Home / Romansa / Fake Dating Dengan Bosku / Bab 1. Memergoki sang bos

Share

Fake Dating Dengan Bosku
Fake Dating Dengan Bosku
Author: Hazel R.Y.

Bab 1. Memergoki sang bos

Author: Hazel R.Y.
last update publish date: 2026-03-18 12:25:22

Freya menepuk dahinya panik. "Astaga! Di mana ponselku?"

Ia lalu menggaruk kepalanya, membuat serpihan putih berjatuhan di atas setelan bisnis hitamnya seperti salju tipis. Ketombenya terasa semakin parah. Mungkin karena ia selalu mengikat rambutnya menjadi sanggul, dan gaya rambut itu sangat disukai pacarnya. Atau bisa jadi karena sampo baru yang akhir-akhir ini ia gunakan. Apa pun penyebabnya, saat itu ia tidak peduli. Ia hanya perlu menemukan ponselnya.

Dengan gelisah, Freya mengobrak-abrik apartemennya yang berukuran lima puluh meter persegi. Ia melempar bantal, pakaian, majalah, dan berbagai barang lain seperti binatang buas yang kehilangan kesabaran.

Di mana ia meletakkannya? Saat tiba di rumah, ia hanya sempat pergi ke kamar mandi, lalu melepas jaket dan merebahkan diri di tempat tidur.

Tiba-tiba kesadaran menghantamnya. "Ya Tuhan... sepertinya aku meninggalkannya di kantor!" Ia segera melirik jam tangannya, sudah pukul enam sore. "Sialan. Aku harus mengambil ponselku sekarang. Naufal akan meneleponku nanti sekitar jam delapan."

Naufal Saputra, pacarnya yang tampan dan menawan, adalah seorang reporter lapangan baru di salah satu stasiun televisi nasional. Saat ini Naufal berada di Yogyakarta untuk meliput kasus anak hilang. Pria itu sangat bersemangat terhadap pekerjaannya dan segala hal yang ia lakukan dalam hidup. Itulah alasan Freya selalu mendukungnya, ia yakin Naufal melakukan semua itu demi masa depan mereka.

Freya bertemu Naufal dua tahun sebelumnya. Saat itu ia berusia dua puluh satu tahun dan baru saja lulus dari kursus kesekretariatan. Seorang teman memperkenalkan mereka di sebuah pesta ulang tahun.

Freya langsung terpikat oleh penampilan Naufal yang maskulin. Rambutnya lurus berwarna hitam kecoklatan, mengingatkannya pada Leonardo Dicaprio muda. Matanya yang tajam dan menggoda serupa dengan milik Brad Pitt, sementara senyum sensualnya mengingatkan pada Zayn Malik. Mereka sempat berkencan sebelum akhirnya resmi menjalin hubungan.

Memikirkan hal itu membuat Freya tersenyum. Naufal sempat mengatakan bahwa ia memiliki sesuatu yang penting untuk dibicarakan saat kembali nanti. Dalam hati, Freya berharap itu adalah sebuah lamaran. Bayangan tersebut membuat jantungnya berdebar penuh kebahagiaan.

Tanpa membuang waktu, Freya berlari keluar apartemen menuju kantor, ia kesal pada dirinya sendiri karena kecerobohannya. Bagaimana mungkin ia bisa meninggalkan ponselnya? Benda itu bagian penting dari hidupnya.

Freya berdiri di trotoar, menunggu taksi ketika tiba-tiba rintik hujan turun. "Astaga! Hujan! Brengsek."

Dalam hitungan detik, setelan jas kerjanya mulai basah. Ia menatap jalan dengan frustrasi, bertanya-tanya ke mana perginya semua taksi saat ia sangat membutuhkannya. Setelah lima menit yang terasa lama, sebuah taksi akhirnya berhenti di depannya, dan Freya segera masuk ke dalam dengan tergesa-gesa.

Sopir taksi itu menatap Freya tajam melalui kaca spion. "Mbak, tolong tetap duduk di satu sisi saja. Anda membasahi sarung jok kulit baru saya." Sopir taksi itu terdengar kesal, seolah menyesali keputusannya berhenti untuk menjemputnya.

"Baik, Pak." Freya segera merapat ke sudut kursi dan duduk diam seperti kelinci basah.

Beberapa saat kemudian, taksi berhenti di depan Menara Pradana, dan Freya berlari menuju pintu masuk gedung.

