Flameheart; Rise Of An Alpha Magnate

Flameheart; Rise Of An Alpha Magnate

last updateLast Updated : 2024-10-25
By:  Mayemura SpecialCompleted
Language: English
goodnovel16goodnovel
8.2
7 ratings. 7 reviews
92Chapters
4.7Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Flameheart or the Formidable Phoenix to those who know him is a twenty-seven-year-old billionaire. To many, he is cold, ruthless, and goal driven but to the few who know him, they only see determination and strong willpower. What no one knows is how he was once a poor orphan roaming the streets, barely having any food. How someone targeted him and used him as a pawn in their evil plan to bring down the country's beauty queen. The daughter of the richest merchant the great Sunshine City.Those who targeted him knew very well that he was just an orphan who no one would miss if he were to disappear but neither him nor they had any knowledge of his other identity. He is actually an orphaned werewolf who turned out to be a late bloomer. Athena Milano was not only the most sort after bachelorette of the city but the most intelligent belle in the whole country. The unsuspecting young lady was abducted and drugged and left locked up in a rundown downtown inn with a scrawny-looking young fellow. The two of them under the effects of the drug were left with no choice but to rely on each other to ease their discomfort. Flameheart, then known as Dale Flemming, vowed never to be weak again and to one day look for this great beauty and protect her. Whereas Athena wanted nothing but to forget this ordeal and this rugged, hungry-looking young man. She vowed to hunt down everyone involved and exact her revenge. Follow these diverse characters as they journey through life. One driven by the need for revenge and one driven by the desire for strength and reaching greater heights. One rises from the ashes like a Phoenix whereas one forges her own identity after being disowned.

View More

Chapter 1

The Mark

"C–Claudia?!"

Keterkejutan di wajah tampan yang berkeringat itu membuat Claudia gemetar. Ia masih bisa melihat sisa-sisa gairah di mata lelaki itu. Lelaki yang harusnya mengucap janji suci pernikahan untuknya beberapa hari lagi.

Beberapa saat lalu, Claudia datang dengan penuh semangat untuk merayakan tujuh tahun kebersamaan mereka. Namun, yang ia temukan di apartemen lelaki itu bukan kebahagiaan, melainkan pengkhianatan yang mengoyak hatinya. 

Tak pernah sekalipun ia membayangkan kekasihnya akan berselingkuh! Apalagi dengan sepupunya sendiri, Selena!

"Cla, aku—!"

Deon terbata-bata, buru-buru menarik bokser hitam dari lantai dan mencoba mendekat, tapi–

Plak!

Tamparan Claudia mendarat keras di pipi pria yang selama tujuh tahun terakhir mengisi hatinya. Tangannya bergetar, terasa panas seperti amarah yang membakar seluruh tubuhnya.

"Kita putus." Suaranya tegas, final. Tanpa ragu, ia berbalik, melangkah keluar dari kamar yang membuatnya muak.

"Claudia! Dengarkan aku dulu, Sayang!"

"Jangan panggil aku 'Sayang' dengan mulut kotormu!" bentaknya, menghempaskan tangan Deon yang mencoba menahannya. Air matanya jatuh tanpa bisa ia cegah, memancarkan luka dan kekecewaan yang begitu dalam.

Deon tertegun, jantungnya mencelos melihat rasa sakit yang terpancar di wajah Claudia, wanitanya.

"Aku minta maaf, Cla! Aku khilaf!" ucapnya lirih, mencoba meraih tangan Claudia.

Claudia terkekeh pahit, menatap kecewa pria yang selama tujuh tahun menjadi salah satu alasannya bahagia.

Claudia tertawa pahit. "Khilaf?" ia mengulangi kata itu dengan getir. "Khilaf itu kalau kamu hanya bertukar pesan atau sekadar kencan di kafe. Tapi ini—" Napasnya bergetar, matanya berkilat marah. "Kamu melakukannya sampai akhir. Dan itu tidak hanya sekali." Tatapannya menusuk, terlebih setelah melihat beberapa kondom bekas yang berserakan di lantai.

"Aku dijebak–!"

"DEMI TUHAN, DEON!!!" Claudia berteriak, menghentikan segala alasan yang bahkan tak masuk akal untuknya. "Aku tidak gila hingga tidak bisa membedakan keadaanmu tadi, saat kamu mengejar pelepasanmu! Kamu tidak mabuk, kamu tidak berada di bawah pengaruh obat apa pun! Bagian mana yang jebakan?!"

Wanita itu menarik napas panjang, menghapus air mata yang tidak berhenti menetes.

"Aku tidak akan pernah memaafkan pengkhianatan, Deon. Kamu pasti mengenalku dengan sangat baik selama tujuh tahun ini. Kita selesai ... dan alasan berakhirnya hubungan ini adalah karena kamu!"

Memilih untuk segera berbalik dan keluar dari apartemen yang sering dikunjunginya, Claudia berlari menuju lift, menghela napas panjang untuk menghentikan tangisnya. Wanita itu menggigit bibir, menahan diri agar tidak berteriak dan menangis dengan keras.

Keluar dari gedung apartemen yang mungkin tidak akan pernah dikunjunginya lagi, Claudia yang datang tanpa membawa mobil nyaris mengumpat. Terlalu percaya jika calon suaminya akan mengantarnya pulang, Claudia meninggalkan mobilnya di kantor dan memilih naik taksi.

Wanita itu mendongak ketika merasakan tetes demi tetes dari langit mulai membasahi kepalanya. 

