Share

#012 Penyakit Atau Racun?

Author: aisakurachan
last update publish date: 2026-01-31 17:06:50
“Ada apa?” Cal menahan dengan merentangkan tangan, saat melihat Lio berlari keluar dari kamar Tili dengan teriakan panik dan tangan penuh darah.

“Duchess…” Lio tidak bisa menjelaskan, terlalu histeris.

“Aku akan memanggil dokter. Kau masuk lagi.”

Cal tidak tahu masalahnya apa, tapi tanggap mengambil langkah. “Darian!”

Pengawal yang mendampingi Cal, langsung mengangguk dan berlari keluar. Sudah paham tanpa perlu perintah jelas.

“Kau…” Cal menunjuk Ragnar yang tadinya berjaga di dekat pintu ruang
aisakurachan

Lo biang provokator ya, Cal? Seneng bener lihat orang ribut 😏😏

| 13
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Duke, Mengapa Kau Baru Memohon Saat Aku Pergi?   #346 Extra 13 - Sempurna Atau Bahagia?

    “Lucian Valerius?” Cal tidak percaya, karena ingat kalau Scion Valerius itu menyerah dengan mudah—bukan saingan yang terlalu berat.“Benar.” Miriam tersenyum tapi wajahnya agak merona. “Aku harus membujuknya untuk meninggalkanmu—menyebut kau bukan jodohnya. Bahkan sebelum dia bertemu denganmu.”“Aku? Lucian terobsesi padamu.” Tili bingung. Ia juga merasa kalau Lucian tidak akan amat sulit diyakinkan.“Karena dalam proses untuk meyakinkan kalau kau tidak cocok menjadi istrinya, aku menunjukkan terlalu banyak keajaiban pada Lucian. Pada akhirnya—Lucian terlalu tertarik padaku.” Miriam jelas salah tingkah. Bagian Lucian terobsesi padanya itu agak membuatnya malu.“Sialan!” Cal memaki, akhirnya mengakui kalau memang hidupnya diatur oleh Miriam.Sempurna pada akhirnya—tapi menyisakan rasa janggal dan tidak menyenangkan. Ia merasa menjadi boneka—yang langkah dan keputusannya telah diatur.“Aku rasa semua sudah jelas.” Miriam bangkit, lalu memeluk Celandine. Sejak tadi Celandine tidak bicara

  • Duke, Mengapa Kau Baru Memohon Saat Aku Pergi?   #345 Extra 12 - Manfaat Atau Hadiah?

    Miriam menepuk pelan paha Celandine lalu menatap Tili lagi. “Bukankah dengan gelang itu kau memperbaiki kehidupan Celandine? Kau menyelamatkan nyawa Cal dan Celandine. Bahkan Celandine bisa bersama pria itu—” Miriam menunjuk Gareth dengan dagu—masih tidak setuju, tapi menghormati pilihan Celandine. “Gelang itu ada agar Celandine bahagia. Memiliki anak dan suaminya dengan utuh.”Tili perlahan luruh ke tanah, terduduk sambil menutup bibirnya. Cal berusaha menahan agar Tili tidak jatuh, tapi ia sendiri malah ikut terduduk. Apa yang disebut Miriam terlalu mustahil untuk dipercaya. “Kau memanfaatkan aku?” gumam Tili.“Ya.” Miriam menggangguk. “Tapi agak kejam kalau kau menyebutnya memanfaatkan. Bukankah aku membuatmu melihat lebih jelas—dan menemukan pria yang lebih baik? Kau juga mendapatkan manfaat yang baik darinya.” Miriam menatap Cal lalu tertawa pelan. “Atau kau belum puas dengan yang ini? Tampan, tapi memang kau bisa mendapatkan yang lebih tampan lagi.”Cal mengerutkan kening. “

  • Duke, Mengapa Kau Baru Memohon Saat Aku Pergi?   #344 Extra 11 - Balasan Atau Kebetulan?

    “Ja…jangan…” Celandine harus melarang, saat putri Cal dan Tili—Iris, berusaha memasukkan segenggam rumput ke mulutnya.Celandine tadi merasa kalau memperkenalkan tanah pada dua bocah itu adalah ide bagus, tapi kini tidak lagi. Iris dan Elm—pangeran Lunaris pertama—sejak tadi lebih memilih untuk memakan apa pun benda yang mereka temukan. Termasuk kerikil, daun kering, yang terakhir adalah tanah dan rumput.Celandine mencintai kedua bocah itu dalam sekali pandang, tapi jelas agak kewalahan mengatasi keaktifannya. “Ti…dak…”Celandine kali ini harus mencegah Elm mencabut salah satu tunas tanamannya. Ia juga mulai merasa kalau berkumpul di taman yang tidak jauh dari kebun obatnya bukan ide bagus.Tempat itu indah dan tenang—karena jauh dari pemukiman pada dokter yang belajar di sana, tapi terlalu banyak benda yang tidak boleh dirusak.“Apa aku boleh membantu?”Suara lembut menawarkan bantuan. Celandine mengangguk dengan senang hati, sambil berpaling untuk berterima kasih.Tapi saat bertemu

  • Duke, Mengapa Kau Baru Memohon Saat Aku Pergi?   #343 Extra 10 - Aman Atau Bahaya?