Selama dua tahun terakhir, ia bekerja di Pradana Holdings Company sebagai sekretaris pribadi CEO sekaligus pemiliknya, Marcellino Pradana. Pekerjaan itu sangat menekan. Atasannya terkenal menuntut, disiplin, memiliki ekspektasi tinggi, dan mudah marah. Tidak seorang pun berani membantahnya. Meski begitu, gajinya sangat besar jauh di atas standar rata-rata di Jakarta.

Di lobi, kepala petugas keamanan menyapanya. "Anda sudah kembali, Bu Freya. Apakah Anda lupa membawa payung?"

"Ha ha, itu lucu, dan aku meninggalkan ponselku di meja." Freya tersenyum singkat sebelum berjalan menuju lift.

Lampu di lantai kantor masih menyala. Ia sedikit terkejut. Hmm… bosnya rupanya masih berada di gedung.

Freya bergegas ke mejanya dan menghela napas lega saat melihat ponselnya tergeletak di atas map berwarna oranye. Syukurlah.

Ia hendak pergi ketika sesuatu menarik perhatiannya. Apa ini?

Matanya tertuju pada sehelai kain merah tipis yang tersangkut di tempat pensilnya. Dengan ragu, ia mengangkat benda itu setinggi mata. Bentuknya langsung membuatnya membeku, itu celana dalam model thong.

Dengan refleks, Freya menjatuhkannya ke lantai, merasa jijik karena sempat menyentuh pakaian dalam orang lain. Ia segera membuka laci, mengambil sebotol alkohol, dan membersihkan tangannya dengan tergesa-gesa.

Pertanyaan berputar di kepalanya. Celana dalam siapa itu? Siapa yang menaruh benda itu di mejanya? Baginya, hal itu sama sekali tidak lucu. Ia memutuskan akan melaporkannya ke Departemen Sumber Daya Manusia keesokan hari.

Siapa pun pelakunya harus ditegur. Ia yakin atasannya tidak akan senang jika mengetahui kejadian tersebut.

Freya menutup laci tepat saat ia mendengar seseorang mengerang seperti binatang yang terluka. Dia berhenti dan mendengarkan suara itu. Apakah suara itu berasal dari kantor Pak Marcellino?

Freya mendekat ke pintu kantor Marcellino, menempelkan telinganya ke pintu, ketika tiba-tiba pintu itu terbuka dengan keras.

Ups!

Sial! Freya langsung terjatuh ke lantai, dan menatap punggung telanjang yang berkeringat milik Marcellino. Rahangnya ternganga. Pantat yang seksi sekali... Pandangannya terpaku pada tubuhnya yang panjang dan ramping. Dia tampak sangat kuat dan berotot, seperti binatang buas, dengan kasar dan liar mendorong alat kelaminnya masuk dan keluar dari...

Freya mengedipkan mata beberapa kali. Ia harus pergi. Demi Tuhan. Bosnya sedang berhubungan seks di atas mejanya dan Freya menonton mereka seperti menonton pertunjukan film porno langsung.

Lalu, ia mendengar wanita itu berteriak, "Lebih dalam, Sayang... Aku sedikit lagi sampai..."

Tunggu. Logat itu terdengar familiar. Apakah itu Bu Ivanka?

Oh-oh... Seseorang akan mendapat masalah.

Mereka begitu sibuk berhubungan seks sehingga belum menyadari keberadaanya. Freya menutup pintu perlahan dan menghela napas lega.

Ia meraih ponselnya dan berlari keluar kantor.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Fake Dating Dengan Bosku   bab 58. melanggar kontrak

    Detak jantung Marcellino seolah berhenti sesaat ketika pintu lift terbuka dan ia melihat Freya. Wanita itu menoleh lalu memberinya senyum kecil yang entah bagaimana mampu mengirimkan sensasi hangat ke seluruh tubuhnya.Tubuhnya langsung menegang. Pikirannya kembali kacau, jantungnya berdetak terlalu cepat, dan seluruh indranya terasa tidak terkendali. Reaksi itu selalu muncul setiap kali Freya berada di dekatnya.“Hai,” sapanya singkat sambil berusaha menghindari tatapan wanita itu.Sejak Sabtu malam, ia tahu segalanya telah berubah. Ya, ia tertarik pada Freya. Namun, perasaan itu sudah jauh melampaui sekadar ketertarikan fisik.Ia menginginkan Freya. Bukan hanya tubuhnya, tetapi juga seluruh dirinya, pikiran, hati, dan jiwanya. Ia ingin menjaga wanita itu, membuatnya tetap berada di sisinya, menjadi bagian dari hidupnya. Dan yang lebih mengganggu adalah kenyataan bahwa ia tidak hanya menginginkan Freya. Ia menginginkan kebersamaan.Bangun dan tidur bersama setiap hari, makan bersama,

