تسجيل الدخولGavriel menghela napas panjang kala ia baru saja selesai melakukan absen di kantor pagi ini. ia bersyukur karena dirinya tidak terlambat datang ke kantor meskipun tadi pagi pukul empat pagi, dirinya baru memejamkan mata. Saat berjalan ke arah ruangannya, Alena memanggilnya. Mau tidak mau Gavriel menyambangi Alena yang tengah menikmati secangkir kopi pagi ini di meja kerjanya.
"Gimana semala
Setelah berlutut dan menurunkan celana yang Gavriel kenakan hingga ke lutut, Gadis segera membebaskan junior Gavriel dari celana dalam warna hitam yang Gavriel kenakan. Gadis tak menyangka jika milik Gavriel bahkan lebih besar dan panjang dari apa yang ia bayangkan tadi. Dengan kegilaan yang menyelimuti hatinya, Gadis segera mencium milik Gavriel dari pangkal hingga ke ujung. Meksipun ini bukan yang pertama kali ia lakukan di hidupnya namun ini pertama kalinya ia melakukannya dengan Gavriel dan Gadis tidak tahu apakah laki-laki itu menyukai setiap sentuhan hingga jilatan yang akan ia lakukan saat ini.Tanpa menanyakan apa yang Gavriel inginkan dari dirinya, Gadis langsung menjulurkan lidahnya dan kali pertama lidahnya bersentuhan dengan junior Gaviel, suara erangan bisa ia dengar dari bibir Gavriel. Sepertinya Gavriel tak keberatan dengan apa yang ia lakukan ini. Dengan keyakinan
Gavriel mulai melangkahkan kakinya untuk menuju ke kamar mandi yang ada di dalam kamar ini. Begitu ia membuka pintu kamar mandi, tangan Gadis sudah langsung meraba untuk mencari tombol lampu berada. Sudah cukup dua hal ini yang membuat Gavriel yakin jika Gadis juga sama menginginkan dirinya seperti apa yang ia rasakan. Apapun yang terjadi malam hari ini, Gavriel pastikan bahwa ia dan Gadis akan sama-sama menikmatinya tanpa adanya rasa penyesalan setelahnya.Gadis tahu jika kali ini dirinya sudah melewati batas aturan yang selama ini ia pegang teguh bahwa ia tidak akan pernah melakukan sex jika belum sah secara agama maupun negara. Sayangnya ia sudah tidak bisa mundur. Ia menyadari jika dirinya tidak bisa berhenti merasakan sentuhan-sentuhan yang Gavriel berikan kepadanya. Mulai dari bibir, leher hingga kulit di atas gunung kembarnya. Tanpa ia sadari bahkan kini Gavriel sudah berha
Ceklek...Gavriel membuka pintu kamar yang akan ia tempati malam ini bersama Gadis. Setelah menghidupkan lampu, kedua matanya langsung membelalak lebar ketika melihat isi kamar itu. Kamar ini terlalu luas dan mewah untuk ukuran sebuah kamar tamu. Sebuah ranjang king size tampak berada di tengah ruangan ini. Di atas ranjang itu terdapat lampu hias besar dan mewah yang menambah kesan romantis. Dari sudut manapun jelas sekali kamar ini di desain untuk kamar suami istri bukan tamu lagi. Semua ini dipertegas dengan adanya sebuah kursi bercinta yang ada di dekat jendela besar di sudut sebelah kiri. Gadis yang melihat kamar ini hanya bisa menelan salivanya. Ia yakin jika dirinya dan Gavriel kembali menjadi objek keusilan teman-teman Gavriel."Duh, Gusti... kenapa harus seperti ini cobaan yang hadir di hid
