LOGINKarla tersenyum puas, ini adalah kali pertamanya memasuki apartemen miliknya. Selama dua tahun ini, Karla hanya menyuruh orang untuk merawat kebersihan apartemennya. Tadinya, ia ingin sekali tinggal di sini bersama Amelia adiknya. Tapi, Amelia keburu pergi dan menghilang."Kamu di mana Amelia? Seandainya aku tidak bersikap kasar kepadamu terus menerus."Karla mulai bermonolog, air matanya menetes tak terasa. Setahun lebih tanpa Amelia terasa ada yang hilang dari hidup Karla. Karla sudah memindahkan barang-barang miliknya dengan cara mencicil sejak lama. Sehingga saat ia ingin menempati apartemen ini ia hanya tinggal membawa pakaiannya saja. Parahnya David sama sekali tidak menyadari hal itu. Karla menatap foto keluarga berukuran besar di kamar tidurnya. Foto itu diambil dua bulan sebelum kedua orangtuanya meninggal. Dalam foto itu tampak kedua orangtuanya duduk berdampingan, sementara ia dan Amelia berdiri di belakang dengan senyum gembira. Masa-masa yang sangat indah da
Amelia bergegas menghapus air matanya dan memasang wajah dinginnya baru kemudian ia melangkah keluar menemui David."Ada apa?" tanyanya ketus. David yang sedang duduk langsung bangkit berdiri dan menatap Amelia dengan perasaan bersalah."Maafkan aku, Yasmin." David bergegas menghampiri Amelia. Walau bagaimanapun juga ia tidak ingin kehilangan Amelia. Ia tidak mau jika gadis cantik itu jatuh ke tangan produser lain, David sudah jatuh cinta dengan suaranya."Aku jamin dia tidak akan melakukan hal yang sama seperti tadi kepadamu, Jasmine," kata Patricia. Masih dengan melipat tangan di dadanya, Amelia pun mengangguk."Baik, aku maafkan. Tapi, anda jangan besar kepala dulu, Pak David. Saya memaafkan anda karena Mbak Patricia yang minta, jika bukan dia yang meminta, saya tidak mau memaafkan anda. Benci rasanya kepada orang yang seenaknya memperlakukan wanita seperti anda," kata Amelia. Dia memang sengaja mengatakan hal itu supaya David juga tidak bersikap semena-mena terhadap Pa
David merasa saat ini ia sedang ditelanjangi. Beberapa anggota tim, sama seperti Patricia sibuk menahan tawa. Pada akhirnya mereka hanya menunduk sambil pura-pura membekap mulutnya."Kau pikir kau ini siapa?!" hardik David. Suaranya bergema di ruangan itu,beberapa anak buahnya sudah tampak tegang. Namun, Amelia dengan tenang menatap David."Saya? Anda bertanya saya siapa? Saya adalah orang yang anda butuhkan supaya management anda kembali berjaya. Jika anda tidak suka saya tidak keberatan kok, anda singkirkan. Dengan senang hati saya akan kembali ke Korea. Asal anda tau, yang memberi saya tawaran bukan hanya anda. Hanya karena saya ingin kembali ke negara kelahiran saya maka saya memutuskan untuk menerima tawaran anda. Tapi,jika melihat sikap anda yang sangat arogan seperti ini, maaf, sepertinya saya lebih baik mundur." Tanpa menunggu jawaban David, Amelia segera bangkit dan langsung keluar ruangan bersama Nina . Amelia tau jika David tidak mungkin akan membiarkannya pergi
David memilih Dieng untuk syuting video klip pertama Amelia. Entah mengapa ia sangat terobsesi untuk datang ke kota itu. Dan, David ingin syuting video klip itu dilakukan di Telaga Warna.Telaga Warna Dieng adalah salah satu objek wisata yang berada di kawasan Dataran Tinggi Dieng, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah.Telaga ini merupakan salah satu destinasi wisata andalan Kabupaten Wonosobo.Nama Telaga Warna sendiri diberikan karena keunikan fenomena alam yang terjadi di tempat ini, yaitu warna air dari telaga tersebut yang sering berubah-ubah. Terkadang telaga ini berwarna hijau dan kuning atau berwarna warni seperti pelangi.Fenomena ini terjadi karena air telaga mengandung sulfur yang cukup tinggi, sehingga saat sinar Matahari mengenainya, maka warna air telaga tampak berwarna warni. Telaga Warna berada di ketinggian 2000 meter di atas permukaan laut, dan dikelilingi oleh bukit-bukit tinggi yang menambah pesona keindahan alam sekitar telaga warna. Keindahan telaga warna akan
