Beranda / Male Adult / Gairah Sopir dan Majikan / Bab 6 Suguhan Mbak Tini (2)

Share

Bab 6 Suguhan Mbak Tini (2)

Penulis: Irbapiko
last update Tanggal publikasi: 2025-12-20 08:05:47

“Ayo, Mas Arya, lanjutin pijatnya!” pinta Mbak Tini yang jelas makin tak tahan melihat betapa gugupnya Arya. “Mas Arya belum pernah liat perempuan kayak gini, ya?”

Ucap Mbak Tini yang terus menggoda, padahal Mbak Tini tahu bahwa Arya kemarin malam mengintip persetubuhannya dengan Pak Dirman.

“Anu, Mbak ... belum, Mbak!” Arya masih sambil gemetaran meski kemarin malam ia sudah melihat tubuh telanjang Mbak Tini saat bercinta dengan Pak Dirman.

“Hemm ... pasti punya Mas Arya sudah tegang tuh!” uca
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (24)
goodnovel comment avatar
Tgk Hi Dayah
Ayo lanjut..!
goodnovel comment avatar
Bara Puma
iya bener enak kisah nya..seruuu...
goodnovel comment avatar
Bara Puma
seharus nya sama majikan dulu.........
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 915 Momen Kritis Persalinan Ratu Besi

    Roda Alphard hitam meraung keras menembus keheningan jalan tol pada pukul dua subuh.Arya Baswira memegang erat kemudi dengan kedua tangannya yang tegap, memfokuskan pandangannya menembus sisa gerimis malam.Di kabin tengah, Sonya Baskoro terbaring menyamping dengan peluh dingin yang membasahi dahi dan leher mulusnya.Arya melirik lewat kaca spion tengah, merasakan degup jantungnya berpacu kencang mengiringi rintihan sang istri.Pria perkasa yang biasanya sangat dingin melibas musuh-musuh korporat kini memancarkan rasa cemas yang amat tinggi."Tahan sebentar ya, Sonya... Lima menit lagi kita sampai di Rumah Sakit Bersalin VVIP!" seru Arya bersuara berat."A-aduhhh... M-mas Arya... Mulesnya makin merapat, Mas... Sakit banget!" jerit Sonya meremas kulit jok kulit mobil.Mobil Alphard mendadak berbelok tajam memasuki pelataran gawat darurat Rumah Sakit Bersalin VVIP Medika.Arya melompat keluar dari pintu kemudi, membuka pintu ten

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 914 Persiapan Kamar Bayi

    Sinar matahari sore menembus kaca tebal jendela kamar privat berlantai kayu di rumah mewah.Aroma cat organik berpadu wangi kayu pinus segar membumbung hangat di dalam ruangan yang baru dirancang tersebut.Arya Baswira berlutut di atas karpet bulu tebal, hanya mengenakan kaus kutang putih yang memamerkan otot lengan tegapnya.Tangan kapalan mantan supir pangkalan itu memegang obeng dan kunci pas, memutar baut-baut boks bayi kayu berukir megah.Di sampingnya, Anya Baswira duduk bersila memegangi boneka beruang cokelat dengan raut wajah yang sangat antusias."Papa! Baut yang warna emas ini dipasang di mana?" tanya Anya mengacungkan baut kecil dengan jemari mungilnya.Arya menghentikan putaran obengnya, menyunggingkan senyum hangat menatap putri cantiknya yang kian menggemaskan."Dipasang di pilar sebelah kanan, Sayang... Biar tempat tidur adiknya kokoh dan aman," jawab Arya mengusap lembut kepala Anya.Sonya Baskoro duduk bersand

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 913 Kelahiran Pangeran Pangkalan Junior

