Share

31. DIBUNTUTI

Author: NONA_DELANIE
last update Last Updated: 2025-01-12 10:00:45

"Mau ke mana kesayangannya Daddy sudah rapi dan wangi?"

Mata Adam tampak lembut saat menatap sosok kecil yang kini berada dalam pelukannya. Bayi Alan, yang sudah mulai tumbuh gemuk dengan pipi tembam dan lengan yang semakin berisi, memancarkan keimutan yang tak bisa disangkal.

Aurora tersenyum lembut, meski hatinya terselip kerisauan yang hanya bisa dia pendam dalam diam.

Keinginan untuk melihat Alan sehat dan tumbuh bahagia adalah dambaan setiap orangtua, tetapi bagi Aurora, kebahagiaan itu terasa seperti bayang bayang yang selalu menyertai, namun sulit digapai.

"Imunisasi." Aurora melanjutkan dengan nada ceria, mencoba menghapus kegundahan yang merayap di benaknya. Dia memandang Baby Alan yang dengan lugu memandang dunia sekelilingnya.

"Daddy ikut, kan?" tanya Aurora, suaranya sedikit menggoda, namun matanya tak bisa menyembunyikan ketegangan yang bersembunyi di balik senyum itu.

Adam mengangguk, tangannya semakin erat
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Gairah Liar CEO Nakal   60. SELAMATTINGGAL, DAN BERBAHAGIALAH

    Saat Adam melepaskan pelukannya dengan sentakan kasar, Evelyn jatuh dalam isak tangis yang tertahan. Bahunya terguncang hebat, hatinya terasa seperti diiris sembilu. Penolakan Adam yang begitu dingin merajam jiwanya, meninggalkan luka yang menusuk hingga ke dasar kalbu."Semua orang berhak mendapatkan kesempatan kedua, ‘kan, Dam?" ratapnya di sela tangis yang kian memilu. "Kenapa kamu begitu menutup diri? Kenapa kamu gak bisa memberiku satu saja kesempatan kedua?"Adam menatapnya tanpa secercah simpati pun, matanya tetap sedingin es. "Karena kamu terlalu kejam, Ev," desis Adam, suaranya terdengar sangat tajam dan melukai. "Kamu hanya memuja egomu sendiri, tanpa pernah peduli bagaimana rasanya menjadi aku saat kamu buang. Kamu tidak mengerti, Ev. Sampai kapan pun, kamu tidak akan pernah bisa mengerti rasanya hancur karena orang yang paling kamu percayai.""Dam ... aku hanya meminta sedikit waktu. Setidaknya, beri kita kesempatan satu atau dua bulan saja. Aku benar-benar menyesal, Dam.

  • Gairah Liar CEO Nakal   60. ADAKAH KESEMPATAN KEDUA?

    "Sayang sekali... Padahal malam ini ada 'kiriman' baru dari seseorang yang sangat ingin menjatuhkanmu. Dia menyusup di antara gadis-gadisku. Kupikir kau mungkin ingin bermain-main sedikit dengan mangsamu sebelum kau menghabisinya benar-benar," bisik Mommy dengan nada menggoda yang berbahaya.Adam terdiam seketika. Gelas whisky yang kosong di tangannya membeku di udara, tepat di depan bibirnya. Suasana klub yang tadinya terasa santai mendadak berubah mencekam di sekitar meja Adam. Sorot matanya yang semula tenang dan malas, dalam sekejap berubah menjadi setajam silet yang siap menguliti siapa pun."Siapa yang Mom maksud?" tanya Adam pendek. Suaranya rendah, namun mengandung getaran otoritas yang mematikan.Mommy menyeringai tipis, ia mendekatkan wajahnya ke bahu Adam agar suaranya tidak bocor ke telinga orang lain. "Evelyn. Dia ada di sini, bersikeras ingin Anda yang memilihnya malam ini.""Dia lagi!" desis Adam. Rahangnya mengeras hingga urat-urat di lehernya menonjol.Nama Evelyn s

