Home / Urban / Godaan Ibu Kos Cantik / 111. Obsesi mengerikan Reno

Share

111. Obsesi mengerikan Reno

Author: Harucchi
last update Last Updated: 2025-11-06 23:49:22
Karina mengangkat wajah, melongok ke balik pundak Rachel. Matanya membelalak saat menemukan sosok Reno tengah berdiri di kejauhan, bersandar persis ke sebuah pilar kayu di sampingnya. Tatapannya lurus ke arah Karina, lekat, seperti menelannya hidup-hidup.

“Aku nggak mau temui dia, Martha.” Karina menundukkan wajah, berusaha menyembunyikan wajahnya di balik bayangan tubuh Martha, walau dia tahu, hal itu percuma.

“Karina.” suara Dimas membuat Karina menoleh cepat. “Menurutmu, kita ketahuan?”

Karina menelan ludah, sepenuhnya paham kekhawatiran Dimas. Dia mungkin mengira Reno menangkap basah dirinya dan Dimas sedang kencan berduaan.

“Nggak, Dim.” Karina menggeleng. “Dugaanku, dia nggak ngenalin aku karena riasanku beda. Kita nggak tertangkap basah. Hanya ….”

‘Hanya saja, dia tertarik padaku dalam penampilanku sebagai Sheila—penampilanku saat ini.’

Dan kalimat itu, entah bagaimana terasa begitu berat untuk diloloskan mulutnya. Ada rasa takut dan cemas yang menahan lidahnya. Bag
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Godaan Ibu Kos Cantik   267. MALIIING!!

    “Karina!” Reno membentak dan menahan pintu dengan lengan ketika Karina hampir menutupnya.“Mau apa kamu ke sini?” Dari balik pintu yang hanya dibuka sedikit, Karina menatap pria itu dingin. Tangannya mencengkeram gagang pintu erat-erat, bersiap kembali mendorong. Darahnya mendidih merasakan amarah dan kewaspadaan.“Tunggu, please tunggu sebentar Karina. Aku nggak akan macam-macam.” Reno mengambil satu langkah mundur, seperti hendak meyakinkan bahwa kehadirannya bukan untuk membahayakan.“Aku cuma mau kasih kamu ini.” Reno mengeluarkan sebuah dokumen dari dalam map yang sejak tadi dipegangnya. “Lihat?”Karina menyipitkan mata. Daun pintu dilebarkannya demi melihat dokumen itu lebih dekat. Namun tatapannya lekas melebar begitu Reno membalik dokumen itu. Surat kepemilikan rumah di sebuah komplek perumahan elit.“Aku … aku tahu ini memang sangat terlambat. Tapi, aku mau nyenengin kamu. Aku mau kamu jadi istriku yang bahagia.”“Istrimu?” Karina buru-buru menyela, mulutnya meloloskan tawa

  • Godaan Ibu Kos Cantik   266. Kamu bisa bantu saya ketemu Revan?

    “Apa pun hubungan kamu dengan Revan sekarang. Saya perlu kamu tahu satu hal.” Dimas mengambil jeda, menatap Caca tajam selama beberapa saat. “Revan saat ini bukan sekadar mantan rekan kerja. Dia buronan.”Caca terpaku. Pulpen di tangannya terlepas, berdenting kecil di atas meja bundar sebelum menggelinding jatuh ke lantai karpet. Wanita itu tidak berusaha mengambilnya. Wajahnya yang semula tegang kini berubah pias.“Buronan? M-maksudnya gimana Pak?”“Oke. Begini.” Dimas mengeluarkan ponsel, membuka browser, mengetik nama ‘Reno Wijaya’ pada pencarian gambar. Begitu foto demi foto bermunculan memenuhi layar, Dimas memutar ponselnya menghadap Caca.“Kamu kenal orang ini?” Dimas memindahkan tatapannya pada Caca, menelisik. Wanita itu menggeleng polos.“Nggak Pak.”“Oke. Orang ini seorang pengusaha. Dia pelaku KDRT yang belum diadili. Dan sekarang, sedang dipantau polisi karena dicurigai terlibat dalam kasus peredaran obat terlarang.” Dimas tak melepas tatapannya dari Caca. “Dan Revan beke

