Partager

Racun

Auteur: Purplexyiii
last update Date de publication: 2026-09-17 09:44:32

Gema denting gelas dan alunan musik mengudara di Hotel Metropole. Jamuan makan siang bersama jajaran komisaris manufaktur berlangsung formal dan kaku. Ivy duduk di meja utama, memimpin diskusi dengan kecerdasan analitis yang tajam. Setiap argumen yang keluar dari bibirnya membungkam keraguan para eksekutif senior yang semula meremehkannya. Namun, ketenangan itu terusik saat jeda istirahat.

Ivy melangkah menuju koridor privat VIP menuju area taman dalam hotel untuk menghirup udara segar. Empat
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Dernier chapitre

  • Gairah Obsesi Bos Kejamku   Mengincar

    Ivy hanya bisa memutar bola matanya, tapi ia justru semakin menenggelamkan wajahnya di dada bidang Arthur. Ia merasa aman, meskipun perisai yang ia miliki adalah perisai yang sangat posesif."Arthur," panggil Ivy pelan. "Lain kali kalau kau masak sarapan jangan lupa pakai apron. Aku benci melihat bekas minyak di kulitmu saat kita sedang seperti ini."Arthur tertegun sejenak, lalu ia tertawa lepas, ia menarik hidung Ivy dengan gemas. "Kau masih memikirkan hal itu di saat seperti ini? Kau benar-benar wanita yang unik, Sayang.""Hanya memastikan asetku tetap bersih, Bos.""Dasar peniru!"Arthur kembali menarik selimut untuk menutupi mereka berdua, seolah mengunci dunia luar dari kebahagiaan mereka yang penuh gairah."Hei, besok bangunkan aku jam tujuh. Aku benar-benar harus memecat manajer logistik itu."Arthur mendesah panjang, tapi ia mengecup puncak kepala istrinya dengan lembut. "Tidurlah. Aku yang akan memecatnya untukmu agar kau bisa tidur lebih lama.""Tidak! Aku mau melihat wajah

  • Gairah Obsesi Bos Kejamku   Merampok

    Ivy tidak mundur. Ia justru merangkak maju, membiarkan lututnya bersentuhan dengan paha Arthur di bawah air. "Risiko? Aku sudah menanggung risiko terbesar sejak aku menandatangani dokumen itu, Arthur. Apa lagi yang kau punya? Borgol? Atau kau mau mengunci pintu ini lagi?"Arthur menyeringai yang tampak sangat berbahaya di bawah remang lampu sensor ruangan. Ia meraih tangan Ivy, membawa jemari istrinya ke bibirnya, mengecup setiap buku jari dengan gerakan yang lambat dan menyiksa. "Aku tidak butuh borgol jika kau sendiri yang memberikan dirimu padaku seperti ini."Arthur melepaskan kaus dalamnya yang sudah tidak berguna dengan satu gerakan cepat, memperlihatkan tubuh atletisnya yang penuh dengan garis otot yang tegang. Ia menarik Ivy hingga wanita itu duduk tepat di atas pangkuannya. Ivy mendesah rendah saat merasakan panas tubuh Arthur yang langsung menembus kulitnya. Gesekan antara kulit mereka di bawah air menciptakan sensasi yang merambat hingga ke saraf tulang belakang."Kau terla

  • Gairah Obsesi Bos Kejamku   Berpaling

    Mereka duduk berhadapan. Ivy mengambil sumpitnya, sambil menatap potongan ayam Kung Pao yang dipenuhi potongan cabai kering. Ia memakan satu potong, dan seketika rasa terbakar yang luar biasa menyerang rongga mulutnya. Ivy terbatuk kecil, seketika matanya mulai berair.Arthur hanya duduk bersandar, memutar-mutar gelas berisi air mineral es dengan wajah yang tampak sangat puas. "Bagaimana, Sayang? Masih ingin membahas soal otoritas akses biometrik?"Ivy meraih gelas air milik Arthur dan meminumnya hingga habis dalam satu tarikan napas. Ia menatap suaminya dengan mata yang kini dipenuhi oleh amarah yang bercampur dengan rasa tertantang. "Kau benar-benar monster yang licik, Sterling.""Hanya menyesuaikan dengan mangsanya." Arthur menyeringai. Ia berdiri, berjalan mendekati Ivy dan merangkul bahu istrinya dari belakang. Ia berbisik tepat di telinga Ivy, "Kau tahu, ada cara yang lebih efektif untuk menghilangkan rasa pedas di lidahmu daripada sekadar air es ini?""Apa? Meminum kopi pahit b

