Share

Bab 8. Calon Istri

Author: ZeeHyung
last update publish date: 2025-08-28 09:44:13

"Perusahaan Papa sudah dijual sebelum kecelakaan tersebut terjadi dan aku baru tahu ternyata perusahaan Papa sudah tidak ada lagi dan hasil penjualan untuk membayar semua hutang-hutang yang menumpuk dan rumah yang kami tempati juga sudah disita oleh bank. Aku tidak tahu sejak kapan Papa berhutang," jawab Rossa dengan suara yang lirih.

Kini dia sudah benar-benar miskin tidak punya tempat tinggal kalaupun diusir oleh Nyonya Pingkan dan suaminya dia akan mencari rumah yang lebih kecil untuk dirinya sendiri dan uang yang selama ini dia simpan akan dia gunakan untuk kuliah dan kehidupan sehari-harinya.

Mendengar perkataan dari Rossa tentu saja Nyonya Pingkan menangis dan langsung berdiri memeluk menantunya itu.

"Kamu jangan sedih, Sayang. Ada Mama di sini kita akan membeli rumahmu itu. Mama yakin rumah itu pasti banyak kenangan untukmu. Papamu akan mengurusnya benar begitu, Pa?" tanya Nyonya Pingkan kepada suaminya.

"Benar. Papa akan mengurus semuanya. Rumah itu akan jadi milikmu sekarang kamu tidak perlu memikirkan apapun fokus kuliah saja dan fokus bekerja. Jika kamu tidak suka bekerja di perusahaan itu maka kerjalah di perusahaan Papa, ya," jawab Tuan Tommy Wijaya yang dianggukan oleh Rossa.

Rossa memeluk Nyonya Pingkan dan dia juga ikut menangis dalam pelukkan Nyonya Pingkan. Rossa tidak menyangka masih ada orang yang sayang dengannya dan peduli dengannya.

"Sekarang kamu istirahat bukannya besok kamu harus bekerja benar 'kan?" tanya Nyonya Pingkan yang dianggukan oleh Rossa.

Air mata Rossa dihapus dengan kedua tangan Nyonya Pingkan yang penuh kehangatan. Keduanya saling bertatapan dan senyum manis terukir jelas di sudut bibir Rossa mendapatkan perhatian lebih dari yang dia harapkan

"Kalau begitu Rossa istirahat dulu, ya Ma, Pa. Kalian juga istirahat. Jangan lelah Rossa tidak ingin kalian berdua sakit," ucap Rossa yang dianggukan oleh Nyonya Pingkan dan Tuan Tommy.

Ketiganya segera masuk ke dalam kamar masing-masing karena memang sudah larut malam. Rossa menempati kamar yang cukup besar dan sangat cantik dan juga anggun. Sejak tinggal di rumahnya Nyonya Pingkan sengaja merubah kamar tersebut tujuannya satu agar Rossa nyaman tinggal di kamar dan di rumahnya.

Keesokan harinya, Rossa sudah siap dengan pakaian kerjanya yang memang sudah disiapkan oleh Nyonya Pingkan. Cukup banyak pakaian kerja yang diberikan oleh Nyonya Pingkan dan semuanya sangat modis juga mahal. Rossa diterima sebagai admin keuangan karena dia mengambil jurusan ekonomi manajemen keuangan jadi Rossa melamar bekerja di perusahaan tersebut sebagai admin keuangan.

Walaupun belum lulus pihak perusahaan sangat kagum dengan kepintaran Rossa jadi dia diterima karena rekomendasi kampus. Rossa akan kuliah malam sedangkan paginya dia bekerja.

"Rossa, ini bekal untuk kamu nanti kamu makan ya. Mama tidak ingin sampai kamu sakit dan kelaparan kamu akan di antar jemput oleh Pak Bedul. Dia akan mengantarmu ke kantor dan menjemputmu pulang. Kamu tidak boleh naik angkutan umum, ya. Mama tidak suka banyak pencopet kamu mengerti," ujar Nyonya Pingkan yang sangat protektif dengan Rossa.

