แชร์

GODAAN BERBAHAYA : PEMBALASAN sang Adik Ipar
GODAAN BERBAHAYA : PEMBALASAN sang Adik Ipar
ผู้แต่ง: Alya Snitzky

CINTA SATU MALAM

ผู้เขียน: Alya Snitzky
last update วันที่เผยแพร่: 2025-02-12 11:58:39

"Kenapa kau bisa tidur di kamar ini?!" seru David saat melihat seorang gadis bertubuh gemuk tidur di sampingnya. Sementara gadis yang sedang tertidur itupun langsung terbangun saat mendengar teriakan David. Sama dengan reaksi David ,gadis itupun berteriak histeris. Apa lagi saat ia menarik selimut ternyata tubuhnya dalam kondisi polos tanpa sehelai benangpun. Lebih kaget lagi saat ia melihat ada noda darah di sprei hotel yang berwarna putih itu.

      "Kau sudah tidak wras Amelia?!"hardik David sambil buru-buru mengenakan pakaiannya yang berserakan di lantai.

"Kenapa jadi aku?!Ini kamarku,David!" seru Amelia.

    David mengerutkan dahinya,namun ia segera melangkah untuk memastikan. Dan saat ia melihat nomor kamar itu,Amelia benar. Dialah yang salah masuk kamar.

"Kau kan yang salah!" seru Amelia saat David kembali ke hadapannya. Gadis itu tergugu,ia tak kuasa menahan sesak di dadanya saat ini. Bagaimana bisa keperawanan yang selama ini ia jaga bisa hilang begitu saja.Bahkan ia sendiri tidak menyadari bagaimana terjadinya.

"Kau JAHAT!" pekik Amelia sambil melemparkan bantal ke arah David.

    Sementara David hanya menghindar dan lelaki berwajah tampan itu tampak terduduk lemas di kursi sofa. Sial! Bagaimana bisa ia salah masuk kamar. Padahal semalam seharusnya ia bersama Karla. David mengusap wajahnya dengan kasar dan berkali-kali meremas rambutnya sendiri dengab geram.

"Ka-kau masih virgin?" tanya David pada Amelia. Dan segera ia menyadari bahwa pertanyaannya itu salah karena mata Amelia langsung melotot seolah ingin menelannya.

    Gadis itu langsung meradang, "Kau pikir aku wanita murahan yang suka mengobral tubuhku ke sana ke sini? Apa kau lupa dan buta kalau aku ini bukan Karla yang memiliki tubuh langsing dan indah,hah?! Aku ini Amelia,lihat baik-baik lemak yang ada di seluruh tubuhku ini!"

Sambil berseru Amelia dengan sengaja melemparkan selimut yang sejak tadi ia pakai untuk menutupi tubuhnya ke lantai. David pun dapat melihat tubuh gempal Amelia yang polos itu terpampang di depan matanya.

    Jujur bukan napsu yang David rasakan ,tapi ia merasa jijik dengan tubuh yang gemuk dan penuh lemak di mana-mana itu. Tapi,bagaimana bisa ia meniduri wanita gemuk itu semalam?Ah,alkohol memang merusak segalanya.

    David meraih selimut yang dilemparkan oleh Amelia dan menutupi tubuh Amelia.

"Maaf kalau pertanyaanku menyinggung perasaanmu," kata David lirih. Sungguh ia menyesali pertanyaannya tadi. Amelia tak menjawab, gadis itu masih merasa syok dan tidak percaya dengan apa yang terjadi.

    Amelia ingat bahwa semalam ia memang mabuk berat saat kembali ke kamarnya. Mungkin ia tidak menutup pintu dengan benar sehingga David bisa masuk.

"Semalam aku mabuk berat. Dan aku memang berpesan pada Karla supaya membuka sedikit pintu kamarnya. Aku benar-benar tidak melihat lagi nomor kamar karena kepalaku terasa sakit. Dan ...."

"Dan semalam kau telah merenggut kesucianku!" seru amelia.

    David menghela napas panjang,Ia tidak tau harus berkata apa kepada Amelia. Ia sendiri merasa bingung harus berbuat apa saat ini. David Romano adalah seorang Eksekutif Produser di sebuah perusahaan rekaman yang terkenal. Parasnya yang tampan membuat banyak wanita yang tergila-gila dan berusaha mengejar cintanya.

Rahangnya tegas,dengan hidung yang mancung dan sepasang mata yang tajam seperti mata elang membuat banyak wanita tak bisa berlama-lama menatapnya. Di usianya yang menginjak tiga puluh dua tahun David Romano sudah begitu mapan.

