แชร์

MENCARINYA

ผู้เขียน: Alya Snitzky
last update วันที่เผยแพร่: 2026-05-16 03:25:50

"Kita harus mencarinya, adikmu itu," tegas David kepada Karla.

"Selama berbulan- bulan ini kita terus berusaha mencarinya,David. Tapi, kita tidak juga berhasil menemukan dia. Mungkin dia memang tidak mau ditemukan, kita harus bagaimana?" jawab Karla putus asa.

    Sejak Amelia menghilang, David memang sedikit menyebalkan dan terus menerus menyalahkannya. Karla akui ia memang selalu bersikap seenaknya kepada Amelia. Tapi, itu bukan berarti bahwa dirinya membenci Amelia.

"Aku tidak tau harus mencari Amelia di mana. Katamu kau mendapat info kalau dia pergi ke luar negeri. Luar negeri itu luas, David. Kita mau mencarinya ke setiap sudut?"

    David terdiam, Karla benar ia tidak tau Amelia berada di mana. Informan yang ia sewa hanya menyebutkan Seoul, Korea Selatan. Dan Korea itu luas, terlebih ia tidak mengenal kota itu dengan baik. Jika ia menyuruh orang untuk mencarinya pun pasti akan menghabiskan biaya yang cukup besar.

"Kau tidak khawatir dengan bayi yang ada dalam kandungan Amelia?" tanya David.

    Karla mengembuskan napasnya, "Aku tidak tau siapa lelaki yang mau menghamilinya. Lagi pula Amelia sudah cukup dewasa. Ia bisa saja mengugurkan kandungannya."

"Bagaimana jika tidak? Bagaimana jika dia meneruskan kehamilannya sendiri? Dan karena itulah ia pergi dari kita."

"Apa kau tau, Dave? Saat ini kau terlihat seperti kaulah lelaki yang sudah menghamili Amelia."

    David tersentak, ucapan Karla terdengar sangat lembut namun cukup tajam menghujam jantungnya. David menelan salivanya dan menatap Karla dengan kesal.

"Kau ini jangan asal bicara. Jika ada gadis yang akan aku hamili, itu adalah kau. Tapi, nyatanya sampai sekarang kau belum juga mau memberiku keturunan," keluh David.

"Nikahi aku dulu secara sah, Dave! Aku tidak mau hubungan kita begini terus. Hitung berapa lama kita tinggal satu atap tanpa ikatan apapun? Padahal selama ini kita layaknya seperti pasangan suami istri. Aku selalu memenuhi kebutuhan biologismu dan kau pun juga selalu mencukupi apa yang menjadi nafkahku. Kau sudah mapan juga, apa lagi yang kau tunggu?"

"Tapi kau juga tau aku trauma dengan sebuah pernikahan. Apa bedanya kita menikah atau tidak? Jika kau hamil pun aku akan bertanggung jawab atas anakku dan dirimu. Ingat Karla, terkadang orang yang menikah bisa lalai dengan tanggung jawab. Tapi, coba katakan kepadaku, kapan aku lalai dengan tanggung jawabku kepadamu? Tidak pernah,kan?"

    Karla mengembuskan napasnya dengan kasar. Selalu saja begini setiap kali mereka membahas tentang masalah anak dan pernikahan. Sebagai wanita, Karla tidak ingin hamil di luar nikah, ia memikirkan nasib anaknya nanti secara hukum. Tapi, bagi David, selama adaa uang apapun juga bisa ia dapatkan.

"Jadi, maumu bagaimana?" tanya Karla.

"Lahirkan seorang anak untukku, aku hanya ingin seorang penerus."

"Baiklah, aku mengalah. Tapi, aku mau kau membuat surat perjanjian hitam di atas putih jika perlu disaksikan oleh pengacaramu jika aku sampai hamil," kata Karla. Ia sangat mencintai David, di mana lagi akan mencari pria setampan dan semapan David. Selama ini sebenarnya Karla juga tidak terlalu peduli dengan karirnya. Toh tanpa menyanyi pun setiap bulan David sudah memberinya uang lebih dari cukup.

    David tersenyum mendengar perkataan Karla. Ia pun memeluk wanita tercintanya itu dengan erat. Perlahan David mengecup lembut bibir karla hingga wanita itu mendesah dan membalas setiap ciumannya. Puas dengan bibir mungil Karla, David pun menyusuri setiap inci tubuh indah milik Karla dengan lembut. Dan ia pun menyatukan tubuh mereka perlahan dengan penuh cinta. Sementara Karla mengimbangi permainan David dengan nikmat, hingga akhirnya mereka berdua mencapai puncaknya bersama dan David mengeluarkan semua miliknya di dalam rahim Karla tanpa pengaman seperti yang biasa ia lakukan.

