MasukBAB: 2
KESAL Sementara Sherli di sebrang sana dengan kekasih gelapnya kembali meneruskan aksi bejadnya itu. Walau barusan Shankar tengah melabraknya. Mereka seakan tidak peduli dengan aksi Shankar yang sudah melakukan bogem mentah terhadap aksi keduanya. Sherli dan juga kekasih gelapnya yang bernama Bagas, seakan sedang di mabuk asmara. Bagas menghujani ciuman kepada Sherli yang seakan kehausan dengan belaian napsu yang membara. "Argh.... Mas, kamu luar biasa,," Sherli terus meracau tidak karuan yang membuat Bagas seakan menjadi lelaki hebat di mata wanita tersebut. "Kamu di depan Shankar nangis dan aku cemburu,," ucap Bagas sambil melekatkan pelukanmya dan menghujani ciuman. "Aku tadi sedang bersandiwara. Dasar lelaki bodoh, selama ini dia sudah di tipu sama aku," Sherli tersenyum penuh kemenangan sambil menikmati setiap ciuman yang di berikan oleh Bagas lelaki hidung belang itu. "Good job honey, hahaha,,," Bagas tertawa lepas. Lelaki tersebut seakan puas tatkala mendengar penjelasan dari Sherli. "Apa kamu akan memutuskan tunangan kamu juga?" tanya Sherli dan sejenak dia melepaskan ciuman Bagas dan menatap lekat. Bagas nampak terkesiap dan mencoba menyenangkan hati Sherli dengan pura-pura berkata kalau Sherli adalah satu-satunya wanita saat ini dalam dirinya. Dan dia pasti akan memutuskan Zara tunangannya. "Yes, honey,,,! Kamu jangan khawatir," ucap Bagas dengan kembali menciumi bibir mungil Sherli. Betapa melayang hati Sherli dibuatnya karena itulah yang mau dia dengar dari mulut Bagas. Dia ingin kalau dialah pemenangnya untuk mendapatkan hati Bagas. Karena tunangannya Bagas yang bernama Zara yang kini tengah berseteru dengannya, hanya karena masalah pekerjaan merasa akan sedih jika diputuskan oleh Bagas. ••• Setengah jam sudah mereka melepas rasa napsu dan aksi bejadnya. Bagas terlihat kecapean dan tertidur. Sherli menatap sempurna ke arah wajah Bagas dengan hati yang ragu dan bimbang. Dia berpikir apakah Bagas akan benar-benar memutuskan hubungannya dengan Zara. Sherli pun mempunyai niat licik dan nampak dia mengambil ponselnya yang berada di atas nakas. Kemudian Sherly mendekatkan tubuhnya ke arah Bagas yang masih belum memakai baju. Sherly pun kemudian memfoto dirinya bersama Bagas yang tengah berpelukan. Jepret.. Jepret.. Beberapa kali dia memfoto dirinya bersama Bagas dengan fose yang mesra dan seakan-akan mereka sudah memadu adegan panas. Niat dia ingin mengirimkan gambar tersebut kepada Zara, agar hati Zara mendidih tidak karuan dibuatnya. Sherli tersenyum puas saat mendapatkan satu foto yang menurut dia sesuai dengan keinginannya. Tangan Bagas tengah memeluk tubuh Sherli dan Sherli pun membalas memeluk erat. Ting... Pesan gambar pun di berikan oleh Sherli untuk Zara. Antara Zara dan Sherli kedekatan mereka cukup baik sebelumnya karena mereka satu kantor. Tapi sudah sebulan ini Zara dan Sherli di pindahkan kantor tempat mereka karena terjadi perselisihan kecil di antara mereka dan sang bos berusaha memindahkan Sherli ke tempat kerja yang baru. Sherli merasa tidak nyaman berada di tempat baru tersebut dan dia kesal terhadap Zara. Karena kekesalannya itu Sherli pun punya niat licik untuk memutuskan hubungan Zara dan Bagas. Mungkin Bagas seperti