Beranda / Romansa / Fake Dating Dengan Bosku / Bab 2. menjadi selingkuhan

Share

Bab 2. menjadi selingkuhan

Penulis: Hazel R.Y.
last update Tanggal publikasi: 2026-03-18 13:36:27

Marcellino terjatuh ke kursinya dengan napas berat. Persetan!

Tubuhnya masih bergetar karena kelegaan dan kepuasan. Keringat mengalir di sekujur tubuhnya saat setiap otot perlahan mulai mengendur.

Namun rasa bersalah tetap menggantung di dadanya. Ia menyesal telah mengulang kesalahan yang sama. Terakhir kali, ia sudah bersumpah pada diri sendiri untuk berhenti. Lalu mengapa ia melakukannya lagi? Mengapa ia tidak mampu mengendalikan diri?

Haruskah ia benar-benar menahan diri untuk tidak menyentuh Ivanka? Wanita itu membuatnya merasa lemah, seolah semua tekadnya runtuh begitu saja.

Ia memperhatikan Ivanka yang sedang mengenakan kembali gaunnya yang provokatif dengan belahan setinggi Gunung Everest. Sekali dikibaskan, terlihatlah gundukan kemaluannya yang begitu basah dan siap.

Sialan!

Marcellino mengumpat pelan dalam hati. Ivanka sangat terampil dalam urusan ranjang. Ia tahu persis bagaimana membangkitkan dan mempertahankan gairah seorang pria.

Ia memejamkan mata sejenak. Semua ini harus dihentikan. Hubungan terlarang itu tidak memberinya apa-apa selain kehancuran perlahan.

Ia mempertanyakan harga dirinya sendiri. Ia seorang pria dewasa, ia pantas mendapatkan sesuatu yang lebih baik daripada menjadi selingkuhan.

Enam tahun sebelumnya, Ivanka telah meninggalkannya demi menikahi seorang miliarder tua asal Singapore. Pada masa itu, Marcellino masih bukan siapa-siapa, hanya seorang lulusan sarjana keuangan bisnis yang sedang merintis karier. Ia bertemu Ivanka pada tahun ketiga kuliah saat mereka sama-sama aktif di dewan mahasiswa. Sejak awal, Ivanka adalah wanita yang ambisius dan terobsesi pada kekayaan.

Setahun yang lalu, Marcellino berkenalan dengan seorang pengusaha bernama Brandon Novaris, dan keduanya menjadi dekat. Brandon menaruh kepercayaan besar padanya, bahkan mempercayakan pengelolaan deposit rekening bank Swiss miliknya kepada Marcellino.

Enam bulan kemudian, saat mereka kembali bertemu di sebuah acara penggalangan dana amal, Marcellino baru mengetahui kenyataan yang mengejutkan bahwa Brandon adalah suami Ivanka.

Sejak saat itu, Ivanka terus mengejarnya tanpa henti, mengaku masih mencintainya. Ia mengaku kesepian sejak perpisahan mereka dan menyesali pernikahannya. Menurutnya, Brandon tidak mampu memberinya cinta yang ia dambakan, dan hidupnya dipenuhi ketidakbahagiaan.

Bagi Marcellino, Ivanka adalah godaan yang terasa seperti pintu menuju kehancuran. Ia berusaha keras menghindarinya. Ia sangat menghormati Brandon bukan hanya sebagai klien, tetapi juga sebagai teman. Ia tidak ingin mengkhianati kepercayaan pria itu.

Namun daya tarik Ivanka begitu kuat. Pendekatannya agresif dan tanpa ragu, terus mengikis pertahanan Marcellino sedikit demi sedikit. Pada akhirnya, ia mendapati dirinya semakin lemah, berulang kali terperangkap dalam pesona wanita itu, hingga kemauannya untuk berkata tidak nyaris lenyap sama sekali.

"Kau lihat celana dalamku, dasar binatang buas?" Ivanka menatap Marcellino dengan tatapan jahat. "Kau sangat tidak sabar, tidak sabar untuk menyingkirkan celana dalamku. Kalau kau melihatnya, simpan saja."