"Semoga kau cepat hamil ya, sayang," ucap David sambil mengecup dahi Karla dan membawa wanita cantik itu ke dalam pelukannya.

    Karla hanya tersenyum dan membenamkan kepalanya di dada bidang milik David yang selalu membuatnya merasa nyaman.

    David tidak pernah mau terikat dengan pernikahan. Entah apa alasannya, setiap kalj Karla membahas masalah pernikahan David selalu meradang dan akhirnya berujung pada pertengkaran. Selama mereka berhubungan, David memang tipe lelaki setia. Dia tidak pernah melirik gadis lain selain Karla.

    Tapi, bagaimana tidak, Karla seorang wanita cantik yang pandai merawat diri. Tidak memakai make up pun ia tetap terlihat cantik mempesona. Belum ada artis pendatang baru yang bisa menyaingi Karla sebagai penyanyi yang paling cantik.

    "Sayang, jika aku hamil dan melahirkan anakmu apakah aku harus mundur dari dunia entertainment?" tanya Karla. David mengeratkan pelukannya , "Aku mau kau tetap menjadi milikku. Jika kita nanti punya anak, kau boleh tetap menjadi artis seperti sekarang. Tapi, kau harus bisa membagi waktu antara karir dan keluarga."

"Apa kita akan tetap tinggal di apartemen ini?"

      David mencubit hidung mancung Karla dengan gemas.

"Apa kau pikir aku tega membiarkan anak kita  tinggal di apartemen? Tentu saja tidak , kita akan pindah ke rumahku. Kau kan tau kalau aku memiliki rumah yang tidak pernah aku tempati. Rumah itu memang untuk anakku kelak, maksudku aku baru akan menempati rumah itu jika aku sudah memiliki anak."

"Lalu, bagaimana denganku?" tanya Karla.

    Menyadari ke mana arah pembicaraan Karla, David langsung membungkam bibir wanita itu dengan ciumannya. Sungguh, saat ini dia tidak ingin berdebat dengan Karla. Ia hanya ingin melepaskan semua beban yang saat ini ia rasakan dengan cara bercinta dengan Karla.

"Masih belum puas?" tanya Karla saat David mulai menelusuri kembali tubuhnya dengan ciuman-ciuman.

"Tubuhmu seperti candu untukku, sayang."

"Kalau nanti aku hamil dan tubuhku tidak cantik lagi, bagaimana?" kata Karla sedikit mengeluh sambil mengerucutkan bibirnya.

      David tertawa kecil, "Hei, uangku masih cukup banyak. Tidak akan habis hanya untuk perawatan kecantikan. Kau bisa kembali cantik setelah melahirkan nanti. Sekarang, diamlah saja dan nikmati sentuhanku supaya David junior bisa hadir lebih cepat di dalam sini," kata David sambil mengecup perut Karla hingga wanita itu memekik kegelian.

    Melihat Karla mulai mendesah dan mengimbangi permainannya, David pun langsung menyerang ke inti tubuh wanita itu hingga membuatnya mengerang dan mendesah nikmat sambil sesekali meremas rambut David dan meneriakkan nama David dengan mesra.

      Karla sudah tidak peduli lagi dengan apa yang nanti akan terjadi. Persetan dengan segala ikatan pernikahan, jika ia bisa mengikat David selamanya dengan anak yang bisa ia berikan, kenapa tidak? Bagi Karla ini bukan hanya soal karir, tapi juga soal hidup yang nyaman dan senang. Cukup masa kecilnya yang susah. Tapi, bersama David ia bisa menggenggam dunia.

อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป

บทล่าสุด

  • GODAAN BERBAHAYA : PEMBALASAN sang Adik Ipar   APAPUN SYARATNYA

    "Apa saja syaratnya aku pastikan David akan setuju, termasuk jika Jasmine meminta untuk menjaga jarak dengannya," janji Patricia. Tasya tersenyum, "Baiklah kalau begitu, aku jadi tenang mendengarnya," sahut Tasya. Setelah berbincang sebentar Tasya sendiri yang mengantarkan Patricia ke hotel."Sampai jumpa nanti malam, Patty," kata Tasya sambil melambaikan tangannya. Patricia membalas lambaian tangan Tasya dan segera masuk ke kamarnya. Hal pertama yang Patricia lakukan adalah mengambil laptop dan menyalakan sambungan Wifi kemudian melakukan video call dengan David di Jakarta, Tampak David tersenyum senang saat Patricia melakukan video call dengannya."Lama sekali, seharusnya sejak tadi kau menghubungiku," keluh David."Aku langsung bertemu manager Jasmine, dan kau tau siapa managernya?" tanya Patricia. David mengerutkan dahinya, "Aku mengenalnya?""Kita sangat mengenalnya karena dia dulu adalah salah satu penyanyi latar Karla.""Siapa?""Tasya.""Tasya? Bukankah dia mengundurk

