Home / Romansa / Duda Tampan Bertemu Janda Cantik / PERTEMUAN DUDA TAMPAN DAN JANDA CANTIK

Share

PERTEMUAN DUDA TAMPAN DAN JANDA CANTIK

Author: Rini Alnabil
last update Last Updated: 2026-01-23 08:44:14

BAB: 7

PERTEMUAN DUDA TAMPAN DAN JANDA CANTIK

Beberapa bulan kemudian.

Shankar pun memulai kehidupannya kembali seperti biasa tanpa sosok Sherli di sampingnya. Meskipun Sherli merengek meminta untuk kembali karena Bagas begitu saja meninggalkannya. Padahal Bagas sudah tega menggagahi tubuh Sherli dan Bagas pun pada akhirnya kembali ke pelukan Zara meskipun saat itu Zara menolak untuk kembali bersama lelaki brengsek tersebut. Namun karena Zara kedekatannya sangat akrab dengan kedua orang tuanya Bagas jadi Zara pun merasa kasihan setelah kedua orang tuanya Bagas memelas agar Zara kembali dengan Bagas. 

Shankar terlihat begitu sibuk dengan aktivitas pekerjaannya. Shankar yang seorang direktur perusahaan di bidang ekspor-impor itu seakan menikmati rutinitas pekerjaannya walau lelah menghinggapi. Namun buat Shankar semua itu seakan tidak menjadi penghalang, justru dengan dia menyibukkan diri otomatis dia akan lebih dalam melupakan sosok Sherli. 

"Shan besok kita akan ada acara pergi ke Bandung apa kamu mau ikut?" ajak teman Shankar yang tiba-tiba datang ke kantor Shankar. 

Shankar yang sedang sibuk dengan urusan pekerjaannya, seketika terkesiap dengan bunyi suara yang tiba-tiba muncul itu. Shankar mendongakkan kepalanya dan tersenyum sinis kepada temannya tersebut yang bernama Helmi lelaki keturunan arab. 

"Kamu kebiasaan kalau masuk ruanganku tidak mengetuk pintu," Shankar matanya mendelik. Tapi dia nampak melangkahkan kakinya ke arah Helmi yang sedang berdiri tegak di hadapannya itu. Kedekatan Shankar dan juga Helmi sudah tidak di ragukan lagi mereka seperti saudara sendiri namun ketika Shankar mengalami kecelakaan Helmi sedang berada diluar kota.

"Gimana mau tidak kita pergi ke Bandung," Helmi memeluk erat tubuh Shankar sambil tertawa terkekeh. Kebiasaan mereka jika bertemu selalu berpelukan. 

Shankar terdiam sejenak sambil menyeret langkah kakinya ke kursi sofa, kemudian dia meremas rambutnya dengan kasar dan wajahnya terlihat lelah sekali. 

"Jarak kota kita ke Bandung cuma 2 atau 3 jam kalau macet jadi kita bisa bolak-balik pergi kesana. Mau nggak kamu antar aku ke pesta pernikahan temanku. Siapa tahu nanti di tempat pesta bertemu dengan seorang wanita. Hehehe" Helmi menggoda Shankar.

"Oke--oke--!" Shankar seakan tidak mau mendengar ocehan-ocehan dari temannya itu yang buat kupingnya berdenyut panas. 

"Hahaha--- You need recreation, Shan---!" Helmi tetawa lepas seakan mengejek temannya itu. 

DRET--

DRET--

Tiba-tiba disaku celana Helmi terdengar bunyi suara telepon masuk dan dengan sigap Helmi pun mengangkat bunyi suara telepon tersebut karena yang tertera nama di telepon tersebut adalah kekasih hatinya. 

"Hallo honey"

Helmi terdengar menerima sambungan telepon dari kekasihnya itu begitu bersemangat dan mesra seakan melupakan Shankar yang sedang duduk di sana. Shankar terlihat setia menanti ketika sang teman tengah menelepon kekasih hatinya tersebut.

"Shan gue cabut dulu ya, pacar gue udah nunggu di hotel hehehe, besok jadi ya antar gue ke Bandung," ucap Helmi sambil berlalu dari hadapan Shankar. 