"Itu bukan urusan ku. Aku bukan orang mesum yang mengoleksi pakaian dalam wanita. Biarkan petugas kebersihan yang memilikinya."

"Dasar bajingan nakal dan kotor." Ivanka mengedipkan matanya dan berlutut di depan Marcellino. "Ronde berikutnya, Sayangku? Oh... kau ereksi lagi. Biarkan aku menghisap yang besar dan berair ini-"

Marcellino menjauh dari Ivanka dan langsung berdiri. "Hentikan, Ivanka. Kita tidak bisa terus seperti ini. Aku merasa bersalah setiap kali kita berhubungan seks. Kita menipu Brandon." Ia meraih celana dan kemejanya yang tergeletak di lantai lalu mengenakannya dengan tergesa.

Ivanka menanggapinya dengan tenang. "Jangan khawatir, Sayangku. Kita ditakdirkan bersama."

Rahang Marcellino menegang. "Kalau begitu ceraikan dia agar kita bisa bersama. Aku mencintaimu dan aku ingin menunjukkan kepada dunia bahwa kau milikku."

Ivanka melangkah mendekat. Ujung jarinya menyentuh bibir bawah Marcellino sebelum ia menggantinya dengan ciuman singkat yang penuh godaan.

"Aku juga mencintaimu. Tapi aku tidak bisa menceraikan Brandon. Dia sakit. Jantungnya semakin membesar. Dokter menyarankan kita untuk tidak memberinya tekanan atau masalah apa pun. Dan memberinya perceraian... tidak... dia tidak sanggup. Aku tidak ingin disalahkan jika sesuatu terjadi padanya. Kau tahu dia sudah berusia tujuh puluh tahun, dan setiap hari, dia semakin lemah. Kita harus menunggu sampai dia," Ivanka mengangkat bahunya santai, "meninggal."

Marcellino menanggapinya dengan senyum sinis. "Dia akan hidup sepuluh sampai lima belas tahun lagi, percayalah. Aku tidak bisa menunggu selama itu untukmu."

"Jika kau benar-benar mencintaiku, kau akan menunggu."

Kesabaran Marcellino runtuh. "Omong kosong. Akui saja bahwa yang kau inginkan hanyalah uangnya!" bentaknya. "Aku punya banyak uang, Ivanka. Aku seorang miliarder! Sial! Aku bisa memberimu apa pun yang kau inginkan. Sebutkan saja."

Ivanka tetap bersikap tenang. "Marcellino, tenanglah. Aku melakukan ini demi kebaikan kita sendiri. Uang Brandon akan menjadi milik kita. Semakin banyak uang yang kita miliki, semakin bahagia kita. Kita bisa bersaing dengan kerabatmu yang kaya dan sombong, yang telah menolakmu dan keluargamu."

Marcellino menggeleng, kekecewaan jelas terlihat di wajahnya. "Itu omong kosong, Ivanka. Uang tidak akan memberimu kebahagiaan dan kepuasan dalam hidup. Dan jangan pernah melibatkan keluarga ku. Aku sudah berhubungan baik dengan mereka." Ia menatap wanita itu dengan tatapan tajam. "Kau tidak pernah berubah. Kau masih wanita egois dan ambisius yang pernah kutemui sebelumnya. Kau tak pernah benar-benar mencintaiku, kan? Yang kau pedulikan hanyalah uang. Aku bertanya-tanya, jika aku masih miskin, apakah kau akan memperhatikanku lagi?"

Ivanka mendekat lagi, suaranya melembut. "Ssst... jangan bilang begitu, Sayangku. Kenapa aku tidak memperhatikanmu? Kau cinta pertamaku dan satu-satunya. Aku sangat menderita saat menikah dengan Brandon. Setiap kali kita bercinta, aku memikirkanmu. Hidupku terasa sepi tanpamu."

Marcellino menatapnya tanpa ekspresi. "Kurasa kau tidak merindukanku, Ivanka. Kau sibuk berbelanja dan berkeliling dunia, menikmati kemewahan dan menghabiskan uang Brandon."

