Share

185. Sabotase

Author: Raisaa
last update publish date: 2026-06-10 14:45:10

Semua mata tertuju pada Hugo.

Pria berkacamata itu berdiri tenang di samping Dregory, tangannya terselip rapi di belakang punggung. Ekspresinya tidak berubah sedikit pun setelah melontarkan dugaan bahwa ada pihak yang sejak awal tidak menginginkan kemenangan Elvorn.

Ia tidak terlihat menantang, tidak pula meminta dukungan. Ia hanya menyampaikan kesimpulan yang menurutnya paling masuk akal.

Dregory menghela napas pendek sebelum berkata datar, “Diamlah, Hugo. Kau selalu bicara tanpa memedulikan k
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah!   618. Mengulur waktu.

    Wajah Gerald berubah. Ia segera menutup mulut dengan punggung tangan, lalu mengamati sekeliling seolah baru menyadari bahwa bahaya yang mereka hadapi mungkin tidak terlihat oleh mata.“Yang Mulia, racun apa?” tanyanya. “Saya tidak mencium bau apa pun. Tidak ada asap, dan saya juga tidak melihat sesuatu yang mencurigakan.”“Tidak berbau dan tidak berwarna,” jawab Dior singkat. “Itu sebabnya mereka tidak menyadarinya.”Gerald terdiam. Ia kembali memandang para penjaga yang tergeletak tidak jauh dari sana. Jika benar gas beracun telah menyebar ke seluruh istana, berarti siapa pun yang menghirupnya bisa tumbang tanpa mengetahui penyebabnya. Bahkan mereka yang masih sadar mungkin hanya memiliki sedikit waktu sebelum kehilangan tenaga sepenuhnya.Namun, ada satu hal yang lebih mengganggunya.Gerald kembali menatap Dior.“Sejak kapan Anda mengetahuinya, Yang Mulia?”Dior memandang bangunan utama istana yang menjulang di kejauhan. Wajahnya masih tertutup masker, menyisakan sepasang mata merah

  • Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah!   617. Terlalu tenang dan terasa aneh.

    Vale segera membungkuk dan meninggalkan Dior setelah menerima perintahnya. Dior melanjutkan perjalanan menuju kamar pribadi, mengabaikan para pelayan yang menunduk saat berpapasan dengannya. Meski istana tampak tenang, suasana malam itu terasa sedikit berbeda.Setibanya di kamar, Dior membiarkan para pelayan membantunya bersiap sebelum mandi. Setelah berganti pakaian tidur, ia berjalan menuju jendela dengan rambut hitam yang masih sedikit basah, lalu mengamati halaman istana dalam diam hingga kepala pelayan menghampirinya.“Yang Mulia, apakah Anda akan langsung beristirahat malam ini?”“Ya. Kembalilah.”Kepala pelayan itu tidak segera bergerak. Ia melirik beberapa pelayan lain yang masih berdiri di dekat pintu, seolah ingin memastikan apakah mereka benar-benar harus meninggalkan kaisar seorang diri. Biasanya, setidaknya satu atau dua pelayan akan tetap berjaga di luar kamar untuk memenuhi kebutuhan Dior apabila diperlukan. Namun, perintah yang diberikan malam ini terdengar begitu mutl

  • Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah!   616. Sesuatu yang belum dipastikan.

    Siera tidak mengatakan apa pun. Ia berbalik dan meninggalkan Zelka, sementara Mia segera mengikutinya. Perkataan wanita gipsi itu membuat pikirannya kacau, terutama ketika ia menyarankan agar Siera menggunakan tangan orang lain untuk membunuh Erick demi memutus ikatan takdir mereka.Setibanya di kamar, Siera duduk di sofa dan melepas sarung tangannya. Mia menutup pintu, lalu menatapnya dengan khawatir. Ia tidak menyukai arah pembicaraan mereka, terlebih karena kali ini bukan hanya tentang pengulangan waktu, tetapi juga kemungkinan seseorang harus kehilangan nyawa.“Nona,” panggil Mia akhirnya, memecah keheningan. “Anda tidak perlu memercayai semua yang dikatakan Zelka.”Siera mengangkat wajah dan menatapnya.“Aku tidak mungkin tidak memercayainya.”Mia mengerjapkan mata, tampak tidak menyangka akan mendapatkan jawaban seperti itu.“Tetapi, Nona, Anda sendiri bahkan pernah memanggilnya Nona Penipu.”“Itu karena aku belum mengetahui apakah dia mengatakan yang sebenarnya atau tidak.” Sie

  • Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah!   615. Tangan orang lain.

