Teilen

M-D. Kembali ke Rutinitas

last update Veröffentlichungsdatum: 19.08.2026 20:36:15

Setelah tiga minggu menghabiskan waktu di Swiss dan berkeliling Eropa, akhirnya Dante dan Mataya kembali ke Solo.

Keduanya langsung menuju kediaman yang telah disiapkan Dante sebagai rumah mereka setelah menikah. Rumah itu sudah dipersiapkan setelah mereka bertunangan, membuat Mataya semakin merasa dicintai ugal–ugalan oleh sang suami.

Begitu sampai, keduanya mendapati rumah dalam keadaan ramai.

Bu Nindi dan Bu Aisha rupanya sudah menyiapkan syukuran kecil-kecilan untuk menyambut kepulangan pas
Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel
Kommentare (10)
goodnovel comment avatar
Dava
gemes banges kalisn para baby
goodnovel comment avatar
Dava
uuuu kacian dante mo merajuk di selip baby dante mo nginep hhhh
goodnovel comment avatar
Happy Supriyanto
ya Allah hahaha hahaha hahaha hahaha hahaha hahaha kembar kamu bikin gemes ..
ALLE KOMMENTARE ANZEIGEN

Aktuellstes Kapitel

  • Dosen Galakku, Suami Rahasiaku   M-D. Harap-Harap Cemas

    Bu Aisha mengoleskan minyak kayu putih pada tengkuk Mataya yang masih terlihat lemas setelah muntah beberapa kali. Wajahnya tampak pucat, membuat sang ibu terus memperhatikan putrinya dengan cemas.Bu Nindi langsung di hubungi ART. Dia kini sedang dalam perjalanan bersama Senada menuju rumah Mataya untuk melihat keadaan sang menantu.Sementara itu, Dante sengaja tidak diberi tahu. Mataya sendiri yang meminta agar suaminya tidak dihubungi terlebih dahulu. Dia tidak ingin Dante khawatir dan meninggalkan kesibukannya menemani Pak Hasan membeli perlengkapan memancing.Meski tubuhnya terasa tidak nyaman, Mataya berusaha meyakinkan dirinya bahwa rasa mual itu hanya karena kelelahan. Dia sama sekali belum menyadari bahwa tubuhnya mungkin sedang memberikan sebuah tanda ."Kepalaku muter lagi, Bu."Bu Aisha langsung menggeser duduknya lebih dekat. Tangannya perlahan memijat kepala putrinya. "Ibu pijat pelan-pelan, ya, Nak. Pejamkan mata dulu. Jangan banyak bergerak."Mataya mengangguk lemah. "

  • Dosen Galakku, Suami Rahasiaku   M-D. Mataya Kenapa?

    Begitu sampai di kediaman Bhargava, Dante langsung menghampiri mobil yang sudah menunggu di depan rumah. Mataya sudah duduk di kursi penumpang, sementara sopir Dante berada di balik kemudi.Dante membuka pintu belakang dan masuk ke dalam mobil. Setelah duduk di samping sang istri, dia langsung menatap wajah Mataya dengan khawatir. Dia sengaja memeriksa keadaan Mataya di dalam mobil karena di dalam rumah cukup banyak orang."Masih pusing, Sayang?"Mataya menggeleng. "Udah nggak, Bang. Tadi cuma sebentar pusingnya."Dante masih memperhatikan wajahnya beberapa detik, memastikan sendiri bahwa Mataya benar-benar baik-baik saja.Setelah merasa lega, dia mendekat dan mengecup lembut bibir sang istri. Mataya tersenyum malu."Kalau gitu kita jemput Bapak dulu.”“Bapak di rumah apa di toko buku?”"Di rumah,” jawab Dante. “Ke toko bukunya udah tadi pagi. Soalnya beliau takut kalau cari sore waktunya gak cukup. Nanti malam beliau kan pulang ke Klaten."Mataya mengangguk memahami. "Terus aku ikut