  • Gairah Liar CEO Nakal   59. NIGHT CLUB

    "Siapa?" desak Aurora, suaranya gemetar. "Apa ini perbuatan Elina? Dia begitu membenciku sejak awal, tapi … apa iya sampai sejauh ini?"Adam berbalik perlahan. Sinar lampu ruangan yang temaram membuat bayangan wajahnya terlihat begitu mengintimidasi."Bukan hanya Elina," jawabnya dengan nada rendah yang mematikan. "Dia tidak bekerja sendirian.""Lalu siapa lagi?""Mantan istriku."Nama itu meluncur dari bibir Adam laksana vonis mati. Ruangan itu seketika menjadi senyap. Aurora terpaku, jantungnya seolah berhenti berdetak sesaat. Ia tidak pernah menyangka bahwa kebencian yang mengincarnya berasal dari masa lalu Adam yang seharusnya sudah terkubur."Mereka berkolaborasi," lanjut Adam dengan seringai tipis yang mengerikan. "Satu ingin membalas dendam karena merasa posisinya terancam, dan yang satu lagi ingin merebut kembali apa yang sudah bukan miliknya. Dan kau, Aurora ... kau adalah target yang menurut mereka paling mudah untuk disingkirkan.”"Apa aku terlihat sebodoh dan selemah itu

  • Gairah Liar CEO Nakal   58. DOR!

    "Baik, Sus. Silakan lakukan."Aurora akhirnya menyerah pada keraguannya. Ia membiarkan suster itu mendekat, pasrah saat jemari wanita itu mulai menyentuh kateter infusnya dengan gerakan yang tampak begitu mendesak. Namun, tepat saat ujung selang baru itu nyaris tersambung ke pembuluh darahnya, pintu kamar VIP itu terbuka dengan dentuman keras.DOR!"Aaaaa!" Aurora menjerit histeris. Ia spontan menutup telinga dan memejamkan mata, tubuhnya tersentak hebat karena syok yang menghantam jantungnya.Suasana tenang itu seketika pecah oleh aroma mesiu yang tajam. Saat Aurora memberanikan diri membuka mata, pemandangan di depannya begitu mengerikan. Suster itu sudah tersungkur di lantai marmer, memegangi telapak tangannya yang hancur bersimbah darah. Timah panas baru saja menembus dagingnya, membuatnya menggelinjang kesakitan sambil merintih pilu.Di ambang pintu, Adam berdiri dengan sisa asap yang mengepul dari moncong senjatanya. Wajahnya gelap, urat-urat di lehernya menegang, memancarkan

  • Gairah Liar CEO Nakal   57. MENCURIGAKAN

    Hati Aurora luruh seketika. Di balik kemegahan nama Walker yang seringkali terasa dingin, ia menemukan kehangatan yang begitu tulus pada diri Adam. Pria itu tidak hanya mencintainya di saat ia tampil cantik dan sempurna, tapi juga tetap mendekapnya dengan bangga di saat ia berada di titik paling rendah dan memalukan. Keteguhan Adam menjadi jawaban atas segala keraguan yang selama ini menghantui Aurora.Tak terasa, malam pun perlahan merayap, menyelimuti rumah sakit dengan kesunyian yang tenang. Adam baru saja keluar kamar untuk menerima telepon penting yang tampaknya berkaitan dengan "rencana jebakannya", meninggalkan Aurora sendirian di dalam kamar VIP yang luas itu.Tak lama kemudian, pintu diketuk pelan. Seorang dokter pria paruh baya masuk bersama seorang suster."Selamat malam, Nona Aurora. Bagaimana perasaan Anda sekarang? Masih ada rasa melilit di perut?" tanya dokter itu sambil tersenyum ramah, tangannya sigap memeriksa stetoskop.Aurora mengangguk kecil, memberikan senyum

  • Gairah Liar CEO Nakal   56. KITA BERPISAH SAJA

    "Tuan Muda, tidak ada hasil apa pun. Semua bersih tanpa jejak. Sepertinya, musuh telah memperkirakan ini."Adam terdiam, jemarinya mengetuk pinggiran arloji mahalnya dengan ritme yang lambat namun menekan. Ia telah meminta anak buahnya mengumpulkan bukti sekecil apa pun, namun hasilnya nihil. Tempat itu seolah telah disterilkan dari segala bentuk kesalahan."Orang ini terlalu cerdik," gumam Adam, matanya menyipit tajam. "Dia tahu persis letak titik buta CCTV. Jika kita tidak bisa meringkusnya karena minim bukti, maka ... kita harus menjebaknya agar keluar dari sarangnya. Kurasa, aku punya ide yang jauh lebih efektif daripada sekadar menginterogasi pelayan."Anak buahnya saling pandang dalam keheningan yang mencekam, namun sang bos tak membocorkan sepatah kata pun mengenai rencananya. Adam berbalik, meninggalkan mereka yang masih mematung, dan membawa langkah tegapnya menuju ruang perawatan Aurora.Di dalam kamar VIP yang tenang

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status