Beranda / Romansa / Gadis Bercadar Incaran Sang Casanova / 1. Percintaan Panas di Kamar Hotel

Share

Gadis Bercadar Incaran Sang Casanova
Gadis Bercadar Incaran Sang Casanova
Penulis: Mas Author

1. Percintaan Panas di Kamar Hotel

Penulis: Mas Author
last update Terakhir Diperbarui: 2025-11-23 18:37:10

“Oh! Ahh! Kamu membuatku ketagihan.”

Di bawah temaram lampu kamar hotel mewah itu, suara desahan lembut seorang wanita memenuhi ruangan, berpadu dengan ritme napas berat pria di atasnya. Selimut kusut, aroma parfum bercampur keringat, dan hembusan AC yang dingin semakin membuat suasana terasa menggila.

"Ah, ah, pelan-pelan, Juan. Milikmu itu terlalu perkasa saat menghujam milikku," desah seorang wanita cantik yang tubuhnya terbaring pasrah di bawah himpitan seorang pria berotot, dengan dada bidang dan lengan kekar yang menahan beban tubuhnya.

Juan, dengan rambut sedikit berantakan dan garis rahang tegas, menundukkan kepalanya sambil menahan senyum penuh kenakalan.

"Mana bisa aku pelankan, Sayang? Milikmu terlalu nikmat untuk aku sia-siakan." Suaranya terdengar rendah, serak, dan penuh kesombongan yang menggoda.

"Ah, Juan …." desah wanita itu lagi, tubuhnya melengkung mengikuti setiap gerakan, seolah kehilangan kendali atas diri sendiri. Setiap kali Juan bergerak, bibirnya mengerang semakin keras, merasakan gelombang sensasi yang tak mampu ia redam.

Juan semakin mempercepat tempo permainannya. Gerakannya menjadi semakin intens, semakin dalam, seakan ingin menuntaskan seluruh amarah, frustasi, dan hasrat yang tertahan.

Tubuh kekarnya bergerak maju mundur begitu cepat hingga ranjang besar itu ikut berderit mengikuti ritme mereka. Juan mendongak, kedua matanya terpejam rapat, lalu menggigit bibir bawahnya, menahan ledakan sensasi yang melonjak dari perut bawahnya.

"Arggghhhh." Juan melenguh panjang, suaranya pecah ketika tubuhnya mencapai puncak pelepasan.

Dengan napas terengah, ia langsung ambruk di atas ranjang king size itu, membiarkan tubuhnya jatuh kembali ke kasur empuk yang menelan bobotnya. Di sampingnya, wanita yang tadi menjadi partnernya ikut terbaring beberapa detik, bibirnya melengkung dalam senyum puas. Setelah menata napasnya, ia bangkit dengan gerakan menggoda dan duduk di tepi ranjang.

"Bagaimana, Juan? Apa kamu puas dengan pelayananku?" Suaranya terdengar manja, nyaris seperti bisikan, sementara tangannya menelusuri wajah Juan yang tampak letih namun tetap tampan dalam segala sudut.

"Aku sangat puas, Naomi. Kamu benar-benar luar biasa seperti yang diceritakan oleh teman-temanku," sahut Juan dengan suara serak, hampir tertidur karena tubuhnya mulai diserang kantuk berat.

"Kalau begitu, dimana bayaranku?" tanya Naomi sambil bangkit dari ranjang dan mulai memunguti pakaiannya yang berserakan di lantai kamar.

"Di tasku. Ambil berapa saja yang kamu mau," desis Juan lirih, matanya sudah sepenuhnya terpejam, tenggelam dalam kantuk dan alkohol yang masih menguasai tubuhnya.

Naomi, dengan tubuh polos tanpa sehelai benang pun, melenggang menuju meja kecil di pojok kamar tempat tas hitam milik Juan diletakkan. Ketika ia membuka resletingnya, matanya langsung berbinar melihat lembaran uang merah yang menumpuk rapi.

"Aku akan ambil semuanya," gumamnya dengan senyum penuh kemenangan.

Dengan cekatan, ia memindahkan seluruh uang itu ke dalam tas branded mungilnya. Setelah memastikan tidak ada satu lembar pun yang tertinggal, barulah ia mengenakan pakaian minimnya, nyaris seperti lingerie yang hanya menutupi sebagian kecil tubuhnya.

Wanita yang telah lama berkecimpung di dunia malam itu menoleh sekilas pada Juan yang sudah tertutup selimut, tidak sadar apa pun.

"Terima kasih banyak, Juan. Aku pergi dulu. Mmuuacchh." Ia meniupkan kiss bye sebelum melangkah keluar dari kamar hotel yang masih berantakan dan penuh jejak panas dari permainan mereka.

Sebagai pria kaya raya dengan jabatan tinggi sebagai wakil presdir, Juan memang sulit sekali mendapatkan privasi. Hidupnya terus dipenuhi pandangan, tuntutan, dan ekspektasi dari banyak pihak, membuatnya merasa seolah terus dipasung.

