Home / Romansa / Gairah Teman Suamiku / Istri Membosankan

Share

Istri Membosankan

Author: Nona Lee
last update Huling Na-update: 2025-09-30 23:06:42

"Kau?"

Mirae menarik napas panjang, mencoba menahan gejolak di dadanya. Dia sudah cukup muak, tapi harus tetap berpura-pura tenang. "Kau sudah pulang?" tanyanya datar sambil melangkah masuk.

Rey menoleh sekilas, matanya sedikit merah karena efek alkohol semalam. "Kenapa lama sekali? Dari mana saja kau?" suaranya keras, seolah ingin menutupi kebahagiaan yang barusan dia rasakan dari ponselnya.

"Aku pulang dari kantor. Seperti biasa." Mirae menaruh tasnya di meja ruang tamu, berusaha mengabaikan tatapan penuh curiga itu.

Namun Rey malah mendecak, menaruh ponselnya ke saku celana. "Kau pikir aku bodoh? Kau keluar dari kantor jam lima, tapi sampai rumah hampir jam tujuh. Jangan bilang macet, karena aku tahu jalanan tadi lancar."

Mirae menelan ludah. Hatinya berdebar, takut jika Rey benar-benar curiga tentang pertemuannya dengan David. Tapi wajahnya tetap tenang, seolah tak terguncang.

"Aku mampir membeli beberapa kebutuhan rumah."

Rey berdiri, menghampiri Mirae dengan langkah gontai tapi
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Gairah Teman Suamiku   Malam Pembalasan

    Langit malam tampak muram. Hujan masih belum reda sejak sore, menetes di jendela seperti darah dingin yang mengalir tanpa suara. David berdiri di depan cermin kamar mandi rumah sakit, menatap bayangannya sendiri. Wajah itu bukan lagi wajah seorang pria yang sabar, melainkan seseorang yang sudah kehilangan batas antara logika dan amarah. Dia mengeluarkan pisau kecil dari jaketnya, lalu membungkusnya dengan sapu tangan. Memasukkanya ke dalam saku, dengan sebuah rencana gila yang ada dalam bekanya. "Aku sudah cukup sabar, Mina…" gumamnya, suaranya nyaris seperti bisikan iblis yang lelah. "Aku akan membalas semua yang kau lakukan pada Mirae." Mobilnya melaju membelah hujan malam, menyusuri jalan yang gelap menuju rumah besar yang dulu mereka sebut “rumah tangga.” Semua lampu masih menyala ketika David tiba. Dia bisa melihat bayangan Mina dari balik tirai, berjalan mondar-mandir di ruang tengah, gelisah, tidak tenang.Begitu pintu terbuka, suara pintu yang berderit membuat Mina meno

  • Gairah Teman Suamiku   Maafkan Aku, Mirae

    Suara ban mobil berhenti mendadak di depan pintu rumah sakit. David keluar dengan wajah pucat, berlari sambil menggendong Mirae yang masih lemas dalam pelukannya."Dokter! Tolong! Seseorang tolong dia!!" Suster yang berjaga langsung berlari menghampiri. Mereka menurunkan Mirae ke atas tandu, lalu membawanya masuk ke ruang gawat darurat. David ikut berjalan terburu-buru di belakang, napasnya tersengal, dadanya berdebar tak karuan. Lampu-lampu koridor rumah sakit yang putih terasa menyilaukan, membuat segalanya terasa seperti mimpi buruk yang terlalu nyata. Begitu sampai di depan ruang tindakan, seorang dokter mencegahnya masuk."Tuan, tunggu di luar. Kami akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut." David hanya bisa menatap pintu ruang gawat darurat yang tertutup rapat. Di balik kaca kecil itu, dia melihat sekilas tubuh Mirae terbujur di ranjang, dikelilingi tim medis. Setiap gerakan mereka terasa begitu cepat, begitu panik. Tangannya mengepal di sisi tubuh. Rahangnya mengeras.Mi

