Share

Bab 85

Author: Sherlys01
last update publish date: 2025-11-08 19:00:21

Di lantai bawah, kedua pengawal mengamankan Eva di sebuah ruangan khusus VIP. Ini adalah permintaan tuannya sendiri agar Eva bisa terhindar dari masalah yang tidak diinginkan.

"Jadi, Caroline ada disini?"

Pengawal tersebut mengangguk. "Benar, Nona. Itulah kenapa kami membawa anda pergi."

Eva menyandarkan tubuhnya. "Kenapa dia bisa ada di sini? Apa dia tahu kalau William lagi ada rapat di sini?"

"Sepertinya begitu. Tapi entah bagaimana dia bisa menemukan lokasinya,

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dosenku Penyembuh Lukaku   Bab 231

    Seusai menerima telepon, William kembali ke ruang belakang dan berdiri tepat di sebelah Kenneth. Pandangannya lurus ke dalam ruang interogasi dan melihat Eva yang masih mengobrol dengan Ibu Ruth."Telepon penting?" tanya Kenneth tanpa menoleh sedikit pun.William mengangguk. "Hm. Aku dapat kabar kalau mereka sudah mulai bergerak."Kenneth mengerutkan dahinya. "Mereka? Maksudmu...""Ya. Sesuai yang kau pikirkan."Kenneth mendecak kesal. "Mereka bergerak di saat seperti ini? Sepertinya kita nggak punya banyak waktu lagi."William menghembuskan napas panjang. "Santai saja, kita nggak usah terlalu terburu-buru. Toh, cepat atau lambat, aku akan menghadapi mereka juga.""Kita," kata Kenneth, membenarkan. Ia melirik William sekilas. "Jangan lupa kalau pertarungan ini bukan hanya tentang kau sendiri. Ada banyak orang yang akan mendukungmu."William memicingkan matanya. "Sebenarnya ini semua kan urusan keluargaku. Kenapa kamu selalu ber

  • Dosenku Penyembuh Lukaku   Bab 230

    Di hari yang sama dengan pertemuan Sophia dan Amelia, Surya sedang menghadiri pertemuan antardosen di restoran tersebut. Dosen yang hadir semuanya berasal dari Fakultas Kedokteran. Hanya ada satu atau dua dosen yang berasal dari fakultas lain.Mereka menempati sebuah meja besar yang terletak di dekat dinding dan tidak begitu jauh dari ruang VIP. Surya sedang menikmati santapannya sambil memperhatikan gerak-gerik para dosen yang lain. Di kala mereka semua memesan minuman yang bersoda dan beralkohol, hanya Surya saja yang memesan minuman teh."Ayo dong, Pak Surya. Kita puaskan hari ini dengan minum-minum," ucap seorang dosen."Benar itu, Pak Surya. Kapan lagi kita bisa menikmati waktu yang langka seperti ini? Jarang-jarang lho kita bisa diberikan kesempatan untuk makan di luar saat jam kerja."Surya mengangguk sopan. "Terima kasih atas tawarannya, tapi tidak usah karena saya tidak bisa minum alkohol. Teh atau kopi saja sudah cukup.""Cih, nggak

  • Dosenku Penyembuh Lukaku   Bab 229

    Eva mengerjap pelan, lalu memiringkan kepalanya. "Apa yang membuat Ibu berpikir seperti itu? Apakah saya terlihat seperti seseorang yang datang hanya demi kepentingan?"Ibu Ruth mendengus kecil, berusaha menahan tawanya. "Oh, Eva… kamu memang benar-benar anak yang menarik, ya. Tentu saja kamu bukan orang yang seperti itu. Bahkan dari percakapan-percakapan kita sebelumnya saja, saya bisa merasakan kalau kamu memang orang yang baik."Ibu Ruth menyilangkan kedua tangannya di atas meja. "Hanya saja… kamu juga bukan tipe orang yang datang hanya untuk mengobrol saja, kan? Orang secerdas kamu pasti tidak akan membuang-buang waktu untuk berbasa-basi di sini.""Karena masih ada banyak hal yang bisa kamu lakukan di luar sana. Seperti… latihan bermain MoLa dengan satu timmu. Benar, bukan?"Eva menelan ludahnya. Sesuai dugaannya, Ibu Ruth memang tajam seperti biasanya. Padahal ia ingin mengulur waktu sedikit lagi untuk membuat wanita yang ada di