"Bahkan langit pun tidak mendukungku?" Tawa pahitnya terdengar, bersamaan dengan hujan yang semakin deras, menutupi air matanya yang kembali mengalir.

Claudia berjalan pelan menyusuri trotoar, terlalu lelah hanya untuk mencari taksi. 

Ia kemudian berhenti di pemberhentian bus, memilih duduk di bangku besi panjang dan kembali terisak. Dunianya hancur berserakan. Claudia tidak tahu bagaimana harus menyusunnya kembali.

Tujuh tahun bukanlah waktu yang sebentar. Terlalu banyak kenangan dan mimpi-mimpi serta janji yang ia ukir bersama Deon. Claudia tidak pernah membayangkan jika hubungan yang dilandasi kepercayaan selama bertahun-tahun harus hancur karena sebuah pengkhianatan.

Lucunya ... pria itu masih berani berkata jika itu adalah kesalahan tidak disengaja!

"Dasar brengsek!"

Menyedihkan! Bagaimana bisa Claudia yang selalu bangga pada setiap hal yang ada pada dirinya dan mengangkat wajah dengan penuh kepercayaan diri, berakhir menangis patah hati karena dikhianati?

Apalagi ketika tunangannya justru selingkuh dengan Selena, sepupu yang paling ia percaya?

Tidak mungkin ada asap kalau tidak ada api, tapi Claudia bahkan tidak berani untuk menebak sejak kapan sepupu tersayangnya memiliki minat lain pada Deon.

Hujan turun lebih deras, tempiasnya memercik pada Claudia yang memang sudah basah. Tidak ada siapa pun di sekitarnya, seolah sepi yang mencekik ini juga dipersiapkan takdir untuknya.

Tring!

Notifikasi dari ponsel di tas tangannya membuat Claudia tersentak.

Dengan gemetar, wanita itu mengeluarkan ponselnya.

Sebuah pesan terpampang di layar ponselnya. Sebuah pemberitahuan dari wedding organizer yang ia sewa, sekaligus pengingat tentang hari pernikahan yang sudah makin dekat.

"Tidak akan ada pernikahan ... bukan aku yang akan menikah." Mata Claudia kembali basah, tanpa bisa mencegah lagi air matanya yang tumpah sekali lagi.

Ia memasukkan ponselnya kembali ke dalam tas.

"ADUH!!!"

Claudia terkesiap ketika sesuatu jatuh di depannya–

Seseorang lebih tepatnya.

"Hei, kamu baik-baik saja?" Claudia segera membantu sosok kecil yang baru saja terjerembab dan mendudukkannya di bangku halte. 

Sama seperti dirinya, anak itu juga tampak berantakan dengan pakaian basah dan air mata menggenang.

"Di mana orang tuamu? Kenapa kamu sendirian di sini?" Claudia berlutut di hadapan anak itu dan bertanya dengan lembut, seolah kesedihannya beberapa waktu lalu hilang begitu saja. "Ya Tuhan ... kamu berdarah!"

Claudia menatap ngeri lutut anak kecil yang duduk di hadapannya. Melihat bagaimana anak itu tidak menangis dengan keras meski matanya sudah berkaca-kaca membuat perasaan Claudia tidak senang.

"Pasti sakit, ya? Katakan saja kalau sakit ... jangan ditahan. Tidak baik menahan diri." Claudia berucap lembut.

Langsung saja, anak itu terisak. "Sakit ... lutut Aga perih, tapi Aga nggak boleh nangis. Mama bilang akan jemput kalau Aga menjadi laki-laki yang bisa diandalkan."

Kata-kata bocah berusia sekitar 4 tahun itu membuat Claudia tertegun, air mata yang sempat berhenti, kembali berurai tak terbendung. Claudia menumpukan kepalanya di paha anak lelaki itu, menangis.

"Bunda juga ... Bundaku juga bilang begitu. Katanya kalau aku tidak cengeng, dia akan datang dan membawaku. Tapi ..., Bunda tidak pernah kembali ...." 

Claudia kehilangan ibunya sejak masih kecil. Meski usianya sudah cukup untuk mengerti apa itu ‘meninggal’, ia tetap menangis setiap hari dan berharap ibunya kembali.

Orang lain yang paling mendekati sosok yang Claudia rindukan adalah tantenya, adik dari sang ayah.

Namun, sosok itu juga ibu dari Selena, sepupunya yang tadi melakukan adegan tak pantas dengan tunangan Claudia.

Mana mungkin Claudia menyampaikan informasi tersebut pada tantenya? Ekspresi apa yang harus ia tampilkan? Bagaimana ia harus mengatakannya? 

Claudia menangis semakin deras saat anak lelaki di hadapannya juga turut terisak, keduanya menangis bersama di tengah hujan, berbagi rasa sakit dengan orang asing yang baru pertama kali ditemui.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.

reviewsMore

Constance Nyoni
Constance Nyoni
an emotional read,relating to pain and betrayal yet a great book.
2025-03-28 20:45:45
1
0
Mayemura Special
Mayemura Special
I appreciate your support ......
2025-02-02 06:45:37
1
0
Melody Kays
Melody Kays
its an amazing story ,I'm enjoying it ...️...️...️...️...️...️......
2023-02-22 22:33:25
1
0
LAIBA🪻
LAIBA🪻
books seem good but you don't need to repeat everything in the next chapter
2025-10-20 22:49:46
0
0
LAIBA🪻
LAIBA🪻
so many unnecessary details
2025-10-21 00:27:15
0
0
92 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status