mendapatkan durian runtuh karena Sherli yang notabene wanita yang sangat di impikannya sedari dulu. Selain Sherli cantik dia juga kaya. Beda dengan Zara yang kondisinya sederhana dan kalau di bandingkan dengan Sherli, Zara wajahnya biasa saja. Tapi apa mungkin Bagas bisa berpisah dengan Zara sedangkan keluarga dari Bagas sudah menyayangi Zara dengan sepenuh hati. °°° DEG Dada Zara mendidih saat melihat foto sang tunangannya itu tengah berpelukan mesra dengan Sherli yang notabene wanita tersebut adalah seseorang yang kini tengah bermasalah dengan dirinya. Zara terlihat menitikkan air mata dan ingin segera menelepon Bagas sang tunangannya itu. Namun dia pun harus bisa menahan diri agar jangan tersulut emosi, karena dia pun harus memainkan drama yang cantik di hadapan lelaki brengseknya itu. Zara tersenyum getir ketika membayangkan kalau nanti dia akan langsung berbicara kepada kedua orang tua Bagas, kalau anaknya sudah berani mengkhianati dirinya yang notabene kedekatan dirinya dengan kedua orang tuanya Bagas sangat dekat dan erat terjalin. "Orang tua kamu akan merengek kepadaku dan dia akan memohon untuk meminta maaf atas kelakuan bejad kamu!" batin Zara. Namun tidak bisa di pungkiri hatinya hancur berkeping dengan melihat fakta yang ada kalau sang tunangannya itu yang begitu dia cintai sudah tega berbuat bejad terhadap dirinya dengan cara berselingkuh dengan rekan kerjanya. "Sherli, kamu tidak lebih dari wanita murahan yang mau tidur dengan kekasih orang lain. Apa kamu tidak menyadari kalau kamu itu adalah tunangan dari lelaki kaya dan juga baik. Kamu kurang bersyukur, Sharkan juga lelaki tampan yang jadi rebutan semua kaum hawa," Zara meracau dalam diri. °°° Ahhhkkkk--- Bahas menggeliatkan tubuhnya dan membuka matanya secara perlahan. Setelah matanya terbuka dengan sempurna, Bagas pun nampak pandangan matanya mengelilingi area sekitar. Sherli nampak tidak ada di sana, tapi suara bunyi percikan air di dalam kamar mandi terdengar nyaring di kuping Bagas. Nyanyian merdu yang keluar dari mulut Sherli pun terdengar indah di pendengaran Bagas. Terlihat Bagas mengambil ponselnya kemudian dia memberikan sebuah pesan kepada Zara sang tunangannya itu. "Sayang, aku masih diluar kota ya, mungkin nanti pulang sore dan kamu nanti datang ke rumahku ya, kita dinner bareng kedua orang tuaku," tulis pesan Bagas kepada Zara dengan tersenyum mesum. "Baik pasti aku akan datang dan nanti ada kejutan manis untuk kamu Mas," balas pesan Zara dengan dada yang berdegup kencang karena menahan kesal dan sesak yang ada. "Ya sudah Sayang. Mas, mau lanjut meeting lagi ya," tulis pesan kembali dari Bagas. Zara rasanya ingin memarahi Bagas, karena Bagas saat ini tengah membohonginya. Tapi Zara mencoba menahan semua rasa gundahnya, jangan sampai dia tersulut emosi terhadap tunangannya yang pengecut dan menghianatinya. °°° "Sayang, kamu sudah selesai mandinya?" Bagas mencium tengkuk Sherli dan terlihat Sherli tengah memakai handuk yang di lilitkan ke dadanya. Sherli pun merasa geli dibuatnya dan tersenyum manja. "Sayang, mendingan kamu mandi sana. Biar segar," Sherli mencubit hidung mancung Bagas dengan nada bicara yang menggoda. Bagas terlihat mencium bibir Sherli dengan penuh gairah. Sepertinya