Beranda / Romansa / Gairah Terlarang Calon Mertua / Bab 211 Gairah dalam ketegangan

Share

Bab 211 Gairah dalam ketegangan

Penulis: Cynta
last update Terakhir Diperbarui: 2026-01-09 13:19:34

Suasana terasa hening seketika itu. Audrey menutup mulutnya dengan tangan, matanya terbelalak tak percaya. "Tapi... Aiden masih terluka setelah menyelamatkan ku. Kenapa Stella melakukan ini?"

​"Karena bagi wanita seperti Stella, cinta dan nyawa tidak ada harganya dibanding kuasa," sahut Trustin dengan suara yang terdengar begitu lelah. Ia mengusap wajahnya. "Dia memanfaatkan kondisi Aiden yang lemah untuk kepentingannya."

​Aksa mengepalkan tangannya. "Wanita itu hanya mendekati Aiden untuk sebuah tujuan, masuk ke keluarga Shaquille. Kita harus segera membereskannya!"

​”Tunggu," cegat Denzel. Ia melirik Audrey yang tampak cemas. "Kita tidak akan menggunakan darah kali ini. Trustin, apa kamu punya bukti otentik yang bisa membatalkan klaim mereka?"

​Trustin terdiam sejenak, lalu menatap Denzel dengan tajam. "Aku punya sesuatu yang Stella tidak tahu. Sebuah tes DNA rahasia yang aku lakukan bertahun-tahun lalu. Aiden memang putraku secara biologis, tapi ada klausul hukum dalam sura
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Gairah Terlarang Calon Mertua   Bab 216 Penebusan diatas meja rias

    Di atas meja rias yang dingin, Audrey merasakan kontras yang luar biasa antara permukaan meja yang keras dan telapak tangan Denzel yang panas saat meraba pahanya, menyingkap sisa-sisa kain yang menghalangi penyatuan mereka. ​Denzel melepaskan tautan bibirnya sejenak, menatap Audrey dengan mata yang menggelap, sebuah tatapan yang penuh dengan rasa lapar dan hasrat cinta. ​"Kamu adalah candu, Audrey. Setiap inci dari tubuhmu itu wilayah kekuasaanku," bisik Denzel, suaranya serak dan bergetar karena menahan gairah yang sudah di ujung tanduk. ​Audrey mendesah, tangannya yang gemetar menarik kemeja Denzel hingga kancing-kancingnya terlepas, menampakkan dada bidang yang kokoh. "Maka kuasailah aku, Denzel. Buat aku melupakan segalanya kecuali namamu." ​Mendengar tantangan itu, Denzel menyeringai. Ia tidak langsung melakukan penetrasi. Ia ingin menyiksa Audrey dengan kenikmatan yang lambat. Denzel berlutut di antara kaki Audrey yang terbuka lebar di atas meja rias. Mata Audrey membelalak

  • Gairah Terlarang Calon Mertua   Bab 215 Racun di balik topeng cinta

    ​Bau antiseptik yang tajam di ruangan itu terasa menusuk indra penciuman Aiden sebelum ia benar-benar mampu membuka matanya. Rasa nyeri yang luar biasa begitu terasa dari punggung hingga ke dadanya, bekas tusukan belati Velove, Mamanya yang hampir saja merenggut nyawanya. Kelopak mata Aiden yang berat perlahan terbuka sepenuhnya. Ia menatap langit-langit kamar yang asing, dengan lampu gantung kristal yang tidak dikenalnya. Aiden berusaha keras mengingat apa yang terjadi sebelumnya, di pemakaman, tembakan, teriakan Audrey, dan rasa dingin besi yang menembus dagingnya. ​"Audrey..." gumamnya lirih, suaranya serak dan nyaris tidak terdengar. Aiden mencoba menggerakkan tangannya, namun rasa lemas membuatnya kembali terkapar. Di saat itulah terdengar suara langkah kaki yang terburu-buru mendekat. Pintu kamar terbuka lebar, menampakkan sosok Stella yang mengenakan gaun sutra merah darah, wajahnya tampak sangat lega, setidaknya itulah yang ingin ia tunjukkan. ​"Aiden! Astaga, syukurlah ka