  • Fake Dating Dengan Bosku   bab 57. Freya menolak lagi

    Freya sangatlah seksi dan responsif. Inilah sosok yang Marcellino inginkan, kecantikan liarnya.Tubuhnya bereaksi dengan liar, membuatnya sangat bersemangat dan gugup pada saat yang bersamaan. Setiap dorongan lidahnya di dalam mulut Freya, dia menyambutnya, setiap kali ia menjilat area di belakang telinganya, gadis itu terengah-engah dan mengerang, dan ketika bibirnya mencium lekukan di lehernya, dia akan mengundangnya lebih banyak dan memberinya akses penuh yang ia butuhkan.Marcellino sudah menunggu hal ini terjadi, rasanya seperti selamanya. Ia sangat ingin mencium Freya dengan penuh hasrat, setiap inci tubuhnya, menyentuh setiap bagian sensitifnya dan melahapnya seperti sebuah pesta sampai terengah-engah dan meneriakkan namanya berulang kali.Marcellino tak percaya ia sudah sangat sabar, karena ia bukanlah orang yang sabar. Itu bukan sifatnya. Tapi demi Freya, ia ingin membuatnya merasa sangat istimewa dan diperhatikan.Marcellino ingin memperbaiki semuanya dengannya. Freya tidak

  • Fake Dating Dengan Bosku   bab 56. kau mau lagi?

    Aroma tubuhnya yang manis dan memabukkan menyelimutinya. Dia seperti obat, meninabobokannya ke dalam euforia.Saat bibir pria itu menyentuh bibirnya, jantungnya berdebar kencang seperti disambar petir.Ciuman itu terasa sangat lembut, berlama-lama seolah-olah mereka punya waktu tak terbatas.Rasa sakit yang panas di dalam diri Freya semakin intens dan seluruh bagian tubuhnya terasa geli.Menunggu... Ia ingin Marcellino menciumnya lebih keras, lebih dalam, dengan desakan yang menggebu-gebu, tapi pria itu lebih lambat dari kura-kura dan memperlakukannya seperti boneka porselen!Freya membuka bibirnya, mengundang dorongan lidahnya, tapi itu tidak terjadi. Ia bergerak lebih dekat padanya, tapi... sialannya sabuk pengaman mencegahnya terlalu dekat dengannya, dan sebelum ia bisa melepaskannya, Marcellino sudah berhenti menciumnya. Dia duduk di kursinya dan menyalakan mobil.Freya merasa bingung dan kecewa. Ia mengharapkan lebih."Hanya itu?" tanyanya dengan frustrasi.Marcellino menoleh, me

  • Fake Dating Dengan Bosku   bab 55. ciuman yang membuat ketagihan

    Para pria terang-terangan menatap Freya dengan kagum ketika mereka tiba di pesta. Awalnya Marcellino merasa tersanjung berada bersamanya, yang tampak begitu cantik memukau dalam gaun malam putih bertabur permata. Ia bisa melihat rasa iri di wajah para pria ketika menatap mereka. Mereka berharap bisa berada di posisinya. Namun suasana hati Marcellino dengan mudah berubah menjadi marah. Ia sama sekali tidak suka mereka menatap Freya dan memperkenalkan diri padanya. Rasa takut dan rasa tidak aman menguasai dirinya. Freya terpapar pada kelompok bujangan muda kaya itu yang menatapnya seperti hiasan di atas kue cupcake. Ia takut membayangkan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi setelah kontrak mereka berakhir. Pasti akan banyak pria yang mengantre untuk menggantikan posisinya! Aishar Lewis ada di sana. Putra dari taipan maskapai penerbangan Malaysia, Tyler Lewis dan istrinya, Sarah Lewis. Penampilannya yang gagah dan menawan sebagai peternak menarik banyak wanita. Marcellino hanya

