Beranda / Romansa / Gairah Terlarang Calon Mertua / Bab 279 'Penjelajahan' di Dalam SUV

Share

Bab 279 'Penjelajahan' di Dalam SUV

Penulis: Cynta
last update Terakhir Diperbarui: 2026-02-01 22:12:39

​Aiden mengangkat tubuh Elena dengan mudah, memindahkannya dari kursi penumpang ke atas pangkuannya. Posisi itu membuat napas mereka semakin memburu. Tangan Aiden mulai bekerja cepat, menyusup ke balik blus Elena, meraba punggung halusnya dan bergerak naik ke depan untuk memberikan remasan yang menuntut pada squishy Elena yang sudah mengeras.

​"Aahh! Aiden... Oohh, itu... Ssshh," Elena mendongak, leher jenjangnya terekspos sempurna.

​Aiden tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Ia mendaratkan bib
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Gairah Terlarang Calon Mertua   Bab 347 Kemarahan Denzel

    ​Denzel menoleh pada Aksa. "Bersihkan semuanya. Jangan biarkan ada satupun tikus yang tersisa di area mansion. Periksa seluruh staf, dari pelayan sampai pengawal elit. Aku ingin laporan detail dalam satu jam."​"Siap, Denzel," sahut Aksa, lalu segera berbalik pergi untuk mengkoordinasikan pembersihan.​Denzel kembali menatap Aiden dan Elena. "Aiden, bawa Elena ke ruang medis bawah tanah. Di sana lebih aman sampai area ini steril."​Aiden tidak membantah kali ini. Ia mengangkat tubuh Elena ke dalam gendongannya. Elena melingkarkan lengannya di leher Aiden, menyandarkan kepalanya yang terasa pusing di bahu kokoh suaminya.​"Aku baik-baik saja, Aiden. Jangan terlalu tegang," bisik Elena lirih saat mereka mulai berjalan keluar kamar, melewati mayat-mayat yang membuat Elena harus memejamkan mata karena mual.​Aiden tidak menjawab dengan kata-kata. Ia justru mencium kening Elena dengan dalam. Ciuman itu terasa panas, penuh dengan gairah protektif yang membuncah. Sesampainya di ruang medis y

  • Gairah Terlarang Calon Mertua   Bab 346 Aiden Menggila

    ​Suasana di dalam kamar Mansion berubah menjadi area pertempuran dalam sekejap. Aiden berdiri di tengah ruangan dengan nafas memburu, matanya merah padam, dan setiap kali ia menarik pelatuk, satu nyawa musuh melayang. ​Aiden benar-benar kehilangan kendali. Kematian calon bayinya telah meninggalkan luka yang begitu dalam di hatinya, dan serangan kali ini seakan membangkitkan seluruh amarahnya yang selama ini berusaha ia pendam. ​"Mati kalian semua bajingan!" raung Aiden. Ia tidak lagi menembak untuk melumpuhkan. Ia menembak untuk menghancurkan. Ketika tiga orang pria berpakaian taktis mencoba mendobrak masuk melalui balkon yang hancur, Aiden menyambut mereka dengan rentetan peluru yang presisi. Salah satu musuh terjungkal dengan lubang di leher, sementara dua lainnya tewas sebelum sempat menginjakkan kaki di karpet kamar. ​Elena, yang meringkuk di bawah kolong tempat tidur, menutup telinganya rapat-rapat. Suara tembakan itu begitu memekakkan telinga, namun yang lebih menakutkan ba

  • Gairah Terlarang Calon Mertua   Bab 345 Penyerangan Tak Terduga

    Disaat Aksa akan menarik pelatuknya, sebuah ledakan kecil terjadi di ujung koridor, memicu alarm kebakaran dan sistem penyiram air otomatis. Air mulai mengguyur seluruh koridor, menciptakan kekacauan seketika. ​Reno memanfaatkan momen itu untuk melempar alat transmisinya ke arah Aksa dan melarikan diri ke arah tangga darurat. ​"Berhenti!" teriak Aksa sambil melepaskan tembakan, namun pelurunya meleset karena pandangannya terganggu oleh guyuran air. ​Aksa segera mengejar, namun saat ia sampai di pintu tangga darurat, ia menemukan sesuatu yang membuatnya mematung. Di dinding pintu itu, tertulis sebuah pesan dengan tinta merah yang masih basah: ​"SAATNYA PEMBALASAN. SATU ANAK TELAH PERGI, ANAK KEDUA AKAN MENYUSUL." ​Darah Aksa seolah membeku. Pesan itu merujuk pada bayi Elena yang meninggal dan kini... ‘Target berikutnya.. Bayi Kenneth milik Audrey dan Denzel,’ gumamnya dalam hati. ​Aksa segera menekan interkom darurat yang terhubung ke seluruh pengawal. [KODE MERAH! LINDUNGI KAMA

