Home / Young Adult / Don't Touch Me, Prince! / Hukuman Arzan dan Zara

Share

Hukuman Arzan dan Zara

last update publish date: 2026-06-12 11:16:05

Dengan wajah malas, Zara duduk tenang di tempatnya. Tiba-tiba mood nya buruk hari ini.

Kejadian di rumah Alex masih membuat di kesal setengah mati. "Hufftt..." membaringkan kepalanya di atas meja.

Sora menggoyangkan pundak Zara. "Ra, Zara. Lo kenapa sih?"

"Lagi malas" jawabnya singkat.

"Jangan malas Zara, bentar lagi guru akan masuk."

"Sora, lo tahu. Gue sebenarnya malas ke sekolah. Sekolah sekarang menurut gue adalah tempat yang paling bahaya. Gue harus bertemu terus menerus dengan mereka." Zara menoleh pada Sora. "Gimana, supaya gue lepas dari mereka?"

"Jangan dipikirkan. Ambil positif aja. Contohnya, lo selalu berada dekat dengan mereka. Padahal hampir semua cewek disekolah ini pengen bersama mereka. Jadi anggap aja ini keberuntungan lo" ucap Sora.

"Keberuntungan dari Hongkong. Gue bahkan merasa gue di permainkan oleh mereka."

"Woy, Zara. Kesini lo, ambilkan buku gue sama Axelle!" teriak Arzan.

Zara melihat ke arah Arzan. "Nggak usah nyuruh-nyuruh gue. Lo punya kaki kan, lo ambil sendiri. Itu buku-buku lo, bukan buku gue" ketus nya.

Arzan bangkit dari kursinya. "Lo berani lawan gue. Lo itu babu gue."

"Siapa babu lo disini. Cuman berani di mulut doang, sini lo kalau berani sama gue!" tantang Zara.

"Lo nantang gue." Arzan berjalan ke arah Zara.

Zara meneguk ludahnya kasar, saat Arzan pergi ke arahnya. Takut, pastinya. Dia tidak bisa melawan Arzan yang notabene putra seorang Jendral.

Arzan dan Zara saling berhadapan sekarang dengan jarak dekat. Mata mereka saling beradu pandang.

"Lo takut." Arzan menyeringai.

Zara menyembunyikan rasa takutnya di balik wajah marahnya. "Siapa yang takut. Gue nggak takut sama lo!"

Arzan menarik sudut bibirnya. "Nggak usah bohong deh" melirik tangan Zara yang gemetaran.

Zara mengikuti arah lirikan Arzan. Dia langsung menyembunyikan tangannya ke belakang.

Arzan memiringkan kepalanya "Heh? Ternyata lo beneran takut. So, gue harus berbuat apa sama lo karena sudah berani nantang gue."

"Gue nggak takut sama lo! Gue nggak takut!" elak Zara.

"Terus aja ngelak. Buktikan kalau lo nggak takut sama gue" ucap Arzan santai.

"Lo mau minta di hajar ya." Zara langsung menarik rambut Arzan.

Semua orang langsung kaget dengan kelakuan Zara. Malahan cewek-cewek di kelas shock karena Zara menarik rambut pangeran mereka.

"Zara! Lepasin rambut pangeran gue!"

"Jangan di tarik rambutnya Zara... Kasihan Arzan..."

"Lepasin Zara. Nanti Arzan botak!"

Semua cewek di kelas 10 IPA 3 berteriak histeris karena Zara masih belum melepas tarikan di rambut Arzan.

Arion langsung melepas tangan Zara dari Arzan. "Lo apa-apaan?! Napa lo narik rambut Arzan!"

"Dia yang mulai!" Zara menunjuk wajah Arzan.

Arzan meringis karena merasa kesakitan di kepalanya. "Dasar cewek gila. Lo udah berani narik rambut gue."

"Ada apa ini ribut-ribut?!" Guru langsung masuk ke kelas 10 IPA 3. "Kenapa kalian berteriak-teriak di kelas?!"

Kelas itu langsung hening mendengar bentakan guru yang masuk di kelas mereka.

"Begini Bu, Arzan dan Zara berantem di kelas" jawab ketua kelas.