  • Fake Dating Dengan Bosku   bab 54. Cium aku sedalam-dalamnya

    Akhir pekan itu sungguh mengerikan bagi keluarga Marcellino. Rania hilang. Bersama dengan kepolisian dan tim penyelamat, ia membantu mencarinya. Zayden sangat terpukul, putus asa ingin menemukan istrinya.Semuanya sudah baik-baik saja sekarang. Freya dan Marcellino mengunjungi Rania di rumah sakit. Meskipun wanita itu masih terlihat sangat terkejut, setidaknya dia pulih dari pengalaman traumatisnya dan bayinya sehat.Ayah Freya juga pulih dengan baik. Setelah seminggu di rumah sakit, ia disarankan untuk pulang dan menjalani tahapan rehabilitasi serta sesi terapi fisik selama enam hingga delapan minggu. Dia sangat gembira dapat kembali melakukan aktivitas sehari-hari seperti biasa, bisa berjalan dan menjalani kehidupan normal.Melihat Freya bahagia dengan keberhasilan operasi ayahnya, membuat Marcellino ikut bahagia. Rasanya sangat membahagiakan melihatnya selalu tersenyum. Freya seperti matahari, bersinar dan membuat hari-harinya lebih cerah.Marcellino tidak repot-repot menanyakan so

  • Fake Dating Dengan Bosku   bab 53. menjenguk ayah Freya

    Situasi ini terasa benar-benar gila bagi Marcellino. Ia menyalahkan dirinya sendiri karena terlalu banyak bicara. Malam sebelumnya, neneknya terus menanyakan tentang Freya. Wanita tua itu ingin Freya kembali bergabung bersama mereka di akhir pekan. Awalnya, Marcellino hanya mengatakan bahwa Freya sedang cuti untuk bersama keluarganya. Namun, seperti biasa, Halimah tidak berhenti bertanya sampai akhirnya ia menyerah dan mengatakan yang sebenarnya.Keesokan paginya, saat sarapan, Halimah kembali dengan ide baru yang jauh lebih merepotkan. Ia ingin bertemu keluarga Freya.“Kamu dan Freya sedang menjalin hubungan serius. Kalian bukan remaja yang hanya ingin bersenang-senang. Cepat atau lambat kalian akan menikah dan punya anak. Kita harus mendukung keluarga Freya. Mereka juga akan menjadi keluarga kita,” katanya.Marcellino mencoba menahan situasi. “Mereka butuh privasi saat ini, Nek. Ayahnya juga sedang dalam masa pemulihan setelah operasi.”Ia tidak ingin menjelaskan lebih jauh tentang

  • Fake Dating Dengan Bosku   bab 6. ayo kita pura-pura pacaran.

    "Aku benci kamu! Dasar curang! Pembohong!"Air mata membanjiri wajah Freya, membuat pandangannya kabur dan suaranya tercekat. Rasa sakit itu begitu pekat, seolah mencekik dadanya setiap kali ia memikirkan Naufal.Bagaimana mungkin pria itu melakukan hal ini padanya?Selama dua tahun, Freya telah se

  • Fake Dating Dengan Bosku   Bab 5. sekarat karena patah hati

    Senin pagi itu suasana hati Marcellino sedang buruk. Kepalanya masih terasa berat akibat minuman semalam. Dalam perjalanan menuju kantor, ia sempat mampir ke Starbucks untuk membeli espresso dingin agar tetap terjaga.Ia harus melupakan Ivanka. Semua ini tidak bisa terus berlanjut. Jika dibiarkan,

  • Fake Dating Dengan Bosku   Bab 4. kehilangan pacar dan uang

    "Hei, pelan-pelan," kata sepupunya, Zayden Wiguna, ketika Marcellino menenggak segelas wiski dalam waktu kurang dari satu menit. "Apakah kamu mencoba bunuh diri?""Aku sangat kesal. Harga diriku hancur berkeping-keping seperti sampah."Beberapa waktu sebelumnya, Marcellino melihat Ivanka dan suamin

  • Fake Dating Dengan Bosku   Bab 3. Freya merindukan kekasihnya

    Freya berlari keluar kantor dengan perasaan terguncang. Melihat bosnya melakukan aksi seksual sungguhan seperti binatang buas di atas mejanya agak menjijikkan namun... membangkitkan gairah. Dalam ingatannya, sosok pria itu tampak begitu kuat dan percaya diri dalam keadaan tanpa busana, mengingatka

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status