Shankar terlihat hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya. Dalam hati Shankar berpikir temannya tersebut sudah tidak aneh kelakuannya yang tiba-tiba datang dan pergi selalu buat dadakan.

°°°°

Keesokan harinya Shankar pun bersama Helmi pergi ke kota Bandung. Shankar terlihat berpenampilan santai dengan memakai celana katun pendek dan kaos karena acara akan dimulai malam hari sementara mereka pergi ke Bandung di pagi hari. 

Tiba di Bandung pukul 10 pagi dan mereka langsung menginap di sebuah hotel. Helmi yang sudah dari hari kemarin melepas rindu dengan pacarnya tiba di hotel dia pun langsung beristirahat tidur. Sementara Shankar memilih keluar hotel. Shankar nampak pergi ke sebuah kafe di daerah Dago atas yang udaranya terasa dingin dan kebetulan siang itu hujan turun. 

Shankar setiba di kafe langsung memesan secangkir minuman coklat panas dan juga croissant. Hawa dingin terasa menusuk kulitnya yang beberapa bulan ini tubuhnya mengalami turun berat badan karena rasa cape yang mendera. 

Shankar terlihat matanya mengelilingi area sekitar dan di kafe tersebut terasa sepi karena pengunjung tidak ada. Tapi tatkala Shankar sudut matanya mengarah ke ujung kafe dan disana terlihat sesosok wanita cantik dengan bola mata yang tajam dan berwarna hitam pekat nampak tengah fokus dengan ponselnya dengan pandangan matanya menunduk. Meskipun dalam keadaan menunduk tapi guratan kecantikannya sungguh buat Shankar terpesona dibuatnya. 

Tiba-tiba wanita tersebut terlihat menitikkan air mata tapi dengan cepat dia pun mengusap air mata tersebut yang terus menerus lolos di ujung matanya. Beberapa kali wanita tersebut menghela napas berat dan wanita tersebut terlihat menggeser kursi.

BRUK

Wanita itu terjatuh seakan tidak bisa menopang tubuhnya yang terlihat tinggi langsing tersebut. Sontak Shankar terkesiap dibuatnya dan dengan cepat Shankar pun menyeret langkah kakinya ke arah wanita tersebut dan terlihat wajahnya sangat pucat.

"Mas tolong wanita ini pingsan," ucap Shankar kepada karyawan yang tengah berdiri di dekat kasir.

"Bawa saja ke ruangan belakang," ucap salah seorang karyawan. 

Entah mengapa Shankar merasa iba terhadap wanita tersebut. Shankar pun mengangkat wanita tersebut ke arah ruangan kafe yang berada di belakang.

•••

Ahhhkkk..

Terlihat wanita tersebut menggeliatkan tubuhnya dan membuka matanya secara perlahan. Wanita tersebut matanya berselancar ke area ruangan dan dia nampak terkesiap tatkala bola matanya yang berwarna hitam pekat beradu pandang dengan Shankar. 

"Are you okay!?" 

Shankar dihinggapi rasa khawatir dan tatapan mata dari Shankar seakan membuat sang wanita terpesona dibuatnya. Pesona lelaki keturunan India tersebut sepertinya buat hati wanita itu terpesona dibuatnya. Shankar lelaki dengan bentuk fisik yang berhidung mancung, rahang tegas dan bermata elang. 

"I'm fine. Who are you?'

Wanita cantik berlesung pipi dan bola mata hitam pekat yang indah tersebut berucap dengan gugup dan tersipu malu berucap kepada Shankar.

"Tadi kamu pingsan dan saya bawa kesini," jawab Shankar tak kalah gugupnya ketika beradu pandang dengan wanita tersebut. 

Wanita tersebut pun sekilas memejamkan matanya seakan sedang mengigat kejadian yang sudah terjadi. Setelah dia mengingat semuanya wanita tersebut pun akhirnya membuang napas kasar. 

"Terima kasih sudah menolong saya. Nama saya Shenna," wanita tersebut kemudian bangun dari tempat itu dan sepertinya dia mau beranjak dari sana namun tiba-tiba kepalanya masih berdenyut dan terasa sakit karena nampak dia memegang keningnya dan memijitnya sekilas. 

"Kamu masih sakit bagaimana kalau saya bawa kamu ke dokter kebetulan di depan kafe ini ada rumah sakit," ajak Shankar dengan penuh hati-hati ketika dia menawarkan ajakan kepada Shenna. 