    Berbanding jauh dengan Amelia. Gadis itu bertubuh gemuk,meskipun tingginya seratus enam puluh lima namun dengan berat badan yang hampir mencapai angka sembilan puluh lima membuat amelia terlihat seperti bola yang siap untuk digelindingkan. Amelia sebenarnya tidak jelek,ia memiliki sepasang mata yang bulat dan indah dengan tatapan yang jernih dan berbinar-binar, bibir yang mungil dan merah alami tanpa polesan lipstik , alis yang berbentuk hitam legam dan bulu mata yang lentik. Sayang hidung Amelia tidak mancung sehingga tampak semakin kecil karena pipinya yang bulat seperti bakpao.

    Namun Amelia mempunyai suara yang indah dan membuat perusahaan rekaman David terkenal. Bagaimana bisa? Tentu saja bisa, jika David mempunyai Karla penyanyi cantik dengan tubuh dan wajah yang sempurna. Selama ini Amelia bernyanyi untuk Karla dan pujian yang diterima David adalah pujian untuk suara Amelia. Hanya orang dalam yang mengetahui hal ini.

    David menghela napas panjang,ia menatap Amelia dan berkata, "Kita akan selesaikan masalah ini saat kita kembali ke Jakarta nanti. Aku harap kau bersikap profesional. Konser kita masih satu malam lagi. Dan malam ini kau harus menyanyi dengan baik. Aku tidak mau terjadi kesalahan."

Mata Amelia langsung memicing dan menatap David dengan tajam. "Kau sudah gila tuan David Romano?! Apa kau pikir keperawanan itu bukan suatu hal yang penting bagiku,hah?!" pekik Amelia dengan keras. David melongo mendengar gadis itu membentaknya,selama ini tidak ada yang berani bersuara keras apa lagi membentak seorang David Romano.

      "Heh! Kau berani membentak aku? Kalau kau merasa kesucian itu berharga kenapa kau tidak berusaha melawan dan berontak?!" serunya marah.

"Asal kau tau,aku dalam kondisi mabuk berat semalam,apa kau pikir gadis yang mabuk parah bisa melawan? Jangankan melawan,ingat apa yang terjadi pun tidak. Di mana otakmu,hah?!"

    David terdiam, sebenarnya jika ada yang perlu disalahkan di sini itu adalah dirinya. Semalam ia masih mampu berjalan dengan benar,hanya saja ia tidak memeriksa lagi nomor kamar yang akan ia masuki. Hanya karena pintu kamar yang sedikit terbuka ia langsung memasukinya.  Lelaki tampan itu pun meremas rambutnya sendiri dengan gemas dan membanting tubuhnya dengan kasar ke sofa.

    Saat ini dia benar-benar bingung harus berbuat apa. Untuk menikahi Amelia dengan penampilan Amelia yang seperti ini itu jelas tidak mungkin. Apa kata dunia jika seorang David Romano menikah dengan seorang wanita yang bertubuh gemuk seperti Amelia.

    Sementara itu Amelia masih dalam posisi yang sama duduk di atas ranjang sambil menangis dan memeluk kedua lututnya. Gadis itu terlihat sangat berantakan. David yang merasa iba dengan kondisi Amelia akhirnya bangkit dan mendekati gadis itu. Ia memeluk Amelia dengan hangat dan membelai rambutnya perlahan.

"Percayalah kepadaku Amelia,semuanya akan kita selesaikan besok di Jakarta. Besok pagi kita semua pulang,dan kita akan bicara berdua dengan kondisi yang jauh lebih tenang. Tapi,aku mohon nanti malam kau tetap bernyanyi untuk Karla. Masalah ini cukup hanya kita berdua saja yang tau," kata David.

    Amelia menghapus air matanya dan mendorong tubuh David menjauh darinya. Selama ini ia memang diam-diam mencintai David, tapi bukan dengan cara seperti ini yang Amelia selalu bayangkan.

"Pergilah, keluar dari kamarku dan tinggalkan aku sendiri," kata Amelia.

"Tapi ..."

"KELUAR!" seru amelia dengan tatapan tajam. David yang melihat tatapan penuh kemarahan itu akhirnya mengalah. Ia pun segera keluar dari kamar Amelia dan meninggalkan gadis itu sendiri. Entah bagaimana nasib konsernya nanti malam,David tidak tau.

อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป

บทล่าสุด

  • GODAAN BERBAHAYA : PEMBALASAN sang Adik Ipar   TELL ME THE TRUTH

    Karla kembali menghela napas panjang,"Kau benar, aku memang jahat dan awalnya memang begitu. Tapi, semakin hari aku semakin menyadari semua itu tidak ada gunanya. Aku bisa saja tetap tinggal bersama David, tapi aku tidak melakukannya. Jika aku mau, saat melihat David mencium Amelia , aku bisa melabrak. Tapi, aku memilih pergi, karena aku tau David tidak pernah sepenuh hati mencintaiku. Jadi, katakan kepadaku dia , Jasmine adalah Amelia, bukan? Di mana anaknya? Siapa yang sudah menghamili dia hingga dia pergi? Apa David?" Patricia terkesiap, namun ia segera memasang ekspresi biasa saja. Masih dengan sikap angkuh yang biasa ia perlihatkan kepada Karla."Kenapa kau sampai berpikir David? Kau kan tau David.""Mana aku tau, kemungkinan bisa saja terjadi. Aku ingat terakhir kali kita tour, Amelia menghilang seharian. Malam itu aku menunggu David hingga jam 3 pagi. Ternyata dia baru masuk ke kamar jam 9 pagi, alasannya mabuk. Tapi, malam itu tidak satupun yang melihat David di mana

  • GODAAN BERBAHAYA : PEMBALASAN sang Adik Ipar   DIA ADIKKU

    Karla langsung melotot saat Markonah mengatakan langsing tanpa rasa bersalah. Mie goreng yang hampir saja masuk ke dalam mulutnya ia letakkan kembali. Lalu, dengan cepat tangannya kembali mencubit hidung pesek Markonah."Jadi, maksud kamu saya sekarang genduut?!""Aduuh, salah lagi. Maksud Markonah, ibu kan sekarang udah langsing lagi, tapi temennya Mbak Tacy yang mirip ibu itu, badannya persis kaya ibu waktu belum hamil non Davila," jawab Markonah cengengesan setelah Karla melepaskan cubitannya."Ya sudah, nggak usah bahas langsing atau gemuk, terus kenapa temennya Tacy?""Anu ... Temen Mbak Tacy itu bisa nyanyiin lagu favorit non Davila yang biasa Ibu nyanyiin, trus Non Davila tidur. Malah tadi pagi, Mbak Tacy mampir kasi rekaman suara mbak itu buat non Davila kalo lagi rewel." Untuk kedua kalinya Karla berhenti menyuapkan makanan ke mulutnya dan memicingkan matanya sambil mengerutkan dahinya."Ibu mau saya bawain rekamannya?" tanya Markonah."Ya sudah, mana?""Dimakan , Bu ,

  • GODAAN BERBAHAYA : PEMBALASAN sang Adik Ipar   Sayang

    Hasil editan Pras tampak jelas Jasmine dan Amelia setelah proses edit sangat mirip. Karla yakin ia hanya perlu memancing Jasmine. Dan entah mengapa ia yakin bahwa Patricia terlibat dalam hal ini. Karla tau bahwa Patricia dan Amelia cukup dekat. Bahkan, sikap Patricia sangat berbeda ketika dengannya dan saat bersama Amelia. Patricia sangat ramah dan senang bicara dengan Amelia sementara padanya sikap Patricia amat sangat menyebalkan. Karla meraih ponselnya dan menghubungi Patricia dengan nomor baru miliknya. Karla hanya meninggalkan pesan bahwa ia ingin bertemu dan juga meminta Patricia untuk tidak memberi tahu David nomor barunya. Patricia yang kebetulan sedang bersama Amelia langsung memperlihatkan pesan Karla kepadanya."Kakakmu mengajakku bertemu besok, entah apa yang akan dia bicarakan. Tapi, tadi David sempat mengamuk di apartemen. Markonah yang melaporkan kepadaku, dia baru berhenti membanting barang saat mendengar tangisan Davila. Sepertinya Karla menolak untuk

  • GODAAN BERBAHAYA : PEMBALASAN sang Adik Ipar   Karla Curiga

    Prasta pun membuka file yang ada di laptopnya dan memperlihatkan foto Amelia kepada Karla."Coba kau edit supaya tubuhnya menjadi langsing, hilangkan pipi bakpaonya," pinta Karla.Meski dengan dahi berkerut dan juga rasa penasaran , Prasta melakukan juga apa yang diminta oleh Karla. "Coba kau buat hidungnya menjadi sedikit mancung, lalu rambutnya kau buat sedikit panjang."Prasta melakukan apa yang Karla minta. Ketika Karla melihat hasil akhir dari editan foto itu ia merasa dadanya terasa sesak."Ehm, satu lagi, hilangkan tahi lalat yang ada di dekat bibirnya," pinta Karla. Prasta mengangguk dan kembali melakukan apa yang diminta Karla."Amelia jika tubuhnya langsing ternyata cantik sekali, dia mirip denganmu jika begini," komentar Prasta."Bisa kau cetak foto itu untukku? sebelum dan sesudah kau edit.""Oh, Tuhan, Karla! Kau sebenarnya mau apa, sih? Membuat orang penasaran saja," ujar Prasta."Aku hanya ingin melihat jika Amelia tiba- tiba menjadi langsing, akan seca

