分享

109.

作者: Alvarezmom
last update publish date: 2026-06-22 13:30:55

Pagi itu, suasana kantor terasa lebih tenang dari beberapa hari sebelumnya. Bukan karena masalah telah selesai, melainkan karena semua orang mulai menyadari bahwa kebenaran yang perlahan terbuka tidak bisa lagi dihindari.

Raina berdiri cukup lama di depan jendela ruangannya. Di tangannya masih ada salinan laporan lama yang ditemukan tim investigasi. Kalimat pendek yang ditulis dengan tinta biru itu masih membekas di benaknya.

"Jangan diteruskan. Risiko organisasi terlalu besar."

Kalimat sederha
在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節

最新章節

  • Gadis Tanpa Ingatan   109.

    Pagi itu, suasana kantor terasa lebih tenang dari beberapa hari sebelumnya. Bukan karena masalah telah selesai, melainkan karena semua orang mulai menyadari bahwa kebenaran yang perlahan terbuka tidak bisa lagi dihindari.Raina berdiri cukup lama di depan jendela ruangannya. Di tangannya masih ada salinan laporan lama yang ditemukan tim investigasi. Kalimat pendek yang ditulis dengan tinta biru itu masih membekas di benaknya."Jangan diteruskan. Risiko organisasi terlalu besar."Kalimat sederhana.Namun cukup untuk mengubah cara pandangnya terhadap banyak hal.Bukan karena ia kehilangan seluruh rasa hormat pada orang yang selama ini menjadi mentornya. Tetapi karena ia mulai memahami bahwa manusia yang paling berjasa sekalipun tetap bisa mengambil keputusan yang salah.Dan kesadaran itu tidak membuatnya marah.Justru membuatnya sedih.Ketukan pelan terdengar di pintu.Armand masuk sambil membawa beberapa berkas tambahan."Ada perkembangan lagi," katanya pelan.Raina berbalik."Buruk?"

  • Gadis Tanpa Ingatan   108.

    Hujan akhirnya turun malam itu.Tidak deras. Hanya rintik-rintik yang memukul kaca jendela kantor dengan ritme pelan namun konstan. Sebagian besar lantai gedung sudah kosong ketika Raina masih berdiri di dekat jendela ruangannya.Pertemuan siang tadi terus berputar di kepalanya.Bukan karena fakta-fakta baru yang muncul.Melainkan karena satu hal yang jauh lebih sulit.Ia melihat kemanusiaan di balik kesalahan itu.Dan justru itulah yang membuat semuanya terasa berat.Jika orang yang mereka hadapi adalah sosok yang jelas-jelas jahat, mungkin keputusan akan lebih mudah diambil.Namun kenyataannya tidak demikian.Pria itu pernah berjuang untuk organisasi.Pernah mengorbankan waktu, tenaga, bahkan kehidupan pribadinya demi membangun banyak program yang kini menjadi kebanggaan mereka.Ia pernah menjadi alasan banyak orang bertahan.Termasuk Raina.Dan sekarang semua itu berdiri berdampingan dengan fakta bahwa ia juga telah melanggar batas yang tidak seharusnya dilanggar.Pintu ruangannya

  • Gadis Tanpa Ingatan   107.

    Pagi berikutnya datang dengan udara yang lebih dingin. Hujan semalam masih meninggalkan jejak pada kaca-kaca gedung dan jalanan yang tampak basah berkilau di bawah cahaya matahari yang malu-malu muncul di balik awan. Namun yang membuat suasana berbeda bukanlah cuaca. Melainkan keputusan yang harus diambil hari itu. Raina tiba di kantor lebih awal dari biasanya. Belum banyak orang datang. Lorong-lorong masih sepi. Lampu beberapa ruangan bahkan belum dinyalakan. Ia berjalan perlahan menuju ruang rapat kecil yang selama beberapa minggu terakhir menjadi pusat berbagai diskusi penting. Di tangannya ada map yang berisi dokumen-dokumen terbaru. Dokumen yang semalaman tidak berhasil membuatnya tidur nyenyak. Ketika ia membuka pintu, Armand sudah berada di sana. Di hadapannya terdapat laptop yang menyala dan beberapa lembar catatan. "Kamu juga tidak tidur?" tanya

  • Gadis Tanpa Ingatan   106.