Sontak Shenna terkesiap dibuatnya dengan tawaran Shankar karena dia baru saja mengenal lelaki tersebut. Tapi sosok Shankar begitu berani mengajak dirinya pergi ke dokter untuk berobat. 

"Ma---Maaf," 

Terlihat Shankar salah tingkah dihadapan Shenna karena baru saja dia mengajak Shenna untuk berobat pergi ke dokter. Nampak Shenna pun berpikir dalam dirinya mengapa lelaki tersebut begitu peduli terhadap dirinya padahal baru pertama kalinya dia bertemu.

Bersambung...

 

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Duda Tampan Bertemu Janda Cantik    KESAL DAN CEMBURU

    KESAL DAN CEMBURU Shenna terlihat berjalan dengan cepat dan ingin menjauh dari sosok Sherli yang mencoba untuk memaksa dirinya agar masuk ke dalam mobilnya. Entah mengapa terasa berdebar dada Shenna saat ini dan sepertinya dia ketakutan dibuatnya. BRUKBadan Shenna bertabrakan dengan Bagas dan Shenna pun nampak terkejut dengan sosok lelaki yang tengah berada di hadapannya itu, karena lelaki tersebut adalah Bagas. Lelaki yang sudah menjebaknya di dalam kamar hotel. Sementara Bagas hanya tersenyum n4kal ke arah Shenna dan nampak dia mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengan Shenna namun terlihat Shenna seakan tidak peduli dan menolaknya."Shenna apa kabar, kamu kok ada di sini?" ucap Bagas terdengar mendekat ke arah Shenna."Jangan mendekat!" Shenna secara perlahan memundurkan langkah kakinya."Kamu jangan sombong, Shenna Sayang," Bagas tertawa terkekeh dan hal tersebut buat Shenna semakin mu4k dibuatnya."Kalau kamu berani macam-macam aku akan teriak," ancam Shenna. "Jangan begi

  • Duda Tampan Bertemu Janda Cantik    SHENNA BERTEMU SHERLI

    SHENNA BERTEMU SHERLI Shenna nampak sedang berada di dalam mobil travel dan kebetulan mobil yang dia tumpangi kosong, hanya ada tiga orang di sana. Shenna nampak matanya menyusuri perjalanan, sepanjang jalan yang dia tempuh. Shenna tidak mau menyia-nyiakan kesempatan perjalanan ke kota metropolitan itu. Gedung dan apartemen yang menjulang tinggi seakan takjub mata memandang dan perjalanan yang macet menambah suasana jemu, tapi mungkin seru. Karena selama dia tinggal di kota kelahirannya yaitu kota Bandung, di setiap jalan jarang terjadi kemacetan dan suasana terasa sejuk dengan pepohonan berwarna hijau. Beda ketika dia sekarang tengah berada di kota yang panas dan kemacetan lalu lintas terjadi di setiap sudut jalan yang dia lalui. "Neng, udah sampai," ucap sang supir. Mobil yang di tumpangi oleh Shenna pun akhirnya berhenti di seberang sebuah Mall. Shenna terlihat tersenyum ramah ke arah sang supir karena sudah memberitahu dirinya dengan sampainya di tempat tujuan. Shenna terlihat

  • Duda Tampan Bertemu Janda Cantik    AKAL LICIK

    AKAL LICIKJeevika anak dari Shankar terlihat mengernyitkan dahinya karena dia tengah membaca isi pesan chat dari ponselnya dengan nomor yang tidak dikenal. Sang Papa yaitu Shankar terlihat seperti dihinggapi rasa heran dengan sang anak yang terlihat gelisah dari raut wajahnya. Kemudian Shankar pun menghampiri sang anak yang sedang duduk di teras halaman rumah."Anak Papa lagi ngapain?" Shankar mencium lembut kening sang anak. Terlihat Jee memberikan ponselnya kepada sang Papa lalu memperlihatkan isi pesan chat yang ditulis oleh nomor yang tidak di kenal. Nampak Shankar terlihat kesal dengan pesan yang tertulis di sana. "Jee anak manis dan juga cantik. Jee harus hati-hati karena Papa sekarang sedang dekat dengan wanita dan siapa tahu wanita tersebut merebut hati Papa sepenuhnya dan akhirnya Jee tidak diberikan kasih sayang lagi oleh Papa," terlihat pesan tersebut dibaca oleh Shankar dari ponsel Jee. Terasa mendidih darah Shankar saat membaca isi pesan tersebut karena isi pesan terse