  • GODAAN BERBAHAYA : PEMBALASAN sang Adik Ipar   Mencari Tahu

    Karla benar-benar penasaran, jika memang Amelia yang datang, kenapa penjaga makam mengatakan bahwa yang datang gadis cantik. Bahkan, setelah hampir dua tahun menghilang, Amelia membalas pesan yang ia kirim lewat aplikasi Facebook miliknya. Tiba-tiba, Karla teringat kepada Jasmine."Dia ... tapi tidak mungkin dia Amelia," gumam Karla. Ia sedang berusaha mengira-ngira persamaan wajah Jasmine dan Amelia. "Sepertinya aku harus mencari tau tentang Jasmine." Karla kembali bergumam. Tiba di lokasi syuting, Karla tidak begitu terkejut saat melihat kehadiran David di sana. Ia melangkah perlahan dan menghampiri David."Ada apa? Kau masih membutuhkan aku, Dave?" tanya Karla tanpa emosi sedikit pun dalam nada bicaranya. David menatap Karla tajam, belum pernah ia melihat wanita itu tampak tenang dan tidak berapi-api."Kau tidak sayang kepada Davila?" tanya David."Pertanyaan yang sama, Dave. Kau tidak sayang kepadaku? Dave, aku wanita, Davila anak kita juga kelak akan tumbuh men

  • GODAAN BERBAHAYA : PEMBALASAN sang Adik Ipar   David Penasaran

    David semakin merasa penasaran dengan Amelia. Ia merasa bahwa Amelia bukan orang asing."Kenapa sih dia marah-marah terus kepadaku?" tanya David pada Patricia. Gadis itu menghela napas panjang."Kau sadar tidak apa yang kau katakan itu membuat orang lain menilaimu sebagai lelaki yang tidak menghargai wanita sama sekali," kata patricia."Aku? Tidak menghargai wanita?" Patricia memutar bola matanya dengan kesal."Begini, David yang terhormat. Kau tadi mengatakan bahwa kau sama sekali tidak mencintai Karla. Tapi, kau sudah memiliki anak dari Karla, bukan? Sekarang, amit-amit dulu ya, aku tanya padamu, jika Davila besar lalu ia hidup bersama dengan seorang pria tanpa ikatan pernikahan yang sah dan mereka memiliki anak, lalu lelaki itu menolak untuk menikahi Davila, apa kau akan diam saja?" tanya Patricia. David langsung melotot dengan kesal kepada Patricia. "Kau sudah gila? Tentu saja aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi, aku akan menyeret lelaki itu untuk bertanggung jaw

  • GODAAN BERBAHAYA : PEMBALASAN sang Adik Ipar   MENCARINYA

    "Kita harus mencarinya, adikmu itu," tegas David kepada Karla."Selama berbulan- bulan ini kita terus berusaha mencarinya,David. Tapi, kita tidak juga berhasil menemukan dia. Mungkin dia memang tidak mau ditemukan, kita harus bagaimana?" jawab Karla putus asa. Sejak Amelia menghilang, David mem

  • GODAAN BERBAHAYA : PEMBALASAN sang Adik Ipar   PERJUANGAN WANITA

    Tidak terasa kandungan Amelia sudah menginjak usia tujuh bulan. Perutnya sudah semakin membuncit dan ia sekarang sudah mulai merasa tidak enak tidur dan sulit bergerak. Apa lagi sebelumnya Amelia memang bertubuh gemuk."Kau sudah meminum susumu, Mel?" tanya Tasya. Tasya memang sangat memperhatika

  • GODAAN BERBAHAYA : PEMBALASAN sang Adik Ipar   SIAPA AYAH BAYI ITU

    'Siapa ayah bayi itu,' batin David sambil melihat Karla yang sibuk dengan membongkar barang-barang milik Amelia. Tidak ada yang tersisa satupun selain meninggalkan tanda tanya besar."Dia tidak meninggalkan pesan sama sekali, David. Bagaimana ini?" tanya Karla."Apanya yang bagaimana? Jangan kau ki

  • GODAAN BERBAHAYA : PEMBALASAN sang Adik Ipar   PERGI

    Amelia sudah benar- benar bertekad bulat dan pergi untuk memulai semuanya dari awal. Yang paling penting baginya sekarang adalah menata hati dan kehidupannya. Ia memilih kota Seoul, Korea selatan sebagai tempatnya untuk melarikan diri dan pergi dari semuanya. Beruntung bagi Amelia salah seorang sah

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status