Kondisi itu yang mendorongnya memberontak secara diam-diam—mencari pelarian, mencari kebebasan, mencari apa pun yang bisa membebaskannya meski hanya untuk beberapa jam.

Setiap malam, ia selalu berganti-ganti wanita. Itu menjadi rutinitas yang anehnya memberinya sedikit napas lega. Para wanita malam adalah pelariannya, tempat ia menumpahkan kesepian dan tekanan hidup yang tidak pernah ia tunjukkan pada siapa pun. Tidak heran ia punya julukan casanova, pria yang selalu terlibat skandal karena kebiasaannya bergonta-ganti pasangan.

Kini, kedua matanya tertutup rapat. Juan sudah kehilangan kesadaran sepenuhnya, tubuhnya terbaring membelakangi pintu, wajahnya damai seperti anak kecil yang tertidur. Alkohol di tubuhnya bekerja sangat kuat, menghapus sebagian besar ingatan tentang apa yang baru saja terjadi.

Yang tersisa hanya gambaran kabur tubuh Naomi yang meliuk, dan aroma parfumnya yang menyengat, sensual, dan membekas kuat di pikirannya.

"Oh, Naomi." Juan meracau tanpa sadar, suaranya hampir tak terdengar.

*

Di tempat lain, suasana kontras sepenuhnya.

"Halo. Assalamualaikum, Rosa. Kamu ada dimana sekarang?"

Seorang gadis dengan pakaian syari panjang, hijab lebar, dan cadar rapi berjalan terburu-buru menuju mobil yang terparkir di area kampus. Di tangan kanannya, ponsel menempel di telinga. Nafasnya tampak sedikit terburu, mungkin karena habis berlari kecil.

"Halo, Kak Jasmine. Aku … aku lagi ada di… mmpphh."

Tiba-tiba terdengar suara asing seperti erangan dari seberang telepon. Jasmine langsung berhenti melangkah. Tubuhnya menegang.

Alisnya berkerut tajam. Suaranya berubah panik.

“Rosa, apa yang terjadi sama kamu?”

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Gadis Bercadar Incaran Sang Casanova    52. Keputusan Juan

    Hari demi hari mulai silih berganti. Siang dan malam saling bertukar untuk memanjakan penduduk bumi. Tak terasa beberapa minggu pun berlalu dengan sangat cepat.Terik sang mentari terasa menyengat apapun yang berada di bawahnya. Hamparan langit biru nan bersih, membuat sinar sang surya semakin leluasa menerpa bumi.Kini Juan terlihat tengah berendam di dalam kolam renang apartemennya. Kedua mata pria itu nampak terpejam, tetapi berulang kali pula ia membuka kedua matanya, menatap birunya langit cerah di atas sana.Dada pria itu masih bergemuruh sangat kencang, mengingat kepingan kejadian yang beberapa minggu ini sudah menimpa kehidupannya, dan membuat setengah hidupnya terasa hancur."Jasmine," lirih Juan sembari menatap pada langit biru di atas sana.Kini rasa rindu terasa begitu menyerang perasaannya. Semenjak berita viral saat dirinya tengah berpelukan dengan Naomi, selama itu pula dia tak pernah mendengar kabar dari Jasmine lagi. Juan berulang kali mencoba untuk menghubunginya, te

  • Gadis Bercadar Incaran Sang Casanova    51. Dilema

    Jasmine terus memohon supaya abinya tidak mengusir Juan. Akan tetapi, kyai Maulana tampaknya tidak mengindahkan ucapan putrinya itu, dengan putrinya bersikap seperti itu, itu justru membuat kyai Maulana sangat membenci Juan dan tidak ingin Juan mendekati putrinya lagi, karena menurut kyai Maulana Juan membawa pengaruh buruk untuk Jasmine.Dan sebagai tokoh yang sangat disegani masyarakat kyai Maulana tidak mau Jasmine mencoreng nama baiknya. Jadi lebih baik kyai Maulana tidak mengizinkan lagi Jasmine untuk bertemu dengan Juan."Sudah saya bilang kan, saya gak mau lihat kamu lagi!" ujar Kyai Maulana murka terhadap Juan karena Juan tampaknya menghiraukan ucapan Kyai Maulana tempo hari.Padahal tempo hari kyai Maulana sudah benar-benar memberikan peringatan kepada Juan jika Juan tidak boleh datang lagi ke rumahnya dan bertemu dengan Jasmine."Maaf, Abi. Tapi say—""Saya gak mau dengar penjelasan kamu, sekarang kamu pergi dari sini!" perintah kyai Maulana kepada Juan, meminta Juan segera