Mata Ivanka membelalak marah. "Bagaimana kau bisa mengatakan itu padaku? Kau tidak tahu penderitaanku. Aku telah banyak berkorban untuk berada di posisi ini."

Marcellino menatap Ivanka dengan tajam. "Apa sebenarnya yang kau korbankan? Tubuh dan jiwamu sebagai ganti uang? Kau terlalu mencintai uang."

PLAK!

Sebuah tamparan keras mendarat di pipinya. Rasa perih langsung menjalar di kulitnya.

Ivanka tampak terkejut oleh tindakannya sendiri.

"Aku tidak punya pilihan! Ini satu-satunya cara agar aku tidak gila." Air mata mulai menggenang di matanya. Ia menatap tangannya, lalu pipi Marcellino. "Aku sangat menyesal, Sayangku, hatiku... kekasihku. Aku—aku tidak bermaksud menyakitimu. Mohon bersabar. Tunggu sebentar saja, ya? Kita akan bersama selamanya."

Marcellino menyentuh pipinya yang masih panas, lalu berjalan ke arah jendela. Ia menatap deretan gedung pencakar langit di bawah sana, dan mencoba menenangkan diri. "Aku tidak tahan lagi. Kau harus menceraikannya atau hubungan kita berakhir."

Ivanka tersentak. "Apa? Kau ingin aku memilih? Sudah kubilang, aku tidak akan menceraikan Brandon. Itu sudah final."

"Kalau begitu, semuanya sudah berakhir."

Ivanka tertawa keras. "HA! Mudah sekali bagimu untuk mengatakan itu. Aku mengenalmu, Marcellino. Kau tak bisa menolak pesonaku. Satu kedipan mata dariku dan kau akan ngiler seperti anak anjing."

Marcellino menoleh perlahan, merasa diremehkan. "Apakah itu yang kau pikirkan tentangku?" Memanggilnya anak anjing yang ngiler sangatlah menghina..

Ivanka melangkah mendekat dengan senyum menantang. "Oh, Marcellino sayang. Aku lebih mengenalmu. Mau kubuktikan lagi?" Dia berdiri di depan Marcellino dan menggerakkan tangannya dari dada ke alat kelaminnya. Marcellino mencengkeram pergelangan tangannya untuk menghentikannya.

"Aku akan membuktikan kau salah. Aku bukan orang seperti itu."

Salah satu alis Ivanka terangkat saat ia menatap Marcellino dari kepala hingga kaki. "Mari kita lihat apakah kau bisa menahan diri." Ia tertawa pelan, lalu berbalik dan bergegas keluar dari kantor.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Fake Dating Dengan Bosku   bab 58. melanggar kontrak

    Detak jantung Marcellino seolah berhenti sesaat ketika pintu lift terbuka dan ia melihat Freya. Wanita itu menoleh lalu memberinya senyum kecil yang entah bagaimana mampu mengirimkan sensasi hangat ke seluruh tubuhnya.Tubuhnya langsung menegang. Pikirannya kembali kacau, jantungnya berdetak terlalu cepat, dan seluruh indranya terasa tidak terkendali. Reaksi itu selalu muncul setiap kali Freya berada di dekatnya.“Hai,” sapanya singkat sambil berusaha menghindari tatapan wanita itu.Sejak Sabtu malam, ia tahu segalanya telah berubah. Ya, ia tertarik pada Freya. Namun, perasaan itu sudah jauh melampaui sekadar ketertarikan fisik.Ia menginginkan Freya. Bukan hanya tubuhnya, tetapi juga seluruh dirinya, pikiran, hati, dan jiwanya. Ia ingin menjaga wanita itu, membuatnya tetap berada di sisinya, menjadi bagian dari hidupnya. Dan yang lebih mengganggu adalah kenyataan bahwa ia tidak hanya menginginkan Freya. Ia menginginkan kebersamaan.Bangun dan tidur bersama setiap hari, makan bersama,