  • GODAAN BERBAHAYA : PEMBALASAN sang Adik Ipar   PENCARIAN

    "Kemana aku harus mencari Amelia, Pat?" tanya David dengan wajah polos. Rasanya Patricia ingin sekali meninju wajah David. Astaga, lelaki di hadapannya ini betul-betul membuatnya geram."Gunakan otak dan kekuasaanmu! Kau punya banyak anak buah,kan?""Aku sudah pernah membayar orang untuk mencarinya, tapi tidak ketemu.""Seberapa gigih kau mencarinya?" tanya Amelia. David terdiam, apa yang Patricia katakan benar, seberapa gigih? Lelaki itu mengembuskan napasnya."Ada yang bilang, Amelia pergi ke luar negeri, itu yang membuat aku menghentikan pencarian.""Memang kau ini payah! Hah, sudahlah Dave, jujur saja aku sangat kecewa kepadamu untuk hal ini. Besok, aku akan berangkat, tapi ingat satu hal bahwa aku tidak mau mendengar kau menghentikan pencarian Amelia. Kau harus kembali mencarinya!" tegas Patricia dengan galak. Hanya Patricia yang berani memerintah dan membentak David selama ini. David sendiri memang sedikit menurut pada sepupunya itu, karena ia merasa ibu Patricia s

  • GODAAN BERBAHAYA : PEMBALASAN sang Adik Ipar   RAHASIA DAVID

    Apa yang disembunyikan David sebetulnya? Karla merasa perlu untuk menyelidiki semua itu. Ia ingat betul bagaimana sifat Amelia sejak kecil. Amelia bukanlah gadis liar yang bisa melakukan hubungan di luar pernikahan yang sah secara sembarangan. Pura- pura tidak peduli, Karla melanjutkan makannya dengan lahap. Markonah memang pintar memasak, untuk urusan yang satu itu, Karla harus mengacungkan jempol. Setiap kali ia membelikan buku resep masakan, Markonah akan langsung praktek. Hasilnya, cukup memuaskan, bahkan menurut Karla Markonah jarang sekali masak tidak enak. Telur mata sapi saja, bisa menjadi sangat enak jika Markonah yang menggorengnya. "Katanya mau diet, jam berapa ini kau masih makan nasi goreng. Ini karbonya tinggi, belum lagi kandungan minyak di dalamnya," sindir David."Besok, aku sudah mulai yoga, ada pelatih khusus yang aku suruh ke rumah. Besok aku juga akan belanja kebutuhan makanan selama aku diet. Jadi, anggap saja malam ini perpisahan dengan makanan yang

  • GODAAN BERBAHAYA : PEMBALASAN sang Adik Ipar   BINTANG YANG BERSINAR

    _SETAHUN KEMUDIAN_"Kau siap?" tanya Tasya pada Amelia. Amelia mengangguk,malam ini ia tampil di acara final ajang pencarian bakat yang diadakan di sebuah stasiun televisi Seoul. Amelia bangga karena ia adalah satu-satunya finalis yang berasal dari Indonesia."Berikan penampilan terbaikmu,ya."Tasya memberikan mic kepada Amelia saat nama sahabatnya itu dipanggil."Miss Jasmine from Indonesia!"Amelia melangkah ke atas panggung dan tak lama suara emasnya terdengar begitu merdu membawakan lagu Listen. Tasya tersenyum melihat penampilan Amelia yang sanggat sempurna malam ini. Dengan memakai dress berwarna krem yang membentuk tubuh indahnya Amelia terlihat begitu cantik dan bersinar. Tampak para juri memberikan standing applause karena suara Amelia memang sangat merdu."You're so amazing, Amelia!" seru Tasya saat Amelia sudah turun dari panggung."Apa penampilanku tadi bagus?""Sempurna," jawab Tasya senang.Dan hasilnya seperti yang diharapkan oleh Tasya, Amelia berhasil menjadi juara pe

