تسجيل الدخولMenyadari dirinya telah kembali ke kehidupan sebelum kematiannya, Irene wanita 30 tahun mulai mencari teman sekolahnya yang saat ini menjadi pemimpin perusahaan perhiasan terbesar Asia untuk bekerja sama membangun karirnya agar lebih sukses dan berjaya. Semua itu ia lakukan demi membalas semua perlakuan tidak adil dari kekasihnya yang bermain api di belakangnya. Lebih parahnya lagi, selingkuhan kekasihnya adalah teman sekantor yang telah mendorongnya hingga dirinya jatuh dari lantai paling atas gedung hingga meninggal dunia. Beruntung, Tuhan memberikan kesempatan kedua dalam hidupnya. Di kesempatan ini, Irene berniat membalaskan rasa sakit yang telah kekasihnya berikan. Hanya dengan kesuksesannya, dua manusia tidak punya hati itu akan hancur dalam genggamannya.
عرض المزيدRobert masih mendengarkan penjelasan Irene.“Saya mohon Tuan percaya kepada saya. Tolong Tuan periksa CCTV dari ruangan desain. Di sana akan terlihat Sofia yang mendorong saya tetapi gagal hingga membuatnya terjatuh.”Setelah mendengar penjelasan Irene, Robert beranjak dari duduknya memutari meja kerjanya dan mendekati Irene.“Lalu, apa maksudnya ini?” Tunjuk Robert pada flashdisk di atas meja.“Di sini berisi banyak desain perhiasan yang saya kumpulkan selama ini. Saya bersedia memberikan seluruh desain buatan saya untuk perusahaan secara cuma-cuma tanpa ada tuntutan hak cipta.”Robert berpikir sejenak. Ini adalah tawaran yang menggiurkan. Robert tahu, Irene adalah seorang desainer unggul yang dimiliki perusahaannya. Setiap karya yang ia buat tidak pernah gagal dan selalu terjual habis.“Terus, kamu mau aku bagaimana?” tanya Robert lagi.“Saya mau Tuan membantu dalam kompetisi dua hari lagi. Biarkan saya tetap mengikuti acara ini. Saya ingin semua orang tahu kebusukan mereka selama
Semua orang di ruangan itu nyaris tidak ada yang percaya dengan ucapan Irene. Setiap pembelaan yang keluar dari bibir Irene malah berbalik menjadi cacian untuk Irene sendiri.Mendengar kekasihnya mendapatkan masalah, Bastian sang manager langsung datang menghampiri.“Ada ini?” tanya Bastian begitu tiba.Salah satu teman Sofia menjelaskan duduk permasalahannya. Mendengar penjelasan mereka, Bastian semakin kesal dengan kekasihnya sendiri. Apalagi setelah melihat air mata Sofia, Bastian semakin murka kepada Irene.“Aku nggak nyangka ternyata kelakuanmu seperti ini! Padahal selama ini aku selalu mengira kamu orang yang berhati malaikat,” sarkas Bastian.Bastian langsung percaya begitu saja ucapan orang-orang. Padahal dia belum mendengar penjelasan kekasihnya sendiri.“Aku memang tidak melakukan apa-apa, Tian. Kamu tahu sendiri semua ini adalah des–”“Jangan merasa tersakiti, yang menjadi korban sesungguhnya di sini adalah Sofia!”Irene hanya bisa menghela nafasnya kasar. Ingin terkejut,
Entah kenapa hatinya kali ini terasa lega karena jauh sebelum ini Irene mendapat petunjuk. Jadi, dirinya tidak merasa menyesal atau sakit hati.“Karena, pada dasarnya sampah memang harus segera dibuang, Pak. Agar aroma busuknya tidak menyebar ke mana-mana.” Irene menggunakan perumpamaan kasar. “Sama seperti mereka yang harus diberi pelajaran setelah ini,’ lanjut Irene. Suaranya terdengar begitu lega.Tidak terasa mobil taksi tiba di depan rumah sederhana milik Irene. Selesai membayar, Irene langsung masuk ke dalam rumah dan menyalin semua rekaman dari ponselnya tadi ke laptop.Malam ini dia harus begadang untuk menyelesaikan desain yang disembunyikan. Rencananya, desain ini yang nantinya akan mengikuti kompetisi. Sedangkan desain yang Sofia salin tadi, adalah jebakan yang sudah Irene siapkan.‘Sudah tidak sabar lagi rasanya. Irene kamu pasti bisa.’***Sinar mentari pagi perlahan menembus celah jendela kaca yang tertutup oleh gorden berwarna coklat muda, memantulkan cahaya keemasan
Bab 4 - Merekam PerselingkuhanBegitu selesai makan, Irene mulai mengerjakan desain yang akan ia gunakan untuk lomba minggu depan. “Ir, caranya membuat gambarnya jadi lebih jernih pakai apa?” tanya Sofia. Karena berseberangan, Sofia pun ikut pindah duduk di samping kanan Irene. Sedangkan Bastian di sebelah kiri.Meski duduk terpisah, tangan Sofia dan bastian diam-diam saling berpegangan erat di belakang Irene.Tanpa mereka sadari, Irene sudah tahu apa yang mereka lakukan.“Tinggal tekan tombol ini saja,” tunjuk Irene.Hingga pukul sebelas malam mereka masih sibuk dengan desain masing-masing. Sedangkan Bastian sibuk dengan ponselnya yang sejak tadi bunyi pesan masuk. Entah dari siapa Irene sudah tidak ingin tahu.Irene mulai merasa tubuhnya lelah. Dia mengusulkan untuk segera mengakhiri pekerjaannya.“Kita lanjut besok saja gimana? Aku mulai ngantuk berat ini,” ucap Irene. Dia pun menyimpan desainnya dan mematikan layar laptopnya. Ini adalah salah satu desain Irene. Sebelumnya dia


















Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.