"Arzan, Zara!" panggil guru tersebut.

"Iya Bu" jawab mereka serempak.

"Karena kalian sudah berbuat keributan, kalian Ibu hukum bersihkan kolam berenang sekarang juga!" titahnya.

"Kenapa saya ikutan juga Bu?" tanya Arzan tidak menerima.

"Kamu mau lawan Ibu?!"

"Enggak Bu." Arzan memalingkan wajahnya. Baru pertama kalinya, dia di hukum dan ini semua gara-gara Zara. Dia tidak akan melepaskan Zara setelah semua ini.

Arzan dan Zara keluar dari kelas dan menuju ke kolam renang.

Ini kedua kalinya Zara ke kolam renang sekolah. Tempat ini adalah tempat untuk para atlit renang, dan klub renang.

Zara melihat ke dalam air. Dia tidak bisa berenang, jadi dia harus hati-hati agar tidak jatuh ke dalam air.

Zara mengambil pel dan mengepel lantai.

Tiba-tiba ada tangan yang mendorongnya dari belakang, membuat Zara kaget dan hampir jatuh ke kolam berenang. Untung saja Zara bisa menyeimbangkan tubuhnya.

Zara menoleh ke belakang dengan wajah kesal. "Lo mau bunuh gue?!"

"Siapa juga yang mau bunuh lo. Kayak nggak ada kerjaan aja gue" jawab Arzan.

"Terus siapa yang dorong gue kalau bukan lo!"

Arzan mengangkat kedua bahunya. "I don't know."

"Lo nggak membersihkan?!" tanya Zara karena melihat Arzan tidak melakukan apapun. Hanya duduk di pinggir kolam.

"Itu kerja lo. Bukan kerja gue."

"Lo ikutan. Bisa sih lo nggak bikin gue kesal terus" ucap Zara sembari menahan amarahnya.

"Lo nggak ada hak nyuruh gue. Lo aja yang bersihkan kolam renang nya."

"Lo juga di suruh guru." Zara memejamkan matanya, emosinya benar-benar sudah di puncaknya.

"Gue nggak peduli." Arzan bangkit berdiri.

Dia melepas seragam sekolah nya hingga terpampang jelas tubuh atas nya yang telanjang. Dada yang bidang dan otot-otot perut yang six pack.

"Ngapain lo buka baju?!" Ini kedua kalinya dia melihat cowok membuka baju dengan santainya di depan matanya.

Pipi Zara merona karena melihat Arzan bertelanjang dada. Tubuh Arzan sangat menggoda, sama dengan tubuh Alex.

Zara menggelengkan kepalanya, menepis jauh-jauh pikiran itu dari otaknya.

"Gue mau berenang" ucap Arzan.

"Sekalian aja mati lo saat berenang" cibir Zara.

Byur!

Arzan menceburkan dirinya ke dalam air. Semenit kemudian, air kolam mulai tenang. Tidak ada pergerakan dari Arzan sama sekali.

Zara mulai panik, karena Arzan tidak kunjung-kunjung menampakkan dirinya.

"Arzan..."

"Arzan, lo nggak apa-apa kan?"

Tidak ada sahutan dari Arzan. Zara mendekatkan tubuhnya ke pinggir kolam. Dia melihat ke dalam air, tapi dia tidak melihat Arzan.

"Arzan!" Jantung Zara berpacu cepat, dia takut jika terjadi apa-apa dengan Arzan.

Dia menarik kata-kata nya yang menyuruh Arzan mati saat berenang. "Gue nggak beneran nyuruh lo mati beneran Arzan."

Air mata Zara jatuh di pipinya. "Arzan..." panggil nya.

"Arzan! Jawab gue!"

Byur!

Sosok Arzan keluar dari dalam air. Dia menyisir rambutnya ke belakang. Seharusnya ini pemandangan yang patut di syukuri, karena melihat wajah Arzan yang basah tapi terlihat tampan.

Tapi karena situasi sekarang tidak mendukung, tidak ada perasaan kagum karena melihat Arzan.

Yang ada perasaan takut bercampur lega. "Arzan..." lirih Zara.