Padahal dulu juga Rossa suka naik angkutan umum tapi sekarang tidak lagi walaupun Rossa menolaknya tapi Nyonya Pingkan tetap bersikeras untuk meminta Rossa diantar jemput oleh supir pribadinya.

"Iya, Ma. Rossa akan makan ini. Terima kasih banyak. Lalau begitu Rossa pergi dulu. Papa, Rossa pergi dulu, assalamualaikum," ucap Rossa yang segera menyalami satu persatu orang tua angkatnya lebih tepatnya mertuanya.

Karena sekarang dia tidak seperti seorang istri jadi dia mengabaikan kata mertua. Rossa diantar oleh Pak Bedul yang biasanya mengantarnya ke kampus kali ini Rossa akan di antar ke kantor. Rossa beruntung di kampusnya ada jadwal kuliah malam walaupun harus bayar lebih dari biasa bagi Rossa tidak masalah asal dia kerja.

Perjalanan menuju ke kantor barunya memakan waktu sekitar 30 menit dan saat sampai di kantor semua karyawan terlihat baru saja sampai di kantor dan mereka terlihat terburu-buru. Rossa pun ikut berlari takut terlambat masuk kantor.

"Caca! Tunggu aku. Rossa Bayuni," teriak seorang wanita dari belakang memanggil namanya dan yang memanggilnya sahabat terbaik Rossa dia adalah Mimi. Mimi satu kampus dengan Rossa dan dia juga ikut melamar pekerjaan di perusahaan tersebut dan keterima.

Rossa yang mendengar namanya dipanggil segera berbalik untuk melihat siapa yang memanggilnya. Ternyata, Mimi. Mimi segera melambaikan tangan ke Rossa.

"Kamu baru sampai tumben terlambat mana motormu?" tanya Rossa yang menggandeng tangan sahabatnya itu.

"Itulah masalahnya, motor kesayanganku tiba-tiba rusak dan dia sudah masuk ke dalam bengkel. Oh ya Tuhan. Aku tadi naik bus Trans dan kamu tahu aku harus berdesak-desakan dengan semua orang beruntung aku bisa dapat tempat duduk bayangkan kalau aku berdiri bisa-bisa kakiku patah eh lebih tepatnya kram," jawab Mimi yang tertawa menceritakan perjalanannya menggunakan bus Trans.

"Ya sudah. Nikmati saja dan sebentar lagi kita akan mendapatkan gaji. Dan kamu bisa beli motor baru," ucap Rossa yang dianggukan oleh Mimi.

"Benar itu. Sebentar lagi, aku akan beli Oto dan ngenggg ... otoku lewat minggir kasih jalan, hahaha," sahutnya Mimi sambil tertawa dan memperagakan dirinya membawa motor barunya.

Rossa tertawa melihat kelakuan sahabatnya Mimi. Keduanya segera menghadap personalia untuk absensi dan yang lainnya. Setelah itu, keduanya masuk ke dalam ruangan dan duduk di kubikel yang sudah disediakan. Tidak lupa Rossa dan Mimi berkenalan dengan teman barunya yang ada di ruangan tersebut.

Rossa bekerja di perusahaan besar bergerak di bidang mebel ekspor dan impor. Rossa melamar pekerjaan karena diberitahukan oleh salah satu dosen yang ada di kampusnya dan Dosen tersebut mengirimkan link untuk Rossa dan Mimi untuk melamar pekerjaan. Rezki tidak kemana Rossa dan Mimi diterima di perusahaan tersebut dengan gaji yang lumayan cukup besar.

"Baiklah semuanya, mohon perhatian. Kita hentikan sejenak pekerjaan kita. Karena hari ini kita kedatangan CEO. Dan CEO perusahaan ini ingin menyampaikan sesuatu kepada kalian. Sekarang kita berkumpul di aula. Ayo semuanya berkumpul di aula. Tinggalkan dulu pekerjaan kalian. Ayo cepat bergerak nanti kita akan di skorsing kalau terlambat. Ayo ... ayo." sang Manager meminta kepada seluruh admin keuangan untuk segera ikut ke aula karena saat ini CEO perusahaan mereka ingin menyampaikan sesuatu kepada seluruh karyawan di perusahaan tersebut.

