Beranda / Romansa / Gairah Sahabat Suamiku / 71. Maafkan Pria Itu

Share

71. Maafkan Pria Itu

Penulis: NARA
last update Terakhir Diperbarui: 2025-07-03 21:36:12

"Aku benar-benar tidak lupa, anda yang aku lihat di panti asuhan waktu itu," ucap mama Rina sambil menatap lekat wajah mama Feli. Matanya menyipit sedikit, seperti sedang mencoba mencocokkan ingatan masa lalu dengan sosok yang kini duduk di sampingnya.

Detik itu juga dada mama Feli berdebar keras. Senyum palsu langsung terpulas di bibirnya, meskipun keringat dingin mulai merembes di pelipisnya. "Ya Tuhan. Aku datang dengan Lio. Kalau dia mengingatnya, semua akan hancur." gumam mama Feli.

"Oh iya, aku baru ingat," kata mama Feli akhirnya, berusaha terdengar senatural mungkin. Senyum kembali mengembang dari kedua sudut bibirnya. Suaranya dikontrol lembut, padahal hatinya sedang kalut.

Mama Rina tersenyum, sama sekali tak menunjukkan tanda-tanda curiga. "Sudah lama aku tidak melihat anda ke panti asuhan. Padahal dulu sering sekali."

"Iya, akhir-akhir ini aku sibuk sekali. Tapi kapan-kapan aku akan datang ke sana lagi," jawab mama Feli, lega karena tampaknya mama Rina tak menaruh prasangk
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (3)
goodnovel comment avatar
Juhaina R
wkwkkw maafkan ank mm syg......
goodnovel comment avatar
NARA
di tunggu ya kak
goodnovel comment avatar
Sari Aldia
ayo dong thor bikin lily n lio bersatu tp lio harus ceraikan luna dulu
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Gairah Sahabat Suamiku   260. Pria Bertanggung Jawab

    Leo terus menatap pada Damian, yang kini duduk di sofa sambil menahan sakit. Napas Leo terasa sesak, dada berdebar tidak karuan. Amarah, kecewa, dan rasa bersalah bercampur menjadi satu. Bagaimana mungkin Damian, yang sudah ia percayai, yang sudah ia mintai untuk merahasiakan kejadian malam dimana keduanya tidur bersama, malah menceritakan semua pada kedua orang tuanya."Kenapa kamu melakukan itu, dasar bodoh!" gumam Leo dalam hati, sambil terus menatap tajam pada Damian.Damian yang sejak tadi hanya menunduk, sesekali mendesis menahan perih di sekitar bibir dan pipinya. Luka-luka lebam di wajahnya cukup jelas menunjukkan betapa keras tangan Lio mendarat di tubuhnya. Namun, anehnya Damian sama sekali tidak membela diri. Ia hanya menerima, seolah pukulan itu sesuatu yang memang pantas ia terima, setelah ia mengakui kesalahannya, meskipun Damian tahu. Semua bukan murni kesalahannya.Lili mendekat, menarik dagu Leo perlahan agar putrinya menatapnya. Tatapannya itu penuh cemas, namun jug

  • Gairah Sahabat Suamiku   259. Babak Belur

    Leo benar-benar merasa tenang, berada di tempat yang jauh dari keramaian kota. Heningnya udara pagi, hembusan angin yang begitu lembut, dan aroma tanah yang masih basah sehabis hujan semalam membuat dadanya terasa lebih lapang. Betapa tidak, setelah selama ini hidup di tengah hiruk pikuk kota, penuh tekanan, penuh kenangan buruk tentang James, kini Leo merasakan sesuatu yang sudah lama tidak ia rasakan, yaitu kedamaian dan ketenangan.Setelah begitu lama berada di luar rumah kayu itu, Leo duduk di sebuah bangku dekat danau, menatap hamparan bunga-bunga yang berwarna-warni, kupu-kupu berterbangan bebas, dan pegunungan hijau yang menjulang seperti lukisan alam yang terlalu indah untuk diabaikan. Semuanya terasa seperti dunia lain yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya. Leo bahkan merasa seolah tempat ini adalah pelarian yang diberikan semesta hanya untuknya.Namun, matahari kini sudah berada tinggi di atas kepala, pertanda waktu terus berjalan. Leo bangkit, kemudian melangkah masuk