dia tidak tahan dengan melihat Sherli dengan rambut basah yang terurai dan tubuhnya yang putih mulus. "Ahhkk--- Mas, aku cape," Sherli dengan cepat melepaskan pelukan Bagas yang begitu erat. Bagas pun melepaskan ciuman dan pelukannya sambil tersenyum puas. Dalam dirinya berpikir Sherli sudah terjerat cintanya yang sebenarnya hanya semu belaka. "Mas, kamu tidak sedang membohongi aku kan? Kamu akan putus dengan Zara tunangan kamu?" tanya Sherli menatap lekat. BersambungBANGKRUT Tatkala didalam mobil Zara dan juga Bagas bertengkar hebat. Zara sepertinya saat ini dihinggapi rasa malu terhadap semua orang yang berada di salon tadi dan juga cemburu terhadap Sherli. "Sayang masa kamu cemburu sama dia, lihat saja keadaannya dia sekarang. Selain sakit, diapun sudan tidak cantik lagi," Bagas menggenggam jemari tangan Zara yang lentik.Dengan cepat Zara melepaskannya seakan tidak mau di rayu. "Berarti kalau dia tidak sakit kamu mau kembali bersamanya?" Zara matanya melotot ke arah Bagas seperti hendak menerkam suaminya tersebut.Bagas nampak gugup dan menghela napas panjang seakan kehabisan kata. Zara pun mengungkit masa lalu Bagas bersama Sherli, wanita tersebut seakan tidak terima jika masa lalu Bagas sangat indah bersama Sherli. Bagas pun tidak tahu harus meyakinkan hati Zara seperti apa, dan dia pun tidak fokus mengendarai mobilnya itu.BRUKMobil yang di kendarai oleh Bagas dan Zara pun akhirnya menubruk pohon besar sangat kencang. Dan kedua oran
MEMAKAI KURSI RODA"Jadi kakiku lumpuh dan aku harus memakai kursi roda," ucap Sherli begitu lirih dengan mata yang berkaca-kaca dan nampak wajahnya terlihat sangat pucat.Wanita yang sudah mengkhianati tunangannya dulu itu, menjambak rambutnya sendiri dan berteriak. Dia seakan tidak terima dengan apa yang terjadi pada dirinya saat ini. Dia pun memukul-mukul kakinya sendiri dan hal tersebut buat panik Sonya sang Mama. Sonya pun memanggil suster untuk segera masuk ke ruangan dimana Sherli berada. Setelah sang suster datang dan memberikan obat agar Sherli lebih tenang keadaannya. Nampak Sherli terlihat lemah dan secara perlahan matanya pun terpejam tidur. Sonya menangis sesunggukkan. Dia pun seakan tidak percaya dengan apa yang kini tengah menimpa kondisi anaknya tersebut."Sabar ya nyonya, ini ujian," ucap sang art yang selalu menemani. Sang art yang selalu setia menemani keluarga Sonya sangat terpukul dengan kabar berita tersebut, kalau Sherli mengalami kelumpuhan dan nantinya h
"Mamaa.." Suara keras Sherli memanggil sang Mama buat Sonya yang tengah menikmati kopi di pagi hari wanita paruh baya tersebut terkejut dan panik.Dengan cepat Sonya menyeret langkah kakinya menuju kamar mandi dimana keberadaan Sherli disana. Tok...Tok...Tok..."Sayang, kamu kenapa? Buka pintunya! Sherli, kamu baik-baik saja kan." Sonya beberapa kali mengetuk pintu namun Sherli di dalam kamar mandi sana tidak menjawabnya dan yang terdengar hanyalah suara erangan rasa sakit yang begitu memilukan."Mamaa...""Apakah non Sherli jatuh," ucap sang art dengan dihinggapi rasa khawatir.Sonya sontak gelisah yang nampak terlihat dari gestur tubuhnya dan dalam hatinya berpikir, apa mungkin yang di ucapkan oleh sang art benar adanya kalau sang anak terjatuh.Sonya pun akhirnya sekuat tenaga membuka paksa atau mendobrak pintu yang tengah terkunci di dalam sana.BRUKPintu pun terbuka lebar setelah di dobrak oleh Sonya. Dengan tangan gemetar Sonya membuka pintu begitu lebar. Mulut Sonya pun me