Rossa dan Mimi segera ikut dengan teman-teman yang lain ke aula. Saat sampai di aula seluruh karyawan sudah berkumpul. Rossa melihat ke kiri ke kanan semuanya terlihat sangat berwibawa.

"Ocha, coba lihat seluruh karyawan di sini penampilannya luar biasa ya. Aku tidak menyangka perusahaan ini benar-benar mensejahterakan karyawannya," bisik Mimi dengan cukup pelan.

Mimi takut terdengar oleh karyawan yang lain jika dia bergosip. "iya, mereka memang sudah sejahtera tinggal giliran kita saja nih. Semoga kerja sambil kuliah tidak mengganggu kuliah kita, ya," ucap Rossa yang dianggukkan oleh Mimi.

Saat tiba di aula mereka masih menunggu pembawa acara mulai pembukaan acara. Dan acara dimulai dengan ucapan salam dan sebagainya. Barulah setelah itu pembawa acara memperkenalkan CEO perusahaan tersebut. Tepukan gemuruh terdengar di seluruh ruangan.

Rossa dan Mimi ikut bertepuk tangan namun senyum di bibir Rossa hilang saat melihat pria yang ada di depannya.

"Tidak mungkin. Bagaimana bisa dia ada di sini bukankah dia dosen dan bukankah dia tidak ada di sini maksudku di indonesia?" tanya Rossa dalam hati.

Rossa mendapatkan kabar dari teman-temannya yang mengatakan kalau Darren, dosen di kampusnya sekaligus suaminya sudah tidak mengajar lagi di kampus mereka dan sejak saat itulah dia tidak mendapatkan kabar sama sekali kemana Darren. Mulai dia masuk rumah sakit dan keluar dari rumah sakit dan sampai saat ini pun dia tidak ada kabar.

Bahkan kedua orang tua dari Darren juga tidak ada sepatah kata pun menyebutkan keberadaan dari Darren di rumah dan baru kali ini dia melihat keberadaan dari Darren yang semakin hari semakin berubah.

"Caca, kamu lihat dia ? Dia suamimu, kenapa dia di sini, ya?" tanya Mimi dengan berbisik pelam memandang ke arah Rossa yang matanya sudah berkaca-kaca.

Mimi tahu kalau sahabatnya ini sudah menikah dengan dosennya dan sekarang suami dari sahabatnya ini ada di depan mata. Suami yang tidak pernah terlihat kini terlihat di depan mereka berdua dan yang membuat mereka terkejut sang dosen bersama dengan seorang wanita dan terlihat sangat mesra. Mimi semakin kesal dan dia benci pria pengkhianat.

"Dasar laki-laki tidak tahu diri, lelaki tidak diuntung bisa-bisanya di saat istrinya sakit dan keluar dari rumah sakit sampai detik ini tidak ada sedikitpun dia memperlihatkan batang hidungnya. Tapi, sekarang dia malah bermesraan dengan siluman itu. Aku benar-benar membencinya, kamu tidak tahu siapa dia, Ca?" tanya Mimi.

"Dia calon istrinya," jawab salah satu karyawan membuat Rossa dan Mimi langsung memandang ke arah karyawan tersebut yang tersenyum ke arah keduanya.

