Home / Romansa / Gadis Persinggahan / Bab 32: Sang Direktur di Sarang Serigala

Share

Bab 32: Sang Direktur di Sarang Serigala

Author: Alyantha_Z
last update Last Updated: 2025-12-29 22:32:25

Penerbangan singkat dari Labuan Bajo ke Bali terasa lebih lama bagi Tri. Pesta pernikahan mereka yang baru saja usai dengan kemegahan luar biasa sebenarnya hanyalah sebuah formalitas publik yang tertunda, Tri dan Adrian sudah resmi menikah secara hukum beberapa tahun yang lalu. Namun, posisi Tri sebagai dokter bedah saraf, bintang di Rumah Sakit Graha Medika permata mahkota di bawah Yayasan Medis Harapan Kita milik keluarga Adrian, membuat hubungan mereka selalu menjadi konsumsi politik internal yang sensitif.

Selama bertahun-tahun, Tri memilih untuk tetap rendah hati di koridor Graha Medika. Ia fokus pada meja operasinya, membangun reputasi melalui presisi pisau bedahnya, dan menjauh dari struktur kekuasaan yayasan yang rumit. Namun, botol Batch 04 di kamarnya telah mengubah segalanya. Ia tidak bisa lagi menjadi sekadar dokter yang patuh, ia harus menjadi pemegang kendali mutlak di Graha Medika jika ingin selamat dari bayang-bayang Raihan.

"Mas, aku ingin mampir k
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Gadis Persinggahan   Bab 59: Pusaran Maut Arka-V

    Suara derit logam yang terpuntir di bawah tekanan air laut terdengar seperti rintihan raksasa yang sedang sekarat di tengah samudera. Kapal Arka-V kini miring hampir empat puluh lima derajat, membuat lantai dek yang licin oleh tumpahan oli, darah, dan cairan ungu menjadi medan pertempuran yang sangat sulit untuk bertahan hidup. Tri mencengkeram erat pagar besi yang mulai terasa panas karena gesekan struktur baja yang saling beradu, sementara di bawah kakinya, air laut yang hitam dan dingin mulai meluap masuk dari palka bawah yang meledak hebat."Tri! Pegang tanganku! Jangan melihat ke bawah!" teriak Adrian, suaranya nyaris tenggelam oleh deru ombak yang menghantam lambung kapal dan suara ledakan pipa uap yang pecah di bagian mesin.Adrian berdiri di bagian dek yang lebih tinggi, kakinya mengunci kuat pada sebuah katup pipa besar yang masih kokoh tertanam di lantai. Ia menjulurkan tangannya dengan penuh keputusasaan, wajahnya yang biasanya tenang kini penu

  • Gadis Persinggahan   Bab 58: Bayangan di Lambung Kapal

    Lampu darurat berwarna merah berputar di sepanjang koridor sempit dek bawah kapal Arka-V, menciptakan bayangan panjang yang tampak menari-nari di dinding logam yang lembap. Tri melangkah dengan hati-hati, memegang senter taktis di tangan kiri dan sebuah alat pendeteksi biometrik di tangan kanan. Di belakangnya, Adrian dan dua personel tim keamanan Yayasan Harapan Kita mengikuti dengan senjata siaga, moncong senapan mereka menyapu setiap sudut gelap yang mencurigakan. Suara tetesan air yang menghantam lantai besi bergema seperti detak jam yang sedang menghitung mundur menuju ledakan, menciptakan irama mencekam yang menekan dada. "Udara di sini mengandung konsentrasi sulfur yang sangat tinggi," bisik Tri, suaranya teredam oleh masker respirator yang melekat erat di wajahnya. "Bau ini... ini bukan sekadar limbah kimia. Mereka tidak hanya menyimpan bahan sisa, mereka melakukan proses inkubasi aktif di bawah sini. Sesuatu sedang ditumbuhkan."

