya singkat."Jangan mala
"Zara, beliin gue minum!" titah Arion pada Zara.Zara yang sedang asyik menulis di buku, harus menghentikan aktivitasnya. Dia pergi ke arah Arion."Mana uang beli minumannya?" Zara menyodorkan tangannya, meminta uang pada Arion."Pake uang lo lah. Masa pake uang gue" jawab Arion ketus."Tapi lo kan
Zara Aurora adalah gadis yang menyandang status sebagai siswa kelas 10 di SMA Cendekia.Tapi sekarang, kehidupan sekolah yang diidam-idamkan nya pupus sudah, setelah mencari masalah dengan Prince Charming.Tap... Tap... Tap...Seorang gadis terus berlari di lorong sekolah. Dia seperti sedang menghi
Tap... Tap... Tap... Seorang gadis terus berlari di lorong sekolah. Dia seperti sedang menghindari sesuatu. "Zara...!" panggil Sora. "Lo kenapa lari-lari sih." "Sora, please... Bantuin gue untuk jauh dari mereka" mohon Zara sambil mengatupkan kedua tangannya. "Lo dikejar Prince Charming lagi" uj