    Malam turun lebih cepat dari biasanya.Awan gelap menggantung di atas kota, menelan warna jingga yang biasanya bertahan beberapa menit sebelum senja benar-benar hilang. Dari jendela ruang kerjanya, Raina memandangi pantulan lampu-lampu gedung yang mulai menyala satu per satu.Di atas mejanya, map tipis itu masih terbuka.Beberapa lembar kertas.Tidak banyak.Namun cukup untuk mengguncang fondasi yang selama ini ia kenal.Armand masih berada di ruangan itu. Sudah hampir satu jam mereka tidak banyak berbicara. Masing-masing tenggelam dalam pikiran sendiri.Akhirnya Armand memecah keheningan."Kita harus melibatkan tim investigasi tambahan."Raina mengangguk."Besok pagi.""Dan kalau informasi ini bocor sebelum kita siap?"Pertanyaan itu menggantung di udara.Karena mereka sama-sama tahu risikonya.Jika temuan baru ini benar, maka kasus yang selama ini dianggap penyimpangan individu bisa berubah menjadi dugaan jaringan yang jauh l

  • Gadis Tanpa Ingatan   105.

    Angin malam berembus lebih kencang dari biasanya ketika Raina menutup pintu teras dan kembali masuk ke dalam rumah.Jam di dinding menunjukkan hampir pukul sebelas malam.Rumah terasa tenang.Terlalu tenang.Elvano belum pulang dari perjalanan kerjanya. Biasanya keadaan seperti itu tidak lagi menjadi masalah bagi Raina. Ia sudah terbiasa menghabiskan malam sendirian dengan buku, secangkir teh, atau catatan-catatan kecil yang memenuhi mejanya.Namun malam itu berbeda.Bukan karena kesepian.Melainkan karena ada sesuatu yang belum selesai mengendap dalam pikirannya.Sejak laporan investigasi diumumkan dan berbagai reaksi publik bermunculan, ada satu bagian yang terus mengganggunya.Sesuatu yang belum bisa ia jelaskan.Ia berdiri di depan rak buku ruang kerja kecilnya.Tatapannya jatuh pada beberapa map lama yang berisi dokumen evaluasi program-program terdahulu.Entah mengapa, tangannya bergerak mengambil salah satu map.Program yang kini menjadi pusat krisis.Program yang selama ini di

  • Gadis Tanpa Ingatan   104.

    Suara notifikasi ponsel membelah keheningan dini hari itu.Bukan keras. Namun cukup untuk membuat Raina membuka mata sebelum alarm berbunyi.Ia meraih ponselnya perlahan. Layar masih redup ketika nama Armand muncul di sana disertai satu pesan singkat.“Ada media yang mulai mengangkat kasus ini. Kita perlu bicara pagi ini.”Raina membaca pesan itu dua kali.Lalu meletakkan ponselnya kembali di meja samping tempat tidur.Ia tidak langsung bangun.Matanya menatap langit-langit kamar yang masih gelap sebagian.Dan untuk sesaat, ia merasakan sesuatu yang selama ini berhasil ia jaga di dalam dirinya mulai bergetar lagi.Bukan kepanikan.Namun kesadaran bahwa mulai hari ini.krisis ini tidak lagi hanya hidup di ruang rapat.Ia akan masuk ke ruang publik.Ke ruang opini.Ke ruang yang sering kali tidak memberi waktu untuk memahami secara utuh.Pagi datang perlahan.Di dapur, suara air mendidih terdengar lebih nyaring dari biasanya. Elvano memperhatikan Raina diam-diam saat ia menuang teh.“Ka

  • Gadis Tanpa Ingatan   79.

    Malam mengendap pelan, menyisakan kehangatan yang tidak ingin cepat-cepat padam. Raina tiba di rumah, menaruh tas di kursi, lalu berdiri sejenak di depan jendela. Kota di bawahnya berdenyut tenang—lampu-lampu bukan lagi tantangan, melainkan irama. Ia menarik napas panjang, merasakan dada yang lapan

  • Gadis Tanpa Ingatan   76.

    Pagi datang dengan langkah pelan, seolah menghormati kelelahan yang belum sepenuhnya reda. kini Raina bangun lebih awal dari biasanya. Rumah terasa sunyi—sunyi yang tidak lagi kosong, melainkan penuh sisa-sisa keputusan yang telah diambil. Ia menyeduh kopi, dan membiarkan aromanya memenuhi dapur, l

  • Gadis Tanpa Ingatan   75.

    Sidang pertama digelar dua minggu kemudian, di ruang pengadilan yang dingin dan terang. Raina duduk di barisan depan bersama Elvano, sementara Raditya berada beberapa kursi di belakang mereka—wajahnya lebih tenang dari hari-hari pelarian, meski garis lelah masih tertinggal di sudut mata. Ketika pal

  • Gadis Tanpa Ingatan   73.

    Mobil melaju membelah lalu lintas siang yang padat, meninggalkan gedung kaca yang barusan menjadi saksi runtuhnya satu kebohongan besar. Raina duduk diam di kursi belakang, jari-jarinya menggenggam buku harian Raditya yang terbuka di pangkuannya. Kata-kata terakhir yang ia baca terus bergaung, sepe

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status