Bianca hanya bisa melihat dengan penuh kebencian saat David tampak begitu bersemangat untuk persiapan video klip dan hal yang lain. Selama ini tidak belum pernah ada penyanyi yang begitu diperhatikan seperti Amelia."Jasmine itu, aku lihat dia sombong bukan main," kata Bianca pada Gwen saat mereka dalam perjalanan pulang. Gwen hanya menghela napas panjang, ia tau bahwa Bianca memiliki perasaan khusus pada David. Entah apa yang gadis itu pikirkan, sudah tau David selalu bersikap dingin masih saja nekad."Kau tau David itu terkenal dingin terhadap wanita. Karla saja sekian tahun bersama sampai memiliki anak,David tidak mau meresmikan hubungan," tukas Gwen."Justru karena itu,Gwen. Aku juga mau menikmati kemewahan seperti itu, kita harus mencari tahu kenapa David sampai terpikat dengan Karla. Mereka pasti punya rahasia." Gwen menatap Bianca dengan sedikit kesal ,"Kau jangan macam-macam, Bianca. Jika David kehilangan satu usaha, dia masih memiliki usaha dan bisnis yang lain. Kau kan
Karla mengentakkan tangannya yang masih berada dalam cengkraman David dengan keras."Dengar David, aku akui awalnya aku memang memanfaatkan apa yang ada padamu, kekuasaan, harta, ketenaran dan juga nama besar. Tapi, aku ini hanya wanita biasa yang juga punya hati dan perasaan. Aku akui bahwa perasaanku kepadamu berkembang menjadi cinta,terlebih setelah ada Davila. Apa salah jika aku menginginkan kehidupan yang normal seperti wanita lain di luar sana? Punya suami, anak, merasakan kasih sayang dan keluarga yang seutuhnya? Sekarang kau meminta aku untuk lebiih mencintai Davila dan memberikan kasih sayang sebagai seorang ibu. Apa kau bisa bersikap seperti seorang suami kepada istrinya?! Kau ini benar-benar tidak mempunyai hati, Dave!" pekik Karla dengan kesal. Akhirnya apa yang selama ini ia tahan berhasil ia katakan kepada David. David terdiam, ia menatap Karla,tampak jelas kemarahan di wajah Karla. Apakah ia yang terlalu egois dan memikirkan kepentingannya sendiri?Eaak! Eaak!
"Kita harus mencarinya, adikmu itu," tegas David kepada Karla."Selama berbulan- bulan ini kita terus berusaha mencarinya,David. Tapi, kita tidak juga berhasil menemukan dia. Mungkin dia memang tidak mau ditemukan, kita harus bagaimana?" jawab Karla putus asa. Sejak Amelia menghilang, David mem
Tidak terasa kandungan Amelia sudah menginjak usia tujuh bulan. Perutnya sudah semakin membuncit dan ia sekarang sudah mulai merasa tidak enak tidur dan sulit bergerak. Apa lagi sebelumnya Amelia memang bertubuh gemuk."Kau sudah meminum susumu, Mel?" tanya Tasya. Tasya memang sangat memperhatika
'Siapa ayah bayi itu,' batin David sambil melihat Karla yang sibuk dengan membongkar barang-barang milik Amelia. Tidak ada yang tersisa satupun selain meninggalkan tanda tanya besar."Dia tidak meninggalkan pesan sama sekali, David. Bagaimana ini?" tanya Karla."Apanya yang bagaimana? Jangan kau ki
Amelia sudah benar- benar bertekad bulat dan pergi untuk memulai semuanya dari awal. Yang paling penting baginya sekarang adalah menata hati dan kehidupannya. Ia memilih kota Seoul, Korea selatan sebagai tempatnya untuk melarikan diri dan pergi dari semuanya. Beruntung bagi Amelia salah seorang sah







