Share

Work From Home

Author: Syamwiek
last update Petsa ng paglalathala: 2026-03-09 11:16:52

Tok… tok…

“Masuk saja, Sayang,” jawab Sagara yang sedang melakukan konferensi video dengan kliennya dari Jepang.

Beberapa detik kemudian Jingga masuk ke dalam ruangan sambil membawa dokumen yang sudah dia revisi dan tinggal ditandatangani. Orang dari kantor KTech Innovation sudah datang untuk mengambil berkas tersebut.

Langkahnya menimbulkan suara tok… tok… dari stiletto heels yang dia kenakan. Meskipun sedang bekerja dari rumah, Jingga tetap memakai pakaian kerja lengkap. Tidak ada yang menyur
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (17)
goodnovel comment avatar
yesi rahmawati
Ya begitu jingga. Kalau keinginan suami menjenguk belum terlaksana pasti ada aja akalnya buat menuntutaskan
goodnovel comment avatar
Kiki Sulandari
Sagara sudah. berusaha seprofesional mungkin. saat dia bekerja dari rumah....itu suatu kemajuan. Walaupun.....akhirnya mecumnya pada Jingga tak bisa dihindari.... Rajata menelepon......Ada apa,ya?
goodnovel comment avatar
SumberÃrta
rajataaaa lu ganggu ajaaa bakalan tantrum lagi nih saga
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Dosen Galakku, Suami Rahasiaku   M-D. Harap-Harap Cemas

    Bu Aisha mengoleskan minyak kayu putih pada tengkuk Mataya yang masih terlihat lemas setelah muntah beberapa kali. Wajahnya tampak pucat, membuat sang ibu terus memperhatikan putrinya dengan cemas.Bu Nindi langsung di hubungi ART. Dia kini sedang dalam perjalanan bersama Senada menuju rumah Mataya untuk melihat keadaan sang menantu.Sementara itu, Dante sengaja tidak diberi tahu. Mataya sendiri yang meminta agar suaminya tidak dihubungi terlebih dahulu. Dia tidak ingin Dante khawatir dan meninggalkan kesibukannya menemani Pak Hasan membeli perlengkapan memancing.Meski tubuhnya terasa tidak nyaman, Mataya berusaha meyakinkan dirinya bahwa rasa mual itu hanya karena kelelahan. Dia sama sekali belum menyadari bahwa tubuhnya mungkin sedang memberikan sebuah tanda ."Kepalaku muter lagi, Bu."Bu Aisha langsung menggeser duduknya lebih dekat. Tangannya perlahan memijat kepala putrinya. "Ibu pijat pelan-pelan, ya, Nak. Pejamkan mata dulu. Jangan banyak bergerak."Mataya mengangguk lemah. "

  • Dosen Galakku, Suami Rahasiaku   M-D. Mataya Kenapa?

    Begitu sampai di kediaman Bhargava, Dante langsung menghampiri mobil yang sudah menunggu di depan rumah. Mataya sudah duduk di kursi penumpang, sementara sopir Dante berada di balik kemudi.Dante membuka pintu belakang dan masuk ke dalam mobil. Setelah duduk di samping sang istri, dia langsung menatap wajah Mataya dengan khawatir. Dia sengaja memeriksa keadaan Mataya di dalam mobil karena di dalam rumah cukup banyak orang."Masih pusing, Sayang?"Mataya menggeleng. "Udah nggak, Bang. Tadi cuma sebentar pusingnya."Dante masih memperhatikan wajahnya beberapa detik, memastikan sendiri bahwa Mataya benar-benar baik-baik saja.Setelah merasa lega, dia mendekat dan mengecup lembut bibir sang istri. Mataya tersenyum malu."Kalau gitu kita jemput Bapak dulu.”“Bapak di rumah apa di toko buku?”"Di rumah,” jawab Dante. “Ke toko bukunya udah tadi pagi. Soalnya beliau takut kalau cari sore waktunya gak cukup. Nanti malam beliau kan pulang ke Klaten."Mataya mengangguk memahami. "Terus aku ikut