    Siera membeku. Ia memahami maksud perkataan Zelka, tetapi tetap sulit menerimanya. Menjadikan Dior sebagai pedang untuk mengakhiri ikatannya dengan Erick? Ia tidak pernah membayangkan hubungan yang baru saja mulai ia bangun dengan Dior akan terseret ke dalam persoalan takdir yang bahkan belum sepenuhnya ia pahami.Siera menatap Zelka dengan campuran keterkejutan dan kewaspadaan.“Jadi, menurutmu aku harus menjadikan Dior pedang yang akan membunuh Erick?”Zelka tidak langsung menjawab. Ia hanya mempertahankan senyum tipisnya, membuat Siera semakin sulit menebak apa yang sebenarnya sedang dipikirkannya.“Benar,” jawab Zelka akhirnya.Siera terdiam. Ia tidak tahu apakah perempuan itu benar-benar memahami cara kerja benang merah takdir atau hanya menafsirkan sesuatu berdasarkan penglihatannya. Satu hal yang pasti, membatalkan pernikahan dengan Erick ternyata belum tentu cukup untuk membebaskannya dari masa lalu.Jika memang ada sesuatu yang masih mengikat mereka, Siera harus menemukan car

  • Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah!   614. Pedang yang paling tajam.

    Siera kebingungan mendengar perkataan Zelka. Ia bahkan sempat melirik Mia, tetapi pelayannya itu juga tidak memahami maksud perempuan gipsi tersebut.“Apa maksudmu benang merahku tidak terhubung dengannya? Benang merah apa yang kau bicarakan?” tanya Siera.“Benang merah takdir,” jawab Zelka.Siera menatapnya tanpa berkedip, menunggu penjelasan lebih lanjut. Istilah itu terdengar asing baginya, tetapi melihat keseriusan wajah Zelka, ia tahu perempuan itu tidak sedang membicarakan sesuatu yang sepele.“Setiap manusia yang lahir memiliki benang merah yang akan menuntunnya kepada jodohnya. Benang itu menghubungkan dua orang yang ditakdirkan untuk bersama, meskipun mereka belum pernah bertemu atau bahkan tidak mengetahui keberadaan satu sama lain.”Siera mengernyit. Ia berusaha memahami perkataan tersebut, tetapi semakin lama mendengarnya, semakin banyak pertanyaan yang muncul di kepalanya.“Jadi, maksudmu dia bukan jodohku?”Zelka menatapnya lurus-lurus.“Benar.”Siera mengembuskan napas

  • Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah!   613. Benang merah.

    Dior terdiam setelah mendengar perkataan Siera, tangannya masih menggenggam tangan Siera dengan erat. Ia tidak segera menjawab, seolah sedang memikirkan sesuatu yang menurutnya perlu dipastikan terlebih dahulu.Siera memperhatikan wajahnya, lalu menghela napas pelan.“Dalam hubungan ini, bukan hanya kau yang terlibat, Dior.”Pria itu mengalihkan pandangannya sedikit untuk menatapnya lebih saksama.“Apa maksudmu?”“Maksudku, kau tidak bisa memutuskan semuanya hanya berdasarkan apa yang menurutmu baik untukku. Kau mungkin tidak menganggap dirimu sebagai kelemahanku, tetapi aku juga punya hak untuk mengkhawatirkanmu. Aku tidak ingin kau terus-menerus berpikir bahwa mengorbankan dirimu sendiri adalah pilihan terbaik selama aku bisa selamat.”Dior tidak menyela.“Kalau kita ingin bersama, bukankah seharusnya kita memikirkan satu sama lain?”Dior tidak menjawab, ia hanya menatap Siera dengan wajah datarnya yang biasa."Bukankah itu yang terpenting dalam hubungan?"“Jadi, kau mencintaiku?”S

  • Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah!   3. Bagaimana jika batal menikah?

    Suara ketukan pintu membuat Siera tersentak. Ia menoleh ke arah pintu ketika daun pintu terbuka perlahan, dan seorang gadis masuk dengan langkah hati-hati.“Nona…”Siera menatapnya.“Mia…”Wajah Mia terlihat lega, bahkan sedikit senang. “Yang Mulia Duke benar… Anda sudah bangun.”Siera menatap gadis

  • Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah!   2. Mengapa harus kembali?

    Siera membuka mulut, tetapi kata-kata terasa sulit keluar. Tenggorokannya kering, pikirannya masih kacau oleh apa yang baru saja ia alami.“A-aku…”“Apa karena Putra Mahkota Erick?” potong Dregory tiba-tiba.Nada suaranya rendah, namun justru terasa lebih menekan. Tidak ada kemarahan yang meledak, t

  • Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah!   1. Kembali hidup

    “Hah… hah…”Napas Siera memburu setelah berlari tanpa henti. Keringat mengalir di pelipisnya, sementara tangannya mencengkeram pinggir pintu balkon untuk menahan tubuhnya tetap berdiri.Sang ratu kekaisaran itu berusaha memahami apa yang baru saja terjadi. Semuanya terasa begitu cepat… begitu kacau

  • Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah!   5. Kabur sebelum dibunuh!

    Siera meneguk ludah. Ia memang merasa malu karena tertangkap basah, namun ia tetap berdiri tenang, berusaha tidak menunjukkan kegelisahannya.“Maaf… saya tidak bermaksud mendengar pembicaraan Anda berdua.” Siera membungkuk, menjaga sopan santunnya.Saat ia mengangkat kepala, ia bisa melihat pandanga

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status