Compartilhar

186. Sebelum Musim dingin.

Autor: Raisaa
last update Data de publicação: 2026-06-10 15:12:43

Meskipun Dregory sudah memintanya kembali ke tribun, Siera tetap mengikuti rombongan Elvorn. Ia berjalan beberapa langkah di belakang ayahnya bersama Felix dan Isaac, mengabaikan tatapan para pelayan maupun ksatria yang menyadari keberadaannya.

Saat ini ia tidak peduli apakah dirinya seharusnya berada di arena sebagai penonton atau tidak. Yang ingin ia ketahui hanya satu hal.

Apa yang sebenarnya sedang terjadi.

Semakin banyak hal yang terjadi hari ini, semakin ia merasa ada sesuatu yang disembu
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado
Comentários (3)
goodnovel comment avatar
Esthaa Flowel
Yahhhhh ......
goodnovel comment avatar
Rina Damayanti
ternyata kaisar yang licik...dari awal memang gimana caranya pernikahan itu harus terjadi
goodnovel comment avatar
Bundanya Khaliza
apa Sierra ga bisa ngomong apa yang dia mau.. jangan cuma bisa berdebat dengan ayah nya ..
VER TODOS OS COMENTÁRIOS

Último capítulo

  • Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah!   216. Urutan keempat.

    Siera baru menyadari tujuan mereka ketika Dior menghentikan langkah di depan gedung opera yang berdiri megah di pusat kota. Halaman depan bangunan itu dipenuhi kereta para bangsawan yang datang silih berganti. Para pelayan mondar-mandir membawa mantel, sementara para tamu yang baru tiba sibuk berbincang sebelum pertunjukan dimulai.Di tengah keramaian itu Dior menyerahkan dua lembar tiket kepadanya tanpa banyak bicara.Siera menerima tiket tersebut lalu menunduk. Begitu melihat tulisan yang tercetak di sana, alisnya langsung terangkat. Ia mengangkat kembali pandangannya ke arah pria di hadapannya."Tiket opera?""Kau terlihat tidak nyaman sejak tadi."Jawaban sederhana itu membuat Siera tidak langsung berbicara. Ia memang tidak nyaman. Bukan karena Dior melakukan sesuatu yang salah, justru karena pria itu tidak melakukan apa pun. Selama ini Dior selalu berada di sisinya sebagai Ksatria Elvorn.Ada alasan yang jelas mengapa pria itu mengikutinya ke mana pun ia pergi. Namun hari ini tid

  • Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah!   215. Bukan kencan

    Ucapan Dior membuat Siera kehilangan kata-kata untuk sesaat.Bukan hanya dirinya. Mia yang berdiri di sampingnya pun tampak sama terkejutnya. Pelayan itu sampai membulatkan mata sebelum buru-buru menundukkan kepala, seolah berharap tidak dianggap berada di sana. Mia terlihat seperti baru saja mendengar pengakuan bahwa langit akan runtuh hari ini."Kencan?" ulang Siera."Ya." Dior menjawabnya sesederhana seseorang yang sedang mengingatkan jadwal makan siang.Siera menatapnya tidak percaya."Anda masih mengingat itu?""Tentu."Siera terdiam."Kau belum memberiku jawaban."Siera mengalihkan pandangan ke arah lain dan berusaha menenangkan dirinya sebelum menjawab."Saya belum setuju."Dior tidak tampak terkejut mendengar jawaban itu, ekspresinya menunjukkan seolah ia sudah memperkirakan hal tersebut."Kau juga tidak pernah menolak."Siera mengernyit."Itu berbeda.""Karena kau diam, aku pikir kau sedang mempertimbangkannya."Ada sesuatu dalam nada suara Dior yang membuat Siera menoleh kem

  • Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah!   214. Kencan.

