MasukAndre pikir tidak akan ada hal aneh saat tantenya tinggal di rumahnya untuk sementara waktu. Namun, dia tidak menyangka jika tantenya yang katanya seorang janda itu malah memberi pengalaman menarik lain untuknya. Itu membuat Andre semakin yakin dengan kata temannya bahwa janda memang lebih menggoda.
Lihat lebih banyakDia berjalan masuk ke rumah dengan langkah pelan, sepatu sneakers-nya meninggalkan jejak kecil di lantai keramik depan pintu. Begitu pintu dibuka, aroma yang langsung menyambutnya adalah campuran harum yang begitu akrab sekaligus mengejutkan: aroma ayam goreng tepung renyah, bawang goreng yang baru ditumis, saus sambal manis pedas, dan sedikit wangi vanila dari lilin aromaterapi yang menyala di ruang tamu. Musik lembut mengalir dari speaker Bluetooth kecil di meja ruang tamu—lagu-lagu ballad Indonesia lama seperti “Cinta Dalam Hati” dari Ungu dan “Bukan Cinta Biasa” dari Siti Nurhaliza, volume rendah tapi cukup untuk mengisi keheningan rumah dengan suasana romantis yang hangat.Mila muncul dari arah dapur, mengenakan apron merah muda di atas dress sederhana berwarna krem lengan pendek yang pas di badan, rambutnya terurai lepas dengan gelombang lembut, dan senyum lebar yang penuh kebahagiaan terpancar di wajahnya. Pipinya sedikit merona karena panas kompor, tapi matanya berbinar sepert
Robert diam sejenak, ekspresinya berubah dari usil menjadi kaget yang nyata. “Gila… gue cuma bercanda soal tante lo selama ini. Gue pikir cuma gosip. Tapi ini… ini beneran?”Andre mengangguk pelan. “Iya. Udah lama. Gue nggak tahu gimana jelasinnya. Tapi… gue sayang sama dia. Bukan cuma hasrat. Gue sayang beneran.”Robert menatap Andre lama. “Lo gila, bro. Ini… ini nggak biasa. Lo tahu risikonya kan? Kalau ibu lo tahu? Kalau keluarga tahu? Kalau orang kampus tahu?”Andre menunduk. “Gue tahu. Makanya gue takut. Gue nggak mau kehilangan dia.”Robert menghela napas panjang. “Gue nggak bakal bilang ke siapa-siapa. Gue janji. Tapi lo harus hati-hati. Foto ini gue hapus sekarang kalau lo mau.”Andre menggeleng. “Simpan dulu. Gue… gue butuh bukti kalau suatu saat gue harus cerita ke orang lain.”Robert mengangguk pelan. “Oke. Tapi lo harus janji sama gue—kalau ada masalah, lo cerita ke gue. Gue sahabat lo.”Andre mengangguk. “Janji.”Mereka makan nasi goreng dalam diam yang berat. Aroma samba
Perjalanan ke kampus dimulai. Jalan gang kecil rumah mereka masih sepi—hanya beberapa tetangga yang sedang menyapu halaman atau membawa anak ke sekolah. Andre melaju pelan, menghindari genangan air kecil dari sisa hujan malam tadi yang membuat aspal terlihat mengkilap. Angin pagi menerpa wajahnya melalui celah visor helm, sejuk dan menyegarkan, membawa aroma bunga kamboja dari pagar rumah-rumah di pinggir gang. Matahari pagi menyinari punggungnya, membuat bayangan motor dan pengendara memanjang di aspal basah. Keluar dari gang, jalan arteri sudah mulai ramai. Mobil-mobil pribadi dan angkot berjejer di lampu merah, motor-motor lain melaju zig-zag di sela-sela kendaraan. Andre memperlambat laju, bergabung dengan arus lalu lintas yang mulai padat. Di kanan kirinya, pedagang kaki lima sudah mulai buka: penjual bubur ayam dengan gerobak kayu yang mengepul uap panas, warung nasi uduk dengan aroma ketupat dan sambal yang menggoda, dan tukang kopi keliling dengan termos besar yang berisi ko
berusaha tidak membuat suara. Dia menggeser tubuh sangat perlahan agar tidak membangunkan Mila. Selimut krem bergeser sedikit, memperlihatkan punggung Mila yang mulus dengan beberapa garis merah tipis dari kuku Andre yang menggaruk tanpa sadar. Andre menarik selimut kembali menutupi tubuh Mila sampai bahu, lalu bangun dari kasur dengan gerakan hati-hati. Kakinya menyentuh lantai kayu yang dingin, membuatnya menggigil sebentar. Tubuhnya telanjang sepenuhnya—pakaian malam tadi masih tersebar di lantai seperti bukti kejadian yang nyata dan tidak bisa dihapus. Dia mengambil celana pendek dan kaos longgar dari lantai, mengenakannya dengan gerakan pelan. Setiap gerakan terasa pegal—otot pinggul dan paha terasa seperti setelah latihan squat berat, punggung bawahnya nyeri manis karena posisi malam tadi. Dia berjalan pelan keluar kamar, menutup pintu dengan hati-hati agar tidak berderit terlalu keras. Tangga kayu berderit kecil setiap langkah, tapi rumah masih hening—hanya suara AC yang b
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.