LOGINBAB: 8
MANTAN SHENNA DATANG Shenna terlihat bangkit dari ranjang yang telah tersedia di kafe tersebut. Kemudian dia kembali memegang keningnya yang terasa berdenyut sakit. Sementara keberadaan Shankar masih setia di sana. Shankar terlihat fokus di layar ponselnya dan duduk di ruangan tersebut seakan sedang menunggu pasien yang sedang sakit. DRET-- DRET-- Tiba-tiba suara ponsel bergetar di sambungan telepon Shenna. Terlihat wanita cantik tersebut mengangkatnya namun dengan wajah yang terlihat cemberut dan tidak bersahabat. "Sudah cukup ya, kamu jangan menelepon aku lagi. Karena kita sudah cerai dan kamu jangan pernah menggangguku lagi. Aku cape--!" Shenna terdengar bergetar ketika berucap dan matanya berembun seakan akan ada air mata yang akan tumpah di sana. Sontak Shankar pandangan matanya mengarah ke Shenna yang terdengar emosi di sambungan teleponnya. "Pokoknya kamu jangan kesini. Aku tidak mau bertemu kamu lagi!" Shenna kembali berucap dengan nada suara kesal. "Pasti Citra sahabatku yang memberitahu lelaki brengsek itu, kalau aku sedang ada disini," batin Shenna. Terlihat Shenna pun menutup sambungan teleponnya dan menyimpan telepon tersebut ke dalam tas-nya dengan kasar. Shenna kemudian melangkahkan kakinya ke arah pintu dan sebelum dia keluar nampak dia berucap kata terima kasih kepada Shankar. "Terima kasih sekali lagi, kamu sudah menolong saya," Shenna tersenyum tipis ke arah Shankar dengan pandangan sekilas melirik ke arah lelaki keturunan India tersebut. Entah mengapa terasa ada aliran listrik yang mengalir dan menyengat hinggap kepada kedua insan tersebut. Dada mereka bergemuruh hebat saat mata beradu pandang. Wajah mereka pun nampak gugup dan salah tingkah. Pesona keduanya seakan menghipnotis hatinya masing-masing. Bola mata Shenna berwarna hitam pekat yang nampak terlihat tegas, namun terasa teduh buat Shankar betah memandang, juga di tambah lagi dengan lesung pipinya yang seakan menambah terpancar aura kecantikannya. Begitupun dengan pesona ketampanan dari Shankar yang berhidung mancung dan bermata elang, seakan buat Shenna hatinya gelisah tidak karuan tatkala beradu pandang. "You don't go to the doctor first and let me take you," Shankar memberikan tawaran kepada Shenna untuk pergi berobat ke dokter. Entah mengapa Shankar merasa khawatir, tatkala barusan ketika Shenna menerima sambungan telepon dari seseorang di sebrang sana. Bagi Shankar itu adalah sebuah ancaman karena ketika Shenna berucap yang terdengar dia sedang berselisih paham dan Shankar pun menduga kalau Shenna tengah berseteru dengan mantan suaminya. "Aku merasa khawatir kepada wanita ini. Ahhhkk--- Ada apa dengan aku ini!" batin Shankar saat ini berkecamuk hebat tidak karuan dibuatnya. "Tidak, terima kasih atas tawarannya," jawab Shenna menolak dengan lembut. Dengan cepat Shenna pun memalingkan wajahnya dari arah Shankar. Shenna dengan cepat keluar dari dalam ruangan tersebut. Sementara Shankar mengekor dari arah belakang. Shenna terlihat berjalan dengan cepat ke arah luar kafe tersebut. Shankar pun hanya bisa memandang punggung Shenna yang terlihat berjalan sangat buru-buru. Shankar terlihat ke arah kasir untuk membayar makanan yang tadi dia pesan dan nampak makanan yang dia pesan belum dia makan karena tadi Shankar keburu menolong Shenna yang tengah terjatuh. ••• Terdengar