Home / Romansa / Gairah Salah Sasaran / Bab 16 | Tolak Aku

Share

Bab 16 | Tolak Aku

Author: MAMAZAN
last update publish date: 2026-07-31 17:19:20
Bab 16

“Ya, ini aku…”

Deg!

Jantung Irina berdesir hebat secara tidak wajar. Jujur, ia sama sekali belum siap untuk kembali bertemu dengan pria yang tidur bersamanya semalam. Bayangan sentuhan panas, deru napas, dan ciuman liar pria ini di kamar suite mendadak berputar kembali di kepalanya, memicu desir hangat yang membakar permukaan kulitnya.

Killian mencondongkan tubuhnya lebih dekat, mengunci Irina dalam batas jarak yang teramat intim.

"Ada apa? Tidak menyangka kita akan bertemu lagi di sini?"
MAMAZAN

Tinggalkan komentar kalian kesayangan <3

| 4
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (6)
goodnovel comment avatar
NING
Thor. aku tinggalin nih kalau si kembar rebutan si dokter
goodnovel comment avatar
Null_null
Jangan sampai rebutan cowok pliss sikembar ini , killian kan sukannya irish tapi kasian sm irina karna udah dipw in sm killian brengsek
goodnovel comment avatar
MAMAZAN
hehehe siap kak say, moga suka ya ma ceritanya, dan love bukunya
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Gairah Salah Sasaran   Bab 83 | Pengabaian

    Bab 83Irish yang masih berkutat dengan analisisnya di meja kerja langsung teralihkan saat notifikasi ponselnya berbunyi. Ia meraih benda pipih itu, membaca sebaris pesan yang baru saja masuk.[Aku ada di bawah, sayang.]Deg!Jantungnya berdesir hebat. Tanpa membalas pesan tersebut, Irish seketika menyambar outer lingerie kimononya, mengikatnya asal di pinggang.Irish bergegas keluar dari unitnya, melangkah cepat menuju lift hanya dengan memakai sandal rumah.Begitu pintu lift terbuka di area lobi utama dan ia melangkah ke luar gedung, Irish dapat melihat sosok pria yang sangat ia rindukan itu sedang bersandar santai di mobil mewahnya.Killian yang melihat kehadiran Irish langsung menegakkan tubuhnya dan berjalan menghampiri. Ada desah napas lega yang lolos dari dada Killian saat mendapati Irish benar-benar berada di apartemennya, aman di pelupuk matanya.Irish pun tak tahan lagi. Wanita itu ikut berlari kecil menghampiri Killian.Sejujurnya ia sangat marah dengan sikap Killian yang m

  • Gairah Salah Sasaran   Bab 82 | Rencana Baru

    Bab 82“Lucas, kau sudah mengatur ulang jadwal rumah sakit untukku?” tanya Killian tanpa mengalihkan pandangan dari layar monitor di ruang kerjanya.“Sudah, Tuan. Semua jadwal operasi dan pertemuan penting hari ini sudah saya batalkan dan jadwalkan ulang,” jawab Lucas sigap.Killian hanya mengangguk pelan, kembali memfokuskan pikirannya pada deretan kode di perangkat baru yang sudah tersambung langsung ke peladen utama. Jarum jam di dinding terus bergerak tanpa henti. Killian menenggelamkan diri dalam penelusuran data hingga tanpa sadar ia melewatkan seluruh sisa harinya begitu saja.Hingga ketukan pintu menghentikan kesibukannya. Lucas melangkah masuk dengan raut wajah yang lebih tegang dari biasanya.“Tuan.”Killian mengangkat wajahnya, menatap asistennya dingin. “Ada apa?”“Salah satu anggota tim IT yang ikut rapat tadi mengalami kecelakaan mobil beberapa saat setelah keluar dari gedung ini, Tuan. Kondisinya kritis.”Killian berdecih sinis. Sorot matanya makin membeku. “Sudah kudug

