Share

94. Kabar Buruk

last update Petsa ng paglalathala: 2026-04-29 08:00:30

Gavriel menghela napas panjang kala ia baru saja selesai melakukan absen di kantor pagi ini. ia bersyukur karena dirinya tidak terlambat datang ke kantor meskipun tadi pagi pukul empat pagi, dirinya baru memejamkan mata. Saat berjalan ke arah ruangannya, Alena memanggilnya. Mau tidak mau Gavriel menyambangi Alena yang tengah menikmati secangkir kopi pagi ini di meja kerjanya.

"Gimana semala

Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (1)
goodnovel comment avatar
Nyonya Juna
gk suka karakter gadis dsini..egois
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • From Bully to Love Me   175. Bersyukur dan Ikhlas

    Sebulan sejak acara pernikahannya dengan Gadis, akhirnya Gavriel bisa merasakan berumah tangga seutuhnya karena Gadis sudah mengikuti dirinya untuk pindah ke Jakarta. Meksipun rumahnya tak sebesar rumah keluarganya, namun Gavriel bersyukur karena Gadis sama sekali tidak pernah protes atas semua keadaan ini. Ia masih tetap bekerja di bank seperti biasanya, Gadis pun juga masih bekerja di perusahaan keluarganya yang sejak seminggu ini sudah membuka kantor cabang baru di Jakarta. Semua ini dilakukan bukan hanya karena Gadis tinggal mengikuti dirinya namun lebih daripada itu karena memang sudah cukup banyak kerjasama yang dilakukan dengan rekan bisnis yang bertempat tinggal di Jakarta. Untuk lebih menghemat biaya perjalanan dinas serta waktu, maka dengan membuka kantor cabang di kota ini segera dilakukan sebagai solusinya. Sejak menikah pun Gavriel dan Gadis sepakat untuk tidak mengg

  • From Bully to Love Me   174. Kejutan dari penghuni lapak dosa

    Untuk pertama kali di hidup Gavriel ia merasa gugup, cemas, was-was bercampur sedikit tegang. Keringat dingin sudah membasahi telapak tangannya. Di hadapannya sudah duduk seorang penghulu dan Sudibyo Bimantara. Rasanya cukup sekali ia berada di situasi ini. Kehadiran Gadis yang duduk di sampingnya nyatanya tak efektif membuatnya merasa tenang sama sekali. Meskipun sudah menghafalkan semuanya sejak semalam dan ada catatan di atas mejanya agar ia tidak salah saat mengucapkan ijab qobul namun tetap saja tidak membuatnya merasa lebih tenang. "Bisa kita mulai sekarang?" tanya penghulu itu dengan pelan namun Gavriel hanya menjawabnya dengan menganggukkan kepalanya. Setelah itu tidak lama setelahnya Gavriel menjabat tangan Sudibyo. Ternyata bukan hanya dirinya yang sedikit tegang dan takut menghadapi situasi ini. Sudibyo bahkan ju

  • From Bully to Love Me   173. Makan Malam Bersama

    Satu Tahun Kemudian...Setelah pengajuan cuti nikah ditambah dengan cuti tahunan diambil, maka praktis Gavriel memiliki jatah seminggu untuk libur kali ini. Tentu saja mau tidak mau acara pernikahannya dengan Gadis harus dilakukan di Solo. Jatah 30 undangan yang tahun lalu ia minta pada akhirnya tetap saja kurang karena para tetangganya yang pernah bertemu dengan keluarga Gadis (salah satunya ibu RT) meminta untuk hadir dalam acara pernikahannya. Meskipun ingin menolak namun Gavriel tak kuasa yang akhirnya membuatnya menyewa sebuah bus pariwisata berkapasitas 60 orang. Untung saja keluarga Gadis tidak mempermasalahkan jika para tetangga dan beberapa rekan kerjanya datang menggunakan bus saat acara. Niat hati ingin berhemat pun tak bisa dilakukan karena pada akhirnya ia harus memesan sebuah hotel sebanyak 20 kamar untuk para tamu yang datang menggunakan bus.

