MasukNotifikasi 2 dari WhatsApp
Bayuangga Prasetya
| Apabila saat ke rumah saya langsung saja temui di ruang kerja saya atau taman belakang. Minta tolonglah pada bibi saja. |
Valko A.S
| Pak Ari sama Azel? |
| Pak jangan disempatkan kemari dan cerita pada adek saya. Saya paham bila anda sangat sibuk. Anggap saja Papa kami berbasa-basi. |
Arion kembali memasukkan handphone ke saku celananya. Dia memejamkan mata berusaha mengenyahkan perasaan bak lelucon jenaka. Umur tak lagi belasan tahun, pengalaman bukan pertama kali membuat Arion juga geli sendiri pada degup jantungnya. Dia terkekeh menertawakan diri sendiri bukan orang lain.
Arion mendongakkan kepala menatap bangunan di hadapannya, sebelum memantapkan hati memberi kejutan dengan kedatangan tiba-tibanya. Dia mengatur pernafasan, agar tak begitu terlihat gugup.
"Maaf, Pak. Mencari siapa, ya? Apakah sudah memiliki j
Layaknya rambut apabila dicatok makin lurus, atau bagai menyetrika baju makin disetrika semakin lurus. Sepertinya ubin-ubin unit Azelina bisa lurus, karena ulah gadis itu. Ntah sudah berapa kali Azelina menyamar bak orang penghitung kilometer jalan. Agaknya hobi traveling Azelina tengah digunakan, versi dekat dan cepat dengan resah mondar-mandir.Sang kekasih beberapa hari mengabaikan dirinya karena masih kecewa, serta sang kakak tiba-tiba mengirimkan pesan. Valko menyampaikan laporan singkat dari Bibi ART, pada Azelina apabila Arion bermain di rumah saat hari Selasa. Gadis itu menggigiti kuku merasakan keresahan hari Rabu. Beruntunglah kuliah sebatas jam siang saja, sehingga sore hari dia menunggu kepulangan Arion."Baik-baik saja.""Tidak.""Baik-baik saja.""Tidak.""Baik-baik saja.""Tidak."Pria berusia 43 tahun
Notifikasi 2 dari WhatsAppBayuangga Prasetya| Apabila saat ke rumah saya langsung saja temui di ruang kerja saya atau taman belakang. Minta tolonglah pada bibi saja. |Valko A.S| Pak Ari sama Azel? || Pak jangan disempatkan kemari dan cerita pada adek saya. Saya paham bila anda sangat sibuk. Anggap saja Papa kami berbasa-basi. |Arion kembali memasukkan handphone ke saku celananya. Dia memejamkan mata berusaha mengenyahkan perasaan bak lelucon jenaka. Umur tak lagi belasan tahun, pengalaman bukan pertama kali membuat Arion juga geli sendiri pada degup jantungnya. Dia terkekeh menertawakan diri sendiri bukan orang lain.Arion mendongakkan kepala menatap bangunan di hadapannya, sebelum memantapkan hati memberi kejutan dengan kedatangan tiba-tibanya. Dia mengatur pernafasan, agar tak begitu terlihat gugup."Maaf, Pak. Mencari siapa, ya? Apakah sudah memiliki j
Bukan bencana alam yang melanda, melainkan kebisuan kembali melanda hubungan duo A. Yaps, Azelina dan Arion kembali menjalin hubungan bak kedua orang asing. Tak ada kontak lisan, maupun netra atau tangan terjalin. Tak renggang dan tak berakhir begitulah situasi judul saat ini.Percakapan terakhir mereka lakukan sebatas kemarin Sabtu tepatnya kala bertengkar. Menurut Azelina dia sudah cukup merenung karena prinsipnya : Terlalu lama merenungkan hal apabila sebatas diam ditempat tanpa perubahan, maka adalah menyiakan waktu semata. Ditambah hari Jumat serta Sabtu tak bisa seutuhnya berduaan dengan harmonis. Hari Minggu yang sunyi nan dingin, walau raga berada di lokasi bertetangga.Rindu membuat Azelina membongkar total otaknya. Apakah Arion juga tak rindu? Apakah prianya sibuk? Padahal dia hendak mengatakan suatu hal mengenai niat hati mengenai program cepat semester, serta hal panjang mengenai hubungan keduanya."Sakit lo?