"Kamar di sini ada berapa, Dit?" Tanya Wilson kala memasuki villa milik Aditya.Kali ini mereka bertiga datang lebih dulu ke tempat ini karena Gadis dan Gavriel mengantarkan Ella pulang ke rumah."Ada lima, memangnya kenapa?""Kalo ditanya sama Gavriel bilang totalnya cuma empat, ya?" minta Wilson secara tiba-tiba."Why?""Ya biar teman lo bisa eksekusi si Gadis. Masa kaya gini aja gue harus kasih tahu lo secara gamblang.""Sabar, Son... Adit lagi berlagak sok polos semurni oksigen," ucap Elang yang baru selesai membalas pesan Mamanya yang memintanya membawa Lean pulang ke rumah karena keluarga be
Sesuai apa yang dikatakan Gavriel kepadanya, malam ini mereka benar-benar makan di pinggir pantai. Dalam kesempatan kali ini, tidak hanya mereka berenam namun juga ada sosok Ella yang ikut hadir bersama mereka. Sepanjang acara makan malam ini, Ella sama sekali tidak terlihat menatapnya dengan tatapan sinis atau terlalu kepo dengan hubungannya dengan Gavriel yang malam ini Gavriel terlalu menampakkan secara nyata kedekatan mereka berdua di depan teman-temannya serta kakaknya. Begitu acara makan malam berakhir, barulah Ella mengajaknya untuk berjalan-jalan di pantai berdua saja. Sejujurnya Gadis sedikit heran kenapa harus 'mengasingkan' diri jika hanya mau berbicara dengan dirinya. Apalagi Gavriel tampak tidak ikhlas melepas dirinya pergi bersama Ella berdua saja malam ini."Kamu kira aku bakalan nyiksa Gadis sampai kamu enggak ijinin dia jalan-jalan berdua sama aku?" protes Ella ke
Pukul 19.00 WITA Gadis bersama rombongannya telah mendarat di pulau dewata. Saat keluar dari bandara, suara seorang wanita yang memanggil Gavriel membuat langkah mereka semua terhenti. Gadis bahkan diam untuk memperhatikan sosok wanita berusia sekitar 37 tahun yang sedang berjalan ke arah mereka semua. Saat wanita itu semakin dekat, Gadis baru menyadari satu hal. Wajah wanita itu sekilas mirip dengan Gavriel. Sepertinya prediksinya tidak meleset karena kini wanita itu sudah memeluk Gavriel sambil mengucapkan kata-kata rindu layaknya keluarga yang sudah lama tidak bertemu.Selesai dengan acara peluk memeluknya, wanita itu bergantian untuk memeluk ketiga teman Gavriel meskipun pelukan itu hanya sebentar. Saat sampai di dekat Gadis, perempuan itu hanya tersenyum dan ia mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan."Perkenalkan, s
Gavriel menoleh untuk melihat jam di sudut dinding kamar perawatan Gadis. Kala melihat jam sudah menunjukkan pukul dua dini hari dan Gadis juga tak kunjung menutup matanya, membuat Gavriel merasa sedikit khawatir.
Hampir dua jam ini Gadis terus menerus berdoa dan berharap jika Gavriel akan berhasil mendapatkan bukti rekaman CCTV di rumahnya. Terlebih ia lupa memberi Gavriel kunci utama rumah. Semoga saja Gavriel dapat masuk ke rumah.
Alena memilih menyembunyikan wajahnya dibalik koran yang pura-pura sedang ia baca. Ia memilih memperhatikan Rachel dari jauh sejak ia akan memasuki kamar hotel setelah cek-in. Tidak ia sangka jika selingkuhan suami Gadis ini akan menginap d
Wilson, Aditya dan Elang menatap Gavriel yang sedang sibuk berjalan mondar mandir di depan mereka bertiga. Sejak dua jam yang lalu, Wilson sudah memanggil mereka bertiga untuk datang ke ruang kerjanya yang ada di club ini. Andai saja Wilson



![Without You [Indonesia]](https://www.goodnovel.com/pcdist/src/assets/images/book/43949cad-default_cover.png)



