Home / Romansa / Gairah Salah Sasaran / Bab 65 | One Night Stand

Share

Bab 65 | One Night Stand

Author: MAMAZAN
last update publish date: 2026-09-05 17:00:13
Bab 65

Irish berjalan menyusuri koridor rumah sakit sembari memegang cup americano dinginnya. Pikirannya melayang, terus terngiang-ngiang oleh ucapan Clara di kafetaria tadi.

“One night stand?”

“Apa iya...?” gumamnya amat pelan.

Ia mengembuskan napas berat. Kejadian tadi pagi mendadak berputar kembali di kepalanya. Jujur saja, ia juga sempat dibuat bingung saat bangun tidur dan tidak menemukan bercak darah segar di atas sprei putih hotel tempat mereka menginap. Padahal, ia merasakan dengan sanga
MAMAZAN

Hai hai kesayangan... mau tanya pendapat kalian nih. Kalian nyaman dan suka gak kalau ada adegan medis seperti ini ? Tulis di kolom komentar ya ^^ Krisan kalian menjadi inspirasi mamazan <3

| 5
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Prita Aji
bagus Kak ada adegan medisnya
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Gairah Salah Sasaran   Bab 117 | Beban Killian

    Mobil Killian bergerak perlahan melintasi gerbang besi tempa yang menjulang tinggi. Pria itu menghentikan kendaraannya di pelataran luas sebuah bangunan megah bernuansa klasik Eropa—kediaman utama keluarga. Tempat di mana seluruh kenangan pahit, instruksi keras, dan tekanan tanpa ampun dari sang Ayah mengkristal di kepalanya, melahirkan anxiety serta kegelapan di dalam dirinya.​Killian mencengkeram erat setir kemudi sejenak, memejamkan mata menghirup napas dalam-dalam. Dada dan hatinya mendadak bergemuruh hebat. Memaksa dirinya melangkah masuk ke tempat ini selalu membutuhkan seluruh sisa keberanian yang ia miliki.​Klek.​Killian menurunkan kakinya dari mobil, menjejakkan langkah berat menaiki anak tangga marmer. Begitu pintu kayu jati ganda berukir itu terbuka, barisan pelayan berbaris rapi membungkuk hormat.​"Selamat datang kembali, Tuan Muda Killian," sapa pelayan senior dengan suara ramah.​Killian hanya mengangguk tipis tanpa menghentikan langkahnya. Matanya yang gelap bergerak

  • Gairah Salah Sasaran   Bab 116 | Pelepasan Amarah

    "Do it."​Perintah singkat dari Kane membuat wanita itu berani. Ia turun dari pangkuan Kane, berlutut tepat di antara kedua kaki pria itu. Dengan gerakan sensual, jemari lentiknya menurunkan zipper gaun ketatnya. Kain minim itu meluncur jatuh begitu saja ke lantai marmer, menelanjangi lekuk tubuh mulusnya.​Usai melucuti gaunnya, wanita itu mencondongkan tubuh, merogoh bagian bawah kaos polos Kane, membiarkan dada bidang serta otot perut pria itu terekspos bebas. Tanpa jeda, bibirnya yang terpoles lipgloss basah langsung menyapu kulit hangat di leher Kane. Lidahnya menjilat, menyesap, dan memberi lumatan-lumatan kecil di sepanjang tengkuk hingga ke garis rahang tegas yang langsung membuat napas Kane memberat.​Jari-jemari wanita itu tak tinggal diam. Dengan cekatan ia mengurai tali celana training Kane, menariknya turun secara erotis bersama boxer pria itu. Bebas dari kungkungan kain, batang kejantanan Kane yang tebal dan membesar menyapanya.​Tanpa menunggu, Ia menunduk, mengulum bagi

  • Gairah Salah Sasaran   Bab 115 | Irish atau Irina?

    "Sejak kecil, memang hanya kamu yang selalu terlihat pantas di mata Ayah."​"Omong kosong apa yang kau bicarakan, Kane!" bentak Killian menahan emosi.​Bukannya marah atau terintimidasi, Kane malah tersenyum kosong. "Apa kamu ingin masuk?" tawarnya santai, menunjuk ke dalam dengan dagunya.​Kane bisa melihat dengan sangat jelas. Sedari tadi, pandangan Killian tak lepas dari lukisan berbingkai indah yang terpajang mencolok di dinding dalam unit apartemennya, lukisan dengan guratan nama 'Irina' di sudut bawahnya.​"Tidak perlu!" desis Killian tajam, matanya menghunus dingin. "Aku hanya memperingatkan kamu, Kane. Jangan pernah menyentuh orang-orangku!"​Kane menaikkan sebelah alisnya. "Orang-orangmu?" tanyanya memasang ekspresi bingung yang kelewat dibuat-buat. "Come on, brother ... aku baru saja tiba di sini setelah sekian lama. Siapa orang-orangmu?"​Kane berpura-pura berpikir sejenak, sebelum matanya berbinar jenaka. "Ah ... maksud kamu Dokter Irish?"​Killian membisu, bibirnya mengat

