로그인"Mama... Zara pulang..." Zara yang baru sampai dirumahnya setelah pulang dari sekolah melepas sepatunya di depan pintu masuk.
Ini sudah menjadi kebiasaan Zara setiap pulang sekolah. Kehidupan Zara terbilang lumayan. Mamanya seorang guru sekolah dasar, dan papanya seorang polisi. Yang bisa di bilang hidupnya nggak terbilang miskin kali ya. "Kenapa baru pulang Zara. Kamu telat 15 menit loh" ucap mamanya, Helen. "Aduh Ma. 15 menit doang Mama perhitungan banget sama waktu" balas Zara sambil mengerucutkan bibirnya. "Iya Mama minta maaf. Mama sih selalu khawatir. Padahal kamu sudah gede" ucap Helen. "Iya. Zara tahu. Zara masuk dulu ke kamar ya Ma. Mau ganti baju dulu." Zara pun ke kamarnya. Kamarnya yang bernuansa warna pink dan biru muda, warna kesukaan seorang Zara Aurora. Dia mengganti baju sekolahnya dengan baju santai nya di rumah. "Zara, tadi ada teman mu yang nelpon rumah" ucap Helen dari luar kamar Zara. Zara yang mendengar ucapan mamanya, keluar dari kamarnya. "Siapa Ma? Perasaan hanya Sora yang tahu nomor rumah." "Itu juga yang nggak Mama tahu. Pulang Mama dari sekolah, langsung ada yang menelpon. Katanya kamu harus cepat datang ke sekolah besok." "Cowok cewek?" "Suara cowok" jawab Helen. Zara tahu siapa pelaku yang menelpon nomor rumahnya. "Dasar iblis gila. Belum puas apa ganggu gue di sekolah, pake nelpon rumah gue segala" umpatnya. "Kamu ada masalah disekolah Zara?" tanya Helen lembut. "Enggak ada kok Ma. Cuman masalah kecil doang. Zara kan anak alim, nggak mungkin cari masalah di sekolah" jawab Zara dengan senyum kaku. "Ohh, gitu ya. Ya udah Mama balik ke dapur dulu." Helen pun kembali ke dapur untuk melanjutkan pekerjaannya. "Hufftt... Sampai kapan gue kayak gini." ***** "Eh, minggir dong gue mau nyerang nih monster" ucap Arzan semangat sambil memainkan remote control game ditangannya. "Enak aja. Gue yang hajar tuh monster" balas Axelle yang masih serius dengan gamenya. Keempat cowok tampan itu sedang memainkan game di rumah Alex. Bruk! Alex melempar remote control game nya. "Napa lo Lex?" tanya Arion. "Tumben lo nggak semangat main?" "Nggak tahu. Gue tiba-tiba malas aja main" jawab Alex sambil merebahkan tubuhnya di sofa. Mereka berempat pun berhenti bermain game. "Kapan Papa Mama lo pulang?" tanya Arzan pada Alex. "Baru nanti malam. Mereka sibuk" jawab Alex datar. "Semua orangtua kita sibuk. Nggak ada yang nggak sibuk. Palingan baru libur ada waktu senggang" ucap Arion. "Kak Jessica belum pulang dari luar negeri Arion?" tanya Axelle. "Ya elah, lo pake nanya lagi sama gue. Kak Jessica baru pulang kalau di minta Mommy gue. Lebih bagus pun kalau dia nggak pulang. Kalau dia pulang, rumah gue kayak kandang singa" ucap Arion sambil bergidik ngeri. "Eh Rion, kabar lo yang ada di majalah tuh beneran?" tanya Alex pada Arion yang sedang ngemil. "Kabar yang mana? Soalnya banyak kabar tentang gue." "Itu loh yang kabar nya lo punya pacar. Di majalah ada foto lo bareng cewek di hotel" jelas Alex. "Uhuk! Uhuk!" Arion yang sedang asyik ngemil tiba-tiba tersedak karena mendengar ucapan Alex. "Lo kira gue cowok apaan?! Mana ada gue sama cewek di hotel. Semua hoax, hoax!" tegas Arion. Ketiga temannya hanya terkekeh geli. "Jujur dong Rion. Mana tahu gue ada ponakan" goda Arzan. "Gila lo. Mana ada bangke!" kesal Arion. Arzan tertawa terbahak-bahak setelah menggoda Arion. Memang Arion benar-benar mudah di goda olehnya. "Tadi