Share

24. Sedih

Author: rindiyoon
last update publish date: 2026-01-25 22:31:47

Rahang Leon mulai mengeras, ia benar-benar kesal dengan situasi yang ada. Menikah? Tentu itu tidak akan menjadi pilihan Leon.

Leon sudah menolak perjodohan, bagaimana bisa Leon menerima pernikahan? Leon sangat kesal, ingin sekali ia marah saat ini.

Namun, Leon selalu menghormati ibunya, Dinda.

Leon ingat jika kesehatan Dinda sangat rentan terhadap penyakit. Leon tidak ingin mengecewakan ibunya, walaupun Leon tahu selama ini ia tidak pernah menjadi anak yang baik bagi keluarganya.

"Bu!" Leon men
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Gadis Tawanan sang Mafia   87. Anya Baik-baik Saja

    "Aku mau beli ramen, tadi katanya mau ramen.""Beli online aja." Anya tidak ingin ditinggal sendirian."Baiklah." Leon tidak memiliki pilihan lain.Anya tidak ingin ditinggal sendirian, dan Anya terlihat manja sekali."Selain ramen mau apa lagi?" Leon kembali bertanya dengan tangan yang masih menggenggam ponselnya."Aku mau pilih sendiri."Anya merebut handphone Leon, dan Leon tidak keberatan dengan itu, lagi pula Leon tidak pernah menyembunyikan apapun dari Anya, jadi Leon tidak pernah takut jika Anya merebut ponselnya."Aku mau ini, ini, ini." Anya memilih banyak menu makanan.Leon tidak mempedulikan itu karena yang terpenting Anya makan banyak sebelum melakukan operasi, karena kondisi Anya juga harus stabil sebelum melakukan pengangkatan rahim.Sejujurnya Leon sedih dengan hal ini, tapi Leon mencoba kuat didepan Anya. Leon tidak ingin membuat Anya sedih.Leon yakin setelah ini tidak akan ada hal apapun lagi. Leon akan selalu membuat Anya bahagia, Leon sangat mencintai Anya. Anya ad

  • Gadis Tawanan sang Mafia   86. Pengangkatan Rahim

    Anya tertawa kecil mendengar ucapan Nathan."Sudahlah, aku ke bawah dulu." Leon izin."Oke." Anya manggut-manggut dan mengizinkan.Leon keluar dari kamar untuk menemui Rehan di lantai bawah, dan Nathan masih menemani Anya."Ke mana Papa?" tanya Nathalie saat dirinya keluar dari kamar mandi."Ke bawah ketemu ...," jawab Anya yang belum selesai.Namun, Nathalie sudah berlari keluar kamar, tapi saat mendekati pintu kamar, Nathalie terjatuh.Nathalie tidak menangis. Ia segera bangun, dan berlari lagi menuju lantai bawah."Astaga, anak itu!" Anya geleng-geleng kepalanya.Anya tidak menyangka jika Nathalie sangat bersemangat bertemu dengan Rehan."Tuh, Mama liat sendiri, kan? Aku nggak bohong, dia genit banget kalau urusan Om Rehan," ucap Nathan dengan jujur.Anya tertawa lagi dan berkata. "Biarkan, mungkin Nathalie sudah menganggap Om Rehan sebagai kakak tertuanya.""Mana ada begitu." Suara Nathan sangat ketus, tentu ia tidak suka dengan sikap kembarannya yang genit.Anya hanya bisa tertaw

  • Gadis Tawanan sang Mafia   85. Akhirnya, Anya Sadar

    Seminggu berlalu. Anya sudah sadar. Keluarganya bahagia melihat Anya sudah membuka matanya. Namun, Anya masih terlihat linglung."Mama!" Nathan dan Nathalie memeluk Anya yang masih berbaring di ranjang rumah sakit. Tiba-tiba saja air mata Anya menetes. Anya tahu saat ini dirinya ada di rumah sakit."Sayang!" Leon mengusap lengan Anya dan mengecup lengan itu berkali-kali.Dokter dan asistennya segera memeriksa keadaan Anya, dan akhirnya kondisi Anya sudah membaik. Namun, memang harus banyak istirahat karena baru bangun dari operasi.Anya masih belum membuka mulutnya, Anya belum berbicara sama sekali.Dinda, Luki, dan Tasya sedih yang bercampur bahagia melihat Anya sudah membuka matanya.***Beberapa hari setelah Anya sadar. Anya diizinkan pulang ke rumah, dan pastinya Leon langsung segera membawa Anya pulang ke rumah.Leon tahu jika Anya tidak suka berlama-lama di rumah sakit. Anya tidak mencium aroma rumah sakit yang memiliki khas tersendiri."Mama, aku buatkan teh hangat untuk mama