Arzan melihat Zara. Dia kaget karena melihat Zara menangis. Buru-buru dia naik, dan menghampiri Zara.

"Lo kenapa nangis sih?" tanya Arzan.

Arzan memegang pundak Zara dan merasakan tubuh Zara bergetar.

"Zara..."

Zara langsung memeluk Arzan. Arzan tertegun karena Zara tiba-tiba memeluknya erat.

Ada perasaan aneh dalam dirinya saat Zara memeluknya. Perasaan yang hangat dan nyaman.

Arzan membalas pelukan Zara. "Lo kenapa nangis?" tanyanya lembut.

"Gue takut. Gue takut lo kenapa-kenapa" lirih Zara.

Zara menenggelamkan wajahnya di dada bidang Arzan. Dia benar-benar takut sekarang.

"Kenapa lo lama keluar dari air. Gue takut lo..." Zara menghentikan ucapannya.

"Gue berlatih nahan napas di dalam air."

Zara melepas pelukannya "Kenapa lo ngelakuin hal itu. Lo nggak tahu, gimana paniknya gue karena lo nggak muncul-muncul."

"Gue beneran tidak bermaksud nyuruh lo mati saat berenang. Gue minta maaf." Zara menundukkan kepalanya. Entah kenapa air matanya terus jatuh, perasaan takut masih menyelimuti dirinya.

Arzan mengangkat kepala Zara. Dia mengusap air mata Zara. "Sorry, gue nggak bermaksud membuat lo panik."

Arzan menarik Zara ke dalam dekapannya.

Zara mulai tenang, pelukan Arzan menenangkannya.

Zara bisa merasakan kulit Arzan yang begitu hangat.

Dia memejamkan matanya, dia merasa lega, kalau Arzan baik-baik saja.

Untung di kolam berenang tidak ada siapapun. Jadi tidak ada yang melihat kejadian yang begitu sweet ini.

Entah berapa lama, Arzan dan Zara berpelukan. Rasa nyaman yang membuat mereka tidak ingin saling melepas.

Setelah tenang, kesadaran Zara mulai ada. Dia segera melepas pelukannya.

"Sorry, gue nggak bermaksud" ucap Zara gugup.

Arzan pun menjadi salah tingkah. Kejadian barusan membuat suasana jadi canggung.

"Lo bersih-bersih aja. Lo habis basah, Lo keringin badan lo. Gue akan lanjutin hukuman nya." Zara berdiri dan melanjutkan hukumannya.

"Setelah gue selesai. Gue akan bantu lo" ucap Arzan.

Zara hanya mengangguk. Dia pun kembali mengepel lantai.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Don't Touch Me, Prince!   Arzan and Arion

    Zara memandangi kepergian Reta. "Masa iya Reta segitu bencinya sama gue" gumamnya."Lo nggak apa-apa kan Zara?" tanya Alex dengan nada khawatir."Gue nggak apa-apa. Gue balik ke kelas dulu." Zara langsung pergi dari situ.Zara bertemu dengan Sora di depan pintu. "Sora...""Lo nggak apa-apa kan?" tanya Sora."Gue capek, kalau berurusan dengan mereka. Selalu ada aja masalahnya.""Hati-hati lo, nanti kemakan omongan sendiri" tegur Sora."Jadi beneran Leta, maksud gue Reta pelakunya?" lanjutnya."Iya" jawab Zara singkat.Kring... Kring...Bel masuk berbunyi, Zara dan Sora kembali ke kelas mereka.Arzan dan Arion pun masuk ke dalam kelas. Semua mata memandangi mereka. "Minta maaf lo sama Zara" ucap Arion pada Zara."Kenapa harus gue yang minta maaf?" tanya Arzan dengan sambil mengangkat sebelah alisnya."Lo bego apa gimana sih. Lo yang salah, jadi lo yang minta maaf" jawab Arion."Kapan-kapan" jawab Arzan acuh. Dia langsung duduk di kursinya.Karena kesal, Arion menarik kerah baju Arzan.