kalian sudah nelpon nomor rumah Zara?" Kali ini Axelle yang bertanya. "Sudah. Mamanya yang ngangkat" jawab Alex. "Lo darimana tahu juga nomor rumah Zara" tanya Arion pada Alex. "Ada di data siswa" jawab Alex enteng. "Enak banget ya jadi ketos. Tapi menyusahkan" celetuk Arzan. "Ck, nggak usah sok-sok susah. Kayak lo aja yang jadi ketos" kesal Alex. "Yee, gitu aja marah." Arzan pun mengambil camilan yang ada di atas meja. "Besok gue bikin Zara jadi babu lagi" ucap Axelle. "Pasti. Gue senang lihat mukanya yang marah-marah gitu. Bikin gue gemes" ujar Arion. "Jangan sampe lo suka dengannya." "Nggak apa-apa. Dia cantik kok, imut, manis. Siapa sih yang nggak suka Zara Aurora." Arion yang begitu entengnya menjawab ucapan Alex tidak sadar bahwa ketiga temannya melihat nya dengan tatapan yang tidak bisa di artikan. ***** Seminggu kemudian... Zara menarik kata-katanya Minggu lalu. "Tenang aja. Ini nggak bakal lama kok. Palingan seminggu lagi, gue nggak bakal begini lagi." Sialan. Para Prince Charming itu tetap menjadikannya sebagai babu mereka. "Woy! Sampai kapan gue jadi babu kalian sih?! Udah seminggu gue begini. Masa gue nggak kalian maafin!" marah Zara pada keempat cowok tampan itu. "Sejak kapan gue bilang lo jadi babu gue selama seminggu" ucap Axelle sembari mengangkat sebelah alisnya. "Jadi sampai kapan?" Zara merendahkan suaranya. "Forever." "What?! You're crazy?! Forever?!" Zara shock. Yang benar ajalah, masa dia jadi babu selamanya. "No! Gue nggak akan jadi babu kalian selamanya. Kalian siapa ha?! Gue bukan pelayan kalian. So, gue nggak bakal nuruti perintah kalian lagi. Terserah kalian mau maafin gue apa kagak. Bye!" Zara membalikkan tubuhnya dan pergi dari hadapan keempat cowok tampan tersebut. "Dia pergi?" tanya Arion pada ketiga temannya. "Nggak. Dia nggak bisa pergi dari kita." "Gue dah bilang kan Zara. Lo nggak bisa lari dari gue" gumam Alex. Kelas 10 IPA 3 "Aaahh, akhirnya gue bisa lepas dari mereka." Zara akhirnya bisa bernapas lega. Sepertinya kehidupan sekolahnya kembali normal. "Lo kayaknya senang banget Zara" ucap Sora. "Sora!" Zara memeluk tubuh Sora erat. "Akhirnya gue bisa lepas dari mereka. Gue bukan babu lagi." "Really? Gue senang akhirnya lo bisa lepas dari mereka" membalas pelukan Zara. "Semuanya sudah berakhir sekarang." Zara kembali duduk di kursinya dan diikuti oleh Sora yang duduk di sampingnya. "Siapa bilang sudah berakhir?" Zara dan Sora menoleh ke arah sumber suara yang merupakan Arzan dan Arion. Arion berdiri sambil melipat tangannya di atas dada. Dan Arzan yang memasuki kedua tangannya di dalam saku celananya. Oke. Penampilan mereka keren banget sekarang, apalagi dengan wajah yang wow. "Ini tidak akan pernah berakhir Zara Aurora. Ini baru permulaan." Zara menegang di tempat. Ternyata dia tidak akan pernah bisa lepas dari para iblis tampan itu. Hari-hari nya mulai saat ini akan di penuhi oleh mereka sang Prince Charming SMA Cendekia.Tinggal menghitung hari menjelang tahun baru. Zara dan keluarga liburan di tepi pantai, yang batal beberapa hari yang lalu. Sora dan Prince Charming juga ikut bersama mereka. Kali ini, mama Zara yang mengundang mereka. “Nggak apa-apa Mama Helen. Kami bisa ikut merayakan tahun baru bareng kalian kok. Lagipula keluarga kami semuanya sibuk” ucap Arion. “Iya mama Helen. Mama papa selalu tugas di tahun baru” ucap Alex. “Keluarga ku pergi keluar negeri. Tapi