  • Dosenku Penyembuh Lukaku   Bab 228

    Di dalam kantor polisi, Kenneth sudah menanti kedatangan mereka ditemani oleh beberapa polisi. Kenneth berjalan menghampiri William dan Eva."Akhirnya kalian datang juga. Aku sudah menunggu kalian sampai lumutan di sini." Kenneth mengulurkan tangannya.William mendengus kasar sebelum menerima salamannya. "Nggak usah berlebihan. Kami hanya datang terlambat dua menit dari waktu yang dijanjikan."Kenneth terkekeh kecil. "Apa kamu tahu kalau waktu dua menit itu sangatlah berharga bagi seseorang sepertiku? Bahkan bagiku, datang tepat waktu saja sudah dianggap terlambat, apalagi kalau telat dua menit?""Sungguh, aturanmu yang seperti inilah yang sering membuatku jengkel. Sekali-kali bersikaplah santai sedikit."Kenneth menyilangkan kedua tangannya di depan dadanya. "Memangnya kamu tipe orang yang suka bersantai?""Kamu—" Ucapan William terhenti, lalu ia menghembuskan napas panjang. "Sudahlah, langsung saja kita ke intinya."Kenneth te

  • Dosenku Penyembuh Lukaku   Bab 227

    "Hanya itu?"Sophia mengangkat kedua alisnya. "Oh? Sepertinya sudah menemukan caranya, ya?"Amelia mengangkat dagunya. "Hmph. Tentu saja, lagipula ini adalah perkara yang mudah."Sebelumnya, Amelia hampir berhasil menjatuhkan Eva sepenuhnya. Reputasinya kini sudah hancur sehingga gadis itu dipandang rendah oleh banyak orang. Apalagi dengan fisiknya yang serba kekurangan, bisa dipastikan kalau dia tidak akan bertahan lama di dunia yang kejam ini.Sayangnya, terdapat seseorang yang telah membantunya keluar dari kekacauan ini. Sebelum ia sempat mengetahui siapa orang itu, Ibu Ruth sudah lebih dulu ditangkap. Sejak saat itu, ia sama sekali belum mendengar kabar apa pun tentang dirinya. Semua kontaknya benar-benar tidak bisa dihubungi."Baguslah kalau kamu sudah menemukan cara untuk menghadapinya. Tapi jangan lupa kalau rencana ini harus dilakukan secara diam-diam. Kamu bisa melindungi dirimu sendiri, kan, Amelia?"Amelia mengangguk tegas. "Tentu

  • Dosenku Penyembuh Lukaku   Bab 226

    "Halo, Amelia. Akhirnya kita bisa berjumpa." Sophia mengulurkan tangannya ke arah Amelia.Sedangkan Amelia menatap tangan tersebut sejenak sebelum bersalaman dengan Sophia. Dua hari yang lalu, Amelia mendapat pesan dari Michael untuk mengajaknya makan-makan bersama di sebuah restoran yang tertera. Kebetulan, Amelia juga sedang berusaha mencari cara untuk bertemu dengan mereka sehingga ia menyetujuinya.Namun, ia mengira bahwa Michael lah yang akan bertemu secara langsung dengannya. Tak disangka, orang yang datang hanyalah seorang wanita berumur yang mengaku sebagai istri dari Michael. Sebelumnya ia merasa sangat curiga terhadap Sophia, takut kalau dirinya sedang ditipu oleh pengirim pesan tersebut. Setelah berbincang cukup lama, akhirnya Amelia mau mempercayai perkataannya.Saat ini mereka sedang berada di ruang restoran VIP yang memiliki lima meja besar. Sophia, Amelia dan Chloe sedang duduk di meja yang berada di tengah-tengah ruangan. Ruang VIP tersebut tampak sepi dan hanya ada me

  • Dosenku Penyembuh Lukaku   Bab 182

    "A-Aku ... aku tidak ..."Eva tersenyum tipis. "Ada apa? Kamu mau bilang kalau bukan kamu yang menyebarkan informasi itu? Padahal kamu sudah terang-terangan membisikkan nama Clara dengan penuh percaya diri, bahkan sudah memberikan buktinya kepada Ibu Ruth. Bukannya sudah terlambat, ya?"

  • Dosenku Penyembuh Lukaku   Bab 181

    Pak Johnson mengangguk. “Hm … apa yang kamu katakan itu memang masuk akal. Tapi, ini pertama kalinya ada seseorang yang berani berbicara seperti itu di depanku. Keberanian anda memang patut untuk dipuji, Ibu Ruth.”Mata Ibu Ruth langsung membelalak. Ia baru saja tersadar

  • Dosenku Penyembuh Lukaku   Bab 180

    Semua orang yang ada di ruangan itu sedang menunggu jawaban dari Pak Johnson. Wajah Clara terlihat tegang. Ia berusaha untuk tetap tenang walaupun jantungnya sedang berdetak dengan cepat. Sedangkan Eva, ia terlihat sangat tenang, seolah-olah ia sudah mengetahui hasil yang akan diumumkan.P

  • Dosenku Penyembuh Lukaku   Bab 179

    Di dalam ruang Aetherion, Eva beserta keempat anggota yang lain sedang berkumpul untuk membahas strategi yang akan mereka gunakan nantinya."Hm ... begitu, ya? Aku sudah paham mengenai strategi kalian. Menurutku layak untuk dicoba nanti. Tapi, akan lebih baik kalau kita juga mempersiapkan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status