หน้าหลัก / Male Adult / Gairah Sopir dan Majikan / Bab 166 Pembuktian Cinta di Atas Ranjang

แชร์

Bab 166 Pembuktian Cinta di Atas Ranjang

ผู้เขียน: Irbapiko
last update วันที่เผยแพร่: 2026-02-16 08:10:47

Suara gerimis di luar rumah Ampera semakin menderu, menciptakan simfoni alam yang seolah menutup dunia luar dari apa yang terjadi di dalam kamar utama itu. Cahaya lampu tidur yang temaram memberikan rona keemasan pada kulit mereka yang bersentuhan. Brian kini berada di posisi yang sangat menentukan, bertumpu pada kedua tangannya di sisi kepala Jessy, menatap tajam ke dalam manik mata wanita cantik itu yang sudah sayu, berkabut oleh gairah yang sudah meluap-luap.

"Mas... tolong, sekaran

อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 879 Kebahagiaan Ganda di Vila Puncak

    Udara sejuk kawasan Puncak menyapa lembut vila mewah milik keluarga besar Baskoro pada Sabtu pagi yang cerah.Karpet merah dibentangkan di area taman belakang yang asri, dikelilingi karangan bunga ucapan selamat yang berderet rapi.Acara syukuran empat bulanan kehamilan Sonya Baskoro digelar secara khidmat namun penuh rasa kekeluargaan yang hangat.Ustadz pangkalan memimpin doa bersama, diikuti seluruh staf direksi, para mekanik, hingga perwakilan supir Marunda Fast.Sonya duduk anggun di samping Arya, mengenakan gamis sutra berwarna krem yang membalut lembut perutnya yang mulai membuncit.Aura Ratu Besi yang biasanya dingin dan tegas kini luluh total, berganti dengan pancaran keibuan yang sangat memikat.Arya menggenggam erat jemari istrinya, merasakan kebahagiaan yang luar biasa dalam perjalanan hidup rumah tangga mereka."Terima kasih

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 878 Konsolidasi Kemenangan Cabang Sumatra

    Panggilan Cindy dari balik pintu ruang kerja direktur membuat Sonya segera merapikan kemeja sutranya yang sempat agak kusut.Arya tersenyum miring, merapikan dasi mewahnya lalu membukakan pintu untuk menemui tamu kementerian perhubungan.Pertemuan singkat di ruang tamu VIP berlangsung sangat sukses, menghasilkan surat izin resmi operasional penuh pangkalan Sumatra.Empat jam kemudian, kabar gembira bertiup kencang dari pangkalan Marunda Fast cabang Bakauheni dan Bandar Lampung.Pangkalan cabang Lampung resmi beroperasi seratus persen di bawah pimpinan kader internal handal bentukan Brian dan Slamet.Tigapuluh unit truk tronton baru berstempel Marunda Fast mulai meluncur beriringan menyeberangi selat, menguasai rute logistik Sumatra.Di pangkalan pusat Jakarta, suasana sore terasa sangat hangat dan dipenuhi rasa syukur dari seluruh karyawan.

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 877 Balasan Telak untuk Garuda Utama

    Slamet dengan cepat merobek amplop merah berstempel dinas pajak kota yang baru saja diserahkan oleh kurir sepeda motor.Wajah Slamet berubah agak tegang saat membaca selembar surat penetapan denda pajak bernilai miliaran rupiah."Waduhhh… Mas Arya, Mbak Sonya! Ini ada surat tagihan kurang bayar pajak pangkalan hampir lima miliar!" seru Slamet membalikkan badan.Arya menyambar lembaran kertas itu dari tangan Slamet, lalu memindai setiap baris angka menggunakan ketelitian mata manajernya.Sonya ikut mendekatkan wajahnya ke bahu Arya, membaca surat tersebut dengan kening berkerut tajam."Mana mungkin Marunda Fast punya tunggakan pajak sebanyak ini?! Semua laporan keuangan selalu kita bayar tertib!" pangkas Sonya gusar.'Sialan, ini jelas permainan kotor terakhir dari orang-orang PT Garuda Utama sebelum mereka bangkrut!' batin Arya mengepal jari tangannya.

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 876 Pembersihan Duri di Pangkalan Pusat

    Matahari pagi menyinar terik deretan dua puluh truk trailer baru yang terparkir rapi di pangkalan pusat Marunda Fast.Aroma asap solar dan deru mesin diesel membahana, menyelimuti kesibukan ratusan supir dan mekanik pangkalan.Di lantai dua bangunan transit pangkalan pusat, Helena sedang terburu-buru memasukkan beberapa map dokumen penting ke dalam tas kulit mewahnya.Wajah wanita itu terlihat sangat cemas, kelopak matanya menghitam akibat tidak bisa tidur nyenyak sepanjang malam."Sialan! Kenapa semua rekening operasional konsultan atas namaku mendadak diblokir oleh kantor pusat?!" maki Helena menggeram pelan.Helena menyambar seikat berkas transaksi modal, berniat kabur meninggalkan pangkalan sebelum tim audit Marunda Fast datang.Namun sebelum jemari Helena sempat memutar gagang pintu, pintu kayu ruang transit itu didobrak dari luar.B

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 875 Penyelesaian Gairah Liar dan Eksklusif

    Gertakan berkas dokumen lama dari kerabat jauh keluarga Baskoro itu sama sekali tidak mengecilkan nyali Arya.Dengan tenang dan penuh wibawa, Arya melemparkan map audit keuangan hasil analisisnya ke atas meja rapat."Anda tidak usah membawa-bawa nama besar keluarga untuk menutupi kecurangan solar lima ratus juta rupiah ini!" pangkas Arya dingin."E-ehmm… M-maksudku, aku ini masih paman jauh dari pihak almarhum ayah Sonya!" tangkis pria paruh baya itu gagap.Sonya berdiri melipat tangannya di dada, menatap kerabat jauhnya itu dengan pandangan mata yang sangat dingin dan tajam."Di Marunda Fast, tidak ada keistimewaan untuk pencuri uang perusahaan!" tegas Sonya bersuara Ratu Besi."Cindy, panggil petugas keamanan dan serahkan bukti pemalsuan bon solar ini ke kepolisian!" perintah Sonya tanpa ragu.Pria itu pucat pasi saat dua petugas

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 874 Kepulangan Sang Pelindung

    Sinar mentari subuh mulai membias tipis merayapi halaman rumah mewah di kawasan Limo Depok.Mobil sedan hitam tak dikenal yang sempat berhenti di luar pagar mendadak tancap gas, meninggalkan kepulan asap tipis.Slamet dengan siaga memasang kunci gembok pagar utama, lalu menatap Arya yang sedang membopong Sonya."Waduhhh… Mobil siapa itu main kabur subuh-subuh begini, Pak Arya?!" cetus Slamet mengerutkan dahi."Paling mata-mata suruhan Helena atau Garuda Utama, Slamet… Biarkan saja mereka mengawasi," jawab Arya tenang.Arya melangkah tegap melintasi teras rumah, menurunkan pijakan kaki Sonya dengan lembut di dekat pintu utama.Sonya terbangun dari tidur ayamnya, mengusap kedua matanya yang masih terasa berat dan sedikit berkaca-kaca."Kita sudah sampai di rumah ya, Mas?" tanya Sonya berbisik serak."Sudah

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status