suara gaduh di halaman kafe dan seperti ada dua orang yang tengah berselisih paham. Shankar secepat kilat pandangan matanya mengarah ke suara tersebut dan Shankar pun seakan sudah hapal dengan suara tersebut. Ya, itu adalah suara dari wanita yang baru saja dia tolong yaitu Shenna. "Aku sudah tidak ada hubungan lagi dengan kamu dan lebih baik kamu jangan ganggu aku lagi." tegas Shenna kepada lelaki yang berbadan tegap dan berkulit sawo matang. Terlihat Shenna di tarik pergelangan tangannya dengan kuat dan kasar oleh lelaki itu yang mengakibatkan rasa ngilu dibuatnya. Shenna pun terlihat dengan kuat menghempaskan tangannya. Namun tenaga lelaki yang tengah mencengkeram lengan Shenna tersebut jauh lebih kuat dari tenaga Shenna seorang wanita. "Dengar ya, aku ingin kita rujuk dan mohon ampuni kesalahan aku. Pokoknya aku tidak mau berpisah dengan kamu," sorot mata dari lelaki tersebut terlihat tajam dan merah menyala yang membuat Shenna dihinggapi rasa takut. Pandangan mata Shenna berselancar dan dia pun nampak melirik ke arah Shankar seakan ingin meminta pertolongan. "Lepaskan aku Mas, lepaskan--!" teriak Shenna. Sepertinya teriakan Shenna seakan tidak berarti bagi lelaki tersebut. Dia pun seakan kesal dibuatnya karena Shenna tidak mau diam dan suaramya keras yang buat lelaki tersebut kesal dibuatnya karena dia pikir. Dia malu oleh orang yang tengah berada di kafe tersebut karena Shenna seakan buat kegaduhan. "Diammm---!!' Lelaki tersebut melotot ke arah Shenna dan nampak tangan kanannya sudah mengepal seakan ingin melakukan tindakan kekerasan kepada Shenna. Shankar yang melihat wanita di perlakukan dengan kasar dia pun seakan tidak kuasa untuk segera menolongnya. Shankar terlihat dengan cepat menyeret langkah kakinya menuju halaman kafe dimana Shenna tengah berselisih paham dengan lelaki tersebut. "Hai Mas! Jangan kasar terhadap wanita," celetuk Shankar dengan pandangan lekat ke arah lelaki tersebut. Sontak lelaki itu pandangan matanya mengarah ke Shankar. Lelaki tersebut menatap tidak suka kepada Shankar. "Siapa kamu? Jangan ikut campur urusan saya," tegas lelaki itu dengan tatapan sinis dan kesal kepada Shankar. "Dia seorang wanita Mas, kamu jangan memperlakukannya dengan kasar," ucap Shankar kembali sambil menatap lengan Shenna yang sedang di pegang erat oleh lelaki itu. "Terserah aku, mau berbuat apapun kepada wanita ini karena dia istriku," ucap lelaki tersebut. "Aku bukan istrimu, kita sudah pisah dua tahun yang lalu. Apa kamu tidak menyadari hal itu." Shenna menatap tidak suka kepada lelaki itu. "Tidak--! Kita akan rujuk dan kamu harus menjadi milik aku lagi," bentak lelaki tersebut dengan emosi yang meluap. Terlihat Shenna meringis menahan rasa sakit tatkala sang lelaki tersebut semakin lekat menegang lengan tangannya. Shankar pun seakan tak kuasa dan kasihan dibuatnya karena Shankar iba terhadap Shenna. Shankar pun membentak lelaki tersebut dengan ucapan meninggi. "Lepaskan--!" Shankar mengepalkan tangannya. BUGG--- BUGG--- BUGG Bogem mentah pun mendarat indah ke perut lelaki itu. Sepertinya kesabaran Shankar sudah tidak bisa di bendung lagi. Shankar tipe lelaki yang penyayang dan lembut terhadap wanita. Jadi tatkala melihat Shenna di perlakukan kasar seperti itu, Shankar pun seakan tidak suka melihatnya. Lengan Shenna seketika di lepaskan