  • Godaan Ibu Kos Cantik   265. Ca, dia buronan

    “Pagi.” Dimas melangkah masuk secara tiba-tiba dan membuat Caca bergerak panik menjauhkan ponsel dari telinga.“Pagi, Pak.” Caca membalas sambil merapikan mejanya yang sudah rapi.Dimas menangkap itu semua dari sudut mata. Dia tak perlu bertanya untuk tahu alasannya. Caca sudah memberi jelas semua petunjuk dan tanda.“Pak.” Caca kemudian membuka suara, terlihat seperti ingin buru-buru mengalihkan fokus Dimas ke situasi profesional. “A-ada banyak email masuk sejak Mas Revan nggak ke kantor. Telepon masuk untuk Mas Revan juga banyak Pak.”Dimas mengangguk, sudah bisa menebak ini akan terjadi. Untuk sementara sampai karyawan baru muncul, maka dirinya yang terpaksa harus babak belur.“Oke. Nanti saya coba tangani.” jawab Dimas sambil memijit dahi.“Lalu, data calon kandidat dari konsultan rekrutmen sudah saya kirim ke Bapak. Nanti silakan dicek ya Pak.” “Makasih, Ca.” Hari itu, sesuai dugaan, pekerjaan Dimas menumpuk. Gabungan efek ketidakhadiran Revan dan keputusan Dimas yang baru data

  • Godaan Ibu Kos Cantik   264. Melewatkan titik buta

    “Masih pengantin baru ya Mas?”Dimas membeku, tubuhnya kaku selama beberapa saat. Apa maksud pertanyaan itu? Sebuah dugaan melintas di kepalanya. Apa suara aktivitas intimnya dengan Karina dini hari tadi … terdengar sampai ke sebelah?Dimas meneguk ludah, mengumpulkan seluruh kepercayaan dirinya. Pria itu lalu menoleh dengan seulas senyum tipis yang cukup meyakinkan. “Nggak juga Bu. Nggak baru banget.” ucapnya lalu mengangguk pelan, memberi gestur pamit yang sopan. “Saya permisi.”Setelah kalimat itu lolos, Dimas melangkah pergi dan tak lagi menoleh. Jawaban tadi, rasanya cukup. Tidak langsung meluruskan, tetapi juga tidak terasa salah.Karena, mana mungkin dia mengaku kalau Karina bukan istrinya? Karina jelas sedang hamil. Mengakui kenyataan hanya akan membuat situasi menjadi runyam.Sambil melakukan perjalanan menuju apartemen, Dimas mengirim pesan teks ke Caca, memberi kabar bahwa dia akan berada di kantor sejak siang karena harus menangani apartemennya yang baru dibobol. Caca me

  • Godaan Ibu Kos Cantik   263. Masih pengantin baru ya Mas?

    Dimas membeku. Matanya melirik kaku ke sekitar. Benaknya berperang. Apa tidak apa-apa bila Karina tahu soal Reno dan Martha yang selama ini sebenarnya bersekongkol? Martha adalah teman Karina saat SMA. Apa Karina tidak akan terguncang?Tetapi, dia sudah berjanji untuk terbuka.Hembusan napas Dimas menjadi satu awalan sebelum dia menatap Karina lekat, “Kar.” ucapnya rendah. Dia lalu mengambil jeda sejenak, membasahi bibirnya, mencoba meredakan cemas yang membuat tenggorokannya tercekat. “Akhir-akhir ini, aku minta kamu jangan menghubungi Martha, atau menerima panggilan dari diam bukan tanpa alasan.” Dimas menarik napas panjang.“Martha terus-terusan mengulur status perceraian kamu, bukan karena Reno melakukan seuatu supaya berkas cerai kamu nggak diproses pengadilan. Tapi, kita sejak awal mempercayakan proses cerai ke orang yang salah.” Karina menatap Dimas tajam, “Maksud kamu … Martha memihak Reno?”Dimas mengangguk. “Lebih tepatnya, hubungan saling menguntungkan. Aku sempat lihat se

  • Godaan Ibu Kos Cantik   262. Malam panas di kontrakan

    “Ahh Dim … terus!” Karina mencengkeram rambut Dimas yang berkeringat. Tangannya gemetar, seakan sensasi yang menghujam tubuhnya mengalirkan sengatan nikmat yang tak sanggup ditahan.Waktu terus berlalu. Ruangan pengap itu membuat peluh di tubuh mereka semakin meleleh. Suara deru napas yang tersengal mengisi suasana. Keduanya lantas berakhir dalam posisi tidur menyamping dengan Karina memunggungi Dimas—masih dengan tubuh yang menyatu. Di antara hembusan napasnya yang memburu, Dimas menarik punggung Karina mendekat, berbisik rendah. “Sayang … Aku hampir ….”Karina mengangguk, langsung menyela. “Aku juga.” ucapnya dengan suara yang sama serak. Tangan wanita itu meraih pergelangan tangan Dimas, mencengkeram semakin erat seiring gerakan Dimas kembali menghujam, mendorong dengan sentakan yang membuat Karina meninggalkan bekas cakaran di lengan Dimas yang ototnya menegang. Tangannya menangkup gundukan kembar Karina, memberikan rangsangan ganda yang membuat wanita itu lekas sampai puncak.“A

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status