Rasa panik semalam membuat kewarasan hilang sejenak. Dia yang tak biasa kasar pada perempuan, seketika mau tak mau harus berlaku demikian. Beruntunglah gadisnya tak sadarkan diri sehingga hanya dia menanggung malu. Menggendong gadisnya yang mengigau bak karung beras.Gairah masih normal membuat dia hampir gila semalam sejujurnya. Arion hampir saja merusak Azelina, namun dia memilih kembali ke unit sejenak dengan mandi air dingin. Air yang dingin seketika ikut mendinginkan emosi dan gairah, walaumemang tulang-tulangnya terasa nyeri. Ditambah dia tidak tidur di unit apartemennya.Tak ingin termakan akal sehat yang menghipnotis nafsu untuk merasuki tiap sudut alam bawah sadar, membuat Arion menjadikan ruang tamu gadisnya sebagai kamar sementara. Arion merenggangkan tubuh terasa nyeri. Kantong mata pun terbit pada wajah tampan pria itu. Tertidur tetapi tak tidur, pernahkah kalian juga merasakan seperti Arion?"Ze
Grup chat tak henti-henti diisi ramainya diskusi mengenai kepastian acara malam nanti. Sekitar pukul delapan malam, asisten dosen mengundang seluruh kelas Azelina untuk menuju ke bar. Katanya sih untuk perayaan penyambutan Robert. Semula para mahasiswa tak minat, karena budaya mereka tidaklah seperti orang luar. Ya, walau tempat tinggal mereka beberapa diisi orang luar negeri juga.W******p grupFakultas Management C+62 822 6156 3013| Guys, ini nanti jadinya jam berapa?+62 822 1665 0331| Udah tanya Mr. Robert?+62 822 3103 6516| Mr-Mr kayak judul lagu aja. | Panggil Pak aja nggak sih? Toh, beliau juga di Indonesia bukan luar. +62 813 0642 0652| Iya, kita darah lokal bukan luar berasa anak bule.+62 813 6024 6025| Pada belum tanya, ya?+62 813 2560 2460| Eh iya, gue lupa masukin grup Pak Richard.| Kita buat grup baru yang isinya ada Pak Richard gimana? Yang ini biarin ada Pak Arion. Pak Ari-Arion off | Kalian keluarkan saya dari grup saja juga tak masalah kok anak-anak +62
Suasana kelas Azelina hari ini terlihat memanas. Ada umpan ada mangsa begitulah perumpamaan judul kelas hari ini. Desas-desus beredar membuat semua penasaran membuncah. Penasaran fisik, paras yang menjadi sebagai asisten dosen. Sekaligus mengapa dosen wanita itu dengan jenaka baru beberapa saat pergantian semester, tapi telah mengajukan cuti?Tak sebatas mengambil cuti ntah sampai kapan, tetapi mengapa bisa dosen itu langsung mendapatkan, gambaran asisten dosen menggantikan selagi tak mengajar. Tak bisakah diganti dengan jam kosong atau tugas semata? Ntah mengapa pernyataan seseorang di internet yang pernah berkata 'Semakin jauh semester mahasiswa atau mahasiswi sering dibuat merasa salah pilih jurusan, tetapi saat selesai skripsi barulah merasa bangga.'"Hari ini beneran udah diganti si dosen pengganti, Bu Ketu?" Berganti semester maka kelas Azelina juga sepakat mengganti ketua kelas jadi perempuan."Kabarnya sih gitu. Udah tunggu aja sih kalau nggak datang ya berarti kita jam kosong.