''Ca-calon istri?" tanya Mimi yang syok mendengarnya. "Benar, calon istri. Kalian tidak tahu?" tanya karyawan pria tersebut ke Mimi dan Rossa. Dan dijawab keduanya dengan menggelengkan kepala.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Gairah Semalam Dengan Kakak Ipar    Bab 138. Cinta Datang Dari Hati ( The End)

    Kehidupan Darren dan Rossa semakin hari semakin penuh kebahagiaan tidak ada lagi drama balas dendam musuh mereka. Apalagi, Bunga kini hamil dan Verrel yang merasakan ngidam simpatik Bunga. "Kalian tidak bisa menjauh diriku. Kenapa kalian ke kantor tidak mandi. Kalian bau sekali," teriak Verrel yang wajahnya pucat karena dirinya mencium aroma tidak sedap dari adik kembarnya, asistennya dan juga sahabatnya Miko. "Bro, kenapa berkata seperti itu. Apa kamu tidak tahu aku ini sangat pusing mendengar kamu berkata kami bau. Setiap hari kamu seperti ini. Apakah kamu tidak tahu aku ini kesal mendengar kamu itu saja yang diucapkan. Aku tidak datang kamy hubungi aku dan bertanya ini dan itu. Sekarang, aku ke sini malah dikatakan bau. Mau kamu itu apa?" tanya Miko dengan wajah kesal. "Kakak, dia ini kan kena ngidamnya kakak Bunga jadi agak lain dia. Jadi, dimaklumi saja ya. Paling sebentar lagi dia akan tidur. Lihat saja. Nah, itu lihat dah tidur dia. Sejak hamil dia pemalas dan entah kenapa d

  • Gairah Semalam Dengan Kakak Ipar    Bab 137. Aku Bahagia

    "Aku janji kalau aku tidak akan melakukan pekerjaan ini lagi. Mama jangan khawatir ya," ucap Verrel ke ibunya. Verrel tahu kalau ibunya sangat sayang kepada dirinya hingga berkata seperti itu. Kasih sayang ibu itu tidak akan pernah putus. Rossa menganggukkan kepala. Dia senang karena anaknya berjanji tidak lagi mengikuti mafia. Semuanya demi kebaikan anaknya dan cucunya nanti. "Ayo kita temui Bunga. Aku yakin bunga saat ini pasti sangat sedih karena memikirkan kamu Verrel. Ayo pergi sekarang," ajak Darren ke istri dan anaknya. Mereka yang sudah tiba di rumah sakit bergegas menuju ke ruangan dimana Bunga di rawat. Saat ini anak kembarnya Rafa sudah katakan dimana ruangan Bunga. Dan mereka langsung bergeges menemui Bunga di ruangannya. Saat pintu terbuka terlihat Bunga bersama sahabatnya dan Verrel menatap ke arah Bunga yang saat ini menangis saat melihat dirinya. "Sayang," panggil Verrel ke Bunga. Dengan cepat Verrel mendekati Bunga dan memeluk Bunga. Rasa rindu ditumpahkan Verr

  • Gairah Semalam Dengan Kakak Ipar    Bab 136. Akhir Dari Segalanya

    Tanpa mereka duga wanita yang mereka sayangi ada di depan matanya bersama dengan mafia yang baru saja datang yaitu mafia yang akan membantu Oliver Junior. Sontak saja Darren dan Verrel juga Chiko dan Malik terkejut melihat wanita yang mereka cintai yaitu istri dan ibu mereka ada di depan mereka. "Terkutuklah kau Oliver Junior. Apa maumu?" tanya Darren dengan menahan amarahnya karena Rossa ada di depannya dan terlihat istrinya Rossa ketakutan karena dibawa ke sini. "Sayang, tolong aku. Selamatkan aku," cicit Rossa memohon untuk diselamatkan. Rossa menatap ke arah Darren dan Verrel yang ada di depannya. Chiko dan Malik juga menahan amarah istri mereka ada di sini dan sekarang istri mereka malah diancam oleh musuh mereka. "Ck, dasar tidak tahu malu kalian. Harusnya kalau mau bertarung itu satu sama lain. Bukan bawa wanita. Apa ini yang namanya mafia? Memalukan. Kalau mafia lain tahu maka kalian akan dipermalukan oleh mereka," ejek Chiko mencoba menjadi provokator agar mafia yang mem