  • Gairah Teman Suamiku   Noda Darah Di Jaket

    Udara dini hari terasa berat. Jam di dinding menunjukkan pukul tiga lewat sedikit ketika David tersentak bangun. Dadanya terasa sesak, dia merasa ada sesuatu yang salah.Dia menoleh ke samping. Tempat tidur kosong. Selimut di sisi Mina sudah dingin."Mina?" panggilnya pelan. Tak ada jawaban. David turun dari ranjang, berjalan pelan ke luar kamar. Rumah itu sepi, hanya bunyi detak jam di ruang tamu yang terdengar. Lampu koridor masih menyala redup, dan dari kejauhan, suara pintu depan berderit terbuka.Langkah kaki perlahan. Mina muncul dari balik pintu, jaket kulit hitam miliknya menempel di tubuh wanita itu. Rambutnya berantakan, wajahnya setengah tertutup bayangan. Tapi yang membuat David membeku adalah noda merah di lengannya. Masih begitu segar, seperti darah.Dia berdiri terpaku di ambang pintu kamar."Mina… dari mana kau?" tanyanya pelan, suaranya hampir bergetar. Mina hanya menatapnya. Sebuah senyum terbentuk di sudut bibirnya. Dingin, aneh, seperti seseorang yang baru saj

  • Gairah Teman Suamiku   Malam Pengakuan

    Angin malam berhembus pelan, membawa dingin yang menusuk tulang. Jalanan sepi, hanya lampu-lampu kota yang redup berkelip di kejauhan. Di dalam kamar, David tertidur pulas di sisi ranjang, napasnya tenang, seolah tidak ada badai yang sedang menunggu di luar sana.Namun Mina, yang berdiri di ambang pintu kamar, menatap lelaki itu dengan pandangan yang sulit diartikan. Ada campuran marah, kecewa, dan rasa hancur.Tangannya gemetar memegang ponsel yang menampilkan titik lokasi di peta digital. Titik merah kecil itu berkedip di layar, alamat yang sudah ia hafal dengan baik sejak sore tadi.Jadi di sinilah kau bersembunyi, jalang.Mina mendesah panjang, lalu menunduk. Air matanya sempat jatuh, namun cepat dia hapus dengan kasar. "Haruskah aku lenyapkan wanita itu, David?" gumamnya dengan suara rendah, getir. Dia menatap wajah suaminya lagi, yang tidur tenang seolah tak merasa bersalah sedikit pun. "Haruskah aku ajarkan padanya arti kehilangan seperti yang kau lakukan padaku?!"Dia lalu me

  • Gairah Teman Suamiku   Kesepakatan Mina dan Rey

    Hari itu langit di atas kota tampak suram. Mendung pekat menggantung seolah mencerminkan suasana hati dua orang yang duduk berhadapan di sebuah kafe mewah di pusat kota.Rey tiba lebih dulu, wajahnya tampak lelah, mata merah karena kurang tidur. Sudah cukup lama dia kehilangan jejak Mirae. Tak ada kabar, tak ada pesan, ponsel istrinya mati total. Semua pencarian berakhir di jalan buntu.Dia sedang memandangi secangkir kopinya yang sudah dingin ketika suara langkah sepatu hak tinggi terdengar mendekat. Mina muncul anggun seperti biasa, dengan balutan gaun hitam dan kacamata besar yang menutupi separuh wajahnya. Namun di balik tampilan dingin itu, ada bara api yang membakar dadanya."Rey." Suaranya tenang, tapi tegas.Rey menoleh, sedikit heran. "Mina? Kenapa kau ingin bertemu?"Wanita itu duduk tanpa basa-basi. Dia membuka kacamatanya, memperlihatkan tatapan tajam penuh kecurigaan."Kita sama-sama kehilangan sesuatu, Rey. Dan aku rasa… penyebabnya adalah orang yang sama."Rey mengerutk

  • Gairah Teman Suamiku   Hanya Ingin Bersama

    Sore itu, langit di pinggir kota tampak muram. Awan-awan kelabu menggantung rendah, seolah menahan hujan yang sebentar lagi akan turun. Dari jalan kecil yang sepi, sebuah mobil berhenti di depan rumah tua yang kini menjadi tempat persembunyian Mirae. Pintu terbuka perlahan. David turun dari mobil, menatap sekitar dengan hati-hati sebelum melangkah masuk ke halaman kecil yang dipenuhi rerumputan liar. Dia mengetuk pintu tiga kali, pelan tapi pasti. Tak lama kemudian, pintu itu terbuka. Mirae muncul dari baliknya, mengenakan kaus longgar dan celana kain. Rambutnya terurai seadanya, wajahnya tampak lelah, tapi senyum kecil tetap muncul saat melihat David."David…" suaranya lirih, seperti kelegaan yang lama tertahan. David tersenyum tipis, lalu masuk ke dalam. Dia menutup pintu, memastikan gorden tertarik rapat sebelum benar-benar memandang wanita di depannya.Begitu tatapan mereka bertemu, tak ada kata yang perlu diucap. Mirae langsung melangkah dan memeluknya erat. Pelukan itu ha

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status