  • Gadis Tawanan sang Mafia   84. Selesai Operasi

    Dinda bertanya dengan pelan. Ia tidak ingin membuat Leon bersedih akibat kecelakaan yang menimpa Anya."Kepala Anya terbentur dan harus operasi," jawab Leon.Dinda mengangguk paham. "Sebaiknya kita serahkan semuanya pada Dokter."Leon mengangguk. Leon setuju, dan Leon berharap jika Anya segera sadar.Dokter mulai menyiapkan ruanh operasi untuk Anya. Anya mengalami benturan dan harus melakukan operasi dibagian kepalanya.Dinda dan Leon hanya bisa menurut saja pada Dokter. Leon akan selalu mendoakan yang terbaik untuk Anya. Leon berharap Anya segera sadar.Saat ini yang berada di rumah sakit hanya Leon dan Dinda. Luki dan Rehan keluar dari rumah sakit.Luki harus menjemput Tasya, Nathan, dan Nathalie.Sedangkan Rehan akan menjalankan perintah dari Leon. Rehan akan mencaritahu penyebab kecelakaan yang menimpa Anya.Leon memiliki firasat buruk tentang kecelakaan ini. Leon yakin kecelakaan ini adalah rencana dari Varell atau Vera. Namun, Leon masih belum memiliki bukti.Oleh sebab itu Leon

  • Gadis Tawanan sang Mafia   83. Kecelakaan

    "Sakit kenapa?" tanya Leon. Raut wajah Leon terlihat khawatir. Nathan dan Tasya juga khawatir. "Tapi bohong!" Nathalie langsung menjulurkan lidahnya. Nathan kesal dengan kembarannya. Leon mulai geleng-geleng kepalanya. "Nggak boleh bohong gitu," kata Tasya. "Ya maafkan aku, Kak!" Nathalie meminta maaf. Leon pikir Nathalie benar-benar sakit, tapi ternyata hanya kepura-puraan. "Sudahlah, kita nggak perlu percaya lagi sama Nathalie." Nathan kecewa. "Ih, maafkan aku!" Nathalie menggoyangkan lengan Nathan. Namun, Nathan enggan melihat wajah kembarannya. "Sudah, jangan bertengkar!" Leon tahu jika Nathan kecewa dengan Nathalie, karena Leon juga seperti itu. Namun, Leon enggan menunjukkan kekecewaan itu. Leon lebih baik memendam kekecewaan itu, karena tidak mungkin juga Leon mudah marah didepan anak-anaknya. ** Pukul 12 siang. Anya akan menjemput anak kembarnya dan keponakannya di sekolah. Seperti biasa Anya bersama dengan sang supir. "Sepertinya hari ini aku ingin mengajak anak

  • Gadis Tawanan sang Mafia   82. Sebuah Pesan

    Keesokan harinya. Anya baru saja menyiapkan bekal makanan untuk anak kembarnya, dan Anya juga tidak lupa menyiapkan bekal makan untuk Tasya juga.Anya seperti memiliki 3 orang anak, dan Anya senang melakukan itu. Namun, Leon selalu cemburu."Sayang!" Leon memeluk Anya dari belakang, Leon juga mengecup leher Anya dengan lembut."Diam bisa nggak, sih!"Sungguh Anya merasa risih dengan Leon, tapi Leon tetap saja bergelayut manja."Berhenti membuat bekal untuk Tasya, kalau kamu begini terus, nanti Kak Luki nggak bisa cari istri baru." Leon berbisik.Anya tertawa mendengar bisikan itu. Apa yang dikatakan Leon memang benar, tapi Anya tidak bisa membiarkan Tasya bersedih hanya karena bekal makan."Kamu cemburu sama Kak Luki apa sama Tasya?""Kak Luki."Anya tertawa. Tidak lama kemudian Dinda masuk ke dapur. Leon bukannya berhenti memeluk Anya, tapi Leon terus saja mengecup leher Anya."Sepertinya sebentar lagi kembar punya adik," gumam Dinda."Aku pengen punya anak lagi, tapi Anya nggak mau

  • Gadis Tawanan sang Mafia   65. Hampir Keguguran

    Leon mengumpat saat melihat Varell menembak Doni sebanyak dua kali, di perut dan kaki.Anak buah Rehan segera membantai anak buah Baskara. Luki dan Dinda akhirnya berhasil diamankan. Leon langsung menembak Varell tepat didekat jantungnya."B ... Brengsek!" Varell mengeluarkan banyak darah, ia terg

  • Gadis Tawanan sang Mafia   64. Doni Tertembak

    Anya memukul pelan lengan pria yang ada disampingnya, pria yang saat ini sudah menjadi suaminya, Leon."Dasar mesum!" Leon tertawa kecil. Leon kembali mencium bibir Anya, bibir yang sudah menjadi candu baginya."Sayang, terima kasih, aku sangat bahagia." Anya meneteskan air matanya.Leon segera me

  • Gadis Tawanan sang Mafia   62. Dinda Bertemu Anya

    Keesokan harinya. Dinda menghubungi Rehan untuk menemuinya di kantor DD Company. Pastinya Rehan menurut.Sampai di kantor. Rehan mengetuk pintu ruang kerja direktur utama, Dinda."Masuk!"Rehan membuka pintu dan masuk ke dalam, ia langsung membungkuk sopan saat melihat Dinda dan Luki."Ma ... Maaf,

  • Gadis Tawanan sang Mafia   61. Doni Tidak Merestui

    Doni tertawa kecil. Leon mencoba menahan diri untuk bisa mendapatkan restu dari orang tuanya. Dinda hanya menatap sedih pada Leon.Dinda sebenarnya tidak terlalu memilih gadis seperti apa yang akan menikah dengan Leon. Dinda hanya ingin gadis itu bisa membuat Leon bahagia, itu saja.Namun, saat ini

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status