Home / Fantasi / Elang, si Dewa Medis / 8. Ini Bukan Salahku!

Share

8. Ini Bukan Salahku!

Author: Zila Aicha
last update Huling Na-update: 2025-11-25 13:52:48

Daiva tidak menjawab pertanyaan Elang.

Sang model profesional dengan bayaran yang sangat fantastis itu hanya diam saja dan menatap punggung mantan kekasihnya tanpa melakukan gerakan apapun.

Di saat tidak mendapatkan jawaban dari Daiva, Elang pun mulai tidak sabar.

Pria muda itu menggelengkan kepalanya, tidak yakin akan sesuatu yang telah disampaikan oleh dua pria yang menolongnya itu.

Mengingat apa yang telah dia lakukan, Elang ingin sekali menjambak rambutnya sendiri karena sudah terlalu mudah dimanipulasi oleh dua pria asing itu.

Tapi, Elang tidak bisa mundur lagi lalu langsung bertanya, “Coba, Daiva. Kamu beritahu aku, apa yang kamu lihat di punggungku?”

Daiva yang merasa pertanyaan Elang terdengar aneh pun balik bertanya, “Elang, apa kamu ingin mengecek mataku?”

Elang hampir saja akan membalas tetapi Daiva rupanya jauh lebih cepat darinya dan buru-buru berujar lagi, “Jangan khawatir! Aku selalu rutin mengecek mataku di dokter mata dan sampai detik ini aku tidak memiliki gangg
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Elang, si Dewa Medis   80. Kamu Tidak Berhak Tahu!

    Sarah malah tertawa menanggapi ucapan Lora.“Nona, sekarang aku tahu. Kau … itu sedang cemburu kepadaku.”Lora melongo kaget, “A-apa?”Tentu saja wanita itu terkejut dengan apa yang dipikirkan Sarah.“Tu-tunggu dulu, Nona. Bagaimana bisa kau mengira aku cemburu?” Lora kembali menyatakan kebingungannya.Sementara Elang yang sedari tadi hanya memperhatikan kedua wanita itu berbicara pun hanya bisa menggelengkan kepalanya. Wanita memang selalu membuat bingung, Elang membatin.“Ya tentu saja begitu. Kau … pasti tertarik kepada kekasihku yang tampan dan kaya itu kan? Jadi … kamu membuatku ragu terhadap kekasihku sendiri agar kamu nantinya bisa mendekatinya. Iya kan?” tuduh Sarah.Lora tercengang sampai dia kehilangan kata-kata selama beberapa detik lamanya. Sungguh ia tidak pernah menyangka bila mantan kekasih bos barunya itu benar-benar luar biasa percaya diri. Sarah bahkan berkata seolah-olah dirinya sedang menggoda Bryan dan mencoba untuk membuat mereka putus. “Sudahlah, Nona. Aku t

  • Elang, si Dewa Medis   79. Aku Mau Tiga Gedung!

    Elang tidak menjawab dan malah menatap ekspresi dari sang agen yang sedang menatapnya dengan ragu-ragu itu. “Kau tidak percaya kalau aku bisa membelinya ya?” Elang bertanya dengan nada santai, sama sekali tidak terlihat tersinggung.Leonardo seketika menjawab dengan terbata-bata, “Bu-bukan seperti itu, Tuan. Saya hanya … sangat terkejut karena ….”Dia menelan ludah dengan susah payah karena tiba-tiba saja dia khawatir bila Elang akan batal membeli dua gedung mewah itu karena kecurigaannya yang bodoh itu.Maka, staf agen yang masih begitu muda itu pun berkata pelan, “Saya siapkan semua dokumennya sekarang, Tuan. Mohon tunggu sekitar 30 menit.”“Lima belas menit,” ucap Elang yang terlihat tergesa-gesa. Leonardo terbelalak kaget. Melihat wajah terkejut Leonardo, Elang berbicara lagi, “Jika kau bisa menyelesaikannya dalam waktu 15 menit, maka aku akan memberimu tip sebanyak 2 persen dari harga dua gedung itu.”Leonardo ternganga. “A-anda serius, Tuan?”“Aku tidak pernah bermain-main de

  • Elang, si Dewa Medis   78. Sekarang?

