Share

Bab 83

Author: Lavendulaaa
last update publish date: 2026-01-27 22:10:24

Tiga hari Naya beristirahat penuh di rumahnya. Kedua orang tuanya memberikan sedikit perhatian, meski terkadang melalui Bi Ida dan hanya menanyakan secara singkat. Namun, Naya mulai sangat sadar, jika itu adalah bentuk rasa sayang kedua orang tuanya pada dirinya. kedua orang tuanya memang jarang bisa menunjukkan seperti apa yang Naya inginkan, tapi keduanya berusaha untuk membuat Naya merasakan kasih sayang itu.

Naya sudah mulai bisa bergabung makan malam di meja makan. Sejak dirinya harus isti
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dosa Terlarang Bersama Pelatih   Bab 101

    "Siapa dia?"Papa Naya perlahan membuka matanya dan melihat anaknya yang masih menundukkan kepalanya. Ada tatapan kecewa pada anaknya, tapi dirinya harus bisa mengendalikan emosinya demi membawa anaknya kembali ke jalan yang semestinya dia lewati. Tangannya sudah melepas tubuh istrinya yang ada di sampingnya, dia malah meraih lutut anaknya untuk menatapnya juga."Papa mau tahu, siapa yang mampu mengambil hati anak Papa." Papa Naya masih menahan emosinya. "Pak Ardi, Pa. Itu namanya, tapi tolong jangan buat dia kehilangan pekerjaannya. Kalau Papa bilang ini salah, iya ini salah dan ada kesalahanku juga di dalamnya, Pa. Tolong!" Naya memohon pada papanya yang hanya menganggukkan kepalanya."Apa dia punya istri?" tanya papa Naya mencoba menutup kenyataan bahwa dirinya sudah tahu semua."Iya, tapi dia tidak mencintai istrinya sama sekali, Pa." Naya langsung memberikan alasan, mengapa dirinya masih bertahan dengan Ardi. "Nay, cinta untuk istrinya itu urusan dia. Mau dia mencintai istrinya

  • Dosa Terlarang Bersama Pelatih   Bab 100

    "Anak kita ...."Papa Naya memperhatikan istrinya. Dia berusaha membulatkan tekadnya untuk memberitahu istrinya apa yang baru saja dia dengar. Apa pun yang akan menjadi reaksi wanita di hadapannya itu, sudah harus siap dia hadapi. "Aku mendengar, sesuatu tentang Naya," kata papa Naya. "Kenapa Naya? Dia berbuat apa?" tanya mama Naya yang langsung menanyakan apa yang terjadi dengan anaknya. Sekali pun dia sering sangat sibuk dengan dunianya sendiri, dia masih tahu tanggung jawab atas anaknya yang kini sudah tumbuh dewasa."Duduk dulu. Dengarkan aku," kata papa Naya yang mengajak istrinya untuk duduk bersama dengannya. "Jadi, kenapa, Pa? Naya kecelakaan di sana? Apa yang terjadi?" tanya mama Naya sedikit panik."Anak kita menjadi simpanan suami orang, Sayang." Papa Naya mengatakannya dengan nada yang sangat pelan dan membuat mama Naya sempat terdiam. Wanita itu mencoba mencerna apa yang baru saja dia dengar. "Gimana? Apa? Coba kamu ulangi lagi, Pa." Mama Naya mencoba meyakinkan dirin

  • Dosa Terlarang Bersama Pelatih   Bab 99

    Miya masuk ke sebuah gedung perkantoran yang cukup ramai. Dia menemui seorang front-liner yang sedang berada di meja resepsionis. Dia menyapa dengan hangat dua wanita yang sedang bertugas di sana. "Permisi, saya Miya. Saya ingin bertemu dengan Bap ...." Ucapan Miya terputus dengan sebuah suara berat yang muncul dari belakang. Miya membalikkan badannya dan melihat orang yang ada di belakangnya. Orang itu adalah orang yang dia cari. Miya pun berjalan mendekat ke arah pria itu. "Kak, lama sudah tidak bertemu." Miya menyapa pria yang baru ditemuinya setelah sekian lama. "Ada apa? Saya tidak punya banyak waktu hanya untuk berbincang dengan wanita sepertimu," balas pria itu dengan tenang. "Saya tahu dan saya tidak akan mengambil waktu Anda selama itu. Saya anya ingin meminta sedikit waktu And. Bisa saya memintanya sedikit?" Miya mulai mengikuti cara bicara pria yang ada di hadapannya itu. Nada suaranya berubah menjadi seformal mungkin."Saya hanya ada waktu 10 menit, cukup atau tidak,