    Langkah kaki Slamet bergema keras menaiki tangga gedung utama kantor pusat Marunda Fast.Wajah pria tegap itu pucat pasi, peluh dingin mengucur deras melumasi dahinya yang mengernyit panik."Cindy! Tahan, Sayang! Mas datang!" teriak Slamet berhamburan menuju ruang sekretariat lantai dua.Di depan pintu sekretariat, Cindy terduduk di sofa empuk sambil memegangi perutnya yang kian tegang keras.Cairan air ketuban yang pecah tampak membasahi lantai marmer di sekitar gaun hamil longgar yang dikenakannya.Sonya dan Arya yang mendengar keributan langsung melangkah cepat keluar dari ruang kerja eksekutif VIP."Waduhhh... Bos Arya! Bu Sonya! Air ketuban Cindy pecah!" jerit Slamet memegang kepalanya dengan dua tangan."Slamet! Jangan cuma berteriak panik! Bopong istri kamu sekarang!" pangkas Arya bersuara berat nan tegas."Siap, Bos Arya!" sahut Slamet refleks mengangkat tubuh Cindy ke dalam dekapannya."Arya, siapkan Alphard din

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 912 Cemburu Ratu Besi

    Pertanyaan dingin dari bibir bergincu merah menyala itu mematok Maya di tempat.Tubuh staf administrasi baru itu bergetar hebat, wajahnya pucat pasi bagai kehilangan seluruh darah."S-s-saya... Saya tidak bermaksud begitu, Ibu Sonya... Saya cuma mau membantu merapikan berkas Pak Arya," cicit Maya terbata-bata setengah terisak."Membantu?" potong Sonya tersenyum dingin.Sonya melangkah pelan, ujung sepatu hak tingginya mengetuk lantai marmer dengan irama menakutkan."Di perusahaan ini, tugas administrasi hanya sampai menyerahkan lembar Laporan Keuangan di meja depan," tegur Sonya bersuara tenang tapi tajam."Tanganmu tidak dibayar untuk menyentuh pundak Manajer Keuangan sekaligus suamiku!" lanjut Sonya menekankan kata suamiku dengan tatapan menusuk."M-m-mohon maaf, Ibu... Saya berjanji tidak akan mengulanginya lagi... Mohon jangan pecat saya, Ibu," tangis Maya pecah karena sangat takut.Arya keluar dari dalam ruangan, melangkah

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 911 Batas Tegas Sang Suami

    Tawaran pijatan bahu dari Maya membentur tembok dingin di ruang kerja Direktur Utama.Arya Baswira tidak bergeming sedikit pun, berdiri tegap membelakangi meja kerja sambil menyilangkan kedua tangan kekarnya di dada.Mata tajam mantan supir itu menatap lurus ke arah Maya tanpa berkedip."Kamu ditugaskan di sini untuk mengurus dokumen administrasi, bukan menawarkan pijatan!" tegur Arya bersuara berat menggelegar."E-ehmm... M-maksud saya, Pak Arya... Saya cuma ingin memastikan Bapak tidak kelelahan," jawab Maya terbata-bata dengan muka pucat."Tugasmu selesai setelah menaruh berkas... Ambil nampannya dan keluar dari ruangan saya sekarang!" pangkas Arya dingin."B-baik, Pak... M-mohon maaf atas kekhilafan saya," cicit Maya tertunduk malu, terburu-buru mengambil nampan lalu melangkah keluar.Bruk!Pintu kayu mahoni itu tertutup rapat, menyisakan Arya yang bernapas lega sambil mendekati meja kerjanya kembali.Di layar ponsel

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 910 Reorganisasi Manajemen Kantor

    Suasana pagi di kantor pusat Marunda Fast tampak sibuk seperti biasa.Deretan truk kontainer melintas berurutan di area pangkalan, dipandu oleh instruksi tegas para kepala operasional lapangan.Namun ada yang berbeda di lantai dua gedung utama pagi ini.Arya Baswira melangkah tegap menyusuri karpet merah lorong eksekutif, mengenakan kemeja formal hitam tergulung hingga siku.Lengan kekarnya yang berotot khas bekas panggul barang membuat seluruh staf dan manajer menunduk hormat saat dia lewat.Arya membuka pintu ruang Direktur Utama, mendudukkan tubuh tingginya di kursi kulit mewah yang biasanya ditempati Sonya.Pria itu langsung menumpuk berkas laporan keuangan kuartal ketiga di atas meja kaca berukuran besar."Slamet! Panggil semua kepala divisi masuk ke ruang rapat lima menit lagi!" seru Arya bersuara berat menggelegar.

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status