Share

Bab 517

Author: Darlene
Saat malam tiba, Clara mengucapkan selamat tinggal kepada rekan-rekannya di depan gedung dan menuju ke tempat parkir. Lampu sensor gerak di koridor garasi menyala satu per satu. Dia mendongak, mengenali sosok di depannya, dan berhenti sejenak.

Jason bersandar di kap mobilnya, melipat tangannya. Tatapannya tertuju padanya dengan lekat.

Ekspresinya tampak agak lesu, tetapi juga memberikan rasa tekanan yang tak terbantahkan.

Setelah malam itu, dia masih belum tahu harus bagaimana menghadapi pria it
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Enam Tahun dalam Dingin, Saat Kulepas Dia Memohon Cinta   Bab 524

    Clara tidak menjawab.Emil menarik napas dalam-dalam. "Kamu juga minta maaf."Kata-kata itu dia ucapkan untuk Nyonya Santoso.Nyonya Santoso bertanya dengan heran, "Kamu ingin aku minta maaf pada seorang junior?""Minta maaf!"Melihat ekspresi suaminya, Nyonya Santoso tidak berani membantah lagi. Terakhir, dia dengan berat hati minta maaf kepada Clara.Ibu dan anak itu telah minta maaf. Terlepas permintaan maaf itu tulus atau tidak, mereka tetap harus melakukan formalitas tersebut.Clara tersenyum tipis. "Memandang dari wajah Pak Emil, anggap saja masalah ini sudah selesai."Emil menghela napas lega. "Nona Clara sangat murah hati. Kelak pasti akan mencapai hal-hal besar. Aku harap kita bisa bekerja sama suatu hari nanti.""Baik."Emil pergi bersama istri dan anaknya. Mereka tidak ingin mengganggu terlalu lama.Alex mengusap dagunya. "Bisa-bisanya sikap Emil begitu tulus?"Apa matahari sudah terbit di Barat?Clara berjalan ke belakangnya dan memijat bahunya. "Ayah, bukankah dia minta ma

  • Enam Tahun dalam Dingin, Saat Kulepas Dia Memohon Cinta   Bab 523

    Lily menunggu di luar koridor sampai Clara keluar. Dia segera melangkah maju dan bertanya, "Bagaimana?"Clara menghela napas lega dan mengangkat dokumen di tangannya. "Berhasil. Ini semua berkat kamu!"Lily berjalan di sampingnya sambil berkata, "Nggak disangka, ternyata kamu pernah bertemu Bibi Jesika sebelumnya. Benar kata orang, koneksi membuat segalanya jauh lebih mudah!"Clara menatap dokumen di tangannya tanpa mengucapkan sepatah kata pun.Tidak peduli di industri mana pun, koneksi memang sangat penting.Sekembalinya ke lembaga penelitian, Clara menyerahkan dokumen proyek kepada Niel. Henri, yang berdiri di dekatnya, mengambilnya dan membaca isinya. Dia berseru kaget. "Berhasil?"Sebelum Clara sempat menjawab, Lily melipat tangannya dan berkata, "Asalkan kakak iparku turun tangan, nggak ada yang mustahil.""Tunggu ... tunggu sebentar. Kakak ipar?" Henri menatap Clara. "Sejak kapan kamu jadi kakak iparnya?""Dia ....""Jason itu kakak sepupuku, jadi apa salahnya aku memanggilnya k

  • Enam Tahun dalam Dingin, Saat Kulepas Dia Memohon Cinta   Bab 522

    Tanpa sadar, Clara menyentuh pipinya. Sentuhan itu sama sekali berbeda dari sentuhan yang ada dalam ingatannya. Perbedaan halus ini bagaikan jarum tipis, menusuk bagian terlembut hatinya secara tidak terduga dan menimbulkan rasa sakit yang tajam.Jadi, itu sebabnya Jason mengenakan topeng di depannya?Clara tiba-tiba terhenyak. Apa dia baru saja merasa kasihan pada pria itu?Clara mencoba menarik tangannya, tetapi pria itu mencengkeram pergelangan tangannya lebih erat dengan tenaga yang tak tertahankan. "Kamu merasa jijik?"Clara tertegun, lalu berkata dengan tidak berdaya, "Pria juga peduli dengan wajah mereka?""Mana mungkin nggak peduli?" Jason menggenggam telapak tangannya yang lembut dan memainkannya. "Wajah adalah poin untuk menarik perhatianmu.""..."Clara berusaha melepaskan diri dari pelukannya, lalu duduk kembali di kursinya, dan tidak berbicara lagi.Sekembalinya di Gifari Bay dan turun dari mobil, Clara melihat Victor berjalan keluar.Dia berhenti sejenak, lalu menguatkan