  • Don't Touch Me, Prince!   Revealed

    Zara kembali ke kelas nya bersama dengan Alex, Axelle, dan Arion."Cih, ternyata bitch itu masih bersama Prince Charming.""Dasar nggak sadar diri.""Untung aja Arzan nggak bersama dia.""Apa sih yang di lihat Prince Charming sama cewek itu."Karena mendengar suara bisik-bisik. Ketiga Prince Charming itu menghentikan langkah mereka."Mau tahu apa yang kami lihat sama Zara?" Mata Arion dengan dinginnya melihat sekelilingnya, termasuk cewek-cewek yang membicarakan Zara."Zara itu nggak kayak kalian. Sok-sok an bilang orang lain bitch, tapi nggak ngaca kalau dirinya sendiri bitch" ucap Arion dengan seringai.Raut wajah para cewek itu pun memerah karena menahan marah dan malu. Mereka nggak nyangka, bahwa cowok yang mereka suka, menyebut mereka bitch."Axelle, mana cewek yang lo omongin?" tanya Arion."Ngapain gue harus cari cewek itu. Gue maunya dia sendiri yang datang sendiri, dan mengakui kesalahannya" jawab Axelle."Eh, coba kalian lihat deh mading sekolah.""Memang kenapa?""Foto-foto

  • Don't Touch Me, Prince!   The Person Behind the Incident

    Arion membawa Zara ke taman dekat sekolah. Sora meninggalkan Arion dan Zara berdua, ia mempercayakan Zara pada Arion. "Ra..." panggil Arion lembut pada Zara .Tatapan Zara lurus ke depan dengan tatapan kosong. "Zara... Lo dengerin apa yang gue bilang. Jangan dengar omongan orang lain" ucap Arion."Gue salah apa Arion..." Zara mulai menangis.Arion menarik Zara ke dalam pelukannya. Arion mengelus punggung Zara lembut, dia berusaha menenangkan Zara."Lo jangan nangis, gue nggak suka lo nangis" ujar Arion sambil menyeka air mata Zara."Jangan buang air mata lo untuk hal yang nggak penting." Zara dan Arion menoleh ke arah sumber suara yang ternyata adalah Alex dan yang di sampingnya ada Axelle."Lo berdua percaya sama Zara kan. Jangan sampai kalian sama dengan Arzan" ucap Arion."Arzan itu cowok labil" ucap Alex."Memang lo nggak labil" balas Arion pada Alex dengan nada sindiran."Gue udah suruh orang untuk mencari orang yang menyebar fitnah pada Zara" ucap Axelle."Menurut lo, dia pas

  • Don't Touch Me, Prince!   Slander

    "Licik banget lo ya Zara!" Tiba-tiba Arzan datang menghampiri Zara dan membentaknya."Maksud lo apa Arzan?" Zara masih tidak mengerti kenapa Arzan tiba-tiba marah kepadanya."Lo nggak usah ngelak deh. Gue dah tahu kebohongan lo selama ini. Ternyata lo cuman memanfaatkan gue dan teman-teman gue.""Manfaatkan lo? Lo bilang apa sih, gue nggak ngerti.""Dasar cewek busuk. Pergi lo dari kehidupan gue dan teman-teman gue. Lo jangan pernah muncul lagi di hadapan gue." Setelah mengucapkan kata-kata sarkas itu, Arzan pergi meninggalkan Zara yang masih diam mematung tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi.Semua orang yang berada di lorong sekolah, telah melihat kejadian itu. Dan suara bisik-bisik mulai terdengardi telinga Zara."Cih, ternyata dia cuman memanfaatkan Prince Charming selama ini.""Yah, bagus dong, jadi Arion nggak bakal dekat-dekat lagi dengan cewek nggak jelas itu.""Akhirnya, pangeran gue kembali ke pelukan gue.""Rasakan itu, enak banget dia manfaatin Prince Charming untuk