aku ingin merayakan tahun baru di Indonesia aja” ucap Axelle. “Kami ikut mama Helen aja. Mama papa juga izinin, karena mereka juga pergi bersama dengan keluarga Axelle” ucap Arzan. Begitulah yang mereka katakan, saat Helen menghubungi mereka berempat. Dan disinilah mereka berada sekarang. Di pantai, dengan cuaca yang sangat cerah. Zara yang mengenakan celana pendek dan kaos mini berjalan-jalan menikmati pasir putih di pantai, di temani oleh Sora. Dan para Prince Charming berselancar di laut. Tidak usah di pertanyakan baga
Dari jendela kamar, Zara memandang ke arah luar. Hari ini hujan turun. Dan rencana mereka liburan ke pantai juga batal.“Kenapa juga hari ini hujan. Jadi batal dong, kita bermain di pantai” ucap Sora di seberang sana.Zara dan Sora sedang melakukan panggilan video call. “Mau gimana lagi. Mungkin besok kita baru ke pantai atau beberapa hari kemudian.”“Iya sih. Tapi tetap aja batal hari ini.”Zara merebahkan dirinya di atas kasur. “Kita bisa ke pantai lain hari.”“Ya udah deh. Gue udah di panggil mama gue nih. Gue matiin ya.”Zara mengangguk. Dan panggilan video call mereka pun berakhir.Zara menghabiskan waktu nya membaca komik di dalam kamar.Saat sore hari, hujan baru berhenti turun. Zara keluar dari kamarnya untuk pergi ke minimarket yang tidak jauh dari rumahnya.Di perjalanan menuju minimarket, dia bertemu dengan Axelle. Ekspresi Axelle juga sedikit terlihat kaget.“Lo kenapa bisa ada disini?” tanya Zara.“Gue ada urusan” ucap Axelle sambil melihat ke arah lain.“Urusan apa? Dan
Setelah selesai makan Zara dan Sora duduk di pinggir kolam renang sambil menggerakkan kaki mereka di dalam air. “Untung gue ikut liburan kesini. Kalau nggak gabur juga gue selama liburan.”“Tapi bagus juga sih. Biar gue ada teman.”Tiba-tiba para Prince Charming muncul. “Lo ada disini Zara” ucap Arion.“Kenapa? Cariin gue?”“Ya nggak kenapa-kenapa sih” jawab Arion.“Arzan, lo mau berenang nggak?” tanya Arion pada Arzan.Seketika Arzan membuka baju nya dan menampilkan otot-otot di tubuhnya. Arion langsung bersiul saat melihat tubuh Arion. “Agresif bener lo malam ini.”“Diam lo. Kata lo mau berenang” sahut Arzan.“Okay.” Giliran Arion yang melepas pakaiannya. Otot di tubuh Arion juga tak kalah sama dengan Arzan. Ekspresi wajah Zara sedikit terkejut sekaligus kebingungan. “Ngapain mereka berenang malam-malam begini?” ucap Zara dalam hati.Byur!Arzan dan Arion langsung menyebur ke dalam kolam. Zara dan Sora terkena cipratan air karena masih duduk di pinggir kolam.“Pakaian gue jadi bas
“Zara… Bangun!” teriak Sora di dekat telinga Zara. Zara langsung bangun dari tidurnya seketika. “Gue kaget astaga!” sahutnya sembari mengelus dadanya, dia hampir jantungan mendengar teriakan Sora. “Ini udah jam berapa astaga. Kita telat!” ucap Sora. “Hah? Apa? Kenapa?” Zara masih setengah sadar. Dia masih mengantuk. Sora mengguncang tubuh Zara. “Lo nggak ingat kita pergi ke vila nenek lo hari ini. Mama papa lo udah nunggu lo dari tadi. Lo masih aja belum bangun.” “Gue masih ngantuk loh. Lagipula kita nggak ada acara penting kok. Cuman liburan aja.” “Jalanan macet. Lo mau kita sampai di sana kemalaman. Buruan lo siap-siap” ucap Sora sambil mendorong tubuh Zara untuk bangun dari tempat tidur. “Iya, gue mau mandi dulu.” “Cepetan. Gue keluar dulu, sama mama papa lo.” Sora pun keluar dari kamar Zara. “Zara udah bangun Sora?” tanya Helen. “Dia lagi siap-siap Tante.” “Anak ini. Kok bisa dia lupa kalau hari ini kita pergi liburan.” “Pa, apa masih macet jalanan kah? Kala