PENGADILAN"Kita putus saja!" ucap Henri terdengar kesal dan penuh amarah ketika berucap kepada Karin.Sontak Karin terkejut dibuatnya, tatkala mendengar kata pisah dari Henri yang selalu memberikan pundi-pundi rupiah kepada dirinya. Karin seakan tidak rela jika harus berpisah dengan kekasih hatinya itu karena bagaimanapun Henri begitu baik dan perhatian full, lelaki itu selalu memberikan masalah finansial kepada dirinya. Wanita licik tersebut berpikir mungkin tidak ada lelaki yang begitu full memberikan materi yang berkelimpahan kepada dirinya. Bagas pun ketika dulu tidak pernah memberikan full masalah materi, seperti yang dilakukan seperti Henri. "Sayang, kamu tidak sedang becanda kan," suara lirih Karin seakan memelas tidak ingin pisah dari Henri.Di pagi buta Henri sudah datang menemui Karin yang masih tertidur lelap, dan Henri mendapatkan kabar dari seorang temannya kalau temannya tersebut sudah menemukan Karin tengah berada di kafe bersama Bagas lalu mereka memasuki mobil. Hen
KEHADIRAN BAYI CANTIK Beberapa bulan kemudian.Shenna yang tengah hamil besar sedang menunggu kelahirannya. Shankar yang sangat sibuk bekerja di kantor selalu meluangkan waktunya untuk menelepon kepada sang istri yang sebentar lagi akan melahirkan benih dari cintanya."Sayang, mungkin sudah saatnya kamu untuk melahirkan." ucap Shankar di layar sambungan video call.Shankar menatap penuh rasa khawatir terhadap sang istri yang begitu sangat dia sayangi dan cintai.Sepertinya Shenna sudah waktunya untuk melahirkan dan Shankar akhirnya ijin pulang dari kantornya untuk mengantar Shenna pergi ke rumah sakit.•••Sesampainya di rumah Shankar dengan cepat memeluk Shenna dan mencium kening sang istri sambil mengusap lembut rambutnya yang nampak peluh mulai bercucuran.Karena jauh hari kedatangannya sang bayi sudah di sambut oleh mereka . Jadi peralatan bayi yang sudah tertata rapi di dalam tas pun mereka siapkan dengan matang dan sempurna."Ayo Sayang! Kita menuju mobil hati-hati jalannya Say
PERTEMUAN BAGAS DAN KARINBagas tengah duduk menikmati secangkir kopi di sudut kursi sebuah kafe dengan santainya sambil sesekali membalas pesan yang muncul di ponselnya.Sementara terlihat seorang wanita memasuki kafe tersebut dengan pakaian seksi dan rambutnya nampak di ikat satu ke arah belakang seakan tengah memperlihatkan lehernya yang jenjang.Tatapan wanita tersebut mengarah ke meja Bagas dan dia menyipitkan matanya lalu tersenyum puas."Itu kan Bagas." batinnyaWanita tersebut tidak lain adalah Karin, sang mantan kekasihnya dulu atau wanita simpanan dari Henri, papa dari Sherli.Dengan langkah lebar Karin menuju arah dimana Bagas tengah duduk santai "Hallo, akhirnya kita bertemu lagi," ucap Karin sambil menepuk pundak Bagas. Sontak Bagas terkesiap dibuatnya dan dia pun menoleh ke arah bunyi suara wanita yang memanggil namanya.Bagas membuka matanya dengan lebar seakan tidak percaya dengan sosok wanita yang kini tengah berada di hadapannya itu."Ka-- Karin." dengan gugup Baga