  • Fake Dating Dengan Bosku   bab 57. Freya menolak lagi

    Freya sangatlah seksi dan responsif. Inilah sosok yang Marcellino inginkan, kecantikan liarnya.Tubuhnya bereaksi dengan liar, membuatnya sangat bersemangat dan gugup pada saat yang bersamaan. Setiap dorongan lidahnya di dalam mulut Freya, dia menyambutnya, setiap kali ia menjilat area di belakang telinganya, gadis itu terengah-engah dan mengerang, dan ketika bibirnya mencium lekukan di lehernya, dia akan mengundangnya lebih banyak dan memberinya akses penuh yang ia butuhkan.Marcellino sudah menunggu hal ini terjadi, rasanya seperti selamanya. Ia sangat ingin mencium Freya dengan penuh hasrat, setiap inci tubuhnya, menyentuh setiap bagian sensitifnya dan melahapnya seperti sebuah pesta sampai terengah-engah dan meneriakkan namanya berulang kali.Marcellino tak percaya ia sudah sangat sabar, karena ia bukanlah orang yang sabar. Itu bukan sifatnya. Tapi demi Freya, ia ingin membuatnya merasa sangat istimewa dan diperhatikan.Marcellino ingin memperbaiki semuanya dengannya. Freya tidak

  • Fake Dating Dengan Bosku   bab 56. kau mau lagi?

    Aroma tubuhnya yang manis dan memabukkan menyelimutinya. Dia seperti obat, meninabobokannya ke dalam euforia.Saat bibir pria itu menyentuh bibirnya, jantungnya berdebar kencang seperti disambar petir.Ciuman itu terasa sangat lembut, berlama-lama seolah-olah mereka punya waktu tak terbatas.Rasa sakit yang panas di dalam diri Freya semakin intens dan seluruh bagian tubuhnya terasa geli.Menunggu... Ia ingin Marcellino menciumnya lebih keras, lebih dalam, dengan desakan yang menggebu-gebu, tapi pria itu lebih lambat dari kura-kura dan memperlakukannya seperti boneka porselen!Freya membuka bibirnya, mengundang dorongan lidahnya, tapi itu tidak terjadi. Ia bergerak lebih dekat padanya, tapi... sialannya sabuk pengaman mencegahnya terlalu dekat dengannya, dan sebelum ia bisa melepaskannya, Marcellino sudah berhenti menciumnya. Dia duduk di kursinya dan menyalakan mobil.Freya merasa bingung dan kecewa. Ia mengharapkan lebih."Hanya itu?" tanyanya dengan frustrasi.Marcellino menoleh, me

  • Fake Dating Dengan Bosku   bab 55. ciuman yang membuat ketagihan

    Para pria terang-terangan menatap Freya dengan kagum ketika mereka tiba di pesta. Awalnya Marcellino merasa tersanjung berada bersamanya, yang tampak begitu cantik memukau dalam gaun malam putih bertabur permata. Ia bisa melihat rasa iri di wajah para pria ketika menatap mereka. Mereka berharap bisa berada di posisinya. Namun suasana hati Marcellino dengan mudah berubah menjadi marah. Ia sama sekali tidak suka mereka menatap Freya dan memperkenalkan diri padanya. Rasa takut dan rasa tidak aman menguasai dirinya. Freya terpapar pada kelompok bujangan muda kaya itu yang menatapnya seperti hiasan di atas kue cupcake. Ia takut membayangkan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi setelah kontrak mereka berakhir. Pasti akan banyak pria yang mengantre untuk menggantikan posisinya! Aishar Lewis ada di sana. Putra dari taipan maskapai penerbangan Malaysia, Tyler Lewis dan istrinya, Sarah Lewis. Penampilannya yang gagah dan menawan sebagai peternak menarik banyak wanita. Marcellino hanya

