Share

Next

last update publish date: 2026-08-01 21:20:44

“Zara… Bangun!” teriak Sora di dekat telinga Zara.

Zara langsung bangun dari tidurnya seketika. “Gue kaget astaga!” sahutnya sembari mengelus dadanya, dia hampir jantungan mendengar teriakan Sora.

“Ini udah jam berapa astaga. Kita telat!” ucap Sora.

“Hah? Apa? Kenapa?” Zara masih setengah sadar. Dia masih mengantuk.

Sora mengguncang tubuh Zara. “Lo nggak ingat kita pergi ke vila nenek lo hari ini. Mama papa lo udah nunggu lo dari tadi. Lo masih aja belum bangun.”

“Gue masih ngantuk loh. Lagipul
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Don't Touch Me, Prince!   Next

    “Zara… Bangun!” teriak Sora di dekat telinga Zara.Zara langsung bangun dari tidurnya seketika. “Gue kaget astaga!” sahutnya sembari mengelus dadanya, dia hampir jantungan mendengar teriakan Sora.“Ini udah jam berapa astaga. Kita telat!” ucap Sora.“Hah? Apa? Kenapa?” Zara masih setengah sadar. Dia masih mengantuk.Sora mengguncang tubuh Zara. “Lo nggak ingat kita pergi ke vila nenek lo hari ini. Mama papa lo udah nunggu lo dari tadi. Lo masih aja belum bangun.”“Gue masih ngantuk loh. Lagipula kita nggak ada acara penting kok. Cuman liburan aja.”“Jalanan macet. Lo mau kita sampai di sana kemalaman. Buruan lo siap-siap” ucap Sora sambil mendorong tubuh Zara untuk bangun dari tempat tidur.“Iya, gue mau mandi dulu.”“Cepetan. Gue keluar dulu, sama mama papa lo.” Sora pun keluar dari kamar Zara.“Zara udah bangun Sora?” tanya Helen.“Dia lagi siap-siap Tante.”“Anak ini. Kok bisa dia lupa kalau hari ini kita pergi liburan.”“Pa, apa masih macet jalanan kah? Kalau macet, kita bisa mala

  • Don't Touch Me, Prince!   We Love Zara

    Ting tong!Seseorang membunyikan bel rumah Zara.Zara yang mendengar bunyi bel itu langsung keluar dari kamar. "Mungkin paket yang datang."Ceklek!Zara melihat seorang pria. "Halo, dengan Nona Zara?" tanya pria tersebut."Iya. Saya sendiri. Ada apa ya?"Pria tersebut memberikan sebuah kotak pada Zara. "Ini ada titipan buat Nona Zara.""Titipan? Dari siapa?""Saya tidak bisa memberitahu kan nya Nona. Kalau begitu saya permisi." Pria tersebut pamit pergi dari rumah Zara."Ini kotak dari siapa?" Zara menelusuri setiap inci kotak tersebut, mana tahu dia menemukan sebuah petunjuk. "Tidak ada nama pengirimnya."Zara mengunci pintu rumahnya kembali, dan masuk ke dalam kamarnya.Kotak tersebut di letakkan nya di atas kasurnya. "Ini kotak dari siapa sih?" Zara menatap kotak berwarna pink tersebut. Dia masih berpikir, siapa nama pengirim kotak ini.Daripada penasaran, Zara membuka kotak tersebut. Dia sedikit tercengang bahwa isi kotak tersebut adalah sebuah dress warna biru. "Loh! Ini bukann

  • Don't Touch Me, Prince!   Nembak or Lamaran

    Setelah acara balapan-balapan itu, Zara jadi terjebak pada malam itu juga.Well, kok dia merasa dijadikan bahan taruhan ya. Tapikan, dia juga yang kesusahan begini.Seperti malam ini. Dia terjebak dalam acara pernyataan cinta Axelle, atau yang disebut acara tembak-tembakan. Masalahnya, orangtua Zara juga berada disini. Orangtua Axelle juga ada disini. Bukan itu saja, orangtua Alex, Arzan, dan Arion juga berada disini.Ini acara nembak, atau lamaran sih. Pake bawa orangtua segala lagi. Inilah, yang membuat Zara kesusahan pada malam ini.Zara menggunakan dress putih, sama dengan warna kemeja Axelle. "Ini lo mau nembak, atau lamaran sih?!" kesal Zara.Axelle tersenyum. "Kalau lo anggap ini sebagai lamaran, no problem."Sedangkan ketiga cowok itu yang sedang memandangi Axelle dan Zara, sangat kesal bercampur marah. Apalagi Alex, dia benar-benar marah saat ini.Apalagi, karena Axelle pake acara undang orangtua segala lagi."Kok jadi Axelle yang bareng Zara, Alex?" tanya Sinta.Alex tidak