  • Gairah Salah Sasaran   Bab 114 | Kehadiran Kane

    ​"Bye, Sayang," ujar Killian pelan seraya menutup pintu mobil milik Irish.​Irish melambaikan tangannya dari balik kaca jendela yang terbuka separuh, menyunggingkan senyum hangat. "Bye, aku duluan ya, Sayang."​Killian berdiri membeku di area drop-off lobi hotel, memperhatikan lampu belakang mobil kekasihnya sampai benar-benar menghilang di balik tikungan jalanan Monschau.​Melihat mobil Irish mulai menjauh dan tak lagi terlihat, aura tenang yang dipaksakan Killian runtuh seketika. Ekspresinya mendadak mengeras kaku, berganti menjadi begitu gelap dan dingin. Tangan tegapnya merogoh saku celana, menarik ponsel pintarnya dan langsung menekan satu nomor.​Panggilan terhubung dalam hitungan detik.​"Cari lokasi Kane sekarang, Lucas!" titah Killian dengan suara berat dan menekan, tanpa basa-basi sedikit pun.​Di seberang saluran, asisten kepercayaannya sempat terdiam sejenak. "Bukannya Tuan Kane ada di Italia, Tuan?"​"Dia ada di sini!" bentak Killian kaku, rahangnya mengeras. "Dan pagi ini

  • Gairah Salah Sasaran   Bab 113 | Jujur Tapi Sarkas

    ​"Aku ganti pakaian sebentar, ya," ujar Irina tenang, berusaha mengabaikan bisikan dingin Killian yang masih mengiang di telinganya. Tanpa menunggu jawaban, ia berbalik menuju area walk-in closet.​Di ruang tengah, Irish mendaratkan tubuhnya di sofa utama. Killian menyusul, duduk rapat di sisi kekasihnya. Pria itu mengulurkan lengan, merangkul bahu Irish dengan gestur posesif.​Tak lama, Irina kembali. Ia telah berganti pakaian dengan setelan silk loungewear berwarna hitam yang jatuh sempurna di tubuhnya. Alih-alih duduk di sofa panjang bersama mereka, Irina secara sengaja memilih duduk di single armchair berbingkai keemasan yang berhadapan langsung dengan posisi duduk Killian dan Irish. Sebuah batas tak kasat mata yang sengaja ia bentangkan.​"Galerimu makin memikat, Rin," buka Irish memecah keheningan. "Tadi aku sempat mampir sebelum ke sini. Bagaimana respon dan penjualan hari kedua?"​Irina menyandarkan punggungnya anggun, melipat kaki dengan gerakan lambat. "Sangat luar biasa. Bah

  • Gairah Salah Sasaran   Bab 112 | Kejadian Tak Terduga

    Killian melangkah gontai. Rasa bersalah yang membakar dadanya beradu dengan gema bentakan Irina yang masih berdengung jelas di telinganya.​​"Killian??"​Suara panggilan lembut yang memantul di lorong itu serta-merta memecah lamunannya. Killian menoleh cepat ke belakang, mengira Irina telah membuka pintu kamarnya kembali.​"Iri—" Kalimatnya terhenti di udara.​Deg!​Langkah Killian mendadak terkunci. Jantungnya serasa melompat keluar saat maniknya mendapati sosok wanita yang berdiri tak jauh darinya. Binar matanya yang sempat dipenuhi kepanikan mendadak membeku.​"Irish?" gumam Killian lirih, napasnya tertahan sejenak. Pria itu baru menyadari bahwa suara yang memanggilnya tadi bukanlah Irina, melainkan kekasihnya sendiri.​Irish melangkah mendekati Killian dengan sunggingan senyum hangat di wajah cantiknya. "Kamu di sini?"​"Hmm..." Killian berdeham singkat, berusaha keras menetralkan raut wajahnya.​"Ngapain?" tanya Irish penasaran, menatap kekasihnya dari ujung kepala hingga ujung ka

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status