  • Gairah Terlarang Calon Mertua   Bab 344 Bayangan Pengkhianat

    Di ruang kendali bawah tanah, Aksa sedang duduk di depan deretan layar monitor dengan wajah yang sangat tegang. Tangannya bergerak lincah di atas keyboard, menelusuri jejak digital yang ditinggalkan oleh pesan misterius yang ia terima semalam. ​"Sial," umpat Aksa. Ia menemukan sesuatu yang membuat jantungnya berdegup kencang. Aksa baru saja selesai melakukan audit pada sistem transmisi data mansion. Ada sebuah jalur komunikasi ilegal yang terhubung ke server luar tepat pada saat rombongan Denzel dan Aiden berangkat dari rumah sakit. ​"Data CCTV mobil... Seseorang menyadapnya secara real-time dari dalam sini," gumam Aksa pada dirinya sendiri. ​Ia memperbesar rekaman aktivitas di ruang kendali selama 24 jam terakhir. Matanya menyipit melihat salah satu staf teknis yang masuk tanpa izin log yang jelas sekitar pukul tiga dini hari, saat semua orang sedang fokus pada pembersihan sisa-sisa anak buah Viktor di lapangan. ​Aksa segera mengambil ponselnya dan menelpon Denzel, namun ia ragu

  • Gairah Terlarang Calon Mertua   Bab 343 Kesedihan yang Mendalam

    Trustin tampak sedang membantu Sarah dan Elena bersiap. Elena tampak jauh lebih tegar, meski matanya masih terlihat sayu akibat operasi semalam. ​"Semuanya sudah aman?" tanya Elena saat melihat Aiden masuk dengan wajah serius. ​Aiden mendekati Elena, ia berlutut di depan istrinya yang duduk di kursi roda, lalu mencium kedua tangan Elena dengan penuh hasrat melindungi. "Sangat aman, Sayang. Tidak akan ada yang bisa menyentuhmu lagi. Aku janji." ​Aiden mengangkat tubuh Elena dengan sangat hati-hati, menggendongnya menuju lift khusus, diikuti oleh Denzel yang mengawal Audrey, serta Trustin yang menjaga Sarah. ​Pemandangan di luar rumah sakit tampak seperti iring-iringan kepresidenan. Sepuluh mobil hitam antipeluru sudah bersiaga dengan mesin menyala. Para anggota tim elit berdiri dengan posisi tempur di setiap sudut jalan. ​Denzel memasukkan Audrey dan Kenneth ke mobil utama, sementara Aiden membawa Elena ke mobil di belakangnya. Trustin dan Sarah berada di mobil ketiga. ​Selama pe

  • Gairah Terlarang Calon Mertua   Bab 342 Ketegangan di Akhir Pembersihan

    ​Kegelapan di sekitar mansion Shaquille terasa mencekam. Aksa mondar-mandir di ruang kendali dengan ponsel yang terus menempel di telinga. Nada sambung itu terdengar berulang-ulang tanpa jawaban. Denzel benar-benar tidak bisa dihubungi. ​”Sial! Kenapa di saat kritis seperti ini dia harus mematikan suara ponselnya?" umpat Aksa sambil membanting ponselnya ke atas meja operator. ​Ia menatap monitor CCTV yang memenuhi dinding ruangan. Kamera termal menunjukkan pergerakan di batas hutan luar pagar mansion. Ada sesuatu yang mendekat, tapi gerakannya sangat halus, hampir menyerupai hewan liar. ​[Tim Satu, periksa sektor Barat! Ada pergerakan mencurigakan!] perintah Aksa melalui interkom. ​[Akan aku periksa, Pak Aksa.] ​Aksa tidak bisa menunggu. Pesan ancaman dari nomor asing itu peringatan yang nyata. Ia mengambil senapan taktisnya, memeriksa magasin, dan keluar dari ruang kendali dengan langkah lebar. Ia harus membereskan ini sebelum matahari terbit, sebelum rombongan Audrey dan Elena

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status