  • Gadis Bercadar Incaran Sang Casanova    50. Diusir

    Dengan cepat Juan membalikkan tubuhnya dan menatap tajam kepada orang yang sudah menarik mundur dirinya.Tatapan tajamnya seketika berubah menjadi tatapan jengkel ketika dia melihat Ustad Rayyan adalah pelaku tersebut.“Mau apa kamu?” tanya Ustadz Rayyan kepada Juan.Juan mengernyit tidak suka dengan keberadaan Ustadz Rayyan di hadapannya itu. Dia merapikan sedikit bajunya yang agak kusut karena tarikan dari Ustadz Rayyan tadi.“Bukan urusanmu. Pergilah dan jangan ganggu aku,” ucap Juan berniat kembali melangkah mendekati pintu rumah Kyai Maulana. Dia masih harus menjelaskan apa yang terjadi kepada Jasmine karena itu jauh lebih penting dari pada berdebat dengan Ustadz Rayyan.Namun lagi-lagi tubuhnya dipaksa mundur oleh Ustadz Rayyan yang menariknya sekali lagi. Juan yang kesal kembali menatap ke arah Ustadz Rayyan. “Kamu mau apa sih?” tanya Juan dengan kesal.Ustadz Rayyan tidak suka melihat Juan yang segigih itu karena ingin bertemu dengan Jasmine. Dia sudah bertekad ingin menjaga J

  • Gadis Bercadar Incaran Sang Casanova    49. Cemburu ya?

    "Jadi ternyata dia bertemu dengan wanita seksi ini?” gumam Jasmine pelan sembari terus menatap ke arah layar ponselnya yang masih memperlihatkan foto berserta video ketika Juan memeluk wanita dengan tubuh seksi itu.Jasmine memejamkan matanya sejenak. Entah kenapa dia merasa ada sesuatu yang menusuk hatinya secara tidak langsung.“Aku nggak harus melihat ini terus,” ucap Jasmine lalu menutup layar ponselnya.Dia meletakkan ponselnya itu di atas nakas dan duduk di pinggir kasur dengan tatapan yang menatap lurus ke depan.Hatinya kembali merasa gelisah yang tidak karuan. Dia penasaran dan ingin tahu apakah video tadi benar adanya atau ada alasan di balik video itu.“Aku telepon aja kalau gitu.” Jasmine akhirnya kembali meraih ponselnya dan mencari nomor kontak milik Juan untuk dihubunginya.Setelah menemukan nomor Juan, tangannya masih mengambang di atas layar ponselnya. Dia masih ragu untuk menghubungi Juan atau tidak.Tapi karena rasa penasarannya jauh lebih besar, Jasmine tanpa berpi

  • Gadis Bercadar Incaran Sang Casanova    48. Naomi?

    Juan mengerutkan keningnya, mencoba berpikir siapa wanita yang dimaksud oleh kepala pelayan di restoran mamanya itu. "Wanita seksi?" gumam Juan.Karena merasa sangat penasaran Juan pun segera ke luar dan melihat siapa wanita seksi itu. Baru saja Juan keluar dia langsung dipeluk oleh wanita itu Juan yang lagi itu langsung mendorong wanita itu dengan kasar.Wanita itu kaget karena Juan langsung mendorongnya dengan begitu kasar tapi Juan jauh lebih kaget karena tiba-tiba dia dipeluk oleh wanita yang tidak ia kenali sebelumnya karena belum melihat wajahnya."Juan!" Tegur wanita itu saat Juan mendorongnya.Saat itu pula Juan bisa melihat wajah wanita itu yang ternyata adalah Naomi. Juan mengerutkan keningnya merasa bingung karena Naomi datang ke restoran mamanya dan mencari dirinya.Juan bisa melihat Naomi yang sangat cantik dan seksi, iya tertegun saat melihat Naomi di mana dulu Juan sangat menyukai wanita itu dan sangat terobsesi pada wanita itu.Tapi entah kenapa sekarang dia merasa tid

  • Gadis Bercadar Incaran Sang Casanova    47. Siapa Wanita Itu?

    "Mama, ada apa?" Juan cukup terkejut saat melihat Marina yang sedang menangis sesenggukan di sofa ruang tamu.Bergegas ia melangkah cepat, menghampiri sang mama yang tengah tertunduk, lalu ia pun segera duduk berlutut di hadapan mamanya."Mama, apa yang terjadi? Kenapa mama menangis?" tanya Juan dengan suara bergetar, karena sungguh ia tak pernah tega jika melihat wanita yang sangat dicintainya itu sampai menitikkan air matanya.Perlahan Marina mengangkat wajahnya, kemudian menatap pada Juan dengan mata yang masih terlihat memerah. Wajahnya terlihat basah, karena air mata yang terus mengalir di sana."Juan, papa kamu ….""Kenapa, Ma? Apa yang dilakukan sama papa?" tanya Juan kian tak sabarnya."Papa kamu marah-marah dan ngamuk sama mama. Lihat, dia melempar semua barang-barang ini. Mama benar-benar kecewa sama papa kamu," jawab Marina di sela isak tangisnya."Apa yang dilakukan papa, Ma? Kenapa papa melakukan semua ini?"Marina kembali terdiam, namun tak lama ia kembali menatap pada J

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status