  • Gadis Persinggahan   Bab 57: Kendali Penuh

    Ruang kendali utama di kapal induk Harapan Kita adalah sebuah jantung teknologi yang berdenyut dalam ritme cahaya biru dan desis pendingin mesin yang konstan. Di tengah ruangan yang luas itu, Tri Ananda Putri berdiri tegak, jauh berbeda dengan sosok rapuh yang setahun lalu meringkuk di sudut bangsal rumah sakit. Ia mengenakan headset taktis yang melingkar di telinganya, sementara matanya yang tajam tidak lepas dari layar monitor sentral yang menampilkan koordinat radar kapal Arka-V. Kapal misterius itu kini terlihat melaju kencang di peta digital, membelah ombak dengan kecepatan tinggi, mencoba mencapai zona bebas di perbatasan perairan internasional agar bisa lolos dari yurisdiksi hukum. Di sampingnya, Adrian berdiri dalam diam yang penuh rasa hormat. Ia tidak mencoba mengambil alih, tidak pula memberikan instruksi yang tak perlu. Sebagai pemilik Yayasan Harapan Kita, Adrian telah menyerahkan seluruh otoritas operasional malam ini kepad

  • Gadis Persinggahan   Bab 56: Pecahnya Keheningan di Ruang Steril

    Laboratorium di dalam kapal induk Harapan kita adalah sebuah keajaiban teknologi yang sangat kontras dengan klinik kayu milik Tri di daratan. Dindingnya terbuat dari baja tahan karat yang memantulkan cahaya lampu neon putih yang tajam, memberikan kesan dingin dan tanpa kompromi. Di tengah ruangan, mesin sekuensing DNA bekerja dengan dengungan halus yang konstan, sementara layar-layar besar di dinding menampilkan grafik pergerakan sel-sel ungu yang sedang dianalisis. Tri berdiri di depan meja laboratorium, masih mengenakan pakaian taktis hitamnya yang kini telah kering namun menyisakan noda garam dan lumpur. Ia sedang memindahkan sampel dari tabung reaksi ke dalam wadah inkubator ketika pintu geser otomatis di belakangnya terbuka. Ia tidak perlu menoleh untuk tahu siapa yang masuk. Aroma campuran antara sabun ringan, kopi hitam, dan sedikit sisa mesiu dari peluncur granat tadi segera memenuhi ruangan. Adrian melangkah masuk, namun ia berhenti sekitar dua

  • Gadis Persinggahan   Bab 55: Perburuan di Ujung Karang

    Suara baling-baling helikopter itu tidak lagi terdengar seperti dengungan jauh, kini ia adalah raungan raksasa yang mengguncang udara dan menggetarkan kaca-kaca jendela klinik yang tersisa. Tri berlari keluar melalui pintu belakang, menerjang semak belukar yang basah menuju jalur setapak di lereng tebing. Di pundaknya, tas taktis berisi sampel berharga itu terasa berat, namun tidak seberat firasat buruk yang menghimpit dadanya. Ia tidak menoleh ke belakang saat lampu sorot dari helikopter mulai menyapu atap kliniknya, mengubah kegelapan menjadi siang hari yang mencekam dalam sekejap. "Target terdeteksi di sektor belakang. Gerak ke arah utara menuju tebing karang," sebuah suara berat bergema dari pengeras suara helikopter, bercampur dengan deru angin. Tri memacu kakinya lebih cepat. Adrenalin Batch 04 memaksa paru-parunya bekerja di luar batas normal, menghirup udara malam yang tajam tanpa rasa sesak. Ia memilih jalur yang paling berbahay

  • Gadis Persinggahan    Bab 54: Bayangan di Ruang Steril

    Klinik yang biasanya menjadi tempat penyembuhan itu kini berubah menjadi labirin maut yang dingin. Kegelapan di dalam ruangan terasa begitu pekat, hanya menyisakan siluet-siluet perabot medis yang tampak seperti monster bisu di bawah cahaya bulan yang pucat. Tri berdiri mematung di balik lemari penyimpanan obat, napasnya diatur sedemikian rupa hingga nyaris tak terdengar. Adrenalin Batch 04 di dalam nadinya mulai bekerja, mempertajam indranya hingga ke tingkat yang tidak manusiawi, ia bisa mendengar detak jantungnya sendiri yang melambat secara sengaja, serta gesekan halus sol sepatu taktis di atas lantai kayu ruang tunggu. Penyusup itu tidak menggunakan lampu senter. Ia bergerak dalam kegelapan dengan kepercayaan diri seorang profesional yang dilengkapi dengan perangkat penglihatan malam (night vision). Tri tahu, dalam kondisi ini, ia berada dalam posisi yang sangat tidak menguntungkan secara visual. Namun, ia memiliki satu keunggulan, ia mengenal set

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status