Share

Bab 225

Penulis: Janice Sinclair
"Oh ya, ibuku bilang kamu mau menikah dengan Tristan?"

"Kamu nggak ucapkan selamat padaku?"

"Haha!" Yovan tertawa geli. "Aku akan menghadiri acara Tristan malam ini. Dia akan membawa istrinya ke sana. Aku yakin, sebagai 'Nyonya Sagara', kamu bahkan nggak tahu di mana acara itu diadakan, 'kan?"

Kiana mengangguk. "Aku memang nggak tahu."

"Kamu palsu, tentu saja kamu nggak tahu!" Yovan mendecakkan lidah dan menggelengkan kepalanya. "Kiana, kamu dulu terlalu memandang tinggi dirimu. Selain aku, nggak ada orang lain yang akan mencintaimu, apalagi menikahimu!"

"Kamu terlalu memandang tinggi dirimu sendiri. Asal kamu tahu saja, meski Grup Sagara sudah gila dan memberimu proyek jalan komersial itu, kamu juga tetap akan mengacaukannya!"

"Kamu selalu meremehkanku!"

"Apa ada sesuatu dalam dirimu yang patut kuhargai?"

"Kiana, tunggu saja!"

"Oke, kutunggu!"

Tepat di saat Kiana hendak pergi, Rachel berlari keluar dan menghentikannya.

"Suamiku, anak kita baru saja menendangku. Dia pasti nggak ingin k
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Dulu Kau Permainkan Aku, Kini Aku Istri Sultan   Bab 230

    Kiana melirik ke samping. Dia melihat Yovan mendekat selangkah demi selangkah.Sudut bibirnya terangkat sedikit. Dia mengambil cangkir teh di atas meja, lalu dengan santai melemparkannya begitu saja.Begitu bunyi keras terdengar, Yovan langsung berhenti di tempat.Hanya itu nyali yang dia punya."Kamu mabuk ya?" Agnes buru-buru mendekat dan mencubit punggung bawah Yovan dengan keras."Kamu nggak merasa sosok belakangnya sangat familier. Mirip sekali sama ... Kiana?""Kiana?" Agnes menggertakkan giginya. "Apa di pikiranmu hanya ada dia? Sampai-sampai semua orang yang kamu lihat tampak seperti dia?""Bukan begitu. Benaran dia, 'kan?"Melihat sosok yang tidak jauh di depannya, Yovan yakin dirinya tidak akan salah mengenali orang, tetapi dia benar-benar tidak berani maju.Kalau dia melakukan kesalahan dan menyinggung Nyonya Sagara, maka dia dan Thevas akan tamat.Tepat di saat itu, seorang pelayan wanita datang menghampiri."Nyonya, buburnya sudah siap. Sudah aku letakkan di kamarmu.""Hm,

  • Dulu Kau Permainkan Aku, Kini Aku Istri Sultan   Bab 229

    Kiana memutar bola matanya. Saat hendak menutup telinganya, dia mendengar wanita itu berbicara."Kamu pernah perlakukan Kiana seperti ini?"Kiana mengerutkan kening. Mengapa namanya disebut?Wanita itu mengenalnya?"Nggak .... Dia, dia nggak pantas aku perlakukan seperti ini," kata Yovan.Kata-kata itu menyenangkan hati wanita tersebut. Dia tertawa penuh kemenangan."Saat pertama kali masuk kampus, dia langsung merebut julukanku sebagai gadis tercantik di kampus. Banyak cowok yang menyukaiku malah berbalik menyukainya. Setelah lulus, aku pergi ke perusahaan kalian untuk urusan bisnis dan jatuh cinta padamu. Ternyata, kamu itu pacarnya Kiana. Aku mengejarmu selama sebulan, tapi kamu nggak goyah. Aku sampai patah hati untuk waktu yang lama.""Dulu aku nggak tahu betapa hebatnya dirimu.""Akhirnya, kamu jatuh di tanganku.""Aku .... Ugh ....""Maaf, aku terlalu antusias dan pakai terlalu banyak tenaga."Setelah mendengar itu, Kiana pun memikirkannya dengan saksama. Akhirnya, dia menyadari