  • Dosa Terlarang Bersama Pelatih   Bab 98

    Kehidupan Ardi berubah banyak, setelah Naya harus berangkat ke Pasuruan. Dia semakin dingin dan tidak banyak bicara dengan Miya. Dia tidak ingin membuat Miya semakin menyudutkannya. Meski dirinya mengalami perang dingin dengan istrinya, tetapi dia tidak pernah melepaskan tanggung jawab atas anaknya. Seperti yang dilakukan saat ini, dia menemani anaknya bermain di ruang tengah. Daffa membicarakan banyak hal dan selalu menanyakan banyak hal tentang Naya. Anak itu sudah cukup lama tidak bertemu dengan Naya. "Ayah, Kak Naya nggak main basket lagi?" tanya Daffa. "Masih main, cuma sekarang masih sibuk magang, Nak." Ardi menjawab tanpa menutupi informasi tentang kesibukan Naya. "Magang itu apa?" tanya Daffa. "Kerja sementara," jawab Ardi dengan singkat, agar anaknya bisa memahami penjelasannya. "Oh ...." Daffa membalas jawaban yang diberikan oleh Ardi. Miya masuk dan melihat kegiatan Ardi yang sedang bermain bersama dengan Daffa. Namun, ada rasa kesal dengan pria yang menjadi suaminya

  • Dosa Terlarang Bersama Pelatih   Bab 97

    "Iya, itu juga pertanyaanku, sesaat setelah aku menikahimu. Aku mendengar banyak hal tentangmu yang sangat gila menginginkan Reski kembali ke kamu. Kamu yang tega mengatakan akan menceraikan dan meninggalkanku, jika Reski mau kembali bersamamu. Kamu juga yang tega mengatakan pada Reski, bahwa kamu tidak menginginkan anak bersamaku. Kamu hanya akan mengandung anak Reski. Menurutmu, dengan semua yang ada itu, apa aku bisa terus bertahan mencintaimu?"Miya terdiam dengan apa yang dikatakan oleh suaminya. Semua yang ada di masa lalu mereka, ternyata sungguh membawa dampak yang cukup besar akan masalah kali ini. Ardi tetap menatap datar istrinya yang ada di seberang dirinya. "Kamu kira hatiku terbuat dari apa, Miya? Kamu pikir, aku tidak akan pernah merasakan sakit hati karena kamu yang masih menginginkan Reski? Bahkan kamu secara murahan menawarkan tubuhmu pada Reski saat itu. Apa kamu kira aku tidak akan merasa kecewa denga apa yang kamu lakukan?" tanya Ardi kembali."Lalu, puluhan, rat

  • Dosa Terlarang Bersama Pelatih   Bab 96

    Naya berjalan ke sebuah kafe. Dia mendapatkan pesan dari Ardi untuk menemuinya. Dia pun duduk setelah diantar oleh pelayan ke sebuah bangku yang sudah dipesan oleh Ardi. Naya mengeluarkan ponselnya sembari dia menunggu Ardi datang. Dia tidak mengirimkan pesan sama sekali pada Ardi, karena dalam pesan semalam yang dia terima, Ardi mengingatkan untuk tidak mengirimkan pesan sebelum pria itu sendiri yang mengirimkan pesan padanya.Dia menunggu cukup lama, Naya menunggu Ardi datang. Namun, setelah cukup lama menunggu, Naya merasa bosan. Saat mengedarkan pandangannya, Naya hampir saja melotot, saat Miya berjalan mendekat ke arahnya. Miya duduk di depan Naya dan menaruh beberapa foto yang terlihat ada Naya bersama dengan Ardi. Naya masih terdiam. Dia tidak bisa mengatakan apa-apa. Dia hanya dia dan menunggu wanita yang ada di depannya itu membuka suaranya. "Saya nggak mau basa-basi. Bisa tolong jelaskan ini?" tanya Miya pada Naya yang ada di depannya. "Bu Miya, sepertinya ada salah paha

  • Dosa Terlarang Bersama Pelatih   Bab 95

    Pagi-pagi sekali Miya pulang ke rumah. Dia baru saja mengembalikan mobil teman lamanya yang dia pakai untuk mengikuti Ardi. Meski dia masih belum mendapatkan titik terang, dia tidak bisa terus bersembunyi dan malah membuat suaminya itu semakin curiga dengannya.Ardi terbangun dari tidurnya. Dia mel

  • Dosa Terlarang Bersama Pelatih   Bab 94

    Mobil Ardi melaju meninggalkan mini market. Pria itu pun mulai memperhatikan mobil yang ada di belakangnya. Dia ingin memastikan apa yang dikatakan oleh Naya sebelumnya. "Ternyata benar, dia mengikutiku." Ardi mulai menaikkan kecepatan mobilnya. Dia ingin tahu pengemudi mobil yang mengikutinya itu

  • Dosa Terlarang Bersama Pelatih   Bab 93

    Pertengkaran antara Miya dan Ardi ternyata tidak berhenti di hari itu. Bahkan sudah tiga hari, Ardi dan Miya tidak terlalu banyak berbicara. Mereka hanya mengobrol saat Daffa berada di dekat mereka. Miya masih merasa ada yang janggal. Alhasil, dia diam-diam mencari tahu sendiri. Dia melakukan bany

  • Dosa Terlarang Bersama Pelatih   Bab 92

    Dari semua yang Ardi katakan, entah mengapa Miya masih merasa ada yang mengganjal di dalam hatinya. Dia merasa bahwa suaminya itu sedang menyembunyikan sesuatu. Dia menatap wajah suaminya dengan tatapan yang sangat dalam. "Yakin nggak ada yang kamu sembunyikan, Sayang?" tanya Miya yang sempat memb

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status