  • Gairah Salah Sasaran   Bab 81 | Kebocoran Data

    Bab 81Killian menekan dada kirinya yang masih berdenyut sesak. Ia berdeham pelan, berusaha keras menetralkan suaranya agar tetap terdengar normal sebelum menggeser tombol hijau di layar ponselnya.“Halo, sayang?”Di seberang sambungan, Irish sempat tersentak sejenak mendengar nada bicara pria itu. “Killian? Kenapa kamu belum sampai di rumah sakit jam segini? Padahal hari ini kamu punya beberapa jadwal operasi.”Killian memejamkan mata. Pikirannya yang hancur berantakan akibat amarah ayahnya dan krisis perusahaan membuat dirinya sama sekali tidak sanggup untuk berbicara panjang lebar saat ini.“Aku harus pergi sekarang. Nanti aku hubungi lagi,” potong Killian cepat, Sebelum Irish sempat bertanya lebih jauh, Killian menyudahi percakapan itu dengan cepat.Tanpa menunggu balasan atau tanggapan apa pun dari Irish, Killian memutus sambungan telepon itu begitu saja. "Maaf sayang..." Brak!Begitu sambungan terputus, Killian berteriak dengan sangat kuat. Mengeluarkan seluruh amarah, rasa sak

  • Gairah Salah Sasaran   Bab 80 | Tidak Ada Kegagalan

    Bab 80“TOLOL! Kenapa bisa ada kegagalan seperti ini, HAH!” bentak sang ayah dengan suara menggelegar yang memenuhi seluruh sudut ruangan.Killian menggertakkan rahangnya rapat-rapat. Pipinya terasa panas dan berdenyut hebat akibat tamparan keras itu. Namun, bukannya menunduk takut, ia justru menatap tajam dan dingin pada pria paruh baya di hadapannya—pemilik asli dari Kerajaan Perusahaan Russo.Alesandro Russo.Srettt! Brak!Alesandro melempar tumpukan berkas kebocoran data itu dengan kasar tepat ke wajah Killian. Lembaran kertas berhamburan di lantai marmer ruangan, tetapi Killian tetap bergeming. Ia berdiri tegap tanpa ada niat sedikit pun untuk memungutnya.Pemandangan seperti ini bukan hal baru baginya. Jika Alesandro tidak puas dengan kinerjanya, atau jika ada sedikit saja celah kegagalan, tamparan dan kekerasan fisik adalah balasan yang selalu ia terima.“Kau adalah penerus keluarga Russo, jadi tidak ada kata gagal dalam hidupmu!”Kalimat beracun itu sudah ditanamkan Alesandro

  • Gairah Salah Sasaran   Bab 79 | Tekanan

    Bab 79Belum sempat jemarinya membalas pesan manis yang ia pikir dari Irish itu, dering ponsel Killian memecah keheningan. Nama asisten pribadinya memanggil di layar.Killian menggeser tombol hijau, menempelkan benda pipih itu di telinganya.“Ada apa, Lucas?” tanya Killian dingin.“Tuan Killian! Anda harus segera ke kantor sekarang juga!” suara Lucas di seberang sana terdengar begitu panik dan terengah-engah.Killian mengerutkan keningnya rapat-rapat. “Bicara yang jelas. Ada apa?”“Sistem keamanan pusat kita berhasil diretas sejam yang lalu, Tuan! Ada kebocoran berkas penting perusahaan dan jajaran direksi sudah berkumpul di ruang rapat utama. Keadaan benar-benar kacau!”“Shit!” maki Killian parau. “Tahan mereka semua di sana. Aku sampai dalam satu jam!”Killian mematikan sambungan secara sepihak. Tanpa membuang waktu, pria itu bergegas keluar dari hotel, memacu mobilnya secepat kilat menuju apartemen. Ia menyambar setelan jas formalnya, mengganti pakaian, lalu meluncur cepat membela

  • Gairah Salah Sasaran   Bab 78 | Aku Bahagia

    Bab 78“Sebaiknya aku menelpon dan menanyakan hal ini langsung padamu, Killian...”Irish menarik dan menghembuskan napasnya perlahan.“Tidak. Aku harus memastikannya sendiri.”Dokter cantik itu mengurungkan niatnya. Kalau ia menanyakan langsung tentang status Killian saat ini, Killian justru akan curiga dan pasti mencari tahu identitas serta apa saja yang telah ia selidiki.“Aku ingin kamu memberitahukannya secara sukarela, Killian. Dan aku berharap kamu tidak memiliki kaitan apa pun dengan organisasi ini.”Irish melangkah menuju meja kerjanya. Ia membuka laci lalu mengambil sebuah box kecil yang berisikan jam tangan mewah di dalamnya.“Aku mencintaimu, Killian,” gumamnya pelan, menatap hadiah tertunda itu dengan tatapan redup sembari berharap segala kecemasannya malam ini akan menguap begitu saja.Sedangkan di kamar hotel, Irina terbangun dari tidurnya yang lelap.Ia tersentak kaget. “Astaga!”Irina meringis kesakitan saat menyadari dirinya telah bablas ketiduran hingga selarut ini.

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status