MasukMenyadari dirinya telah kembali ke kehidupan sebelum kematiannya, Irene wanita 30 tahun mulai mencari teman sekolahnya yang saat ini menjadi pemimpin perusahaan perhiasan terbesar Asia untuk bekerja sama membangun karirnya agar lebih sukses dan berjaya. Semua itu ia lakukan demi membalas semua perlakuan tidak adil dari kekasihnya yang bermain api di belakangnya. Lebih parahnya lagi, selingkuhan kekasihnya adalah teman sekantor yang telah mendorongnya hingga dirinya jatuh dari lantai paling atas gedung hingga meninggal dunia. Beruntung, Tuhan memberikan kesempatan kedua dalam hidupnya. Di kesempatan ini, Irene berniat membalaskan rasa sakit yang telah kekasihnya berikan. Hanya dengan kesuksesannya, dua manusia tidak punya hati itu akan hancur dalam genggamannya.
Lihat lebih banyak"Nanti dulu soal bisnismu atau urusan pribadimu, Damian!" potong ibunya antusias, memegang kedua lengan Damian dengan wajah berseri-seri, sama sekali tidak menangkap sinyal bahwa putranya ingin membagikan rahasia hati. "Kamu harus mendengar berita gembira ini terlebih dahulu. Mama bahkan sampai tidak bisa menahan rasa bahagia sejak sore tadi!" Damian menaikkan sebelah alisnya, merasa sedikit tertahan. "Berita gembira apa, Ma?" Tuan Besar terkekeh pelan dari balik meja teh "Keluarga kita akhirnya akan lengkap lagi, Damian. Sahabat kecilmu, wanita yang sudah lama digadang-gadang akan menyatu dengan keluarga kita… telah kembali." Jantung Damian berdesir pelan, firasat buruk mendadak menyelinap di benaknya. "Maksud Papa...?" Ibunya tersenyum begitu lebar hingga matanya menyipit. "Veronica, Damian! Veronica sudah kembali dari luar negeri tadi siang! Dia sudah menyelesaikan studi dan urusan bisnis keluarganya di Eropa. Bahkan, orang tuanya tadi sore menelpon Mama langsun
Malam telah larut ketika sedan mewah berwarna hitam itu perlahan memasuki kawasan perumahan yang tenang dan berhenti tepat di depan sebuah gerbang rumah yang cukup kecil menurut Damian. Cahaya lampu jalanan menyinari tipis di permukaan kaca mobil, menciptakan suasana remang-remang yang tenang di dalam kabin. Irene perlahan melepas sabuk pengamannya, lalu memutar tubuh menghadap Damian yang duduk di sampingnya dengan senyum tipis mengembang di bibirnya. "Terima kasih sudah mengantarku pulang. Kamu pasti lelah setelah seharian mengurus pekerjaan di kantor," ucap Irene lembut seraya jemarinya meraih gagang pintu mobil, bersiap untuk turun. Namun, sebelum jemari halus itu berhasil menekan tuas pintu, sebuah genggaman hangat menyergap pergelangan tangannya dengan lembut tetapi menahan. Irene menoleh kembali dan mendapati Damian sedang menatapnya dengan lekat. Tatapan mata pria itu begitu dalam dan hangat, sisa rasa lelah yang menghinggapinya sepanjang hari. "Tunggu sebentar, Ir
Waktu begitu cepat berlalu, acara makan siang bersama dengan kekasihnya berakhir menjadi drama panjang karena Irene memaksa Leo untuk makan bersama. Sedangkan Leo takut dengan tatapan bosnya yang begitu mengintimidasi. Karena Irene yang memaksa, terpaksa Damian pun menyetujuinya. Kini, waktu sudah menunjukkan pukul lima sore. Seluruh karyawan De Luna Stone satu persatu pergi meninggalkan perusahaan termasuk Irene. Sebelumnya Damian memaksa Irene untuk pulang bersama tapi dia menolaknya karena takut kalau ada yang melihat dan jadi bahan gunjingan. Terpaksa Damian menunggu kekasihnya do ujung jalan yang sedikit jauh dari kantornya. Hingga beberapa menit kemudian, Irene belum menampakkan batang hidungnya. Damian yang sudah tidak sabar menunggu mencoba menghubungi ponselnya tapi tidak ada respon. Kesal karena di abaikan, Damian memaksa Leo memutar balik mobilnya kembali ke kantor. Sesampainya di depan kantor, Leo melihat Irene sedang bersama laki-laki yang menarik tangannya
Damian terus memojokkan Irene tanpa rasa gentar. Kali ini dia harus bisa mendapatkan hati Irene setelah sekian lama terpendam. "Katakan, siapa laki-laki yang menarik perhatianmu?" tanya Damian lagi. Dengan sedikit gemetar, Irene memaksakan bibirnya untuk menjawab. "Ka-kamu," lirih Irene. "Katakan yang keras, aku tidak dengar." Irene menarik nafasnya dalam-dalam karena merasa nerves karena berdektan dengan Damian. Meski sudah beberapa kali mencoba menenangkan hatinya, Irene tetap saja gugup. "Ka-kamu I-ian," balas Irene kali ini lebih keras. "Ulangi. Tidak usah gugup. Aku tidak akan memakanmu," sarkas Damian. "KAMU DAMIAN!" Kesal Irene karena terus di paksa mengulang. Damian tersenyum penuh kemenangan. Akhirnya dia berhasil mendapatkan hati wanita di hadapannya. "Benarkah itu?" bisik Damian tepat di telinga Irene. "Untuk apa aku berbohong. Memang itu yang aku rasakan." Damian semakin memajukan tubuhnya lebih dekat lagi dengan Irene. Kedua tangannya mengunci






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.