Home / Zaman Kuno / Duke Dingin itu Menginginkan Tubuhku / Suara dari Rakyat yang Diperas

Share

Suara dari Rakyat yang Diperas

Author: Aksara_Lizza
last update publish date: 2026-06-23 01:05:43

Senyum licik di wajah pengacara istana belum sempat memudar ketika Lucien berdiri dari kursi penggugat. Postur tubuhnya yang tegap dengan balutan seragam militer klan Von Drachen seketika menarik atensi seluruh ruang sidang.

Alih-alih menunjukkan kepanikan atas argumen "tanpa saksi hidup" yang dilontarkan pihak mahkota, bibir Lucien justru menyunggingkan segaris senyuman dingin yang sarat akan kemenangan taktis.

"Hukum Kesaksian Sipil Kekaisaran Bab IV Pasal 9 secara eksplisit m

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Duke Dingin itu Menginginkan Tubuhku   Akhir Cerita Kita - Tamat

    Beberapa minggu telah berlalu sejak malam persalinan yang menegangkan itu. Kini, suasana Kastil Blackwood telah kembali tenang, dilingkupi oleh kebahagiaan yang lengkap dan murni.Sisa-sisa perancah kayu di sayap timur telah dibongkar sepenuhnya, menampilkan detail arsitektur lanskap Utara yang damai dengan dinding-dinding batu granit yang kokoh, kini bertengger megah di bawah hamparan salju putih yang berkilauan bagai jutaan berlian diterpa cahaya fajar.Di dalam ruangan yang hangat oleh kertak kayu ek di perapian itu, Sienna sedang duduk dengan anggun di atas sofa kulit besar. Jubah sutra bepergiannya yang kaku telah digantikan oleh gaun rumah berbahan wol lembut sewarna madu.Dengan dekapan yang teramat mendekap penuh naluri keibuan, ia sedang menyusui Sophia kecil yang perlahan-lahan mulai tertidur lelap, menyisakan suara hisapan kecil yang teramat damai.Di atas lantai karpet beruang kutub yang tebal di dekat kaki sofa, Edward duduk bersila. Tangan mungilnya memegang sebuah maina

  • Duke Dingin itu Menginginkan Tubuhku   Hadirnya Shopia Vance

    OEKKK… OEKKK… OEKKK…Tangisan bayi perempuan yang begitu bersih, nyaring, dan sehat itu terus menggema indah di bawah kubah menara barat. Suara itu bertindak bagai hembusan angin suci yang menyapu bersih seluruh residu ketegangan, bau obat bius, dan ketakutan ekstrem yang sempat menjajah seisi Kastil Blackwood selama berjam-jam.Badai hujan musim gugur di luar jendela seolah mereda, menyisakan desau angin malam yang tenang untuk menyambut sang pewaris baru.Dokter utama klan Blackwood bergerak dengan cekatan yang terlatih. Mengikuti praktik medis modern awal abad ke-20, ia memotong tali pusat menggunakan gunting perak steril, membersihkan sisa cairan ketuban dari tubuh mungil itu dengan kain linen hangat, lalu membungkusnya ke dalam selimut wol halus berbordir lambang elang ganda klan."Ini dia, Yang Mulia Duchess. Putri kecil Anda," ucap dokter dengan suara baritonnya yang bergetar haru.Dengan gerakan yang teramat lembut, dokter meletakkan bayi merah itu di atas dada Sienna. Sang Du

  • Duke Dingin itu Menginginkan Tubuhku   Tangisan Bayi di Kastil

    Hujan badai di luar menara barat kian menggila, menghantam kaca-kaca jendela yang bergetar hebat. Di dalam kamar bersalin, suasananya tak kalah mencekam. Udara pekat dipenuhi oleh aroma tajam uap antiseptik karbol dan uap air panas yang membubung dari baskom-baskom tembaga.Proses persalinan itu telah berjalan selama berjam-jam, berubah menjadi drama psikologis dan fisik yang teramat melelahkan bagi semua orang yang berada di dalam ruangan.Sienna terbaring di tengah ranjang besar, gaun tidurnya telah basah kuyup oleh keringat dingin. Setiap beberapa menit sekali, gelombang kontraksi yang mengerikan datang menggulung rahimnya, memaksanya berjuang di antara hidup dan mati. Rambut hitamnya menempel kusut di dahi, dan wajah cantiknya pias menahan rasa sakit yang teramat primitif.SREEEKKK!Sienna meremas seprai katun Mesir hingga kain mahal itu koyak di beberapa bagian. Tangan kanannya mencengkeram jemari tangan Lucien yang berdiri setia di sisi kepala ranjang.Cengkeraman Sienna begitu