  • GODAAN BERBAHAYA : PEMBALASAN sang Adik Ipar   YANG HARUS DILAKUKAN

    Tasya menatap Amelia dengan mata yang berbinar gembira seolah tak percaya dengan apa yang dikatakan sahabatnya itu."Kau yakin, Mel?""Aku yakin, Sya. Aku ingin memulai semua dari awal, tapi bagaimana dengan Davina?""Kita akan memulainya terlebih dahulu di sini , di Seoul. Kau akan menjadi bintang yang bersinar di kota ini, baru kita akan kembali ke Indonesia bersama-sama."Amelia mengerutkan dahinya, "Kita?""Tentu , Amelia sayang aku akan menjadi asisten pribadi sekaligus managermu di Jakarta nanti. Tapi, seperti katamu kau harus berubah terlebih dahulu, tunggu sampai kau selesai nifas, Mel. Tahan dulu semua setahun ini saja, aku bahkan sudah menemui dokter yang akan membuatmu tampil cantik dan berubah total. Satu hal lagi, Mel aku akan mengurus identitas dirimu di kedutaan besar Indonesia. Kau membawa dokumen lengkap milikmu, kan?"Amelia mengangguk, "Iya, aku membawa semua. Akte lahir , ijazah sekolahku, semuanya aku bawa.""Kau akan pulang dengan nama yang baru, bukan Amelia lag

  • GODAAN BERBAHAYA : PEMBALASAN sang Adik Ipar   MENGGENGGAM DUNIA

    Karla menatap benda di tangannya dengan hati bahagia. Sudah tiga minggu ini ia merasa cepat letih dan seringkali merasa mual di pagi hari. Ia juga ingat bahwa bulan ini ia belum mendapatkan tamu bulanannya. Gadis cantik itu bergegas menghampiri David yang masih tertidur pulas. Perlahan dikecupnya pipi David hingga membuat lelaki itu mengerjapkan matanya."Hmm ... Pagi, sayang, aku masih mengantuk, " keluh David."Aku hamil," sahut Karla sambil tersenyum.Mendengar perkataan Karla, sontak David terkejut, kantuknya hilang seketika."Kau serius?" tanyanya. Karla mengangguk dan memperlihatkan tespack yang sedari tadi ia sembunyikan di balik punggungnya.David langsung meraih Karla ke dalam pelukannya dan menghadiahi wanita itu kecupan-kecupan mesra."Terima kasih , sayang. Akhirnya aku bisa memiliki keturunan yang akan meneruskan semua usahaku.""Kau senang?" tanya Karla."Hei, kau ini kenapa? Tentu saja aku senang, selama ini aku memang menginginkan keturunan. Kau harus menjaga baik-bai

  • GODAAN BERBAHAYA : PEMBALASAN sang Adik Ipar   PERJUANGAN WANITA

    Tidak terasa kandungan Amelia sudah menginjak usia tujuh bulan. Perutnya sudah semakin membuncit dan ia sekarang sudah mulai merasa tidak enak tidur dan sulit bergerak. Apa lagi sebelumnya Amelia memang bertubuh gemuk."Kau sudah meminum susumu, Mel?" tanya Tasya. Tasya memang sangat memperhatika

  • GODAAN BERBAHAYA : PEMBALASAN sang Adik Ipar   SIAPA AYAH BAYI ITU

    'Siapa ayah bayi itu,' batin David sambil melihat Karla yang sibuk dengan membongkar barang-barang milik Amelia. Tidak ada yang tersisa satupun selain meninggalkan tanda tanya besar."Dia tidak meninggalkan pesan sama sekali, David. Bagaimana ini?" tanya Karla."Apanya yang bagaimana? Jangan kau ki

  • GODAAN BERBAHAYA : PEMBALASAN sang Adik Ipar   PERGI

    Amelia sudah benar- benar bertekad bulat dan pergi untuk memulai semuanya dari awal. Yang paling penting baginya sekarang adalah menata hati dan kehidupannya. Ia memilih kota Seoul, Korea selatan sebagai tempatnya untuk melarikan diri dan pergi dari semuanya. Beruntung bagi Amelia salah seorang sah

  • GODAAN BERBAHAYA : PEMBALASAN sang Adik Ipar   LUPAKAN SAJA

    "Anggap saja kejadian malam itu tidak pernah terjadi," kata David sambil meletakkan cek itu di atas meja. Ia menatap Amelia, ia melihat air mata mulai menetes di kedua netra indah Amelia. Tapi,gadis itu tampak sangat tenang,berbeda dengan reaksi yang ia berikan saat pertama kali.Amelia hanya menat

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status