oleh lelaki itu, karena lelaki tersebut sepertinya tengah menahan rasa sakit akibat pukulan dari Shankar yang terasa ngilu. Nampak terlihat orang di sekitar kafe pun berhamburan melihat pertengkaran di antara mereka. Semua orang terdengar mencibir lelaki tersebut. Dan akhirnya lelaki tersebut pun dengan cepat meninggalkan tempat itu dengan pandangan mendelik ke arah Shankar. "Kamu tidak apa-apa Shen," dengan lembut Shankar berucap dan nampak pergelangan tangan dari Shenna di usap lembut oleh Shankar dan sepertinya Shankar mengkhawatirkan keadaan Shenna yang terlihat meringis menahan rasa sakit. Bersambung..KESAL DAN CEMBURU Shenna terlihat berjalan dengan cepat dan ingin menjauh dari sosok Sherli yang mencoba untuk memaksa dirinya agar masuk ke dalam mobilnya. Entah mengapa terasa berdebar dada Shenna saat ini dan sepertinya dia ketakutan dibuatnya. BRUKBadan Shenna bertabrakan dengan Bagas dan Shenna pun nampak terkejut dengan sosok lelaki yang tengah berada di hadapannya itu, karena lelaki tersebut adalah Bagas. Lelaki yang sudah menjebaknya di dalam kamar hotel. Sementara Bagas hanya tersenyum n4kal ke arah Shenna dan nampak dia mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengan Shenna namun terlihat Shenna seakan tidak peduli dan menolaknya."Shenna apa kabar, kamu kok ada di sini?" ucap Bagas terdengar mendekat ke arah Shenna."Jangan mendekat!" Shenna secara perlahan memundurkan langkah kakinya."Kamu jangan sombong, Shenna Sayang," Bagas tertawa terkekeh dan hal tersebut buat Shenna semakin mu4k dibuatnya."Kalau kamu berani macam-macam aku akan teriak," ancam Shenna. "Jangan begi
SHENNA BERTEMU SHERLI Shenna nampak sedang berada di dalam mobil travel dan kebetulan mobil yang dia tumpangi kosong, hanya ada tiga orang di sana. Shenna nampak matanya menyusuri perjalanan, sepanjang jalan yang dia tempuh. Shenna tidak mau menyia-nyiakan kesempatan perjalanan ke kota metropolitan itu. Gedung dan apartemen yang menjulang tinggi seakan takjub mata memandang dan perjalanan yang macet menambah suasana jemu, tapi mungkin seru. Karena selama dia tinggal di kota kelahirannya yaitu kota Bandung, di setiap jalan jarang terjadi kemacetan dan suasana terasa sejuk dengan pepohonan berwarna hijau. Beda ketika dia sekarang tengah berada di kota yang panas dan kemacetan lalu lintas terjadi di setiap sudut jalan yang dia lalui. "Neng, udah sampai," ucap sang supir. Mobil yang di tumpangi oleh Shenna pun akhirnya berhenti di seberang sebuah Mall. Shenna terlihat tersenyum ramah ke arah sang supir karena sudah memberitahu dirinya dengan sampainya di tempat tujuan. Shenna terlihat
AKAL LICIKJeevika anak dari Shankar terlihat mengernyitkan dahinya karena dia tengah membaca isi pesan chat dari ponselnya dengan nomor yang tidak dikenal. Sang Papa yaitu Shankar terlihat seperti dihinggapi rasa heran dengan sang anak yang terlihat gelisah dari raut wajahnya. Kemudian Shankar pun menghampiri sang anak yang sedang duduk di teras halaman rumah."Anak Papa lagi ngapain?" Shankar mencium lembut kening sang anak. Terlihat Jee memberikan ponselnya kepada sang Papa lalu memperlihatkan isi pesan chat yang ditulis oleh nomor yang tidak di kenal. Nampak Shankar terlihat kesal dengan pesan yang tertulis di sana. "Jee anak manis dan juga cantik. Jee harus hati-hati karena Papa sekarang sedang dekat dengan wanita dan siapa tahu wanita tersebut merebut hati Papa sepenuhnya dan akhirnya Jee tidak diberikan kasih sayang lagi oleh Papa," terlihat pesan tersebut dibaca oleh Shankar dari ponsel Jee. Terasa mendidih darah Shankar saat membaca isi pesan tersebut karena isi pesan terse