  • Duke Dingin itu Menginginkan Tubuhku   Kontraksi Pertama Sienna

    Petir menyambar hebat membelah langit Utara yang kelabu, disusul deru badai hujan musim gugur yang menghantam kaca-kaca jendela tinggi Kastil Blackwood dengan bising yang konstan. Sore itu, bulan kesembilan kehamilan Sienna akhirnya digenapi.Di dalam ruang duduk menara barat yang hangat, Sienna sedang mencoba memfokuskan pikirannya dengan menyulam saputangan linen di dekat perapian. Jari-jarinya yang lentik bergerak ritmis di antara benang sutra emas, mencoba mengabaikan pegal ringan yang menggelayuti pinggangnya sejak pagi.Namun, ketenangan domestik itu hancur berantakan dalam hitungan detik.JLEB!Sebuah gelombang kontraksi asli yang teramat hebat dan mendadak menghantam dinding rahim Sienna tanpa ampun. Rasanya bagai sebilah belati panas yang diputar paksa di dalam perut bawahnya. Sentakan rasa sakit yang luar biasa itu membuat cengkeraman tangannya lepas seketika; pemidang dan benang sulamnya jatuh tergelincir ke atas karpet wol.Sienna terkesiap, tubuhnya melengkung menahan per

  • Duke Dingin itu Menginginkan Tubuhku   Bayang-Bayang Kelam Masa Lalu

    Keheningan yang mencekam menyelimuti kamar utama klan Blackwood, hanya diinterupsi oleh kertak kayu pinus yang terbakar di dalam perapian. Di bawah temaram pendar lampu minyak karbida yang bergoyang pelan, atmosfer kamar terasa begitu sarat akan beban emosional yang pekat.Kemarahan Sienna yang semula berkobar bagai api perang, mendadak membeku, lalu mencair sepenuhnya melihat sang Serigala Utara berlutut pasrah dengan tubuh yang bergetar di pangkuannya.Sienna perlahan menurunkan jemarinya, menyusup di antara helaian rambut perak Lucien yang biasanya tertata rapi namun kini berantakan. Ia bisa merasakan kehangatan napas Lucien yang memburu di balik lipatan sutra jubah tidurnya."Lucien... tatap aku," bisik Sienna, suaranya melunak, kehilangan seluruh ketajaman hukumnya.Dengan perlahan, Lucien mengangkat kepalanya. Sepasang mata kelabu yang biasanya memancarkan kilat intimidasi militer yang mematikan, kini tampak begitu rapuh, diselimuti oleh kabut luka lama yang teramat kelam.Topen

  • Duke Dingin itu Menginginkan Tubuhku   Rasa Muak sang Duchess

    CEKLEK!Pintu jati besar kamar utama bergaya Edwardian itu bergetar pelan saat Lucien memutar kunci cadangan kuningan dari luar. Drama proteksi yang berlebihan ini akhirnya mencapai titik puncaknya malam ini.Setelah Lucien bertindak teramat diktator dengan membatalkan kunjungan sosial Sienna ke toko buku Emma di distrik bawah, serta melarangnya membaca katalog fiksi terlalu lama dengan dalih medis kuno bahwa aktivitas mental yang intens dapat "membebani pikiran" dan merusak temperamen sang jabang bayi, Sienna memilih jalannya sendiri.Sang Duchess mengunci diri, menolak turun untuk makan malam, dan melancarkan aksi mogok bicara yang sukses membuat seisi kastil dilingkupi atmosfer horor yang mencekam.Aksi mogok bicara Sienna terbukti jauh lebih mematikan bagi Lucien ketimbang kepungan artileri faksi kerajaan di Ibu Kota. Sang Duke yang biasanya berwibawa mutlak itu kini melangkah masuk dengan guratan kepanikan domestik yang nyata di wajah tampannya.Di dalam kamar yang temaram, Sienn

  • Duke Dingin itu Menginginkan Tubuhku   Pencarian Bukti Tersembunyi

    “Kalau begitu, aku ingin kau mengumpulkan bukti bahwa Arthur memang tidak bersalah,” ucap Lucien pada pria tersebut.Sterling menaikan alisnya menatap Lucien dengan tatapan bingungnya.“Kau menanyakan hal yang sangat berisiko, Duke,” bisik Sterling sambil menuangkan brendi ke dalam gelas kristal de

  • Duke Dingin itu Menginginkan Tubuhku   Ancaman Keras sang Duke

    Malam semakin larut, namun cahaya di ruang kerja Duke Lucien tidak kunjung padam. Aroma kayu cendana dan tembakau mahal menyelimuti ruangan luas itu.Sienna duduk di sebuah meja kecil yang sengaja diletakkan Lucien tidak jauh dari meja utamanya. Di hadapannya, bertumpuk dokumen logistik pengadaan g

  • Duke Dingin itu Menginginkan Tubuhku   Cemburu Sang Predator

    Duke itu tidak mengucapkan sepatah kata pun pada Baronet Fritz; ia hanya menatap pria mabuk itu dengan pandangan yang begitu mematikan hingga Fritz mundur seketika, nyaris menjatuhkan gelasnya sendiri.Tanpa pamit pada tuan rumah, Lucien menyeret Sienna menembus kerumunan tamu yang berbisik-bisik,

  • Duke Dingin itu Menginginkan Tubuhku   Pakaian Khusus untuk Sienna

    Di pagi harinya, Sienna terbangun dengan posisi terduduk di kursi kayu samping tempat tidur Edward, tangannya masih setia menggenggam jemari mungil bocah itu.Semalam adalah malam paling tenang sekaligus paling menegangkan dalam hidupnya. Setiap kali Edward merintih dalam tidurnya, Sienna akan siga

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status