Home / Male Adult / GAIRAH MASA LAJANG / Bab 87. Pancingan Dola

Share

Bab 87. Pancingan Dola

Author: Andy Lorenza
last update publish date: 2026-03-20 20:19:00

“Boleh saja Tante.” ulas ku.

“Nah, kebetulan besok malam kan malam minggu. Aku bisa berlama-lama di sana kalau perlu sampai jualan satenya itu tutup,” ujar Dola.

“Hemmm... Iya Tante, tapi jangan sampai nginap di kosku ya? Nanti bisa heboh tetangga-tetangga di sana,” celetuk ku tersenyum lalu tertawa mencandai Guru ku itu.

“Ih... Kamu ini ada-ada saja. Ya mana mungkinlah, aku kan juga tahu di sana rapat penghuninya. Nggak sama dengan rumah ini, tetangga-tetangga jaraknya jauh karena perkarangan
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 122. Rencana Pindah Kos

    “Kalau nggak habis, juga nggak apa-apa yang penting kamu cicipi aja semuanya! Kamu benar-benar special dan luar biasa, Ryan. Pantas saja Gurumu itu nggak ingin melepaskanmu,” tutur Eva diiringi senyum dan tawa nakalnya, sementara aku hanya balas tersenyum.“Aku nggak jadi deh menempatkan kamu bekerja di café ini! Bahaya kalau sempat ada karyawan cewek atau pelanggan café yang kecantol sama kamu!” sambung Eva masih dengan senyum nakalnya.“Loh, Bahaya gimana Tante? Terus aku musti kerja di mana agar bisa melunasi uang yang Tante pinjamkan tadi?” tanya ku.“Pokoknya bahaya aja, nggak usah aku jelaskan! Uang yang aku berikan tadi yang bilang hutang siapa? Aku ngasih kok, bukan minjamin.” ujar Eva lagi-lagi ia tersenyum menggoda.“Mana bisa begitu Tante, aku paling nggak bisa terima uang tampa bekerja minimal membantu Tante apa aja deh.” pinta ku.“Loh, tadikan kamu udah membantuku.” Eva semakin nakal menggodanya.“Membantu apaan?” Aku masih belum mengerti akan maksud dari perkataan Eva,

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 121. Curhat Berujung Bercinta

    Aku sempat berdecak kagum, dalam hati ku berkata pantas saja wanita cantik yang ada di samping ku itu kaya raya, ternyata memiliki bermacam-macam usaha di berbagai tempat. Sehabis dari ruangan dapur Eva mengajak untuk melihat kamar yang terletak di bagian tengah ruangan itu.Kembali aku berdecak kagum, kamar itu begitu indah, bersih dan rapi. Tempat tidurnya springbet ternama, dan di sana juga terdapat kamar mandi, serta beberapa buah lemari untuk pakaian serta barang-barang lainnya.“Usaha cafe dan kos-kosan sedemikian rupa tentunya Tante dibantu Om, Kok sejak di rumah tadi aku nggak melihat Om. Memangnya dia ke mana, Tante?” tanya ku.“Hemmm... Usaha-usaha ini aku sendiri yang kelola, sedangkan Mas Rangga sibuk dengan bisnisnya di Singapore dan Malaysia. Dia jarang pulang paling juga 2 bulan sekali, mana bisa dia membantu mengurus usaha-usaha ku di kota ini.” tutur Eva.“Oh gitu ya, Tante.” ucap ku yang saat itu kami ngobrol sambil duduk di atas springbet di dalam kamar mewah itu.“

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 120. Diberi Uang Dan Pekerjaan

    Eva mengajak ku duduk di ruang tengah rumahnya, tak beberapa lama pembantu Eva datang membawakan 2 gelas minuman segar.“Silahkan diminum, Ryan!”“Makasih Bu,” ucap ku sembari tersenyum lalu meneguk minuman yang disuguhkan.“Ada perlu apa nih? Kok tumben baru sekarang kamu bersedia datang ke rumahku ini? Padahal kan udah sejak dulu aku tawarkan, bahkan sering malahan aku minta kamu berkunjung ke sini.” tanya Eva diiringi senyum manisnya.“Maaf Bu, kemarin-kemarin ada saja kesibukan yang aku kerjakan. Di samping kerja sepulang sekolah, minggu-minggu belakangan ini aku juga sibuk mempersiapkan diri dan mengikuti ujian Ebtanas.” tutur ku.“Bagaimana hasilnya, apakah kamu berhasil lulus?” tanya Eva.“Ya Bu, aku lulus. Dan bukan hanya itu saja, aku juga menjadi salah satu siswa undangan dari perguruan tinggi negeri ternama di kota ini.” jawab ku.“Wah, bagus dong! Berarti kamu nggak perlu lagi mengikuti ujian masuk, tinggal kuliah aja langsung, ya kan?”“Iya Bu, berkaitan dengan itu pula ak

