Accueil / Romansa / Gairah Terlarang Calon Mertua / Bab 253 Gairah yang Tidak Pernah Padam

Share

Bab 253 Gairah yang Tidak Pernah Padam

Auteur: Cynta
last update Dernière mise à jour: 2026-01-24 20:45:05

​Denzel yang tidak bisa mendengar isi hari Aiden mengusap bahunya dengan bangga, “Jangan khawatir, tidak akan ada pesta peluru, Aiden. Malam ini hanya ada daging barbeque dan kebahagiaan," balas Denzel dengan senyum tipis. “Terima kasih Aiden, kamu sudah membuktikan perubahan yang cukup besar.. Aku bangga padamu..!”

“Terima kasih telah membesarkanku dan mendidikku dengan Baik, Pa..” Aiden tersenyum tulus, Denzel menepuk bahu pria itu dengan bangga.

“Aku tidak menyangka kamu bisa berubah jauh l
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Latest chapter

  • Gairah Terlarang Calon Mertua   Bab 350 Teror Mengerikan! 

    ​Trustin mendekat dan mengambil sebuah alat perekam suara kecil yang tersembunyi di sana. Ia menekan tombol play. ​Suara seseorang terdengar dalam rekaman itu, lalu muncul suara tawa yang sangat halus namun mematikan. Suara itu bukan suara Viktor. Itu suara pria lain yang jauh lebih berat. ​[Selamat malam, Denzel Shaquille. Kamu pikir dengan membunuh Viktor, urusan kita selesai? Viktor hanyalah pion yang aku buang karena terlalu ceroboh. Aku, Naga yang sebenarnya. Dan kamu tahu apa yang paling menarik? Aku tidak perlu menyusup ke rumahmu... Karena aku sudah ada di sana sejak lama ​Suara itu berhenti. Namun yang membuat semua orang di ruangan itu membeku suara latar belakang dalam rekaman tersebut. Terdengar suara detak jam dinding yang iramanya sangat identik dengan detak jam di dalam kamar utama tersebut saat itu juga. ​Artinya, rekaman itu dibuat saat seseorang berada di dalam kamar itu, tepat di depan boks bayi Kenneth, baru saja. ​"Aksa..." Denzel menoleh pada Aksa dengan mat

  • Gairah Terlarang Calon Mertua   Bab 349 Aksa Pengkhianatannya?! 

    Denzel berdiri kaku, matanya tidak lepas dari sosok Aksa yang berada di depan panel listrik. ​"Aksa, jangan membuatku mengulangi pertanyaanku. Apa yang kamu pegang itu?" Suara Denzel rendah, namun setiap kata yang keluar penuh dengan ancaman dan kecurian. ​Aksa perlahan menurunkan alat di tangannya. Ia menatap Denzel dengan tatapan yang sulit diartikan. "Ini alat enkripsi, Denzel. Aku mencoba memutus jalur sinyal ilegal yang masuk ke kamar Aiden. Seseorang sedang menyadap mereka melalui jalur listrik ini." ​Denzel tidak percaya begitu saja. Ia melangkah maju, menodongkan pistolnya tepat ke dahi Aksa. "Atau kamu justru sedang mengirimkan sinyal pada si Naga itu? Jawab jujur, Aksa! Siapa yang menyuruhmu? Apakah uang Viktor lebih manis daripada kesetiaan yang kita bangun puluhan tahun?" ​Aksa memejamkan mata sejenak, merasakan dinginnya moncong senjata Denzel. "Kalau aku ingin membunuhmu, Denzel, aku sudah melakukannya saat kita di dermaga. Aku tidak butuh drama panel listrik seperti

  • Gairah Terlarang Calon Mertua   Bab 348 Pengkhianat Itu Ternyata.. 

    ​"Sistemmu sampah, Aksa!" potong Denzel dengan suara rendah namun terdengar jelas kemarahan pria itu. Ia melempar kartu ucapan dari si 'Naga' ke arah dada Aksa. "Lihat ini! Bajingan ini berdiri tepat di samping boks bayi anakku! Dia mengambil foto Kenneth saat dia sedang tidur! Di mana pengawalmu?! Di mana sistem sensor yang kamu banggakan itu?!"​Aksa membaca kartu itu dan wajahnya seketika pucat pasi. "Ini tidak mungkin... Semua staf yang masuk ke area ini sudah melalui pemindaian retina dan sidik jari."​"Artinya salah satu dari mereka pengkhianatnya!" Denzel mencengkram kerah baju Aksa, menariknya hingga wajah mereka hanya berjarak beberapa senti. "Aku memberimu waktu satu jam untuk mengumpulkan semua orang yang memiliki akses ke lantai ini. Kalau kamu tidak menemukan siapa yang membantu 'Naga' ini, maka kamu yang akan bertanggung jawab dengan nyawamu!"​"Denzel, hentikan!" Audrey menarik lengan Denzel, mencoba meredam amarah suaminya. "Aksa sudah bekerja keras selama ini, jangan