    Leonardo benar-benar tidak mengerti.Dia begitu sangat heran mengapa wanita cantik seperti Lora mau menjadi kekasih seorang pemuda miskin itu.Namun, dari perkataan Lora, dia jelas tidak mungkin salah bila pemuda itu sungguh-sungguh ingin membeli salah satu gedung di Green Rose.Akan tetapi, sebuah pertanyaan pun langsung timbul di benaknya.Apa benar dia memiliki uang? Atau jangan-jangan wanita cantik ini ditipu oleh pria ini? pikir Leonardo.Oh, Leonardo benar-benar bingung sekarang.Tapi, tiba-tiba saja dia teringat akan perkataan seseorang yang cukup dia kenal.Seorang manajer senior berpesan kepadanya untuk tidak melihat seseorang dari penampilan luarnya saja.Kadangkala penampilan luar itu bisa sangat menipu.Ada banyak orang yang terlihat begitu keren dari penampilan luarnya dan bahkan terbilang memiliki aura kuat serta didukung dengan semua pakaian branded.Tapi, penampilan luar itu

  • Elang, si Dewa Medis   77. Apa Ini Tidak Salah?

    Sarah hanya termangu, terlalu bingung menanggapi ucapan Lora.Gadis muda itu pun mencoba untuk memproses semua hal yang baru saja terjadi.Pertama-tama tadi dia melihat mantan kekasihnya yang tiba-tiba saja ada di kawasan elit yang di dalamnya terdapat gedung-gedung dengan harga yang begitu mahal hingga membuatnya sakit perut saat memikirkan harganya.Selanjutnya dia juga melihat mantan kekasihnya yang dulunya dia tahu adalah seorang pria muda miskin yang tidak memiliki apapun kini malah memiliki seorang gadis cantik di sampingnya.Gadis itu pun juga sangat elegan dan bahkan dia harus mengakui bahwa dia jauh lebih cantik daripada dirinya.Selain itu, Elang Viscala bahkan mengatakan pada dirinya ingin membeli sebuah gedung mewah di Green Rose itu.Tidak hanya sampai di situ saja, Elang juga bahkan mentraktir dirinya makan di sebuah restoran yang ketika dia melihat harga menunya saja dia hanya bisa melotot kaget.&

  • Elang, si Dewa Medis   76. Sudah Percaya?

    Sarah yang tidak mau kalah pun langsung mengangguk tanpa ragu, “Ya, tentu saja. Kita lihat … seberapa kompeten agen yang kau maksud itu, Nona.”“Jika dia buruk maka aku tidak akan berikan tip sedikitpun untuk dia,” lanjut Sarah kejam.Lora tertawa kecil menanggapinya, “Oh, Nona. Sungguh itu sesuatu yang tidak diperlukan sebab kami sudah membayar penuh berikut dengan tip untuk agen itu. Jadi, bersantailah!”Sarah membalasnya dengan senyuman sinis.“Mari! Kita akan bertemu dengan agen tersebut di sana!” Lora menuju ke arah bagian sebuah tempat yang mirip dengan restoran terbuka.Bryan mengerutkan kening, sedikit agak cemas.Tetapi pria muda itu tetap berjalan dengan menggandeng kekasihnya. Keduanya sama-sama sedang berpikir serius. Sarah sebetulnya ingin mengetahui apakah mantan kekasihnya itu benar-benar telah berubah menjadi orang kaya dan memiliki kekayaan yang banyak. Dan karena jika itu terjadi maka dia berpikir untuk memikirkan kembali hubungannya dengan Elang. Apalagi jika ke

  • Elang, si Dewa Medis   75. Ide Lora

    Bryan mendecakkan lidah mendengar perkataan Sarah. Pria itu menaikkan alis kanannya lalu berkata, “Sarah, apa maksudmu berbicara seperti itu kepadaku? Kau … meragukan kekayaannya aku miliki ya?”Sarah mengangkat bahunya, tanda dia tidak mengerti, “Yah, kau tadi mengatakan ingin membeli gedung di sini, tapi … setelah kita berkeliling selama hampir 2 jam lamanya, nyatanya kamu tidak membeli satu pun dari gedung di sini.”“Itu karena tidak ada yang cocok dan tidak ada yang sesuai seleraku,” jawab Bryan.Sarah mengernyitkan dahi, “Kau bilang kalau gedung-gedung di kawasan Green Rose ini adalah gedung-gedung terbaik. Lalu kenapa kamu bilang tidak ada yang membuatmu tertarik, Bryan?”“Bukannya kamu itu pergi ke sini karena kamu sangat tertarik dengan desain-nya ya?” Sarah menambahkan dengan alis mengerut.Bryan mendesah jengkel dan dengan cepat menanggapi ucapan kekasihnya itu, “Yah, di dalam website mereka gedung-gedung ini terlihat begitu menawan dan berkilau. Tapi … siapa yang menyangka

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status