  • Dosen Galakku, Suami Rahasiaku   M-D. Khawatir

    Sepanjang rapat bersama jajaran direksi rumah sakit, Dante terlihat beberapa kali melirik ponselnya. Hal yang nyaris tidak pernah dilakukannya selama rapat.Meski begitu, Dante tetap fokus mengikuti pembahasan. Dia masih memberikan pendapat dan mengambil keputusan seperti biasa. Hanya saja, sesekali tangannya meraih ponsel untuk memeriksa layar.Sagara yang hari ini ikut dalam rapat mulai merasa heran melihat tingkah aneh sang kakak sepupu.Begitu rapat selesai, Dante tidak langsung beranjak. Dia kembali mengambil ponselnya dan mengecek pesan yang masuk.Tidak ada balasan dari Mataya.Dante menghela nafas pelan, lalu menatap layar beberapa detik lebih lama.Sagara yang penasaran akhirnya melongokkan kepala, mencoba melihat isi ponsel Dante."Ada apa, Kak?"Dante langsung mengunci layar ponselnya. "Nggak ada apa-apa."Sagara mengernyit. "Terus kenapa dari tadi ponsel di cek terus? Setahuku Kak Dante paling anti buka ponsel kalau lagi rapat."Dante hanya memasukkan ponselnya ke saku, te

  • Dosen Galakku, Suami Rahasiaku   M-D. Berisik Tapi Candu

    Setelah si kembar selesai cuci muka, gosok gigi, dan cuci kaki bersama Mataya, kini giliran Dante yang membantu mengganti pakaian Rendra dan Dipta.Namun, bukannya tenang, kedua bocah itu malah kembali ribut."Aku mau yang itu!""Enggak! Itu unya aku!"Dante yang sedang mencari minyak telon dalam tas si kembar langsung menoleh."Loh, kok rebutan lagi?"Ternyata keduanya sedang memperebutkan satu set piyama yang sama, padahal Jingga sudah membawakan piyama dengan motif yang persis sama untuk kedua putranya."Kan Mommy udah bawain dua. Sama persis," ujar Dante sambil menunjukkan piyama satunya."Api aku mau yang itu!""Aku uga!"Dante menghela nafas panjang.Mataya yang sedang memakai skincare malam hanya bisa menahan tawa melihat tingkah kedua bocah itu."Rendra, Dipta. Kalian itu kembar, piyamanya juga sama. Kenapa masih diperebutkan?"Keduanya saling pandang, lalu kembali menunjuk piyama yang sama."Kalena yang itu yebih agus!"Dante akhirnya jongkok di hadapan kedua keponakannya. Di

  • Dosen Galakku, Suami Rahasiaku   M-D. Kembali ke Rutinitas

    Setelah tiga minggu menghabiskan waktu di Swiss dan berkeliling Eropa, akhirnya Dante dan Mataya kembali ke Solo.Keduanya langsung menuju kediaman yang telah disiapkan Dante sebagai rumah mereka setelah menikah. Rumah itu sudah dipersiapkan setelah mereka bertunangan, membuat Mataya semakin merasa dicintai ugal–ugalan oleh sang suami.Begitu sampai, keduanya mendapati rumah dalam keadaan ramai.Bu Nindi dan Bu Aisha rupanya sudah menyiapkan syukuran kecil-kecilan untuk menyambut kepulangan pasangan pengantin baru itu. Beberapa keluarga dekat dan sahabat telah berkumpul, lengkap dengan berbagai hidangan yang memenuhi meja makan.Mataya langsung tersenyum melihat sambutan itu, sementara Dante hanya menggeleng kecil.Tiga minggu pergi honeymoon, pulang-pulang malah langsung disambut acara keluarga.Bu Nindi duduk di samping Mataya sambil memperhatikan menantunya yang sedang menikmati hidangan. "Adel si genit masih ganggu Dante nggak, Taya?""Nggak, Mi,” jawab Mataya. “Setelah aku tegask

  • Dosen Galakku, Suami Rahasiaku   M-D. Honeymoon 7

    Setelah puas menikmati suasana Grindelwald, Mataya dan Dante memilih berhenti di sebuah restoran untuk beristirahat sekaligus makan siang.Sambil menunggu pesanan datang, Dante meletakkan kedua tangannya di atas meja. Kedua telapak tangannya kemudian menopang pipinya, sementara tatapannya tak beranjak dari wajah sang istri.Pria itu hanya senyum-senyum sendiri, seolah ada sesuatu yang begitu menarik dari wajah Mataya.Mataya yang sejak tadi menyadari tatapan tersebut akhirnya melirik suaminya dengan tatapan heran."Kenapa sih Abang lihat-lihat terus?" Mataya yang saking malunya sampai memeriksa wajahnya beberapa kali lewat kamera ponsel. "Perasaan nggak ada salju yang nempel."Dante masih menopang kedua pipinya dengan telapak tangan. Senyum di wajahnya justru semakin lebar melihat Mataya yang tampak kebingungan."Abang suka banget sikap kamu tadi, Sayang.""Sikap aku yang mana?""Yang tadi… saat kamu bicara sama Adel. Abang merasa benar-benar dicintai sama kamu."Mataya semakin bingun

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status