    “Dan kau menceritakan semua itu untuk apa?” Cal menuang madu lavender ke dalam teh, lalu menatap Roderick yang juga sedang menyesap teh, dengan mata bosan. Roderick baru saja selesai menceritakan kisah pertemuannya dengan Zinnia dengan sangat detail.“Kau yang bertanya tadi—ingin tahu bagaimana aku bertemu Zinnia. Aku menjelaskan.” Roderick memutar bola matanya. Merasa tidak salah.“Apa aku terlihat ingin tahu sebanyak itu?” Cal mendengus. “Aku hanya ingin tahu apa yang membuatmu mengambil istri dari baron miskin. Itu saja.”“Dan aku menjelaskannya!” Roderick melotot padanya. Kegiatan minum teh biasanya membawa ketenangan, tapi kalau minum teh bersama Cal akibatnya akan berbeda.“Aku hanya butuh sebabnya. Kau hanya tinggal mengatakan ‘aku menyukainya’ atau ‘aku mencintainya’. Sudah cukup. Aku tidak butuh penjelasan detail bagaimana kau bertemu dengannya—apalagi berbumbu kisah sok heroik.” Cal mengerutkan wajah dengan jijik.Roderick terlalu banyak memuji diri dalam kisahnya tadi.“Aku

  • Duke, Mengapa Kau Baru Memohon Saat Aku Pergi?   #342 Extra 9 - Tawaran Atau Bantahan?

    Morvan yang masih meringis kesakitan, berubah menjadi bingung—dan tentu ketakutan. Ia menatap Roderick juga kedua pria kokoh yang masih mengangkat pedang.Roderick menyeringai. “Kau boleh mencoba membunuhku kalau kau bisa.”Morvan merintih, beringsut menjauh, tapi masih tidak terima.“Kau tidak tahu berurusan dengan siapa! Ayahku seorang Count! Aku akan melaporkanmu pada Duke Montclair! Dan kau, Zinnia, pernikahan kita batal malam ini juga!”Zinnia panik. Pikirannya buntu. Insting bertahannya membuat ia memohon, “Lord Morvan, tolong tarik ancaman itu. Ayah saya—”“Berhenti memohon pada sampah yang tidak pantas menjadi suamimu, Zinnia!” bentak Roderick tegas. “Jangan pernah memohon padanya!” Roderick menarik tangan Zinnia—karena jelas ia akan menolong Morvan.“Tapi… tapi… aku tidak bisa…”“Akan ada pria yang jauh lebih baik untukmu! Kau tidak harus menjual dirimu pada pria rendahan seperti dia!”Morvan menahan sakitnya, lalu tertawa mengejek di sela rintihannya. “Pria lain? Jangan mimp

  • Duke, Mengapa Kau Baru Memohon Saat Aku Pergi?   #341 Extra 8 - Langkah Atau Kebodohan?

    Roderick membiarkan Zinnia menangis menenggelamkan wajah di tuniknya, sampai merasakannya menjauh.“Duduklah,” ucap Roderick lembut setelah tangisan Zinnia mereda. “Biar aku yang memasak malam ini.”Zinnia mengikuti langkah dan duduk di kursi, tapi sambil mendongak kaget, matanya masih basah, tapi keinginan menangis itu teralihkan. “Apa kau bisa memasak?”“Tidak,” jawab Roderick jujur. “Tapi temanku bisa.”Roderick tidak tahu apakah hal itu benar, tapi dengan paksa menarik Lance dan Tristan masuk lewat pintu belakang. “Mereka akan membantuku.” Roderick menunjuk dua pria kebingungan itu, dan tersenyum meyakinkan. “Kau istirahat saja bersama ayahmu.”Roderick memaksa, membantu Zinnia berdiri, mengantarnya keluar dari dapur.“Kau bisa?” tanya Lance sambil berpaling menatap Tristan.“Seharusnya bisa.” Tristan menghela napas, dan mulai melepaskan sabuk pedang dan pisaunya—juga jubah.Seaneh apa pun, mereka harus menjalankan perintah itu.****Untungnya hidangan yang tercipta tidak seburuk

  • Duke, Mengapa Kau Baru Memohon Saat Aku Pergi?   #316 Disana Atau Kembali?

    Lonceng kota Westhaven berdentang, panjang dan memekakkan telinga. Memastikan seluruh penjuru kota mendengar.Orang-orang yang ada di jalanan pun berpaling—penasaran. Kemarin baru saja lonceng itu berbunyi untuk ‘merayakan’ pengangkatan raja yang baru, jadi seharusnya tidak ada ‘acara’ apa pun hari

  • Duke, Mengapa Kau Baru Memohon Saat Aku Pergi?   #310 Tamu Atau Pemeras?

    Theo merapikan tunik tebalnya dengan tergesa-gesa. Pelayan baru saja melaporkan bahwa ada utusan dari Cornwall yang datang. Tidak menyebut nama, dan ini membuatnya berdebar.Ia tidak tahu tujuannya apa, tapi bisa jadi Tili. Theo kemarin baru berani memesan seribu graphite dari Cornwall. Mungkin saja

  • Duke, Mengapa Kau Baru Memohon Saat Aku Pergi?   #289 Peduli Atau Gembira?

    Namun setelahnya ekspresi Gareth kembali datar. Ia tidak bertanya mengapa kamar itu seperti kapal pecah, dan ia sama sekali tidak peduli pada air mata istrinya.Gareth berdiri di dekat pintu dengan punggung tegap, menatap Arielle dari kejauhan."Aku menerima undangan resmi dari Duke Julian," ucap Ga

  • Duke, Mengapa Kau Baru Memohon Saat Aku Pergi?   #287 Bahagia Atau Takut?

    Lio tentu dengan senang hati mengambil alih kompor begitu melihat Tili meminta dengan wajah lesu."Aku akan buatkan sup krim kentang yang hangat! Aku sengaja tidak memakai telur sama sekali karena kau tidak menyukainya," celoteh Lio dengan riang sambil mengaduk panci. Cal duduk di samping Tili, ter

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status