PERTEMUAN SHANKAR DAN SHENNA Shankar mendekap tubuh Shenna begitu erat tatkala berada di rumah Tante Jessi. Rasa rindu yang membuncah yang mereka pendam selama ini akhirnya tertumpahkan juga. Tante Jessi yang tengah melihat kedua sepasang kekasih yang sedang meluapkan kerinduannya seakan haru dibuatnya. Sang Tante seakan merasakan kegundahan hati dari kedua orang yang tengah berada di hadapannya itu. Kemudian Tante Jessi pun melengos ke belakang untuk menyiapkan minuman dan makanan untuk tamu spesialnya. Walaupun ada ART, tapi sang Tante seakan ingin memperlakukan tamunya dengan sambutan dia yang istimewa.Shankar dan juga Shenna terlihat duduk di atas kursi sofa. Keduanya nampak tersenyum dan terharu karena sudah lama tidak bertemu. Shankar memandang lekat ke arah sang kekasih dengan penuh cinta dan kasih sayang. Sementara Shenna pandangan matanya menunduk dan terlihat tersipu malu. Pikiran Shenna sepertinya sedang berkecamuk tidak karuan karena dia tengah memikirkan para lelaki hid
SHENNA DI JEBAK"Oke, baiklah saya akan datang," ucap Shenna di sambungan teleponnya, ketika Bagas meneleponnya dan menjanjikan akan kembali memberikan Shenna kerjaan, yaitu menjadi model gaun pengantin produk temannya yang seorang desainer.Terlihat Shenna dandan begitu cantik karena akan bertemu dengan relasi bisnisnya dan dia tidak mau mengecewakan rekan bisnisnya tersebut. Singkat cerita tatkala sudah tiba di lokasi yaitu sebuah restoran nampak Bagas sudah duduk. Bagas pun terlihat begitu tampan dan berpakaian rapi. Shenna duduk di hadapan Bagas dan Bagas pun terlihat memanggil pelayan restoran untuk memesan minuman dan makanan. Bagas pamit dan terlihat melengos ke belakang dengan mengikuti pelayan tersebut. Sebelum pamit Bagas tersenyum lebar ke arah Shenna dan berkata. "Temanku akan datang sekitar 1 jam lagi karena perjalanan macet," ucap Bagas berbohong. Shenna hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum tipis. °°°°"Silahkan!" Sang pelayan menyimpan pesanan di atas meja.
SHERLI KESALShankar di sambungan teleponnya menghujani berbagai pertanyaan kepada Shenna dan sepertinya Shenna pun dibuat bingung dengan pertanyaan yang diberikan oleh Shankar, karena kekasihnya tersebut seakan cemburu dan mengulangi pertanyaan yang sama. Padahal Shenna sudah berkata jujur kalau dirinya sudah memperagakan baju rancangan Elizabeth."Sayang, kamu tidak bohong kan sama aku?" tanya Shankar.Mungkin dalam hati yang paling dalam, sejujurnya Shankar sangat cemburu dengan foto gambar yang di kirim oleh nomor yang tidak dikenal. Tapi dia pun seakan menyadari kalau nomor tersebut adalah nomor Sherli. Foto Shenna yang terlihat mesra dan Bagas yang tengah menyenderkan kepalanya ke arah bahu Shenna. Tapi Shankar pun sepertinya akan lebih hati-hati, dia tidak mau gegabah untuk menuduh Shenna karena dia tahu sifat dari mantan tunangannya seperti apa. Sherli sosok yang licik dan Shankar sudah berpikir kalau ini hanya sebuah jebakan. Shankar berpikir Bagas dan Sherli punya rencana