  • Gairah Obsesi Bos Kejamku   Kemenangan

    Arthur memperlakukan Ivy seolah-olah wanita itu adalah satu-satunya benda berharga yang ia miliki di dunia ini, sementara Ivy menyerahkan seluruh tubuhnya ke dalam genggaman tangan dingin suaminya. Sepasang predator itu sedang menyatukan kegelapan mereka dalam gairah yang meledak.Bahkan meskipun kegiatan sudah selesai, Arthur tetap memeluk Ivy di atas meja itu. Ia menyelimuti tubuh istrinya dengan jas besarnya yang tadi ia lepaskan. Ivy bersandar di dada bidang Arthur, mendengarkan detak jantung suaminya yang perlahan mulai stabil."Kau menghancurkan draf merger Sektor Barat, Arthur. Aku harus mencetaknya ulang besok," gumam Ivy sambil jari-jarinya menelusuri bekas cakaran di bahu Arthur."Aku akan menyuruh departemen kreatif untuk membuatnya lebih cantik. Jadi kau tidak akan pergi ke kantor besok pagi," sahut Arthur sambil mencium kening Ivy dengan pengabdian yang sangat dalam."Kau tidak bisa membatalkan jadwalku lagi!""Tentu aku bisa. Karena besok kita punya janji temu dengan ars

  • Gairah Obsesi Bos Kejamku   Mengunci

    Walaupun dunia yang penuh dengan pengkhianat dan pengintai, gairah mereka ini adalah satu-satunya tempat di mana mereka merasa benar-benar nyaman.Waktu seolah melambat di dalam ruangan kedap suara itu. Di luar sana, perusahaan mereka mungkin sedang mengguncang pasar, tapi di dalam sini, hanya ada detak jantung yang berpacu liar dan keringat yang menyatu. Setelah gairah itu mereda, Arthur tetap memeluk istrinya di atas meja rapat dan menyelimuti tubuh Ivy dengan jas besarnya yang tergeletak di lantai."Besok jadwal klien sektor barat jam tujuh pagi," gumam Ivy dengan mata terpejam, kepalanya bersandar di dada bidang suaminya."Batalkan. Aku tidak ingin melihatmu memakai sepatu hak tinggi itu untuk dua belas jam ke depan," sahut Ivy."Kau tidak bisa terus-menerus membatalkan jadwalku hanya karena kau ingin aku tetap di tempat tidur, Bos."Arthur menyeringai miring, ia mencium kening istrinya dengan pengabdian yang sangat dalam namun tetap terasa mencekik. "Aku pemilik perusahaan ini, d

  • Gairah Obsesi Bos Kejamku   Ketenangan

    Ujung tumit sepatu hak tinggi itu kembali menghantam lantai yang membeku dan menciptakan gema yang memutus keheningan lobi privat di lantai paling atas. Tanpa adanya lagi desis angin dari hutan bambu yang menenangkan. Udara di sini kering karena disaring oleh sistem pendingin yang berbau kemewahan steril dan aroma tinta printer yang mahal. Liburan singkat di negeri seberang telah resmi berakhir, digantikan oleh realitas baja dan kaca yang menuntut perhatian tanpa henti.Arthur di sampingnya melangkah dengan ritme yang sama tenangnya dengan pemangsa yang baru saja kembali ke sarang utamanya. Jas yang tadi malam dilepaskan sembarangan kini telah berganti dengan setelan baju korporat, kemeja biru navy yang sangat gelap hingga nyaris terlihat hitam, dipadukan dengan dasi sutra yang terikat sangat kaku di lehernya. Tangannya yang besar kini tidak lagi memegang sumpit bambu, melainkan mencengkeram ponsel enkripsi yang sejak tadi bergetar tanpa henti."Tiga ratus dua belas surel mendesak, tu

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status