  • Duda Tampan Bertemu Janda Cantik    PERTEMUAN SHANKAR DAN SHENNA

    PERTEMUAN SHANKAR DAN SHENNA Shankar mendekap tubuh Shenna begitu erat tatkala berada di rumah Tante Jessi. Rasa rindu yang membuncah yang mereka pendam selama ini akhirnya tertumpahkan juga. Tante Jessi yang tengah melihat kedua sepasang kekasih yang sedang meluapkan kerinduannya seakan haru dibuatnya. Sang Tante seakan merasakan kegundahan hati dari kedua orang yang tengah berada di hadapannya itu. Kemudian Tante Jessi pun melengos ke belakang untuk menyiapkan minuman dan makanan untuk tamu spesialnya. Walaupun ada ART, tapi sang Tante seakan ingin memperlakukan tamunya dengan sambutan dia yang istimewa.Shankar dan juga Shenna terlihat duduk di atas kursi sofa. Keduanya nampak tersenyum dan terharu karena sudah lama tidak bertemu. Shankar memandang lekat ke arah sang kekasih dengan penuh cinta dan kasih sayang. Sementara Shenna pandangan matanya menunduk dan terlihat tersipu malu. Pikiran Shenna sepertinya sedang berkecamuk tidak karuan karena dia tengah memikirkan para lelaki hid

  • Duda Tampan Bertemu Janda Cantik    SHENNA DI JEBAK

    SHENNA DI JEBAK"Oke, baiklah saya akan datang," ucap Shenna di sambungan teleponnya, ketika Bagas meneleponnya dan menjanjikan akan kembali memberikan Shenna kerjaan, yaitu menjadi model gaun pengantin produk temannya yang seorang desainer.Terlihat Shenna dandan begitu cantik karena akan bertemu dengan relasi bisnisnya dan dia tidak mau mengecewakan rekan bisnisnya tersebut. Singkat cerita tatkala sudah tiba di lokasi yaitu sebuah restoran nampak Bagas sudah duduk. Bagas pun terlihat begitu tampan dan berpakaian rapi. Shenna duduk di hadapan Bagas dan Bagas pun terlihat memanggil pelayan restoran untuk memesan minuman dan makanan. Bagas pamit dan terlihat melengos ke belakang dengan mengikuti pelayan tersebut. Sebelum pamit Bagas tersenyum lebar ke arah Shenna dan berkata. "Temanku akan datang sekitar 1 jam lagi karena perjalanan macet," ucap Bagas berbohong. Shenna hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum tipis. °°°°"Silahkan!" Sang pelayan menyimpan pesanan di atas meja.

  • Duda Tampan Bertemu Janda Cantik    SHERLI KESAL

    SHERLI KESALShankar di sambungan teleponnya menghujani berbagai pertanyaan kepada Shenna dan sepertinya Shenna pun dibuat bingung dengan pertanyaan yang diberikan oleh Shankar, karena kekasihnya tersebut seakan cemburu dan mengulangi pertanyaan yang sama. Padahal Shenna sudah berkata jujur kalau dirinya sudah memperagakan baju rancangan Elizabeth."Sayang, kamu tidak bohong kan sama aku?" tanya Shankar.Mungkin dalam hati yang paling dalam, sejujurnya Shankar sangat cemburu dengan foto gambar yang di kirim oleh nomor yang tidak dikenal. Tapi dia pun seakan menyadari kalau nomor tersebut adalah nomor Sherli. Foto Shenna yang terlihat mesra dan Bagas yang tengah menyenderkan kepalanya ke arah bahu Shenna. Tapi Shankar pun sepertinya akan lebih hati-hati, dia tidak mau gegabah untuk menuduh Shenna karena dia tahu sifat dari mantan tunangannya seperti apa. Sherli sosok yang licik dan Shankar sudah berpikir kalau ini hanya sebuah jebakan. Shankar berpikir Bagas dan Sherli punya rencana

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status