  • Gairah Terlarang Calon Mertua   Bab 214 Api Cemburu

    Audrey terdiam mendengar kata-kata Denzel, nada bicara suaminya juga tidak terdengar lembut. ‘Denzel sepertinya marah padaku, apa karena aku terlalu banyak membicarakan Aiden? Tapi itu hanya karena Aiden menyelamatkanku, aku gak ada pikiran atau perasaan apapun pada Aiden..’ monolog Audrey. Trustin melihat wajah muram. Audrey setelah peringatan Denzel. Ia melihat wajah Audrey tampak masam saat ini, Trustin pun mengambil alih pembicaraan. “Kita makan pagi dulu, masalah lain kita bicarakan nanti..” Makan pagi pun seketika berubah hening, suasana hangat sebelumnya kini berubah menjadi dingin. Denzel melirik ke arah Audrey, wanita itu menikmati makanannya sambil menunduk. ‘Apa aku terlalu kasar padanya?’ Denzel mulai gelisah melihat Audrey yang tampak diam. ‘Maaf Audrey, aku gak bisa mengontrol emosiku saya kamu terlalu peduli dengan pria lain..’ “Sayang, apa kamu tidak menyukai menu masakan hari ini?” Denzel berusaha membuka percakapan, tapi suasana disana tampak semakin tidak n

  • Gairah Terlarang Calon Mertua   Bab 213 Rencana tersembunyi di balik gairah

    Denzel memperhatikan tatapan mata Audrey,ia tidak mampu menolaknya, “Baiklah, aku akan cari cara lain! Tapi sekarang, aku hanya ingin kamu memikirkan ku, baby! Lupakan Stella, apalagi Aiden!” Denzel mulai mencium Audrey lagi, kali ini dengan gerakan yang lebih menuntut. Ia ingin Audrey melupakan nama pria lain. Ciumannya turun ke puncak-puncak dada Audrey, memberikan sensasi gigitan kecil yang membuat Audrey melengkungkan tubuhnya dan mendesah nikmat.​"Denzel... Aaahhh... Kita baru saja..."​"Aku tidak pernah cukup sekali denganmu, baby. Terutama saat ada orang lain yang mencoba menarik perhatianmu," bisik Denzel sensual. Ia mengangkat tubuh Audrey, mendudukkannya di atas pangkuannya.​Dalam posisi yang sangat intim itu, Denzel menatap Audrey dengan tatapan lapar. Ia membiarkan tangan Audrey meraba otot-otot dadanya yang keras. "Hanya ada aku, Audrey. Katakan padaku bahwa kamu hanya menginginkan sentuhanku."​”Aku hanya ingin kamu, Denzel... Tidak ada yang lain di hatiku," rintih Aud

  • Gairah Terlarang Calon Mertua   Bab 212 Sebuah permintaan

    ​Denzel menarik Audrey ke dalam pelukannya, menjatuhkan diri mereka berdua ke atas tempat tidur king size yang empuk. Ia mengurung tubuh Audrey di bawah tubuhnya, menatapnya dengan penuh cinta. ​"Dia tidak punya pilihan, sayang. Di dunia ini, hanya ada satu penguasa Shaquille, dan itu aku. Dan aku akan melindungi istriku tercinta dengan caraku," kata Denzel. ​Ia mulai menciumi leher Audrey dengan agresif, tangannya mulai menjelajah dengan liar di balik kain tipis yang menghalangi mereka. “Aaahhh.. Denzel..” Audrey mendesah, ia merasakan panas yang menjalar dari setiap sentuhan Denzel. Di tengah ketegangan yang masih tersisa dari berita tentang Stella dan Aiden, penyatuan mereka malam itu terasa sangat emosional, sebuah cara Denzel untuk menegaskan bahwa apapun yang terjadi di luar sana, Audrey tetap aman dalam dekapan mautnya. ​Hentakan gairah yang kuat menyatu dengan desahan-desahan lembut yang memenuhi kamar. Denzel bergerak dengan penuh hasrat yang semakin memuncak.. ​"

  • Gairah Terlarang Calon Mertua   Bab 211 Gairah dalam ketegangan

    Suasana terasa hening seketika itu. Audrey menutup mulutnya dengan tangan, matanya terbelalak tak percaya. "Tapi... Aiden masih terluka setelah menyelamatkan ku. Kenapa Stella melakukan ini?" ​"Karena bagi wanita seperti Stella, cinta dan nyawa tidak ada harganya dibanding kuasa," sahut Trustin dengan suara yang terdengar begitu lelah. Ia mengusap wajahnya. "Dia memanfaatkan kondisi Aiden yang lemah untuk kepentingannya." ​Aksa mengepalkan tangannya. "Wanita itu hanya mendekati Aiden untuk sebuah tujuan, masuk ke keluarga Shaquille. Kita harus segera membereskannya!" ​”Tunggu," cegat Denzel. Ia melirik Audrey yang tampak cemas. "Kita tidak akan menggunakan darah kali ini. Trustin, apa kamu punya bukti otentik yang bisa membatalkan klaim mereka?" ​Trustin terdiam sejenak, lalu menatap Denzel dengan tajam. "Aku punya sesuatu yang Stella tidak tahu. Sebuah tes DNA rahasia yang aku lakukan bertahun-tahun lalu. Aiden memang putraku secara biologis, tapi ada klausul hukum dalam sura

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status