    Siera tertegun, ia hanya berdiri memandang Dior tanpa tahu harus memberikan reaksi seperti apa. Ia benar-benar tidak menyangka pria itu akan mengatakan hal seperti itu dengan wajah setenang itu.Siera akhirnya mengalihkan pandangannya, berbicara dengan pria itu terkadang terasa melelahkan. Bukan karena Dior banyak bicara. Ini karena Dior terlalu tenang dan a mampu mengucapkan sesuatu yang terdengar aneh dengan wajah datar seolah itu adalah hal yang paling masuk akal di dunia."Ada banyak daun maple di sini," ucap Siera akhirnya sambil memandang jalanan yang dipenuhi warna merah dan emas. "Anda tidak perlu mengambil semuanya."Di belakangnya, Mia buru-buru menundukkan kepala dan bahunya bergetar pelan.Siera bahkan tidak perlu menoleh untuk mengetahui bahwa pelayannya sedang berusaha mati-matian menahan tawa. Hari ini sudah cukup aneh tanpa Mia yang mulai kehilangan sopan santunnya di tengah jalan.Dior sama sekali tidak terlihat terganggu. Tatapannya mengikuti daun-daun yang melayang

  • Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah!   213. Salju pertama

    Musim dingin akhirnya tiba.Sejak beberapa hari terakhir, seluruh ibu kota seolah hanya membicarakan satu hal yang sama. Para pedagang, pelayan, bangsawan, bahkan anak-anak yang berlarian di jalanan menunggu kedatangan salju pertama tahun ini.Menurut perkiraan para ahli cuaca kerajaan, salju akan turun hari ini namun tidak ada yang tahu kapan.Ketidakpastian itulah yang membuat orang-orang semakin menantikannya. Ada kepercayaan lama yang telah diwariskan selama ratusan tahun di kekaisaran.Konon, apabila seseorang melihat salju pertama turun bersama orang yang dicintainya, maka cinta mereka akan bertahan selamanya.Sebuah kepercayaan yang terdengar manis dan karena itulah setiap tahun, para wanita muda selalu menyambut hari ini dengan penuh antusias.Beberapa keluarga bangsawan bahkan mengadakan pesta khusus untuk menyambut salju pertama. Undangan disebarkan ke mana-mana, aula-aula megah dihias dengan bunga musim dingin, sementara para lady muda mengenakan gaun terbaik mereka dengan

  • Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah!   212. Aku tidak akan memberitahumu.

    Sepanjang perjalanan pulang, Siera hampir tidak mengucapkan sepatah kata pun.Ia duduk di dekat jendela kereta sambil memandangi pemandangan yang terus bergerak di luar sana. Jalanan ibu kota yang ramai, deretan bangunan megah berganti menjadi jalan-jalan yang lebih lengang, lalu hamparan pepohonan dan ladang luas yang membentang sejauh mata memandang.Siera sama sekali tidak memperhatikannya, karena pikirannya masih berada di istana. Kalimat Duke Ahad terngiang dikepalanya.Siera menghela napas pelan, menenangkan diri.Padahal selama ini ia sudah terbiasa menghadapi tatapan sinis para bangsawan. Ia terbiasa menjadi bahan pembicaraan. Terbiasa mendengar orang-orang mengkritik dirinya di belakang.Namun kali ini berbeda, sebab mereka tidak membicarakan kesalahannya tapi mereka membicarakan kematiannya dan yang lebih menyakitkan, mereka membicarakannya dengan begitu santai.Seolah hidupnya memang tidak memiliki nilai apa pun.Dregory yang duduk didepan Siera, sejak tadi diam-diam memper

  • Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah!   211. Ancaman kosong.

    Erick menatap kakeknya dalam diam. Rahangnya mengeras, sementara kedua tangannya terkepal di sisi tubuhnya. Sejak tadi ia terus mendengarkan semua ucapan Duke Arhad tanpa menyela, tetapi kesabarannya perlahan mulai habis.Duke Arhad sama sekali tidak terlihat berniat menghentikan tegurannya."Kau bahkan tidak bisa menanganinya dengan baik, Erick."Nada suaranya dipenuhi kekecewaan."Selama ini yang harus kau lakukan hanya menjaga Lady Elvorn tetap berada di pihakmu. Tapi lihat apa yang terjadi sekarang. Kau malah membuat semuanya semakin rumit."Erick menarik napas panjang.Ia sudah mendengar kalimat semacam itu berkali-kali sejak kecil. Setiap kegagalan, setiap masalah, setiap hal yang tidak berjalan sesuai keinginan keluarganya selalu berakhir dengan satu kesimpulan yang sama.Kesalahannya."Kakek." Suara Erick malah membuat suasananya terasa semakin tidak nyaman. "Jangan terus menyalahkan saya."Duke Arhad mengernyit."Apa katamu?"Erick tertawa pendek. Tawanya terdengar lebih miri

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status