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 119. Janji Ku Dan Bram

    “Terima kasih, Mas Ryan. Apapun yang kamu minta untuk tidak mendekati Dola lagi akan aku berikan.” Bram ikut-ikutan merapatkan telapak tangannya seperti memohon pada ku.“Mas Bram ini apa-apaan!” karena sikap Bram terlalu dan hampir duduk bersimpuh di depan ku, aku pun reflek berdiri dari duduk dan mencegah Bram melakukan hal yang tak wajar itu.“Mas Bram tak boleh lakukan ini! Harusnya aku yang lakukan itu, karena telah berbuat kesalahan memenuhi ajakan Tante beberapa hari yang lalu. Padahal aku tahu saat itu status Tante adalah istri Mas Bram, aku terlalu menuruti perasaanku yang tak tega melihat Tante Dola bersedih sejak suaminya yang pertama bernama Deni memperlakukannya secara tidak baik dan membuat hatinya hancur.” tutur ku.“Ya, aku faham. Makanya aku nggak menyalahkan Mas Ryan dalam hal ini karena hingga kini sikap Dola seperti masih trauma akan mantan suaminya dulu, dan aku kira wajar-wajar saja jika saat ini ia belum bisa menerimaku sebagai suaminya. Namun percayalah Mas Rya

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 118. Bram Menemui Ku

    “Maaf Om, aku hanya nggak mau ngerepotin Om dan Tante. Sejak kecil aku udah terbiasa bekerja keras, dan kalau di desa aku paling nggak bisa berdiam diri saja di rumah. Selalu ada saja yang aku kerjakan, kalau nggak bantu Ibu di ladang ya ikut Ayah ke kebun karet. Apalagi sekarang Ayah dan Ibu punya lahan persawahan yang bisa digarap, tentu aku manfaatkan waktu yang ada untuk membantu mereka.” tutur ku.“Semua yang kamu lakukan itu memang baik dan Om pun mengakui kamu sosok anak yang rajin suka membantu kedua orang tuamu, tapi jika kamu memiliki tujuan untuk melanjutkan sekolah apalagi nanti ke perguruan tinggi kamu harus lebih fokus dan mengutamakan semua itu dibandingkan hal lainnya,” ujar Om Ramlan.“Iya Om, aku ngerti. Meskipun aku kerja, aku pun selalu mengutamakan sekolahku.” ulas ku, Om Ramlan dan Tante Dewi hanya tersenyum. Malam pun kian larut kami pun memutuskan hentikan percakapan di ruang tengah, lalu menuju kamar untuk beristirahat.Pagi-pagi sekali aku kembali ke kos, mes

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 117. Nem Tertinggi Ketiga

    Di lantai paling atas ternyata tempat kejutan utama, karena di ruangan itu terdapat meja-meja dan kursi layaknya tempat pesta orang-orang berduit, di sana juga telah tersedia berbagai macam makanan dan minuman serta dilengkapi dengan hiburan musik. Bram mengajak Dola duduk di bangku yang mirip panggung rendah seperti pelaminan, dan tak beselang lama terdengarlah alunan musik yang menuntun orang-orang yang hadir di sana untuk berdansa berpasang-pasangan.Ternyata sejak kedatangan Bram kembali ke kantornya itu, telah ia susun rencana sedemikian rupa untuk menarik simpati Dola, karena Bram memang telah siap untuk berjuang mendapatkan hati Guru cantik yang telah menjadi istrinya itu. Meskipun perlakuan Dola sejak hari pertama di rumahnya, belum ada sedikitpun menunjukan keakraban apalagi kemesraan, tapi bagi Bram itu tak jadi soal karena ia sadar harus banyak berkorban agar tujuannya tercapai.Selama berada di rumah Dola, Bram benar-benar tak seperti seorang suami atau Tuan di rumah itu.

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 46. Persiapan Menikah

    “Kamu kenapa, Cindy? Kok kelihatan bingung begitu? Apa kamu masih meragukan keseriusanku untuk menikahimu besok siang?” tanya Deni yang melihat Cindy seperti memikirikan sesuatu, wajahnya pun memperlihatkan kecemasan.“Nggak kenapa-kenapa kok, sayang. Mungkin aku belum benar-benar fit, hingga wajah

    last updateLast Updated : 2026-03-26
  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 48. Desy Merasa Bahagia

    Selama ini aku hanya tahu hubungan badan itupun dengan Dola dan wanita yang usianya terpaut jauh dengan diri ku, hubungan yang hanya melibatkan gejolak terlarang tanpa melibatkan perasaan selain tujuan mencapai puncak dari hubungan terlarang itu. Sementara yang ku hadapi sekarang ini adalah sosok g

    last updateLast Updated : 2026-03-26
  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 47. Birahi Liar Di Dalam Bioskop

    “Bi..!”“Iya Nyonya.” Bi Lastri berjalan agak cepat ke ruang tamu tempat Dola duduk sambil membaca koran.“Ada apa, Nyonya?” tanya Bi Lastri saat tiba di ruang tamu itu.“Tadi Ryan sebelum berangkat sekolah ada tinggalkan pesan buatku nggak, Bi?”“Nggak tuh, setelah Ryan membersihkan sisa-sisa rump

    last updateLast Updated : 2026-03-26
  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 49. Ke Kantor Om Ramlan

    Siang itu aku pulang dari sekolah bersamaan dengan selesainya jam mengajar Bu Dola, hingga aku tak perlu naik angkot untuk menuju rumah Guru ku itu melakukan tugas ku bekerja di sana, seperti biasa sebelum memulai pekerjaan aku dan Dola makan siang bareng di meja makan.“Hari ini kira-kira apa yang

    last updateLast Updated : 2026-03-26
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status