Ting tong! Seseorang membunyikan bel rumah Zara. Zara yang mendengar bunyi bel itu langsung keluar dari kamar. "Mungkin paket yang datang." Ceklek! Zara melihat seorang pria. "Halo, dengan Nona Zara?" tanya pria tersebut. "Iya. Saya sendiri. Ada apa ya?" Pria tersebut memberikan sebuah kotak pada Zara. "Ini ada titipan buat Nona Zara." "Titipan? Dari siapa?" "Saya tidak bisa memberitahu kan nya Nona. Kalau begitu saya permisi." Pria tersebut pamit pergi dari rumah Zara. "Ini kotak dari siapa?" Zara menelusuri setiap inci kotak tersebut, mana tahu dia menemukan sebuah petunjuk. "Tidak ada nama pengirimnya." Zara mengunci pintu rumahnya kembali, dan masuk ke dalam kamarnya. Kotak tersebut di letakkan nya di atas kasurnya. "Ini kotak dari siapa sih?" Zara menatap kotak berwarna pink tersebut. Dia masih berpikir, siapa nama pengirim kotak ini. Daripada penasaran, Zara membuka kotak tersebut. Dia sedikit tercengang bahwa isi kotak tersebut adalah sebuah dress warna
Setelah acara balapan-balapan itu, Zara jadi terjebak pada malam itu juga.Well, kok dia merasa dijadikan bahan taruhan ya. Tapikan, dia juga yang kesusahan begini.Seperti malam ini. Dia terjebak dalam acara pernyataan cinta Axelle, atau yang disebut acara tembak-tembakan. Masalahnya, orangtua Zara juga berada disini. Orangtua Axelle juga ada disini. Bukan itu saja, orangtua Alex, Arzan, dan Arion juga berada disini.Ini acara nembak, atau lamaran sih. Pake bawa orangtua segala lagi. Inilah, yang membuat Zara kesusahan pada malam ini.Zara menggunakan dress putih, sama dengan warna kemeja Axelle. "Ini lo mau nembak, atau lamaran sih?!" kesal Zara.Axelle tersenyum. "Kalau lo anggap ini sebagai lamaran, no problem."Sedangkan ketiga cowok itu yang sedang memandangi Axelle dan Zara, sangat kesal bercampur marah. Apalagi Alex, dia benar-benar marah saat ini.Apalagi, karena Axelle pake acara undang orangtua segala lagi."Kok jadi Axelle yang bareng Zara, Alex?" tanya Sinta.Alex tidak
"Zara, beliin gue minum!" titah Arion pada Zara.Zara yang sedang asyik menulis di buku, harus menghentikan aktivitasnya. Dia pergi ke arah Arion."Mana uang beli minumannya?" Zara menyodorkan tangannya, meminta uang pada Arion."Pake uang lo lah. Masa pake uang gue" jawab Arion ketus."Tapi lo kan
Zara Aurora adalah gadis yang menyandang status sebagai siswa kelas 10 di SMA Cendekia.Tapi sekarang, kehidupan sekolah yang diidam-idamkan nya pupus sudah, setelah mencari masalah dengan Prince Charming.Tap... Tap... Tap...Seorang gadis terus berlari di lorong sekolah. Dia seperti sedang menghi
Tap... Tap... Tap... Seorang gadis terus berlari di lorong sekolah. Dia seperti sedang menghindari sesuatu. "Zara...!" panggil Sora. "Lo kenapa lari-lari sih." "Sora, please... Bantuin gue untuk jauh dari mereka" mohon Zara sambil mengatupkan kedua tangannya. "Lo dikejar Prince Charming lagi" uj
Zara yang sedang membersihkan ruangan OSIS, tiba-tiba di kagetkan oleh kedatangan ketua OSIS. Siapa lagi kalau bukan Alex."Yang bersih nyapu nya" tegur Alex."Bodoh amat. Yang nyapu kan gue, jadi terserah gue dong." Zara menjulurkan lidahnya mengejek Alex.Alex tidak menanggapi Zara. Dia duduk di

![Without You [Indonesia]](https://www.goodnovel.com/pcdist/src/assets/images/book/43949cad-default_cover.png)