  • Don't Touch Me, Prince!   Heart Feeling

    Sejam kemudian, Zara bangun dari tidurnya. "Gimana, dah sembuh perut lo?" tanya Alex lembut.Sontak Zara langsung menjauhkan tubuhnya dari Alex. "Ngapain lo disini?!" Karena suara ribut dari Zara, membuat Sora kebangun dari tidurnya. "Napa nih ribut-ribut?" sambil mengucek-ucek matanya.Tiba-tiba Sora langsung bangkit berdiri. "Sial, gue ketiduran!" Matanya langsung memincing menatap Alex. "Lo nggak macam-macam sama Zara saat gue lagi tidur?!" Alex menunjukkan smirk nya, "Menurut lo..."Sora berlari menuju Zara dan langsung memeluknya. "Lo nggak diapa-apain kan sama Alex. Lo nggak di sentuh-sentuh sama Alex kan?" Sora membanjiri pertanyaan pada Zara dengan raut wajah khawatir."Gue nggak diapa-apain sama Alex, Sora..." Zara melepas pelukan Sora dengan pelan. "Gue aman kok."Sora menghembuskan nafas lega, "Syukurlah. Untung lo masih suci, belum ternodai oleh tangan kotor Alex.""Tangan gue nggak pernah kotor. Gue itu selalu menjaga kebersihan" ucap Alex."Manatahu kali. Walau lo ja

  • Don't Touch Me, Prince!   UKS

    "Lo baju baru Ra?" tanya Sora pada Zara.Zara dan Axelle kembali ke sekolah setelah pulang dari mall. Axelle pun tidak menyuruh Zara lagi kembali ke perpustakaan, tapi langsung kembali ke kelas."Iya nih." Zara menggaruk tengkuk belakangnya."Kenapa lo beli baju baru. Kan belum semester baru?""Bukan gue yang beli. Tapi Axelle" jawab Zara."Axelle? Kenapa dia beliin lo baju?"Zara pun menceritakan semua kejadian yang terjadi di perpustakaan sampai yang terjadi di mall."Serius lo?!" Ada wajah kaget saat Sora mendengar cerita Zara. "Awalnya lo cuman mau ganti rok. Tapi di suruh juga ganti baju. Kesambet apa Axelle sampai nyuruh lo ganti baju.""Biasa. Emang nggak waras dari dulu dia, sama teman-temannya itu" ucap Zara santai."Masih kesal lo sama mereka berempat?""Ya masihlah. Lo kira gue nggak marah sama mereka, nggak kesal sama mereka. Setelah mereka buat gue jadi babu. Emang mereka siapa. Cuman anak konglomerat doang" ucap Zara dengan nada kesal."Tapi suka kan?" Sora menggoda Zara

  • Don't Touch Me, Prince!   Hari-Hari Bersama Mereka

    "Mama... Zara pulang..." Zara yang baru sampai dirumahnya setelah pulang dari sekolah melepas sepatunya di depan pintu masuk. Ini sudah menjadi kebiasaan Zara setiap pulang sekolah.Kehidupan Zara terbilang lumayan. Mamanya seorang guru sekolah dasar, dan papanya seorang polisi. Yang bisa di bilan

  • Don't Touch Me, Prince!   Zara, Alex and Axelle

    Zara yang sedang membersihkan ruangan OSIS, tiba-tiba di kagetkan oleh kedatangan ketua OSIS. Siapa lagi kalau bukan Alex."Yang bersih nyapu nya" tegur Alex."Bodoh amat. Yang nyapu kan gue, jadi terserah gue dong." Zara menjulurkan lidahnya mengejek Alex.Alex tidak menanggapi Zara. Dia duduk di

  • Don't Touch Me, Prince!   Jadi Babu Iblis Tampan 2

    "Zara, beliin gue minum!" titah Arion pada Zara.Zara yang sedang asyik menulis di buku, harus menghentikan aktivitasnya. Dia pergi ke arah Arion."Mana uang beli minumannya?" Zara menyodorkan tangannya, meminta uang pada Arion."Pake uang lo lah. Masa pake uang gue" jawab Arion ketus."Tapi lo kan

  • Don't Touch Me, Prince!   Jadi Baby Iblis Tampan

    Zara Aurora adalah gadis yang menyandang status sebagai siswa kelas 10 di SMA Cendekia.Tapi sekarang, kehidupan sekolah yang diidam-idamkan nya pupus sudah, setelah mencari masalah dengan Prince Charming.Tap... Tap... Tap...Seorang gadis terus berlari di lorong sekolah. Dia seperti sedang menghi

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status