  • Dulu Kau Permainkan Aku, Kini Aku Istri Sultan   Bab 228

    Yovan menari dengan canggung. Awalnya, semua orang menggodanya dan menyorakinya, tetapi kemudian mereka semua menutup mata.Mereka juga bukan sekumpulan orang jahat. Mereka membuat keributan, tetapi setelah itu, juga tidak menarik lagi."Sudah, sudah. Tuan Yovan, jangan menari lagi. Ampunilah kami!" Melvin melambaikan tangannya dan menyuruh Yovan untuk berhenti menari.Tristan sebenarnya sama sekali tidak melihatnya. Dia sedang merokok dan memainkan sebuah kartu dengan bosan.Ada orang yang mencondongkan tubuh dan berbisik kepada Tristan, "Pak Tristan, bagaimana dengan proyek yang kita bicarakan tadi?" Tristan menjawab, "Tunggu pesta pernikahanku selesai dulu.""Tentu saja, tentu saja. Selamat ya, Pak Tristan!" Pria itu sangat gembira. Perkataan ini bisa dinyatakan sebagai hampir setuju."Jangan lupa datang ke pesta pernikahanku nanti.""Tentu, tentu." Pria itu bahkan lebih gembira saat mendengar dirinya diundang ke pesta pernikahan.Agnes diam-diam menyenggol Yovan. Yovan tadinya ber

  • Dulu Kau Permainkan Aku, Kini Aku Istri Sultan   Bab 227

    "Main kartu juga harus pakai otak, tapi apa kamu punya otak?""...""Tentu saja kamu punya, tapi nggak banyak."Setelah melontarkan beberapa komentar sarkastik, Tristan mengambil cangkul itu dan meletakkannya kembali ke tempatnya."Apa yang terjadi? Aku baru masuk beristirahat sebentar, tapi kalian sudah menindas orangku seperti ini?" Agnes Fahleri menguap dan keluar dari rumah. Melihat kondisi Yovan, dia perlahan berjalan mendekat."Kami sudah cukup segan sama orang yang kamu bawa. Pak Tristan bahkan bermain beberapa ronde dengannya," kata Vino sambil bercanda, tetapi diam-diam memberikan beberapa tatapan penuh arti kepada kakaknya.Agnes tertawa. "Bukankah ini namanya menindas orang? Siapa yang berani main kartu sama Pak Tristan? Itu sama saja cari masalah!""Dia sendiri yang mau main!" timpal Melvin."Eits. Kalau begitu, jangan salahkan orang lain. Salahkan otaknya nggak berpikir jernih!"Kata-kata Agnes membuat semua orang tertawa. Dia pun menghampiri Yovan dan membantunya berdiri.

  • Dulu Kau Permainkan Aku, Kini Aku Istri Sultan   Bab 226

    Di babak selanjutnya, Yovan kembali kalah.Orang-orang di sekitar mulai bersorak, "Lepas! Lepas!"Wajah Yovan memerah saat menatap celana dalamnya yang tersisa. Tangannya refleks mencengkeram erat. Dia melirik semua orang. Yang lainnya masih berpakaian lengkap, terutama Tristan yang duduk di seberangnya, yang belum pernah kalah sekalipun ....Ini, ini tidak benar!"Ka ... kalian pasti curang!" teriak Yovan dengan marah.Begitu kalimat ini dilontarkan, suasana tiba-tiba menjadi dingin.Melvin mengerutkan kening. "Yovan, kamu yang berinisiatif menghampiri kami dan mau main sama kami. Kami nggak memaksamu, 'kan?"Yovan terdiam dan tidak bisa membantah."Di saat kamu terus-terusan kalah dan harus melepas celanamu, aku sarankan kamu agar berhenti bermain, tapi apa kamu ada dengar?"Yovan makin membisu.Melvin mencemooh. "Karena kalah, kamu jelek-jelekkan orang lain. Orang macam apa kamu!""Aku ....""Ngaku pria dewasa, tapi omongannya nggak bisa dipegang. Kalau kamu nggak sanggup main, jang

  • Dulu Kau Permainkan Aku, Kini Aku Istri Sultan   Bab 225

    "Oh ya, ibuku bilang kamu mau menikah dengan Tristan?""Kamu nggak ucapkan selamat padaku?""Haha!" Yovan tertawa geli. "Aku akan menghadiri acara Tristan malam ini. Dia akan membawa istrinya ke sana. Aku yakin, sebagai 'Nyonya Sagara', kamu bahkan nggak tahu di mana acara itu diadakan, 'kan?"Kiana mengangguk. "Aku memang nggak tahu.""Kamu palsu, tentu saja kamu nggak tahu!" Yovan mendecakkan lidah dan menggelengkan kepalanya. "Kiana, kamu dulu terlalu memandang tinggi dirimu. Selain aku, nggak ada orang lain yang akan mencintaimu, apalagi menikahimu!""Kamu terlalu memandang tinggi dirimu sendiri. Asal kamu tahu saja, meski Grup Sagara sudah gila dan memberimu proyek jalan komersial itu, kamu juga tetap akan mengacaukannya!""Kamu selalu meremehkanku!""Apa ada sesuatu dalam dirimu yang patut kuhargai?""Kiana, tunggu saja!""Oke, kutunggu!"Tepat di saat Kiana hendak pergi, Rachel berlari keluar dan menghentikannya."Suamiku, anak kita baru saja menendangku. Dia pasti nggak ingin k

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status