  • Fake Dating Dengan Bosku   bab 54. Cium aku sedalam-dalamnya

    Akhir pekan itu sungguh mengerikan bagi keluarga Marcellino. Rania hilang. Bersama dengan kepolisian dan tim penyelamat, ia membantu mencarinya. Zayden sangat terpukul, putus asa ingin menemukan istrinya.Semuanya sudah baik-baik saja sekarang. Freya dan Marcellino mengunjungi Rania di rumah sakit. Meskipun wanita itu masih terlihat sangat terkejut, setidaknya dia pulih dari pengalaman traumatisnya dan bayinya sehat.Ayah Freya juga pulih dengan baik. Setelah seminggu di rumah sakit, ia disarankan untuk pulang dan menjalani tahapan rehabilitasi serta sesi terapi fisik selama enam hingga delapan minggu. Dia sangat gembira dapat kembali melakukan aktivitas sehari-hari seperti biasa, bisa berjalan dan menjalani kehidupan normal.Melihat Freya bahagia dengan keberhasilan operasi ayahnya, membuat Marcellino ikut bahagia. Rasanya sangat membahagiakan melihatnya selalu tersenyum. Freya seperti matahari, bersinar dan membuat hari-harinya lebih cerah.Marcellino tidak repot-repot menanyakan so

  • Fake Dating Dengan Bosku   bab 53. menjenguk ayah Freya

    Situasi ini terasa benar-benar gila bagi Marcellino. Ia menyalahkan dirinya sendiri karena terlalu banyak bicara. Malam sebelumnya, neneknya terus menanyakan tentang Freya. Wanita tua itu ingin Freya kembali bergabung bersama mereka di akhir pekan. Awalnya, Marcellino hanya mengatakan bahwa Freya sedang cuti untuk bersama keluarganya. Namun, seperti biasa, Halimah tidak berhenti bertanya sampai akhirnya ia menyerah dan mengatakan yang sebenarnya.Keesokan paginya, saat sarapan, Halimah kembali dengan ide baru yang jauh lebih merepotkan. Ia ingin bertemu keluarga Freya.“Kamu dan Freya sedang menjalin hubungan serius. Kalian bukan remaja yang hanya ingin bersenang-senang. Cepat atau lambat kalian akan menikah dan punya anak. Kita harus mendukung keluarga Freya. Mereka juga akan menjadi keluarga kita,” katanya.Marcellino mencoba menahan situasi. “Mereka butuh privasi saat ini, Nek. Ayahnya juga sedang dalam masa pemulihan setelah operasi.”Ia tidak ingin menjelaskan lebih jauh tentang

  • Fake Dating Dengan Bosku   bab 6. ayo kita pura-pura pacaran.

    "Aku benci kamu! Dasar curang! Pembohong!"Air mata membanjiri wajah Freya, membuat pandangannya kabur dan suaranya tercekat. Rasa sakit itu begitu pekat, seolah mencekik dadanya setiap kali ia memikirkan Naufal.Bagaimana mungkin pria itu melakukan hal ini padanya?Selama dua tahun, Freya telah se

  • Fake Dating Dengan Bosku   Bab 5. sekarat karena patah hati

    Senin pagi itu suasana hati Marcellino sedang buruk. Kepalanya masih terasa berat akibat minuman semalam. Dalam perjalanan menuju kantor, ia sempat mampir ke Starbucks untuk membeli espresso dingin agar tetap terjaga.Ia harus melupakan Ivanka. Semua ini tidak bisa terus berlanjut. Jika dibiarkan,

  • Fake Dating Dengan Bosku   Bab 4. kehilangan pacar dan uang

    "Hei, pelan-pelan," kata sepupunya, Zayden Wiguna, ketika Marcellino menenggak segelas wiski dalam waktu kurang dari satu menit. "Apakah kamu mencoba bunuh diri?""Aku sangat kesal. Harga diriku hancur berkeping-keping seperti sampah."Beberapa waktu sebelumnya, Marcellino melihat Ivanka dan suamin

  • Fake Dating Dengan Bosku   Bab 3. Freya merindukan kekasihnya

    Freya berlari keluar kantor dengan perasaan terguncang. Melihat bosnya melakukan aksi seksual sungguhan seperti binatang buas di atas mejanya agak menjijikkan namun... membangkitkan gairah. Dalam ingatannya, sosok pria itu tampak begitu kuat dan percaya diri dalam keadaan tanpa busana, mengingatka

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status