  • Gairah Terlarang Calon Mertua   Bab 347 Kemarahan Denzel

    ​Denzel menoleh pada Aksa. "Bersihkan semuanya. Jangan biarkan ada satupun tikus yang tersisa di area mansion. Periksa seluruh staf, dari pelayan sampai pengawal elit. Aku ingin laporan detail dalam satu jam."​"Siap, Denzel," sahut Aksa, lalu segera berbalik pergi untuk mengkoordinasikan pembersihan.​Denzel kembali menatap Aiden dan Elena. "Aiden, bawa Elena ke ruang medis bawah tanah. Di sana lebih aman sampai area ini steril."​Aiden tidak membantah kali ini. Ia mengangkat tubuh Elena ke dalam gendongannya. Elena melingkarkan lengannya di leher Aiden, menyandarkan kepalanya yang terasa pusing di bahu kokoh suaminya.​"Aku baik-baik saja, Aiden. Jangan terlalu tegang," bisik Elena lirih saat mereka mulai berjalan keluar kamar, melewati mayat-mayat yang membuat Elena harus memejamkan mata karena mual.​Aiden tidak menjawab dengan kata-kata. Ia justru mencium kening Elena dengan dalam. Ciuman itu terasa panas, penuh dengan gairah protektif yang membuncah. Sesampainya di ruang medis y

  • Gairah Terlarang Calon Mertua   Bab 346 Aiden Menggila

    ​Suasana di dalam kamar Mansion berubah menjadi area pertempuran dalam sekejap. Aiden berdiri di tengah ruangan dengan nafas memburu, matanya merah padam, dan setiap kali ia menarik pelatuk, satu nyawa musuh melayang. ​Aiden benar-benar kehilangan kendali. Kematian calon bayinya telah meninggalkan luka yang begitu dalam di hatinya, dan serangan kali ini seakan membangkitkan seluruh amarahnya yang selama ini berusaha ia pendam. ​"Mati kalian semua bajingan!" raung Aiden. Ia tidak lagi menembak untuk melumpuhkan. Ia menembak untuk menghancurkan. Ketika tiga orang pria berpakaian taktis mencoba mendobrak masuk melalui balkon yang hancur, Aiden menyambut mereka dengan rentetan peluru yang presisi. Salah satu musuh terjungkal dengan lubang di leher, sementara dua lainnya tewas sebelum sempat menginjakkan kaki di karpet kamar. ​Elena, yang meringkuk di bawah kolong tempat tidur, menutup telinganya rapat-rapat. Suara tembakan itu begitu memekakkan telinga, namun yang lebih menakutkan ba

  • Gairah Terlarang Calon Mertua   Bab 345 Penyerangan Tak Terduga

    Disaat Aksa akan menarik pelatuknya, sebuah ledakan kecil terjadi di ujung koridor, memicu alarm kebakaran dan sistem penyiram air otomatis. Air mulai mengguyur seluruh koridor, menciptakan kekacauan seketika. ​Reno memanfaatkan momen itu untuk melempar alat transmisinya ke arah Aksa dan melarikan diri ke arah tangga darurat. ​"Berhenti!" teriak Aksa sambil melepaskan tembakan, namun pelurunya meleset karena pandangannya terganggu oleh guyuran air. ​Aksa segera mengejar, namun saat ia sampai di pintu tangga darurat, ia menemukan sesuatu yang membuatnya mematung. Di dinding pintu itu, tertulis sebuah pesan dengan tinta merah yang masih basah: ​"SAATNYA PEMBALASAN. SATU ANAK TELAH PERGI, ANAK KEDUA AKAN MENYUSUL." ​Darah Aksa seolah membeku. Pesan itu merujuk pada bayi Elena yang meninggal dan kini... ‘Target berikutnya.. Bayi Kenneth milik Audrey dan Denzel,’ gumamnya dalam hati. ​Aksa segera menekan interkom darurat yang terhubung ke seluruh pengawal. [KODE MERAH! LINDUNGI KAMA

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status