  • Enam Tahun dalam Dingin, Saat Kulepas Dia Memohon Cinta   Bab 521

    Sementara itu, Clara dan Jason tiba di sebuah restoran Barat. Di luar dugaan, pria itu tidak memesan seluruh tempat atau memilih ruang VIP. Sebaliknya, dia memesan meja untuk dua orang di aula utama. Mungkin karena bukan akhir pekan, restoran itu tidak terlalu ramai."Ibu, kenapa Om itu memakai topeng? Apa dia sedang cosplay?"Anak laki-laki di meja sebelah menunjuk Jason dengan penasaran.Setelah sang ibu menghentikan anaknya, dia merendahkan suaranya dan berkata, "Diam. Nggak boleh nggak sopan begitu."Clara melirik Jason. Ada kilatan licik terpancar di matanya. Dia menopang dagunya di tangannya, lalu menatap anak laki-laki itu sambil tersenyum. "Betul, jangan tertipu oleh usia Om ini. Dia memang suka bermain cosplay.""Ayahku juga suka. Dia sering bermain dengan ibuku ...."Sebelum anak laki-laki itu selesai berbicara, ibunya langsung menutup mulutnya dan meminta maaf dengan senyum canggung. "Maaf, anakku cerewet sekali. Sudah merusak acara makanmu dengan pacarmu."Clara tertegun.J

  • Enam Tahun dalam Dingin, Saat Kulepas Dia Memohon Cinta   Bab 520

    Clara kembali ke Gifari Bay. Saat dia keluar dari mobil, pandangannya tanpa sadar tertuju pada paviliun batu yang ditutupi tanaman rambat di sudut halaman. Tanaman hijau di dalam paviliun itu dirawat dengan teliti oleh tukang kebun, tampak hidup dan subur di antara dinding marmer bertekstur putih susu.Nyonya Naura duduk di paviliun dan sepertinya sedang menjamu seseorang. Ada senyum lembut di wajahnya. Pelayan menunggu di sisinya sepanjang waktu sambil menuangkan teh. Menyadari kehadiran Clara, pelayan membungkuk untuk mengingatkan Nyonya Naura.Nyonya Naura menoleh dan melihat Clara berjalan ke arahnya. Dia melambaikan tangannya. "Putri kecilku!"Clara mengalihkan pandangannya ke pria yang duduk di seberang Nyonya Naura. Tanpa ragu, dia langsung mengenali pria itu begitu melihat punggungnya."Putri kecilku sudah pulang?" Nada suara Nyonya Naura sangat lembut, seolah-olah sedang melapor kepadanya. "Temanmu datang menemuimu, jadi Ibu menjamunya untukmu."Jason perlahan mengangkat kelop

  • Enam Tahun dalam Dingin, Saat Kulepas Dia Memohon Cinta   Bab 519

    Ibu dan anak Keluarga Santoso tampak sangat muram. Terutama Teddy, yang kepalanya dipukul. Dia sangat marah. Awalnya, dia berencana untuk memberi pelajaran pada Clara setelah menikahinya, tetapi begitu mendengar Clara sudah pernah menikah, dia tentu tidak sudi menikahinya lagi. Hanya saja, hatinya masih menyimpan rasa kesal.Nyonya Santoso merasa telah ditipu. Dia tidak ingin berpura-pura lagi. "Tuan Besar Irawan, bagaimana menurutmu? Keluarga Santoso tentu nggak mau dirugikan. Ini adalah pernikahan pertama putraku! Kalau kami menikahi putri Keluarga Irawan yang sudah bercerai, bukankah orang-orang akan mentertawakan kami?"Ekspresi Tuan Besar Irawan sedikit berubah muram. "Keluarga Santoso nggak mau dirugikan, lantas kamu kira Keluarga Irawan mau dirugikan?""Tapi cucu perempuanmu memukul putraku ...."Sebelum Tuan Besar Irawan sempat menjawab, Robert berkata dengan nada yang tidak biasa, "Itu karena putramu yang memberi obat bius padanya dulu. Keluarga Irawan bukanlah keluarga yang b

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status