  • Dosen Galakku, Suami Rahasiaku   M-D. Khawatir

    Sepanjang rapat bersama jajaran direksi rumah sakit, Dante terlihat beberapa kali melirik ponselnya. Hal yang nyaris tidak pernah dilakukannya selama rapat.Meski begitu, Dante tetap fokus mengikuti pembahasan. Dia masih memberikan pendapat dan mengambil keputusan seperti biasa. Hanya saja, sesekali tangannya meraih ponsel untuk memeriksa layar.Sagara yang hari ini ikut dalam rapat mulai merasa heran melihat tingkah aneh sang kakak sepupu.Begitu rapat selesai, Dante tidak langsung beranjak. Dia kembali mengambil ponselnya dan mengecek pesan yang masuk.Tidak ada balasan dari Mataya.Dante menghela nafas pelan, lalu menatap layar beberapa detik lebih lama.Sagara yang penasaran akhirnya melongokkan kepala, mencoba melihat isi ponsel Dante."Ada apa, Kak?"Dante langsung mengunci layar ponselnya. "Nggak ada apa-apa."Sagara mengernyit. "Terus kenapa dari tadi ponsel di cek terus? Setahuku Kak Dante paling anti buka ponsel kalau lagi rapat."Dante hanya memasukkan ponselnya ke saku, te

  • Dosen Galakku, Suami Rahasiaku   M-D. Berisik Tapi Candu

    Setelah si kembar selesai cuci muka, gosok gigi, dan cuci kaki bersama Mataya, kini giliran Dante yang membantu mengganti pakaian Rendra dan Dipta.Namun, bukannya tenang, kedua bocah itu malah kembali ribut."Aku mau yang itu!""Enggak! Itu unya aku!"Dante yang sedang mencari minyak telon dalam tas si kembar langsung menoleh."Loh, kok rebutan lagi?"Ternyata keduanya sedang memperebutkan satu set piyama yang sama, padahal Jingga sudah membawakan piyama dengan motif yang persis sama untuk kedua putranya."Kan Mommy udah bawain dua. Sama persis," ujar Dante sambil menunjukkan piyama satunya."Api aku mau yang itu!""Aku uga!"Dante menghela nafas panjang.Mataya yang sedang memakai skincare malam hanya bisa menahan tawa melihat tingkah kedua bocah itu."Rendra, Dipta. Kalian itu kembar, piyamanya juga sama. Kenapa masih diperebutkan?"Keduanya saling pandang, lalu kembali menunjuk piyama yang sama."Kalena yang itu yebih agus!"Dante akhirnya jongkok di hadapan kedua keponakannya. Di

  • Dosen Galakku, Suami Rahasiaku   M-D. Kembali ke Rutinitas

    Setelah tiga minggu menghabiskan waktu di Swiss dan berkeliling Eropa, akhirnya Dante dan Mataya kembali ke Solo.Keduanya langsung menuju kediaman yang telah disiapkan Dante sebagai rumah mereka setelah menikah. Rumah itu sudah dipersiapkan setelah mereka bertunangan, membuat Mataya semakin merasa dicintai ugal–ugalan oleh sang suami.Begitu sampai, keduanya mendapati rumah dalam keadaan ramai.Bu Nindi dan Bu Aisha rupanya sudah menyiapkan syukuran kecil-kecilan untuk menyambut kepulangan pasangan pengantin baru itu. Beberapa keluarga dekat dan sahabat telah berkumpul, lengkap dengan berbagai hidangan yang memenuhi meja makan.Mataya langsung tersenyum melihat sambutan itu, sementara Dante hanya menggeleng kecil.Tiga minggu pergi honeymoon, pulang-pulang malah langsung disambut acara keluarga.Bu Nindi duduk di samping Mataya sambil memperhatikan menantunya yang sedang menikmati hidangan. "Adel si genit masih ganggu Dante nggak, Taya?""Nggak, Mi,” jawab Mataya. “Setelah aku tegask

  • Dosen Galakku, Suami Rahasiaku   M-D. Honeymoon 7

    Setelah puas menikmati suasana Grindelwald, Mataya dan Dante memilih berhenti di sebuah restoran untuk beristirahat sekaligus makan siang.Sambil menunggu pesanan datang, Dante meletakkan kedua tangannya di atas meja. Kedua telapak tangannya kemudian menopang pipinya, sementara tatapannya tak beranjak dari wajah sang istri.Pria itu hanya senyum-senyum sendiri, seolah ada sesuatu yang begitu menarik dari wajah Mataya.Mataya yang sejak tadi menyadari tatapan tersebut akhirnya melirik suaminya dengan tatapan heran."Kenapa sih Abang lihat-lihat terus?" Mataya yang saking malunya sampai memeriksa wajahnya beberapa kali lewat kamera ponsel. "Perasaan nggak ada salju yang nempel."Dante masih menopang kedua pipinya dengan telapak tangan. Senyum di wajahnya justru semakin lebar melihat Mataya yang tampak kebingungan."Abang suka banget sikap kamu tadi, Sayang.""Sikap aku yang mana?""Yang tadi… saat kamu bicara sama Adel. Abang merasa benar-benar dicintai sama kamu."Mataya semakin bingun

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status