  • Gairah Sahabat Suamiku   258. Resiko

    Rubby yang pernah melihat Damian dan tahu jika dia adalah sahabat dari James, kini menghampirinya, apalagi melihat gelagat Damian yang menurut Rubby perlu dicurigai."Om, dia sahabat James," Rubby memberitahu Lio. Suaranya memecah ketegangan yang sedang terjadi, setelah Damian mengatakan pada Lio tentang putrinya.Lio yang awalnya hanya menatap tajam tanpa ekspresi kini langsung menautkan keningnya menatap pada Damian. Nama James saja sudah cukup membuat Lio marah, apalagi mendengar pria yang berdiri di hadapannya adalah sahabat dari pria yang sudah menghancurkan hati putrinya.Damian sempat membuka mulut, bersiap mengatakan sesuatu, namun Lio langsung mengangkat tangan dan mengibaskannya seolah menepis keberadaan lelaki itu."Pergi dari sini!" bentaknya keras.Damian tidak berkutik. Ia tetap berdiri tegap, tidak menunjukkan tanda-tanda akan pergi. "Om, aku ingin memberitahu di mana Leo." Kata Damian, karena memang tujuannya pergi menemui kedua orang tua Leo memang untuk dimana gadis

  • Gairah Sahabat Suamiku   257. Memperkenalkan Diri

    Semua orang dipenuhi kecemasan. Suasana yang sebelumnya sudah tegang semakin menjadi tegang dan suram. Waktu terus berputar, namun tidak ada satu pun kabar dari Leo yang bisa meredakan kekhawatiran mereka. Nomor ponselnya tidak bisa dihubungi, membuat semuanya semakin cemas, tidak terkecuali dengan James.James berdiri tidak tenang, tangannya mengepal kuat hingga buku jarinya memutih. Pikirannya dipenuhi ketakutan. Bukan hanya karena ia telah mengkhianati Leo, tapi lebih karena ia tahu begitu rapuhnya Leo setelah kejadian itu. Dalam hati kecilnya, James takut Leo melakukan sesuatu yang nekat. Rasa bersalah kini terasa menyesakkan dadanya hingga James hampir sulit bernapas.Tidak jauh dari James, Lio berjalan mondar-mandir sambil sesekali mencoba menghubungi ponsel Leo lagi. Namun, jawaban yang ia dapat tetap sama. Nomor yang Anda tuju sedang tidak dapat dihubungi.Tatapan Lio kemudian beralih pada James, tajam, marah, dan penuh ancaman."Jika terjadi sesuatu pada Leo, kamu akan tahu

  • Gairah Sahabat Suamiku   256. Cemas

    Leo menatap pada Damian yang kini mengangkat telepon dan masuk ke dalam rumah kayu tersebut.Setelahnya Leo merebahkan tubuh kembali di rerumputan, lalu menatap bintang-bintang di langit yang berkilau indah. Udara malam yang sejuk dan segar dengan pemandangan yang mamanjakan mata sejauh Leo memandang. Membuatnya benar-benar merasa tenang. Ingin rasanya Leo terus berada di tempat tersebut yang jauh dari kebisingan kendaraan.Perlahan, kedua mata Leo terpejam, kantuk tiba-tiba datang menyerangnya, dan akhirnya ia tertidur pulas di bawah sinar bulan yang begitu terang.Damian yang baru kembali menghampiri Leo, mengukir senyum melihat gadis tersebut telah tertidur lelap.Tentu saja, Damian tidak membiarkan Leo tidur di ruang terbuka. Apalagi tiba-tiba awan gelap menutupi bulan, sepertinya hujan akan turun. Membuat Damian kini mengangkat tubuh Leo, dan membawanya masuk ke dalam rumah kayu tersebut.Baru juga Damian ingin merebahkan tubuh Leo diatas kasur, tiba-tiba gadis tersebut membuka

  • Gairah Sahabat Suamiku   255. Takjub

    Leo pasrah di bawa Damian entah ke mana. Intinya malam ini ia ingin melupakan masalahnya. Masalah terbesar yang ia alami selama hidupnya.Di sepanjang perjalanan, Leo sama sekali tidak menimpali apapun yang Damian katakan, meskipun Damian coba untuk mencairkan suasana. Leo tetap diam duduk di kursinya, sambil menatap jalanan yang di lewati mobil Damian.Sampai akhirnya, setelah mengendarai mobil cukup lama. Mobil yang Damian kendarai berhenti di sebuah halaman rumah kayu yang begitu khas."Kita sudah sampai, Leo." Kata Damian.Loe kini menatap pada Damian, karena pria itu membawanya entah ke mana. Yang Leo tahu, Damian menghentikan mobilnya di tempat yang begitu asing, hanya ada satu rumah kayu di tempat tersebut, yang di kelilingi pohon-pohon besar."Dimana ini?" tanya Leo ingin tahu.Damian tersenyum lalu menjawab. "Ini tempat yang akan membuat hati kamu tenang, Leo. Ayo kita turun," Ajak Damian."Tidak!" tolak Leo. "Aku ingin pergi ke tempat yang bisa menenangkan hatiku," kata Leo.

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status