  • Don't Touch Me, Prince!   Balapan

    Seperti yang di sepakati. Zara akan pulang bareng Prince Charming dengan naik motor. Siapa yang nggak iri dengan Zara. Bisa mendapat empat cowok tampan sekaligus, itu adalah impian terindah para cewek-cewek.Siswi-siswi SMA Cendekia memekik histeris saat melihat Prince Charming menaiki motor sport. Oh My God, damage minta ampun.Zara yang mendengar suara teriakan itu, ingin sekali mengurungkan niatnya untuk tidak pulang bersama Prince Charming. Tapi dia masih sayang nyawanya. Dia tidak mau cari masalah dengan Prince Charming, apalagi cowok-cowok itu mempunyai sifat emosian, dingin, kejam, dan berjiwa iblis. Hoho... Zara tidak mau memancing emosi para jelmaan iblis tampan itu.Zara menaiki motor Arzan. Saat itu juga ada sebagian cewek yang pingsan saat Zara menaiki motor Arzan. Siapa lagi yang pingsan itu kalau bukan fans nya Arzan."Astaga, pake pingsan segala lagi" gumam Zara."Udah. Jangan pedulikan mereka." Arsan memberikan helm pada Zara. Zara memakai helm itu. "Udah siap pak

  • Don't Touch Me, Prince!   First Semester Closing Day

    Hari ini di SMA Cendekia, semua murid berkumpul di auditorium. Pada hari ini adalah hari penutupan semester pertama. Serta pembagian rapor buat siswa-siswi SMA Cendekia."Sekarang kita mendengarkan sepatah kata dari ketua OSIS SMA Cendekia" ucap pembawa acara.Alex sebagai ketua OSIS maju ke depan, di atas panggung, untuk menyampaikan sepatah kata nya.Suara tepukan meriah terdengar di seluruh ruangan, saat Alex menaiki panggung."Sepertinya Alex sudah sehat sepenuhnya" bisik Sora di telinga Zara. "Iya. Gue khawatir kalau dia tidak bisa datang hari ini" balas Zara dengan nada berbisik.Pandangan Zara kembali ke depan. Mendengarkan Alex yang sudah berbicara di depan semua orang.Rasa khawatirnya hilang, saat berpikir kalau Alex masih sepenuhnya pulih. Tapi melihat Alex berdiri di atas panggung, Zara dapat menghembuskan nafas lega."Kita akan bertemu kembali tahun depan dengan semester baru. Saya harap teman-teman semua lebih semangat untuk belajar di semester kedua." Alex mengakhiri

  • Don't Touch Me, Prince!   Back to Activities

    "Zara, suapin gue dong" ucap Alex dengan nada manja.Zara mendelik. Kenapa Alex tiba-tiba manja kepadanya."Punya tangan kan. Makan sendiri" ketusnya."Lo masih marah sama gue?" Zara memejamkan matanya. Menahan kekesalan di hatinya. Siapa yang marah coba, kalau disosor sembarangan."Jangan marah ya. Tadi gue khilaf.""Khilaf, khilaf. Lo emang dasar mesum ya" ucap Zara."Kan mesumnya juga sama lo Ra.""Alex! Jangan ngomong aneh-aneh.""Ya udah. Tapi suapin gue."Kalau mengingat Alex sakit karena dirinya, dia ogah menyuapi nya.Zara menyendok kan bubur ke dalam mulut Alex.Zara terus menyuapi Alex, sampai makannya habis."Makanan lo sudah habis. Lo istirahat sekarang." Zara bangkit berdiri dari kursinya."Lo mau kemana?""Mau pulang. Sudah mau malam soalnya" jawab Zara."Nginap disini ya. Temenin gue disini" pinta Alex."Gue mau pulang Alex. Besok gue kesini lagi.""Nggak. Lo harus tetap disini temenin gue" tegas Alex."Lah. Kok maksa.""Kalau gue maksa, emangnya kenapa?"Zara menggeru

  • Don't Touch Me, Prince!   Hukuman Arzan dan Zara

    Dengan wajah malas, Zara duduk tenang di tempatnya. Tiba-tiba mood nya buruk hari ini.Kejadian di rumah Alex masih membuat di kesal setengah mati. "Hufftt..." membaringkan kepalanya di atas meja.Sora menggoyangkan pundak Zara. "Ra, Zara. Lo kenapa sih?""Lagi malas" jawabnya singkat."Jangan mala

  • Don't Touch Me, Prince!   Tuan Muda Alex

    Seorang gadis memandangi rumah besar yang ada di depan matanya dengan ekspresi yang mengatakan "wow." Gadis itu adalah Zara Aurora dan rumah yang ada di depannya adalah rumah Alex Gajendra."Gila, gede bener rumah si ketos songong" gumamnya.Seseorang wanita paruh baya keluar dari rumah tersebut. "

  • Don't Touch Me, Prince!   Cilok dan Hari Sial

    "Sora, kita ke kantin yuk. Gue laper banget. Gue pengen makan cilok" ucap Zara sambil mengusap perutnya yang mulai keroncongan.Sora menggelengkan kepalanya melihat tingkah Zara yang kekanak-kanakan. "Ya udah, ayo. Gue juga pengen makan cilok" Sora menggandeng tangan Zara keluar dari kelas.Sesam

  • Don't Touch Me, Prince!   Hari-Hari Bersama Mereka

    "Mama... Zara pulang..." Zara yang baru sampai dirumahnya setelah pulang dari sekolah melepas sepatunya di depan pintu masuk. Ini sudah menjadi kebiasaan Zara setiap pulang sekolah.Kehidupan Zara terbilang lumayan. Mamanya seorang guru sekolah dasar, dan papanya seorang polisi. Yang bisa di bilan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status