  • Gairah Semalam Dengan Kakak Ipar    Bab 135. Berhasil Menyelamatkan Bunga

    "Bunga," cicit Verrel saat melihat Bunga yang terkulai lemas dan Bunga dipapah oleh dua pria untuk berdiri. Verrel menatap tajam ke arah si pria yang menyentuh istrinya. "Lepaskan tanganmu dari istriku!" Verrel dengan tegas mengatakan kepada dua pria tadi untuk melepaskan Bunga. "Lepaskan dia. Kamu siapa? Jangan berani mendekati dia. Dia mau dibawa pergi," ucap salah satu pria ke Verrel. Bunga berhasil membujuk keduanya untuk melepaskan dia. Dan sayup-sayup dia dengar suara suaminya. "Verrel, kamu kah itu?" tanya Bunga mengangkat kepalanya dan menatap ke arah pintu. Dengan sisa tenaga yang tersisa Bunga berhasil menatap suaminya yang datang menyelamatkan dirinya. Bunga menangis akhirnya dia bisa bertemu dengan Verrel. "Dia suamiku. Kalian jangan takut. Dia baik," jawab Bunga kepada dua orang anak buah Oliver Junior yang mau membawa dia pergi. "Oh, maaf tuan. Saya tidak tahu. Bunga sakit dia pukul oleh Tantri jadi dia meminta kami untuk membawa dia pergi. Dan kami ingin bawa dia

  • Gairah Semalam Dengan Kakak Ipar    Bab 134. Upaya Penyelamatan

    Verrel dan rombongan sudah jalan menuju ke tempat dimana Bunga disekap. Dirinya segera memerintahkan kepada anak buahnya yang sudah berada di sana untuk mengawasi situasi di markas milik Oliver Junior. Dan anak buah dari Darren juga sudah berada di sana mereka memberitahukan kalau saat ini menurut informasi Oliver Junior memanggil mafia lain untuk membantunya. Dan mafia itu adalah lawan bos mereka. Darren memandang ke arah anaknya saat kabar itu sampai di telinganya."Sepertinya, mereka meminta bantuan mafia lain. Aku sangat tahu betul mafia yang diminta bantuan itu. Mereka musuhku." Darren menjelaskan kalau Oliver Junior meminta bantuan dari musuhnya. Dan mafia yang bekerjasama dengan Oliver Junior, sama seperti mafia yang dulu Oliver minta bantuan. "Waktu dulu, Oliver juga memakai mereka sekarang anaknya juga memakai mereka. Apa kamu tahu Chiko siapa saja mafia itu?" tanya Darren yang dijawab oleh Chiko dengan anggukan kepala. "Hmm, aku tahu siapa mafia itu. Kamu tenang saja kit

  • Gairah Semalam Dengan Kakak Ipar    Bab 133. Ada Apa Denganku

    "Entahlah, aku tidk tahu. Aku hanya bisa berharap dia tidak menyakiti anak perempuanku. Aku minta ke anak buahku agar mereka segera beritahukan segera kabari aku. Aku mau tahu seberapa besar kekuatan dia. Kalau sudah tahu maka kita mudah untuk lakukan semuanya," jawab Darren ke Chiko. "Aku harap tidak ada masalah yang berarti semoga saja mereka bisa mendapatkan informasi yang kita butuhkan. Karena jika tidak maka sudah dipastikan kalau kita akan kesulitan untuk mendapatkan Bunga kembali.""Aku harap ini cepat selesai karena jika tidak maka kita akan mendapatkan kesulitan." Chiko pun berharap agar menantu dari temannya sekaligus sepupu iparnya ini bisa kembali ke keluarga.Puas istirahat Darren mendapatkan kabar kalau markas yang dikatakan oleh sahabat dari Bunga ternyata benar adanya dan penjagaan yang cukup ketat terjadi di sana. Darren memerintahkan kepada anak buahnya untuk segera mencari jalan masuk yang aman agar tidak diketahui karena dia akan bergegas pergi ke tempat tersebut

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status