  • From Bully to Love Me   172. Mencoba Bicara Pada Orangtua

    Gavriel menatap sekeliling ballroom hotel bintang lima di Jogja ini yang kini sudah disulap seperti berada di negri dongeng. Seketika Gavriel sadar jika pernikahan Joe dan Angi ini kemungkinan besar menghabiskan biaya yang tidak sedikit jumlahnya. Dirinya yang kini tengah duduk di samping Gadis dan menikmati jalannya acara ini semakin takjub karena doorprize yang diberikan untuk para tamu undangan benar-benar membuat kedua matanya membelalak. Di mulai dari sekedar smart tv, logam mulia, paket liburan ke Bali selama tiga hari dua malam hingga motor 155 cc.Wow, demi apapun juga jika melihat hadiah yang seperti ini, Gavriel berharap ia akan menerima salah satunya. Toh, lumayan juga balik modal isi amplop sumbangan. Sayangnya ia harus gigit jari karena tidak satupun dari salah satu nomer tamu undangan yang beruntung itu adalah nomernya. Kala sal

  • From Bully to Love Me   171. Enggak mau acara ribet

    Gavriel menatap jam tangannya yang menunjukkan pukul 21:30 WIB dan ia sudah sampai di stasiun Tugu Yogyakarta bersama Gadis yang duduk di sampingnya. Sebenarnya Gavriel masih ingin menghabiskan waktu lebih lama lagi berdua bersama Gadis di kamar hotelnya namun Gadis yang sudah bermain dua ronde bersamanya sepertinya tidak akan memaafkannya jika ia sampai ketinggalan kereta malam ini. "Gav, kamu masuk ke peron dulu. Tinggal lima belas menit lagi keretanya sampai.""Nanti aja kalo kurang lima menit. Masih mau temani kamu duduk di sini.""Kita ini masih bakalan ketemu lima hari lagi di nikahan Angi.""Aku belum cari tiket, Dis. Kayanya aku naik pesawat aja turun Solo.""Turun Jogja. Aku sama keluarga aku sudah di Jogja sejak hari Rabu. Nanti aku carikan tiket buat kamu, buat masalah tempat tinggal nanti kamu tidur di kostan Mas Banyu. Masi

  • From Bully to Love Me   170. Kita Bikin Panas Malam ini

    "Apanya yang mau di-packing ini, Gav? barang-barang kamu sudah di dalam koper semua tinggal diangkut aja," ucap Gadis saat sudah selesai mengelilingi isi kamar hotel ini. Sudah Gadis tidak ada barang pribadi Gavriel yang tertinggal di sini. Bukannya menjawab perkataan Gadis, Gavriel langsung memeluk pacarnya itu dari arah belakang. Mendapatkan perlakuan seperti ini secara dadakan, Gadis cukup terkejut hingga ia menegang di tempatnya berdiri saat ini. Baru juga Gadis akan memprotes perilaku Gavriel kepadanya ini, namun bisikan kata-kata rindu yang dipadukan dengan kecupan-kecupan kecil di sekitar leher hingga tengkuknya membuat Gadis melupakan semuanya. Yang terjadi pada dirinya saat ini adalah ia yang sudah mulai lupa dengan akal sehatnya dan terbawa suasana. Kelakuan Gavriel berhasil membuat Gadis merinding. Apala

  • From Bully to Love Me   169. Enggak jadi naik pesawat

    Group Lapak Dosa Gavriel : *sending picture*Gavriel : Gue lagi di situ. Jangan mikir aneh-aneh mel

  • From Bully to Love Me   167. Overthingking kakak laki-laki

    Tidur Gavriel terganggu karena mendengar suara musik dari arah ruang keluarga. Saat ia membuka matanya ternyata sinar matahari sudah masuk melalui celah jendela rumah. Kini suara music yang sepertinya seperti music pengiring senam

  • From Bully to Love Me   166. Seatap tapi tak bisa sekamar

    Pukul 21:30 WIB pertunjukan Ramayana Ballet telah berakhir tetapi untuk kesekian kalinya Banyu hanya bisa menghela napas panjang. Andai bisa, sejak tadi ia ingin menyumpal mulut Gadis terlebih Gavriel. Dua orang yang duduk di dekatnya ini justru sib

  • From Bully to Love Me   1. Si paling menjengkelkan

    Kau masih gadis atau sudah janda...Tolong katakan jangan malu-malu... Suara sumbang yang memekakkan telinganya membuat Gadis mencengkeram sendok serta garpu yang ada di tangannya. Suara Gavriel Erlando, teman satu kantornya ini sangat setia menemani lima tahun masa kerjanya di sini. Entah kenapa

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status